lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA.ย Kegiatan kurban SMAN 1 Kota Tasikmalaya pada Idul Adha 1447 H tahun ini menyimpan cerita yang menarik sekaligus menyentuh. Sekolah berjuluk Kampus Satas tersebut menyembelih 12 ekor sapi kurban, Jumat, 29 Mei 2026.
Dari belasan sapi itu, satu ekor di antaranya berasal dari gerakan sedekah kurban para siswa. Mereka menyisihkan tabungan sendiri untuk ikut berkurban. Hasilnya, satu sapi berbobot sekitar 7 kuintal berhasil disiapkan dari kebiasaan kecil yang ditanamkan di lingkungan sekolah.
Kepala SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Dr. H. Yonandi, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan besar dari keluarga besar sekolah. Menurut dia, pelaksanaan kurban tahun ini menunjukkan kuatnya kebersamaan antara guru aktif, guru purna bakti, alumni, orang tua siswa, dan para murid.
โAlhamdulillah, tahun ini ada 12 ekor sapi kurban. Ini merupakan hasil kebersamaan guru aktif, guru purna bakti, alumni, orang tua siswa, dan para murid,โ ujar Yonandi, Jumat, 29 Mei 2026.
Dari total 12 ekor sapi tersebut, empat ekor berasal dari guru aktif dan guru purna bakti. Sebanyak tujuh ekor lainnya berasal dari kolaborasi orang tua siswa dan alumni yang memilih berkurban di lingkungan sekolah.
Sementara itu, satu ekor sapi lainnya berasal dari tabungan siswa untuk kurban. Bagian inilah yang membuat kegiatan tersebut terasa berbeda. Para siswa tidak hanya hadir sebagai peserta dalam kegiatan Idul Adha, tetapi ikut menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang nyata.
Satu Sapi dari Tabungan Siswa, Bobotnya 7 Kuintal
Yonandi menjelaskan, sapi yang berasal dari gerakan sedekah para siswa memiliki bobot sekitar 7 kuintal. Sapi tersebut dikelola oleh siswa dan manfaatnya juga kembali dirasakan oleh para siswa di setiap kelas.
โSapi dari siswa ini bobotnya mencapai 7 kuintal. Ini murni dikelola oleh siswa dan untuk siswa, di mana setiap kelas akan mendapatkan bagiannya,โ kata Yonandi.
Menurut Yonandi, sapi kurban seberat 7 kuintal itu menjadi simbol bahwa pendidikan karakter bisa tumbuh dari kebiasaan sederhana. Menabung, berbagi, dan belajar ikhlas tidak hanya diajarkan melalui teori, tetapi dipraktikkan langsung dalam kehidupan sekolah.
Ia menilai, kegiatan kurban bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, kurban menjadi ruang pembelajaran sosial bagi siswa agar mereka memahami arti kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab kepada sesama.
Kesan serupa disampaikan Muhammad Syahrul Sham, siswa SMAN 1 Kota Tasikmalaya yang baru lulus pada tahun 2026 dan akrab disapa Shem. Ia menilai, pendidikan di Satas tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga tumbuh melalui pembiasaan dalam keseharian.
โPendidikan di SATAS itu memang keren. Tidak hanya di kelas, tapi juga di luar kelas, dalam keseharian, dalam pembiasaan. Tak jarang siswa awalnya tidak memahami secara utuh ke mana maksud dari sebuah program. Tapi seperti tabungan kurban ini, tahu-tahu ada 12 ekor sapi. Baru para siswa paham, dan tentu saja bersyukur,โ ujar Shem.
Bagi Shem, program seperti tabungan kurban memberi pengalaman yang membekas. Siswa belajar bahwa kebaikan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit ternyata dapat berubah menjadi manfaat besar.
Ia juga melihat bahwa pendidikan karakter di SMAN 1 Kota Tasikmalaya tidak selalu hadir dalam bentuk nasihat panjang. Kadang, pelajaran paling kuat justru datang dari kebiasaan kecil yang dijalankan terus-menerus, sampai akhirnya para siswa melihat sendiri hasilnya.
Semangat itu tampak dalam penyembelihan 12 sapi kurban di lingkungan sekolah. Guru, alumni, orang tua siswa, dan murid bergerak bersama. Ada kelindan kebersamaan yang membuat kegiatan Idul Adha di Kampus Satas terasa lebih hidup.
Daging Kurban Dibagikan untuk Petugas Kebersihan Kota
Manfaat kurban SMAN 1 Kota Tasikmalaya tidak berhenti di lingkungan internal sekolah. Pihak sekolah juga mengundang sedikitnya 347 petugas lapangan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya.
Mereka terdiri atas penyapu jalan, petugas pemakaman, penjaga taman Dadaha, hingga sopir armada pengangkut sampah. Para petugas tersebut menerima paket daging kurban sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka menjaga kebersihan dan keasrian kota.
โSemua tenaga kerja mulai dari penyapu jalan, petugas pemakaman, penjaga taman Dadaha, hingga sopir armada pengangkut sampah kami undang ke sini. Ini kali kedua kami berbagi dengan mereka setelah sebelumnya di bulan Ramadan melalui pembagian sembako,โ tutur Yonandi.
Melalui pembagian daging kurban untuk petugas kebersihan, sekolah ingin menghadirkan makna Idul Adha yang lebih luas. Kurban tidak hanya berhenti pada penyembelihan hewan, tetapi juga menjadi jembatan kepedulian kepada mereka yang setiap hari bekerja menjaga wajah kota tetap bersih.
Bagi para siswa, kehadiran para petugas kebersihan menjadi pelajaran langsung tentang penghargaan terhadap profesi. Mereka dapat melihat bahwa banyak orang bekerja dalam senyap, namun perannya sangat penting bagi kehidupan masyarakat.
Yonandi menegaskan, kegiatan Idul Adha di SMAN 1 Kota Tasikmalaya diarahkan untuk memperkuat tiga nilai utama, yakni keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan. Nilai tersebut diharapkan tidak hanya muncul saat kegiatan kurban, tetapi juga tumbuh dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Pemandangan menarik juga terlihat dari kekompakan para guru yang mengenakan kostum seragam. Menurut Yonandi, hal itu menjadi bagian dari upaya membangun ikatan batin di lingkungan sekolah.
โKami ingin membangun karakter yang kuat melalui filosofi cageur, yaitu sehat jasmani dan rohani, serta bageur, yaitu peduli kepada sesama. Pelajaran ini penting untuk menumbuhkan rasa empati terhadap lingkungan masyarakat sekitar,โ pungkasnya. (DH/AS)
Baca Berita Tasikmalaya lainnya di Google News





















