lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Jalan poros yang menghubungkan Desa Bojongkapol, Cikangkung, Cireundeu, hingga Cihanura, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, belum pernah tersentuh pengaspalan selama 80 tahun sejak era Presiden Soekarno hingga kini, akhirnya sekarang akan diperbaiki.
Kondisi tersebut diungkap Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Luthfi Hizba Rusydia, Rabu (22/4/2026).
“Jalan Cireundeu itu dari zaman Presiden Soekarno sampai Presiden Prabowo belum pernah diaspal,” ujar Luthfi.
Ruas jalan sepanjang kurang lebih 15 kilometer itu menjadi akses vital warga karena terhubung hingga Jalan Nasional Ciheras.
Namun hingga kini, kondisinya masih berupa jalan berbatu, berdebu saat kemarau dan berlumpur saat musim hujan.
Meski telah melewati delapan kali pergantian presiden dan sejumlah kepala daerah, perbaikan jalan tersebut belum juga terealisasi.
Kini, harapan mulai muncul setelah ruas Bojongkapol, Cikangkung, Cireundeu, Cihanura masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tasikmalaya. Kepastian itu diperoleh dalam pembahasan Komisi III DPRD bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Tasikmalaya menyebutkan proyek tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada tahun ini. “Mudah-mudahan tidak ada halangan,” ujarnya.
Luthfi menegaskan, pembangunan jalan tersebut menjadi keharusan karena memiliki peran strategis sebagai poros penghubung wilayah.
“Ini poros setengah kabupaten yang sudah puluhan tahun belum diaspal,” katanya.
Selain itu, kondisi jalan dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat Potensi sumber daya alam yang melimpah belum dapat dimanfaatkan optimal akibat sulitnya akses distribusi.
“Sumber alam di sana luar biasa, tapi hasil bumi sulit keluar karena kondisi jalan rusak,” jelasnya.
Ia juga menyebut ruas tersebut telah masuk dalam prioritas perencanaan pembangunan nasional, sehingga memperkuat urgensi realisasi proyek.
Di lapangan, kondisi jalan yang rusak berdampak langsung pada aktivitas warga. Kendaraan harus melaju perlahan, ambulans kerap kesulitan melintas, hingga anak-anak sekolah harus berjalan dengan sepatu berlumpur saat musim hujan.
Luthfi mengungkapkan, hasil rapat evaluasi Komisi III DPRD pada pekan lalu membawa kabar positif. Proyek tersebut berpeluang mulai berjalan tahun ini.
“Kemungkinan besar tahun ini mulai direalisasikan,” ujarnya.
Baca Juga : Sidak DPRD Tasikmalaya Temukan SPPG Beroperasi Tanpa Izin
Ia meminta masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan turut mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai rencana.
“Ini satu-satunya akses vital yang wajib dibangun,” tegasnya.
Menurut Luthfi, perbaikan jalan akan berdampak luas terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, mulai dari akses kesehatan, pendidikan, hingga pertumbuhan ekonomi.
“Jika jalannya sudah terkoneksi, Indeks Pembangunan Manusia bisa meningkat. Selama ini kendalanya hanya di infrastruktur jalan,” katanya. (DH)
