Bermainlah Sebaik-baiknya di Panggung Sekecil Apa Pun

lintaspriangan.com, INSPIRATIF. Saya masih duduk di bangku sekolah dasar, tahun 1980-an.
Saat itu, setiap bulan Agustus di Indonesia selalu punya warna sendiri. Meriah, riuh, dan penuh semangat. Hampir di setiap sudut kampung, selalu ada lomba. Dari yang sederhana sampai yang serius.

Salah satu yang paling ditunggu anak-anak adalah kompetisi sepakbola berjenjang.
Mulai dari antar RT, naik ke RW, lalu kelurahan, kecamatan, hingga wilayah yang lebih besar. Sistemnya menarik: siapa pun yang menonjol di jenjang bawah, bisa dipilih naik, tak peduli tim asalnya menang atau kalah. Yang dinilai adalah kemampuan pribadi.

Saya ikut dari jenjang paling bawah: antar RT.
Posisi saya kiper.

Masalahnya, tim RT tempat saya tinggal bukan tim ideal. Anak kelas 4, 5, dan 6 SD—ini syarat panitia—jumlahnya pas-pasan. Hanya tujuh orang. Tidak ada cadangan. Bahkan dari tujuh itu, hanya empat yang terbiasa bermain bola, itu pun baru kelas 4, dan lebih sering jadi penonton daripada pemain. Sementara dari RT lain didominasi kelas 6.

Sejak pertandingan pertama, kami sudah kewalahan.
Kalah telak.
Pertandingan kedua, nasibnya sama.

Sebagai kiper, saya merasa jatuh bangun sendirian. Menutup gawang yang seolah tak pernah sepi dari serangan. Lelah bukan cuma di badan, tapi juga di hati.

Sehari menjelang pertandingan ketiga—dan ini pertandingan terakhir—saya sudah pasrah.
Toh, sekalipun menang, mustahil bisa lolos ke tahap berikutnya.

Dan hari itu, saya menghampiri ayah saya yang sedang memperbaikin mesin jahit punya ibu. Ayah adalah orang yang selalu ada di pinggir lapangan ketika saya sedang bermain.
Saya menghampirinya dan langsung mengeluh, sebagai anak kecil yang kehabisan harapan.

“Capek, Yah,” kata saya.
“Tim kita lemah. Lawan gampang sekali menembus pertahanan. Saya merasa sendirian di belakang. Untuk apa main serius, kalau akhirnya kalah lagi?”

Ayah saya tidak langsung menjawab.
Ia menatap lapangan sebentar, lalu menatap saya.

“Nak,” katanya pelan,
“tugasmu bukan memastikan timmu menang. Itu bukan bebanmu.”
Ia melanjutkan,
“Tugasmu hanya satu: jaga gawangmu sebaik dan sekuat yang kamu bisa. Tunjukkan bahwa kamu menjalankan peranmu dengan sungguh-sungguh.”

Kalimat itu sederhana.
Tapi entah kenapa, menancap, hingga detik ini saya tulis kembali.

Di pertandingan ketiga, saya bermain dengan cara berbeda.
Bukan karena yakin menang, tapi karena ingin menunaikan tugas, sebagaimana pesan ayah.

Tim lawan, mungkin bisa melewati teman-teman saya dengan mudah.
Tapi ketika bola mengarah ke gawang, saya pastikan mereka harus bekerja keras. Tendangan sudut, tendangan bebas, serangan bertubi-tubi, semua saya hadapi. Jatuh, bangun, kembali berdiri. Berkali-kali.

Dan semakin lelah, ternyata saya semakin bersamangat.
Di luar lapangan, ayah terlihat tersenyum dan mengacungi jempol, meski saya kebobolan.

Hasilnya tetap sama.
Kami kalah.

Hari-hari setelah itu saya murung.
Bukan karena kalah, tapi karena merasa kehilangan peluang.

Hingga suatu sore, ayah saya duduk di samping saya dan menyerahkan selembar surat.
Surat dari panitia.

Isinya singkat:
Saya terpilih menjadi penjaga gawang untuk tim antar RW.

Saat itu saya baru benar-benar paham.
Apa yang dikatakan ayah saya bukan nasihat untuk pertandingan itu saja, tapi pelajaran hidup.

Kita sering ingin panggung besar.
Ingin peran penting.
Ingin hasil yang langsung terlihat.

Padahal, hidup sering kali memberi kita panggung kecil terlebih dahulu.
Peran sederhana.
Amanah yang tampak sepele.

Bukan untuk diremehkan, tapi untuk diuji.

Karena mungkin, jika hari ini kita belum pernah dipanggil ke panggung yang lebih besar, bukan karena kita tidak layak, tapi karena kita belum sepenuhnya bermain maksimal di panggung-panggung kecil yang pernah kita injak.

Karena pada akhirnya, kepercayaan selalu punya cara sendiri untuk menemukan mereka yang setia menjalankan perannya. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Pohon Tumbang Rusak Rumah Warga di Sukadana Ciamis, Kerugian Capai Rp5 Juta

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Angin cukup kencang memicu pohon tumbang...

Geng Motor Kembali Makan Korban, Mahasiswa Tasikmalaya Sodorkan 10 Tuntutan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kota Tasikmalaya kembali diguncang persoalan kekerasan...

Milangkala ke-17 Gong Perdamaian Dunia Digelar di Ciamis Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Milangkala ke-17 Gong Perdamaian Dunia dijadwalkan berlangsung...

PSGC Ciamis Bawa 29 Pemain, Tiga Asing Jelang Debut Liga 2

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. PSGC Ciamis memasuki tiga hari terakhir menuju...

Abu Anak Krakatau, Pemkot Tasikmalaya Siapkan PJJ jika Kualitas Udara Memburuk

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Rabu,...

JAWA BARAT

Dugaan Pencabulan oleh Guru SMAN 1 Pamanukan Subang, Siswa Sempat Gelar Aksi

lintaspriangan.com, BERITA SUBANG. Kasus dugaan pencabulan oleh guru...

Kebakaran TPA Galuga Terkendali, Pendinginan Jadi Fokus Penanganan

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Penanganan kebakaran TPA Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten...

Data Bencana Jawa Barat: 863 Ribu Jiwa Terdampak hingga 9 September 2026

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Data bencana Jawa Barat hingga Rabu,...

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Sampai Bandung, Pemkot Siapkan Mitigasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan langkah...

Surat Edaran Gubernur Jabar, Siaga Abu Vulkanik

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat meningkatkan...

Bandara Husein Sastranegara Ditutup akibat Abu Anak Krakatau, Estimasi hingga Pukul 16.00 WIB

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Operasional Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung...

200 Becak Listrik Cirebon Dibagikan, Pemkot Siapkan Dukungan Pengisian Daya

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Sebanyak 200 unit becak listrik Cirebon telah...

Kebakaran Lahan Jawa Barat Capai 228,07 Hektare, Sukabumi Terluas

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Luas kebakaran lahan Jawa Barat mencapai 228,07...

Olahraga

Popular Categories