Beranda blog Halaman 285

Warga Ciamis Antusias Hadiri Sosialisasi DBHCHT

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sosialisasi peraturan dan perundang-undangan terkait Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan pemberantasan rokok ilegal di Kabupaten Ciamis berlangsung meriah.

Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui pentas seni calung di Jatisewu, Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, pada Kamis, (12/12/202024).

Acara ini dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Sekda Ciamis Andang Firman, perwakilan Polres Ciamis, perwakilan Kodim 0613 Ciamis, Kejaksaan Negeri Kabupaten Ciamis, KPPBC Tasikmalaya serta Kasatpol PP Kabupaten Ciamis.

Kehadiran mereka menunjukkan dukungan kuat terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memahami aturan cukai.

Menurut Kasatpol PP Kabupaten Ciamis Uga Yugaswara sosialisasi melalui pentas seni merupakan salah satu strategi untuk menarik minat masyarakat.

“Kami ingin menyampaikan pesan penting ini tentang “Gempur Rokok Ilegal” dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat. Pentas seni adalah salah satu bentuknya,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan serupa telah dilakukan di beberapa lokasi sebelumnya dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Pentas seni dipilih sebagai media sosialisasi karena dianggap efektif dalam menjangkau berbagai kalangan, terutama masyarakat pedesaan dalam pemberantasan rokok ilegal di Kabupaten Ciamis.

Dalam acara ini, pesan-pesan mengenai peraturan cukai dan penggunaan dana DBHCHT disisipkan ke dalam pertunjukan seni, seperti musik tradisional, tarian, dan teater.

Seorang warga setempat, Yudi, mengungkapkan rasa senangnya atas acara tersebut. “Selain menghibur, kami juga mendapatkan informasi yang berguna tentang rokok ilegal,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Ciamis Andang Firman.Ciamis dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap aturan cukai.

“Cukai bukan sekadar pajak, tetapi bagian dari upaya pemerintah untuk mengatur dan mengawasi peredaran barang tertentu demi kepentingan bersama,” jelasnya.

Andang juga mengapresiasi kreativitas tim penyelenggara dalam menyampaikan informasi melalui seni pertunjukan.

Selain menjelaskan aturan tentang cukai, sosialisasi ini juga menyoroti penggunaan dana DBHCHT. Dana tersebut, menurut pemaparan dari perwakilan Pemkab Ciamis, dialokasikan untuk berbagai program seperti pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat.

Dalam sesi tanya jawab, beberapa warga menyampaikan pertanyaan seputar penggunaan DBHCHT. Salah satu peserta, Ibu Siti, bertanya, “Apakah dana ini juga digunakan untuk meningkatkan fasilitas kesehatan di desa kami?” Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh perwakilan Pemkab, yang menjelaskan bahwa salah satu fokus DBHCHT adalah mendukung program kesehatan, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

Acara di Desa Jalatrang merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi yang akan terus dilaksanakan di berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis. Dengan pendekatan yang kreatif, pemerintah berharap pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Sebelum acara berakhir, pentas seni ditutup dengan pertunjukan musik daerah yang disambut tepuk tangan meriah.

Dalam kesempatan tersebut, para pejabat juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung program pemerintah, termasuk memahami aturan cukai dan manfaat DBHCHT.

Sementara Kasatpol PP menyampaikan harapannya, kegiatan jangan hanya dijadikan hiburan sesat tapi sebagai edukasi dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: Tirta Sejuk Rancah: Pilihan Liburan Untuk Keluarga

“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya menghibur, tetapi juga memberi pemahaman dan edukasi tentang bahaya rokok,” kata Uga.

Dengan pendekatan yang interaktif dan menghibur, sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mematuhi peraturan di bidang cukai. Selain itu, pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk menggunakan dana DBHCHT secara transparan dan akuntabel demi kemajuan daerah. (Rini/lintaspriangan.com)


Tirta Sejuk Rancah: Pilihan Liburan Untuk Keluarga

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS.  Bagi masyarakat yang ingin mengisi waktu libur tanpa harus pergi jauh, Kolam Renang Tirta Sejuk Rancah menjadi salah satu pilihan menarik. Terletak di wilayah Ciamis, destinasi ini menawarkan berbagai fasilitas yang cocok untuk dinikmati bersama keluarga atau teman.

Lokasi dan Harga Tiket

Kolam Renang Tirta Sejuk berada di Desa Karanganyar, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis. Tempat ini dikenal sebagai wisata keluarga yang menyajikan suasana nyaman dan fasilitas lengkap. Pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk yang sangat terjangkau, yakni Rp 10.000 per orang pada hari biasa dan Rp 15.000 per orang saat akhir pekan atau hari libur. Dengan harga tersebut, pengunjung sudah bisa menikmati berbagai wahana dan fasilitas yang tersedia.

Fasilitas dan Wahana di Tirta Sejuk

Sebagai destinasi wisata keluarga, Tirta Sejuk menyediakan beragam fasilitas yang memadai. Kolam renang untuk anak-anak dan dewasa menjadi daya tarik utama, dilengkapi dengan prosotan yang membuat kegiatan bermain air semakin seru.

Selain itu, tempat ini juga menawarkan wahana terapi ikan, di mana pengunjung dapat merasakan sensasi relaksasi dari gigitan ikan-ikan kecil yang membersihkan kulit. Ada pula mandi bola yang cocok untuk anak-anak, serta gazebo-gazebo yang bisa digunakan untuk bersantai bersama keluarga.

Fasilitas penunjang seperti mushola, toilet bersih, lahan parkir yang luas, rumah makan, dan kantin juga disediakan untuk memastikan kenyamanan pengunjung. Bagi yang ingin bermain olahraga, terdapat Gor Futsal di area utara kolam renang.

Kelebihan Tirta Sejuk sebagai Destinasi Wisata

Tirta Sejuk tidak hanya menyediakan fasilitas yang lengkap, tetapi juga memberikan suasana yang asri dan nyaman. Tempat ini dirancang agar sesuai untuk semua kalangan, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kebersihan dan kenyamanan di area wisata menjadi salah satu faktor yang membuat pengunjung merasa betah.

Dengan lokasinya yang mudah dijangkau, Tirta Sejuk menjadi pilihan ideal bagi masyarakat yang ingin liburan singkat tanpa harus meninggalkan kota. Tempat ini sering direkomendasikan sebagai destinasi liburan keluarga yang hemat namun tetap menyenangkan.

Keseruan yang Dirangkum dari Pengalaman Pengunjung

Banyak pengunjung yang merasa puas setelah menghabiskan waktu di Tirta Sejuk. Mereka menyebutkan bahwa tempat ini menyediakan berbagai pilihan kolam renang yang bisa digunakan sesuai dengan usia dan kebutuhan. Fasilitas pendukung seperti area bermain anak dan kolam terapi ikan juga mendapatkan apresiasi positif.

Salah satu pengunjung menyatakan bahwa Tirta Sejuk adalah tempat yang nyaman untuk liburan keluarga. Dengan adanya gazebo, mushola, dan kantin di setiap area, pengunjung merasa semua kebutuhan mereka telah terpenuhi selama berada di tempat ini.

Mengapa Tirta Sejuk Layak Dikunjungi?

Bagi yang mencari destinasi wisata yang menyenangkan tanpa perlu perjalanan jauh, Tirta Sejuk Rancah menjadi jawabannya. Harga tiket yang terjangkau, fasilitas lengkap, dan suasana yang nyaman membuat tempat ini menjadi pilihan yang menarik untuk menghabiskan waktu liburan.

Tirta Sejuk juga cocok bagi keluarga yang ingin memberikan pengalaman liburan seru untuk anak-anak. Wahana permainan air, terapi ikan, hingga area bermain anak akan memberikan kesenangan tersendiri bagi mereka.

BACA JUGA: Polres Tasikmalaya Kota Tangkap Sembilan Pelaku Penganiayaan

Dengan segala kelebihan yang ditawarkan, Kolam Renang Tirta Sejuk Rancah patut menjadi destinasi pilihan bagi siapa saja yang ingin menikmati waktu berkualitas bersama keluarga atau teman. Tempat ini membuktikan bahwa liburan tidak harus mahal atau jauh untuk memberikan kebahagiaan.

Segera rencanakan kunjungan ke Tirta Sejuk dan nikmati momen liburan yang tak terlupakan. Tetap nantikan informasi menarik lainnya tentang tempat wisata terbaik di Ciamis dan sekitarnya. (Agus/lintaspriangan.com)

Polres Tasikmalaya Kota Tangkap Sembilan Pelaku Penganiayaan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.  Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota berhasil menangkap sembilan orang yang terlibat dalam kasus penganiayaan dan pengeroyokan terhadap seorang pengendara motor di Jalan Letjen Mashudi, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap para pelaku masih terus dilakukan untuk mengungkap fakta lebih dalam.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 7 Desember 2024, sekitar pukul 01.00 WIB. Berdasarkan laporan, korban berinisial FMA (29), seorang pria asal Kampung Siluman, sedang dalam perjalanan pulang bersama temannya, AC (20), seorang mahasiswa dari Kelurahan Setiaratu. Saat melintasi kawasan Gunung Kalong, mereka diikuti oleh beberapa sepeda motor.

Sesampainya di Jalan Letjen Mashudi, korban dipepet oleh salah satu motor pelaku. Tanpa peringatan, seorang pelaku memukul kepala korban dengan batu, menyebabkan luka robek yang memerlukan satu jahitan. Sementara itu, AC mengalami pukulan di tangan, dan sepeda motor korban dirusak dengan botol.

Setelah melakukan aksi kekerasan tersebut, para pelaku melarikan diri. Namun, sebuah sepeda motor Honda Sonic hitam milik salah satu pelaku tertinggal di lokasi dan berhasil diamankan warga.

Melihat situasi tersebut, saksi segera menghubungi teman-temannya untuk meminta bantuan dan melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.

Polisi bergerak cepat menindaklanjuti laporan ini. Berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti di lokasi, Satuan Reskrim Polres Tasikmalaya Kota akhirnya mengamankan sembilan orang pelaku.

Dari jumlah tersebut, satu orang diketahui sudah dewasa, sementara delapan lainnya masih berstatus pelajar dari berbagai sekolah di Kota Tasikmalaya, termasuk SMK, SMA, dan MTs.

Para pelaku diketahui berasal dari wilayah Kotabaru, Gobras, dan Ciakar. Untuk mendukung proses penyelidikan, polisi juga mengumpulkan bukti tambahan, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
“Kami akan memproses kasus ini secara hukum dan memastikan semua pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya,” kata AKP Herman Saputra.

Korban, FMA, telah mendapatkan penanganan medis untuk luka yang dideritanya. Sementara itu, temannya, AC, hanya mengalami luka ringan.

Kasus ini kini ditangani secara serius oleh Polsek Cibeureum dan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota.

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk tidak ragu melaporkan tindakan kriminal yang terjadi di sekitar mereka.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan segera melaporkan hal-hal mencurigakan atau tindak kejahatan,” ujar AKP Herman Saputra.

BACA JUGA: Mahasiswa Tasikmalaya Desak DPRD Klarifikasi Dugaan Money Politic

Kasus ini diduga dipicu oleh motif balas dendam atau pertikaian antar kelompok. Namun, hingga kini polisi masih mendalami motif pasti para pelaku. Fakta bahwa sebagian besar pelaku masih berstatus pelajar menambah keprihatinan terhadap fenomena kenakalan remaja yang berujung pada tindakan kriminal.

Dengan menangani kasus ini secara serius, kepolisian berharap dapat memberikan efek jera kepada pelaku sekaligus mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Masyarakat juga diminta untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama dalam mendidik dan mengawasi perilaku anak-anak muda agar tidak terjerumus pada tindakan yang melanggar hukum. (AA Fauzy/lintaspriangaj.com)


Mahasiswa Tasikmalaya Desak DPRD Klarifikasi Dugaan Money Politic

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Peduli Negeri (Kompeni) mendatangi Kantor DPRD Kota Tasikmalaya pada Rabu (11/12/2024) siang. Kedatangan mereka bertujuan untuk menuntut klarifikasi terkait dugaan keterlibatan sejumlah anggota DPRD dalam praktik money politic pada Pilkada 2024.

Mahasiswa mendesak agar DPRD transparan terhadap dugaan tersebut, setelah beredarnya dokumen berbentuk PDF yang mencantumkan nama-nama anggota DPRD Kota Tasikmalaya.

Dokumen tersebut berisi sekitar 50 halaman, dengan informasi yang menyebut sejumlah anggota DPRD diduga terlibat sebagai pelaku distribusi materi politik hingga ke tingkat TPS melalui koordinator lapangan (korlap).

Koordinator Kompeni, Dion Fahruroji, menjelaskan bahwa audiensi ini dilakukan untuk mengonfirmasi kebenaran data yang beredar. Ia menyayangkan jika dugaan tersebut terbukti benar, mengingat anggota DPRD seharusnya menjaga integritas sebagai perwakilan rakyat.

“Kami sangat menyayangkan jika data itu benar. Anggota DPRD tidak seharusnya terlibat dalam politik uang yang merusak demokrasi,” ungkapnya di hadapan awak media.

Namun, mahasiswa merasa kecewa karena audiensi tersebut tidak dihadiri oleh mayoritas anggota DPRD. Dari seluruh anggota dewan, hanya dua orang yang hadir, sedangkan yang lain tidak memberikan penjelasan mengenai ketidakhadiran mereka.

Menurut Dion, hal ini mencerminkan kurangnya keseriusan DPRD dalam menghadapi isu yang menyangkut kepercayaan publik.

“Kami sangat kecewa. Ini menunjukkan ketidakseriusan DPRD dalam menanggapi persoalan penting seperti ini,” tambahnya.

Kompeni juga mengungkapkan bahwa laporan terkait dugaan ini telah mereka sampaikan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Mereka berharap langkah tersebut dapat mendorong penegakan hukum yang adil dan transparan.

Mahasiswa menegaskan komitmen mereka untuk mengawal proses ini agar praktik money politic tidak merusak demokrasi di Kota Tasikmalaya.

Selain itu, Dion menyoroti bahwa keterlibatan anggota DPRD dalam praktik tersebut hanya akan memperburuk citra mereka di mata masyarakat.

Ia menyampaikan kekhawatirannya bahwa jika dugaan ini benar, kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif akan semakin menurun.

“Sangat disayangkan jika anggota DPRD yang seharusnya menjadi contoh malah terlibat hal seperti ini,” tegas Dion.

Selama audiensi, mahasiswa juga menyampaikan permintaan agar DPRD lebih proaktif dan terbuka dalam memberikan penjelasan.

Mereka berharap DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat mampu menunjukkan integritas dan tanggung jawab terhadap isu ini.

“Kami meminta DPRD menjelaskan semuanya secara terbuka kepada masyarakat,” ujar salah seorang mahasiswa yang turut hadir dalam audiensi tersebut.

Audiensi ini akhirnya ditutup dengan pernyataan bahwa hasil pertemuan akan disampaikan kepada pimpinan DPRD dan ketua fraksi untuk dibahas lebih lanjut.

BACA JUGA: Belasan Tenda Pedagang Hancur Diterjang Angin

Dion menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. “Kami akan jadwalkan ulang audiensi untuk mendapatkan klarifikasi yang lebih jelas. Kami ingin memastikan bahwa praktik ini tidak terjadi lagi di masa depan,” tutupnya.

Dion juga  menjelaskan bahwa money politic adalah ancaman serius bagi demokrasi.

Praktik ini tidak hanya mencederai proses pemilihan yang jujur dan adil, tetapi juga menanamkan budaya politik yang transaksional di masyarakat. Jika dibiarkan, hal ini akan menghambat terciptanya sistem pemerintahan yang sehat dan akuntabel. Oleh karena itu, Kompeni bertekad memastikan Kota Tasikmalaya bebas dari praktik politik uang yang merugikan rakyat,” pungkasnya. (AA Fauzy/lintaspriangan.com)


Belasan Tenda Pedagang Hancur Diterjang Angin

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Belasan tenda pedagang di pusat hiburan rakyat, Lapang Bhakti, Taman Kota Banjar, Jawa Barat, diterjang angin kencang disertai hujan deras pada Rabu (11/12/2024) siang. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 13.46 WIB itu mengejutkan para pedagang dan pengunjung.

Menurut Asep, seorang pedagang cilok yang berada di lokasi saat kejadian, angin tiba-tiba bertiup sangat kencang. Ia menceritakan bahwa sebelumnya hanya terdengar suara gemuruh, namun tak lama kemudian angin menerbangkan belasan tenda.

“Kejadiannya sangat cepat, saya hanya bisa bengong sambil berteduh,” katanya.

Beberapa pedagang yang tidak berada di lokasi langsung bergegas datang setelah mendapat kabar bahwa tenda tempat mereka berjualan rusak.

Salah satu pedagang, Eka Tirawati, mengaku menerima informasi dari rekannya bahwa angin kencang telah merusak area jualannya.

“Saya tidak tahu persis bagaimana kejadian itu. Ketika sampai, tenda saya sudah berantakan,” ujarnya.

Setelah tiba di lokasi, Eka bersama beberapa pedagang lain mencoba membereskan tenda yang masih bisa diperbaiki. Ia menyebut, beberapa tenda mengalami kerusakan berat, sehingga tidak bisa langsung digunakan.

“Kami langsung memperbaiki apa yang bisa diselamatkan,” tambahnya.

Sementara itu, pengunjung yang sedang berada di lokasi memilih mencari perlindungan. Beberapa dari mereka terpaksa meninggalkan tempat hiburan karena situasi cuaca yang tidak mendukung.

Para pedagang mengaku kejadian ini menjadi kerugian besar bagi mereka. Tenda-tenda yang porak-poranda membuat aktivitas jual beli terhenti. Namun, pada malam harinya, acara hiburan tetap berlangsung meskipun tidak semua pedagang kembali berjualan.

BACA JUGA: Polsek Pangandaran Bagikan Makanan Bergizi ke Siswa SD

Hingga berita ini diturunkan, pemilik CV. Ria Grup selaku penyelenggara acara belum memberikan tanggapan terkait kejadian ini. Belum ada informasi resmi mengenai jumlah kerugian yang dialami pedagang.

Kejadian ini dipicu oleh angin kencang yang tiba-tiba datang sebelum hujan deras mengguyur wilayah Banjar. Cuaca ekstrem ini memang sudah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang sebelumnya mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai angin di beberapa wilayah Jawa Barat.

Para pedagang berharap pihak penyelenggara dapat memberikan solusi untuk mencegah kerugian serupa di masa depan. (Johan/lintaspriangan.com)


Polsek Pangandaran Bagikan Makanan Bergizi ke Siswa SD

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Wajah ceria menghiasi para siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sukahurip, Dusun Bengkekan, Desa Sukahurip, Kabupaten Pangandaran, pada Rabu (11/12/2024).

Mereka menerima paket makanan bergizi gratis yang dibagikan oleh Polsek Pangandaran bersama Polres Pangandaran.

Suasana siang itu menjadi penuh antusiasme saat para siswa dengan senang hati menerima makanan yang diberikan langsung oleh anggota kepolisian.

Kapolsek Pangandaran, AKP Nandang Rokhmana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polres Pangandaran dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI.

“Hari ini kami membagikan makanan bergizi secara gratis kepada para siswa dan siswi,” ujarnya saat ditemui oleh wartawan.

Selain membagikan makanan, kegiatan ini juga mencakup edukasi tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi dan penerapan perilaku hidup sehat.

Kapolsek menjelaskan bahwa anggota kepolisian memberikan penyuluhan singkat kepada siswa tentang cara menjaga kesehatan melalui pola makan yang baik.

“Kami juga memberikan informasi kepada siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui gaya hidup sehat,” tambahnya.

Para siswa terlihat menikmati makanan yang mereka terima. Beberapa dari mereka mengaku senang karena selain mendapatkan makanan bergizi, mereka juga merasa diperhatikan oleh kepolisian.

Salah satu siswa, Aisyah, mengatakan bahwa ia sangat gembira dengan kegiatan tersebut.

“Senang sekali, makanannya enak dan sehat,” katanya sambil tersenyum.

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan pembagian makanan, tetapi juga sesi makan bersama yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara siswa dan anggota kepolisian.

Para guru yang turut hadir mengapresiasi inisiatif ini karena dinilai memberikan dampak positif bagi para siswa. Menurut salah satu guru, kegiatan ini mengajarkan anak-anak tentang pentingnya hidup sehat sekaligus memberikan motivasi kepada mereka untuk menjaga kesehatan sejak dini.

Rencananya, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara rutin dan bergilir di berbagai sekolah di Kabupaten Pangandaran. Hal ini disampaikan oleh AKP Nandang Rokhmana sebagai bentuk komitmen Polsek Pangandaran dalam mendukung kesehatan dan pendidikan anak-anak.

“Kami ingin kegiatan ini bisa menjadi program berkelanjutan yang dirasakan manfaatnya oleh banyak sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, beberapa orang tua siswa yang mengetahui kegiatan ini merasa bersyukur. Mereka menganggap kegiatan ini membantu anak-anak memahami pentingnya pola makan sehat.

BACA JUGA: Akhir Tahun 2024, Pemkab Ciamis Raih Penghargaan Raksa Prasada Gubernur Jabar

“Kami sangat berterima kasih kepada Polsek Pangandaran karena perhatian seperti ini sangat berarti untuk anak-anak kami,” ungkap salah satu orang tua.

Mengapa kegiatan ini dilakukan? Kapolsek Pangandaran menjelaskan bahwa tujuan utamanya adalah menciptakan generasi muda yang sehat dan cerdas. Program ini dirancang untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak.

“Pendidikan adalah hak setiap anak yang harus dijaga dan didukung oleh semua pihak. Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang kuat dan cerdas,” tutup AKP Nandang Rokhmana. (AA Fauzy/lintaspriangan.com)


Akhir Tahun 2024, Pemkab Ciamis Raih Penghargaan Raksa Prasada Gubernur Jabar

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Diakhir tahun 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis mendapatkan Penghargaan Gubernur Jawa Barat Bidang Lingkungan Hidup Raksa Prasada.

Penghargaan Raksa Prasada diberikan kepada daerah yang dinilai mampu memperbaiki kualitas lingkungan hidup di wilayahnya.

Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Okta Jabal Nugraha pada rangkaian kegiatan Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional Tahun 2024 di Plaza Gedung Sate, Rabu (11/12/2024).

Diraihnya penghargaan tersebut menjadi bukti keberhasilan Pemkab Ciamis dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan yang berlandaskan metodologi pembangunan berkelanjutan serta mendukung Program Kampung Iklim (Proklim).

Dalam kegiatan itu, Kabupaten Ciamis berhasil membawa pulang tiga kategori penghargaan sekaligus, pertama Penghargaan Pemerintah Daerah Terbaik dalam Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD). Kedua Penghargaan Program Iklim Terbaik yang diberikan kepada 8 kelompok pegiat Proklim dengan kategori Lestari dan Utama.

Ketiga Penghargaan Sekolah Berbudaya Lingkungan Hidup (Adiwiyata) yang diberikan kepada 11 sekolah di Kabupaten Ciamis, yaitu 7 Sekolah Dasar (SD), 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 1 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 2 Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Kepala DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Okta Jabal Nugraha mengungkapkan rasa syukur atas diraihnya penghargaan tersebut. Ia juga sangat mengapresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam upaya pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Ciamis.

“Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan yang selalu memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi Juga kepada Dinas Pendidikan (Disdik), seluruh stakeholder, dan masyarakat atas kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Alhamdulillah Pemkab Ciamis berhasil menerima penghargaan Raksa Prasada dari Gubernur Jawa Barat tahun 2024,” katanya.

Menurutnya, penghargaan yang diraih tersebut merupakan hasil kerjasama, kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk masyarakat Tatar Galuh Ciamis yang telah memberikan kontribusi dan peran serta dalam menjaga lingkungan,

Untuk itu Okta berharap, penghargaan yang diterima menjadi langkah awal untuk kemajuan pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Ciamis.

“Semoga Kabupaten Ciamis bisa lebih baik lagi untuk merumuskan kebijakan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang berkualitas dan berkelanjutan,” harapnya.

BACA JUGA: Pelantikan DPD dan Korcam Tani Merdeka Digelar di Ciamis

Menurutnya, penghargaan yang diterima bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga dorongan untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Penghargaan ini menjadikan motivasi dalam kinerja kami dan mendorong peningkatan pelayanan dalam merencanakan serta merumuskan pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan yang lebih baik dan berkualitas,” ungkapnya.

Melalui kerjasama dan sinergitas antara pemerintah, stakeholder, juga masyarakat, Kabupaten Ciamis berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan hidup agar tetap lestari dan berkelanjutan dimasa mendatang.

“Dengan penghargaan ini semoga Kabupaten Ciamis bisa lebih baik lagi dalam merumuskan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup yang berkualitas dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Pelantikan DPD dan Korcam Tani Merdeka Digelar di Ciamis

0

lintaspriangan.comBERITA CIAMIS. Pengukuhan dan pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ciamis digelar secara meriah di Aula Pertemuan Kantor Dinas Pertanian Ciamis. Ac ara ini dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Dandim 0613, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ciamis, Kapolsek Ciamis, serta para camat dari seluruh kecamatan di Kabupaten Ciamis.

Ketua Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ciamis. H. Ahmad Aos Safil Azis dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat jaringan organisasi tani di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.

“Kami berharap pengurus baru ini dapat menjadi motor penggerak perubahan di sektor pertanian, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan memajukan inovasi di bidang pertanian,” ujar Ahmad. Rabu (11/12/2025)

Ketua Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ciamis yang baru dilantik, H. Ahmad Aos Safil Azis  menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan petani di Ciamis. Dalam pidato pelantikannya,

“Kami siap membawa organisasi ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, penurunan harga komoditas, dan alih fungsi lahan,” kata, H. Ahmad Aos Safil Azis.

Ahmad juga mengungkapkan bahwa organisasi ini akan fokus pada pemberdayaan petani melalui pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan. Ia berharap seluruh pengurus, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, dapat bekerja sama secara solid.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Budi, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas pembentukan DPD dan Korcam Tani Merdeka ini. Ia menyatakan.

“Kehadiran organisasi ini menjadi mitra penting bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian,” ucapnya.

Kehadiran tokoh-tokoh penting di acara ini menunjukkan besarnya dukungan terhadap organisasi Tani Merdeka. Dandim 0613, Letkol Inf. Afiid Cahyono, S.Sos., S.H., M.Han, melalui  Kasdim mengungkapkan harapannya agar organisasi ini juga turut menjaga ketahanan pangan di wilayah Ciamis.

“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Petani memiliki peran strategis dalam menciptakan stabilitas tersebut,” ujarnya.

Ketua MUI Ciamis, KH Saeful Ujun menambahkan dimensi spiritual dalam pidatonya. Ia mengingatkan bahwa bertani bukan hanya pekerjaan, tetapi juga ibadah.

“Petani adalah pejuang yang bekerja untuk memberi makan banyak orang. Ini adalah tugas mulia yang harus dilandasi keikhlasan,” tegasnya.

Selain itu, para camat yang hadir menyampaikan dukungan penuh untuk mendukung program kerja organisasi ini di tingkat kecamatan. Mereka berharap koordinasi antara Tani Merdeka dan pemerintah kecamatan dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan petani.

Pembentukan DPD dan Korcam Tani Merdeka Indonesia di Kabupaten Ciamis bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor pertanian di Ciamis menghadapi berbagai tantangan serius, seperti alih fungsi lahan pertanian menjadi area perumahan, minimnya regenerasi petani muda, dan ketergantungan pada pupuk bersubsidi.

Ketua DPD Tani Merdeka, Ahmad juga  menjelaskan pentingnya peran organisasi ini dalam menjawab berbagai tantangan tersebut.

BACA JUGA: Proyek Bendungan Matenggeng, Fokus Irigasi dan Energi PLTA

“Jika tidak ada perubahan signifikan, sektor pertanian kita akan semakin terpuruk. Kami hadir untuk memastikan bahwa petani tetap menjadi prioritas pembangunan,” katanya.

Pengukuhan ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi pengurus Tani Merdeka Indonesia di Kabupaten Ciamis untuk bekerja bersama pemerintah dan masyarakat demi memajukan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Dengan tantangan yang ada, Tani Merdeka hadir sebagai jawaban untuk memastikan pertanian tetap menjadi fondasi ekonomi daerah. (Sari/lintaspriangan.com)


Proyek Bendungan Matenggeng, Fokus Irigasi dan Energi PLTA

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Proyek Bendungan Matenggeng tengah dirancang sebagai solusi menyeluruh bagi berbagai kebutuhan masyarakat. Mulai dari irigasi untuk pertanian, penyediaan air bersih, pengendalian banjir, hingga menghasilkan energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Selain manfaat teknis, proyek ini juga mengutamakan keberlanjutan sosial dan lingkungan sebagai prioritas utama.

Dalam pertemuan konsultasi masyarakat yang kedua, hadir berbagai pihak terkait. Mulai dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Ciamis, Bappeda Kabupaten Kuningan, hingga perwakilan desa terdampak seperti Kepala Desa Situmandala, Sukasari, Kadupandak, Kaso, dan Karangpaningal. Pertemuan ini juga dihadiri oleh tim teknis dari KRC Corporation JO, Saman Corporation JO, serta PT Intimulya Multikencana.

Pejabat BBWS Citanduy, Dadan Rahmandani, menjelaskan adanya perubahan desain pada tahun 2023 yang berdampak pada kebutuhan lahan dan penggunaan tanah. Ia menyebut bahwa proses pengadaan lahan dilakukan dengan prinsip transparansi.

“Kami memastikan setiap langkah pengadaan tanah berjalan adil dan sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Dadan.

Menurut Dadan, proyek ini melibatkan wilayah di tiga kabupaten: Cilacap, Ciamis, dan Kuningan.

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), lokasi proyek mencakup badan air, sempadan sungai, dan area rawan bencana. Untuk wilayah Ciamis, proyek telah tercantum dalam RTRW 2023–2043 yang mendukung pengembangan sumber daya air. Namun, di Kabupaten Kuningan, lokasi berada di area rawan bencana sehingga membutuhkan rekomendasi teknis sebelum digunakan.

“Kami harus berhati-hati di wilayah rawan bencana untuk menghindari risiko lebih besar,” tambah Dadan.

Dalam aspek hukum, Dadan menyebut bahwa pengadaan tanah mengikuti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum, yang diperkuat oleh Undang-Undang Cipta Kerja. Selain itu, ia menegaskan pentingnya Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2023 yang mengatur penanganan dampak sosial bagi masyarakat terdampak.

Camat Tambaksari, Osep, menambahkan bahwa pendanaan untuk pengadaan lahan telah disiapkan oleh Kementerian Keuangan melalui APBN. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam pengelolaan kawasan hutan yang terdampak.

“Kami ingin memastikan masyarakat terdampak, khususnya di Tambaksari, mendapatkan haknya secara adil dan layak,” tegas Osep.

Pemerintah juga menyusun Rencana Pemukiman Kembali (LARP) bagi warga terdampak. Proses ini mencakup pemberian ganti rugi yang sesuai nilai lahan, relokasi ke tempat baru, dan dukungan untuk keberlanjutan hidup di pemukiman baru.

“Kami tidak hanya memberikan kompensasi, tetapi juga memastikan warga tetap sejahtera di lokasi baru,” jelasnya.

Aspek lingkungan menjadi perhatian utama dalam proyek ini. BBWS Citanduy menegaskan perlunya rekomendasi teknis dari instansi terkait sebelum memulai pekerjaan fisik.

“Proyek ini harus menjadi contoh pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat, tetapi tetap ramah lingkungan,” ujar Dadan.

BACA JUGA: Dinkes Ciamis Berikan Penghargaan Kepada Puskesmas Terbaik Program P2P

Proyek Bendungan Matenggeng memiliki tujuan utama untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan mengatasi tantangan irigasi, air bersih, banjir, dan energi, bendungan ini dirancang untuk mendukung ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, dan keberlanjutan energi.

Lebih jauh lagi, proyek ini menjadi upaya pemerintah dalam menciptakan pembangunan inklusif yang tidak hanya menyejahterakan masyarakat tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan di tengah perubahan iklim yang semakin nyata. (Rini/infopriangan.com)

Pastikan Stok dan Kualitas Banpang, Sekda Ciamis Lakukan Pemeriksaan Kualitas

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Untuk memastikan bantuan pangan yang akan disalurkan sesuai standar, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Dr. Andang Firman Triyadi., didampingi Dandim 0613 Ciamis, Kepala Bulog Ciamis melakukan pemeriksaan kualitas beras dan monitoring Banpang di Gudang Bulog Ciamis, Rabu (11/12/2024).

Pemeriksaan diselenggarakan oleh Perum Bulog Kabupaten Ciamis ini merupakan tindak lanjut dari Surat Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 165/TS.03.03/K/06/2024 yang menugaskan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Dalam kesempatan itu Andang mengatakan pihaknya, ingin memastikan stok dan kualitas beras yang disalurkan benar benar sesuai standar yang telah ditentukan, sebelum nantinya didistribusikan kepada para penerima manfaat.

“Kami ingin memastikan tidak hanya stok beras yang cukup, tetapi juga kualitas beras yang layak untuk masyarakat,” katanya.

Dijelaskannya, proses pemeriksaan kualitas beras dilakukan secara rinci, mulai dari pengecekan berat, kadar air, hingga kualitas nasi hasil tanak.

“Kami memeriksa per karung secara acak untuk memastikan beratnya sesuai standar juga mengecek kadar air dan tingkat ‘broken’ beras. Alhamdulillah, hasilnya sesuai standar,” jelasnya.

Untuk menyakinkan kualitas beras sesuai standar yang ditentukan, maka dibuatkan juga nasi dari beras bantuan tersebut sebaga acuan apakah beras tersebut layak dikonsumsi atau tidak.

“Kami juga mencoba nasi dan liwet dari beras ini, dan hasilnya cukup baik,” ujarnya.

BACA JUGA: Anggota DPRD Pangandaran Peduli Bocah SD Korban Motor

Selepas melihat pengemasan dan mengecek kualitas beras, Andang juga melepas truk pengiriman beras yang akan disalurkan ke Kecamatan Kawali dan Kecamatan Lumbung.

“Ini merupakan upaya pemerintah untuk masyarakat Kabupaten Ciamis, mudah-mudah dapat diterima dan dimanfaatkan dengan baik oleh para penerima,” ungkapnya.

Untuk tahun 2024, program Banpang ini akan disalurkan kepada 20.269 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), masing-masing mendapatkan 10 kilogram beras.

Setelah kegiatan tersebut Andang beserta rombongan melakukan monitoring ke Desa Karangpawitan Kecamatan Kawali dan menyambangi beberapa rumah masyarakat penerima bantuan beras. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)