lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kabar bahagia datang dari keluarga Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Raden Diky Chandra Negara. Putra sulungnya, Raden Diffa M Chandra, resmi menikah dengan Putri Endita dalam prosesi akad yang digelar di Jonggol, Kabupaten Bogor.
Pernikahan tersebut menjadi momen penuh haru bagi keluarga besar Diky Chandra. Namun, yang membuat kabar ini menyita perhatian bukan hanya prosesi akadnya, melainkan sikap keluarga yang memilih menggelar acara secara sederhana dan terbatas.
Diky Chandra menyampaikan kabar bahagia itu kepada masyarakat Kota Tasikmalaya dengan penuh kerendahan hati. Ia tidak menjadikan pernikahan putranya sebagai acara besar yang penuh seremoni, tetapi sebagai momentum keluarga untuk memohon doa dan keberkahan.
Melalui surat terbuka, Diky menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan daerah, DPRD, tokoh masyarakat, dan warga Kota Tasikmalaya karena tidak dapat mengundang banyak pihak secara langsung.
Ia menegaskan bahwa keluarga hanya menyampaikan kabar bahagia sekaligus memohon doa agar prosesi pernikahan berjalan lancar, khidmat, dan penuh berkah.
Undangan Dibatasi, Tidak Ada Tamu VIP
Pernikahan anak Diky Candra menikah ini digelar dengan jumlah tamu terbatas. Keputusan tersebut diambil sesuai kemampuan keluarga dan untuk menjaga suasana acara tetap sederhana.
Dalam surat terbukanya, Diky juga menegaskan tidak ada undangan khusus untuk tamu VIP. Semua tamu diperlakukan sama, tanpa pembedaan status dan tanpa kesan ada perlakuan istimewa bagi pejabat tertentu.
Langkah itu menjadi perhatian publik karena dinilai mencerminkan kehati-hatian seorang pejabat publik dalam menjaga marwah jabatan. Diky tidak ingin acara keluarga menimbulkan beban sosial bagi siapa pun.
Selain itu, pembatasan undangan juga dimaksudkan untuk menghindari potensi tafsir yang tidak perlu, termasuk kemungkinan munculnya persepsi terkait gratifikasi.
Di tengah sorotan masyarakat terhadap gaya hidup pejabat dan keluarga pejabat, sikap sederhana itu menjadi pesan tersendiri. Bahagia tetap bisa dirayakan tanpa harus berubah menjadi panggung kemewahan.
Diky seolah ingin menunjukkan bahwa esensi pernikahan bukan terletak pada megahnya pesta, melainkan pada doa, restu, dan niat baik kedua keluarga. Kadang yang paling mewah memang bukan dekorasi, tapi ketenangan hati orang tua saat melepas anaknya menikah.
Diky Chandra Mohon Doa Warga Tasikmalaya
Dalam pesan yang disampaikan kepada warga, Diky Chandra memohon doa agar putranya dan menantunya diberi kelancaran, kebahagiaan, serta keberkahan dalam membangun rumah tangga.
“Saya hanya melaporkan saja tanpa mengundang. Sekaligus memohon doa kepada Bapak dan Ibu untuk kelancaran acara dan keberkahan calon pengantin. Sekali lagi mohon maaf dan terima kasih,” tulis Diky.
Pesan itu memperlihatkan sikap hati-hati sekaligus hangat. Di satu sisi, Diky tetap ingin berbagi kabar bahagia dengan masyarakat. Di sisi lain, ia tidak ingin kebahagiaan keluarga berubah menjadi beban bagi pihak lain.
Doa pun mengalir untuk pasangan Raden Diffa M Chandra dan Putri Endita. Warga Tasikmalaya berharap keduanya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, saling menguatkan, serta membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar.
Bagi Diky Chandra, pernikahan putra sulungnya tentu menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan keluarga. Sebagai ayah, ia melepas anaknya memasuki kehidupan baru dengan doa dan harapan yang besar.
Adapun prosesi pernikahan Raden Diffa M Chandra dan Putri Endita digelar pada Sabtu, 6 Juni 2026. Tanggal tersebut terasa semakin berkesan karena bertepatan dengan tanggal cantik 6-6-2026, sehingga kabar bahagia dari keluarga Wakil Wali Kota Tasikmalaya itu menjadi perhatian banyak warga. (DH/AS)
























