lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Mesin politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Ciamis mulai dipanaskan. Melalui penyerahan dan sosialisasi Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP), partai berlambang banteng moncong putih itu langsung menggeber konsolidasi hingga tingkat akar rumput.
Kegiatan yang digelar di Aula Gedung Pramuka, Selasa (14/04/2026), menjadi titik awal penguatan struktur Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Ciamis periode 2023–2030.
Pengurus DPD PDIP Jawa Barat, Ijah Hartijah, mengatakan, SK bukan sekadar administrasi, melainkan mandat yang harus segera diimplementasikan melalui gerakan konsolidasi menyeluruh.
“Ini bukan hanya seremonial. SK ini amanah organisasi yang harus langsung dijalankan. Seluruh struktur wajib bergerak sampai ke tingkat bawah sebagai persiapan agenda politik ke depan,” katanya.
Ia menyebut, DPD PDIP Jawa Barat tengah melakukan roadshow ke berbagai daerah guna memastikan soliditas partai benar-benar terbentuk secara merata.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Ciamis, Nanang Permana, menegaskan konsolidasi menjadi kunci utama dalam roadmap peningkatan perolehan kursi legislatif.
Menurutnya, struktur partai saat ini sudah terbentuk hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) dan ranting. Tahap berikutnya, PDIP Ciamis akan memperluas kekuatan hingga pembentukan anak ranting di tingkat RW.
“Kami targetkan konsolidasi sampai RW. Kalau ini berjalan maksimal, target dari DPP dan DPD sangat realistis untuk dicapai sejak sekarang,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada penguatan internal, PDIP Kabupaten Ciamis juga mulai menggarap konsolidasi sosial sebagai strategi mendekatkan diri dengan masyarakat.
BACA JUGA: Ini Rahasiah Dibalik Program Rutilahu di Ciamis
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 100 paket sembako disalurkan kepada warga sebagai bagian dari program berkelanjutan partai.
“Ini bukan kegiatan sesaat. Ke depan akan kami lakukan rutin minimal di tingkat desa. Partai harus hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, kekuatan politik tidak hanya dibangun dari struktur organisasi, tetapi juga dari kepercayaan publik yang tumbuh melalui aksi nyata.
“Target politik harus sejalan dengan kehadiran nyata di masyarakat. Itu yang sedang kami bangun,” pungkasnya. (FSL)

