Pelantikan Eselon II Kota Tasikmalaya Menuai Tanda Tanya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pelantikan pejabat Pemerintah Kota Tasikmalaya yang digelar hari ini berlangsung mendapat perhatian publik. Sebanyak 192 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya menerima SK untuk menempati posisi baru.

Jauh-jauh hari sebelumnya, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, berulang kali menyatakan bahwa penempatan ASN hari ini merupakan โ€œpenataan birokrasi berbasis sistem meritโ€ yangโ€”katanyaโ€”lebih terbuka dan profesional, berbasis kualifikasi, kompetensi, dan kinerja.

Namun justru pada titik inilah tanda tanya mengemuka.


Satu Nama Eselon II Disorot

Dari empat pejabat eselon II yang diangkat, satu nama yang paling mengundang perhatian publik adalah Sofian Zaenal Mutaqien, S.STP., M.Si., yang kini resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan. Jabatan ini tergolong strategis, mengingat sektor UMKM dan industri kecil menjadi penopang ekonomi Kota Tasikmalaya.

Pertanyaan mulai beredar sejak pengumuman pelantikan: apakah penempatan Sofian benar-benar mencerminkan prinsip meritokrasi seperti yang selama ini digembar-gemborkan Wali Kota Viman?

Hal itu bukan tanpa dasar. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, tepatnya Pasal 68 ayat (4), secara eksplisit menyebutkan bahwa perpindahan dan penempatan ASN antar-jabatan harus didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan penilaian kinerja.

Di atas kertas, aturan ini seharusnya menjadi fondasi setiap mutasi dan promosi pejabat. Tetapi menurut penelusuran lapangan, justru di sinilah letak persoalannya.


Kompetensi Dipertanyakan, Kualifikasi Tidak Dipublikasikan

Diki Samani, Direktur Albadar Institute, menyatakan bahwa penempatan Sofian patut dipertanyakan dari sisi profesionalisme. Menurutnya, ada beberapa indikator yang membuat publik wajar mempertanyakan prosesnya.

โ€œPertama, dari segi latar belakang pendidikan, beliau tidak linear dengan urusan yang menjadi tanggung jawab Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan,โ€ ujar Diki. Menurutnya, ketidakselarasan bidang keilmuan menjadi masalah awal yang harus diperhatikan dalam sistem merit.

Kedua, dari segi pengalaman kerja, Sofian disebut belum pernah bertugas di dinas terkait. โ€œSepengetahuan saya, beliau tidak punya rekam jejak di Dinas Koperasi maupun di sektor perindustrian dan perdagangan. Jadi dari sisi pengalaman juga lemah,โ€ lanjutnya.

Di tengah sorotan itu, publik juga mempertanyakan mengapa kualifikasi jabatan eselon II tidak pernah dipublikasikan oleh Pemkot Tasikmalaya sejak proses mutasi diumumkan. Padahal, dalam praktik tata kelola ASN yang transparan, kualifikasi jabatan harus dibuka sejak awal, minimal mencakup syarat pendidikan, pengalaman, kompetensi teknis, dan catatan kinerja.

โ€œKalau Pemkot benar-benar ingin membangun sistem yang terbuka, semestinya masyarakat bisa melihat apakah seorang calon pejabat memenuhi syarat atau tidak. Tapi dokumen kualifikasinya saja tidak pernah dipublikasi,โ€ kata Diki.

Ketidakjelasan itu melahirkan tanda tanya: bagaimana mungkin dilakukan penilaian kinerja yang relevan bila kompetensi dasarnya saja dianggap tidak terpenuhi?

Sekedar informasi tambahan saja. definisi umum dari terminologi kompetensi adalah kombinasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap/ perilaku yang diperlukan untuk menjalankan suatu pekerjaan secara efektif. Dari pengertian ini saja, pejabat yang bersangkutan sulit dianggap kompeten.

Publik kini menunggu: apakah Pemerintah Kota benar-benar sedang membangun sistem merit yang modern, atau hanya mengulang pola lama dengan bungkus baru? (GPS)

Catatan:
Lintas Priangan sangat membuka diri jika dari pihak-pihak yang ada dalam pemberitaan di atas membutuhkan ruang untuk menjawab.

PRIANGAN TIMUR

Tiga Lowongan Kerja Ciamis Terbaru, Kurir hingga Customer Service

lintaspriangan.com,ย BERITA CIAMIS.ย Tiga lowongan kerja Ciamis masih membuka jalur lamaran...

Dua Juara Seri Triple Crown Tak Masuk Final Indonesia Derby Pangandaran

lintaspriangan.com,ย BERITA PANGANDARAN.ย Indonesia Derby Pangandaran 2026 menyimpan situasi tak biasa....

4 Kawasan Ini Pernah Jadi Pusat Kabupaten Tasikmalaya

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA. Kabupaten Tasikmalaya mencapai usia 394 tahun pada...

Kemenhaj Pangandaran Kawal Haji Inklusif 2027: Jangan Ada Jemaah yang Merasa Sendirian

lintaspriangan.com,ย BERITA PANGANDARAN.ย Perjalanan menuju Tanah Suci tidak selalu ditempuh dengan...

1.062 KK di 5 Desa Terdampak Kekeringan di Ciamis, BPBD Salurkan 50 Ribu Liter Air Bersih

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Musim kemarau mulai menunjukkan dampak kekeringan...

JAWA BARAT

Videotron Maut Majalengka Sudah Goyang 32 Jam, Penanganan Lambat?

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA.ย Tragedi Videotron Maut Majalengka di Bundaran Cigasong...

Berani Lumpuhkan Begal? Dedi Mulyadi Siapkan Sayembara Begal Jabar Hadiah hingga Rp50 Juta

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan...

Klinik Berobat Unik di Cianjur, Pasien Tetap Dilayani Meski Tak Punya Uang

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Di tengah biaya pelayanan kesehatan yang...

Come See Mie Fest 2026 Bandung Hadirkan Barasuara hingga J-Rocks

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Come See Mie Fest 2026 memasuki hari...

Waspada, Prakiraan Angin Kencang di Jawa Barat Mulai Hari Ini

lintaspriangan.com,ย BERITA JABAR.ย Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memasukkan Jawa...

Ini Pesan Kiai Sumedang untuk Presiden Prabowo

lintaspriangan.com,ย BERITA SUMEDANG.ย Kiai asal Sumedang, KH Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir...

Kebakaran di Sukabumi, 3 Anak Meninggal Dunia

lintaspriangan.com,ย BERITAย SUKABUMI. Kebakaran di Sukabumi menewaskan tiga anak kakak-beradik di...

Pencarian Berakhir Duka, Korban Tenggelam di Waduk Jatiluhur Ditemukan Meninggal Dunia

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Operasi pencarian terhadap seorang pemuda yang...
spot_img

Olahraga

Popular Categories

spot_imgspot_img