Beranda blog Halaman 280

Proyek SMP IT Miftahul Huda II Ciamis Molor, Transparansi Dipertanyakan

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Proyek pembangunan SMP IT Miftahul Huda II di Kabupaten Ciamis yang menelan anggaran Rp1,673 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD 2024 kini menjadi sorotan publik. Proyek yang dikerjakan oleh CV Restu Ibu dengan pengawasan CV Mega Utama Karya Nusantara seharusnya rampung pada 15 November 2024. Namun, hingga kini, pembangunan belum juga selesai.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan, memastikan pihaknya terus memantau perkembangan proyek tersebut meski keterlambatan terjadi. Ia optimis bahwa pekerjaan akan selesai paling lambat pada 31 Desember 2024.

“Pekerjaan pasti selesai pada waktunya, kita tunggu hasilnya,” ujar Erwan dengan nada tegas.

Erwan juga menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan sebenarnya bukan pihak yang bertanggung jawab langsung atas pelaksanaan proyek. Menurutnya, tugas dinas hanya sebatas menerima hasil pembangunan. Namun, pihaknya tetap turun ke lapangan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana.

“Dinas selalu berada di lapangan walau sebenarnya bukan tugas kami. Tugas kami hanya menerima hasil,” tegasnya.

Lebih lanjut, Erwan menegaskan bahwa jika proyek tersebut tidak selesai sesuai tenggat waktu, langkah tegas akan diambil. Ia menyebut opsi pemutusan kontrak dan sanksi blacklist bagi pelaksana sudah dipersiapkan.

“Kami hormati dulu kontrak yang ada. Namun, jika tidak selesai, tindakan tegas pasti diambil,” kata Erwan lagi.

Tomas, selaku konsultan pengawas dari CV Mega Utama Karya Nusantara, memaparkan penyebab keterlambatan proyek. Ia menyebut bahwa masalah keuangan di pihak CV Restu Ibu menjadi faktor utama tersendatnya penyelesaian pekerjaan.

“Saya sebagai konsultan pengawas sudah melaksanakan tugas dengan baik. Tapi kalau pihak pelaksana keuangannya bermasalah, kita bisa apa?” ucap Tomas dengan nada kecewa.

Untuk mengejar ketertinggalan, pihaknya telah menambah jumlah tenaga kerja menjadi 22 orang. Tomas berharap langkah ini dapat mempercepat proses penyelesaian proyek sebelum batas akhir yang telah ditentukan.

Di sisi lain, perhatian datang dari masyarakat Peduli Ciamis. Prima Pribadi, salah satu perwakilan, menyoroti transparansi dalam pengelolaan proyek ini. Ia mempertanyakan apakah tahapan peringatan seperti SP1, SP2, dan SP3 sudah dijalankan sesuai prosedur.

“Apakah tahapan SP ini sudah ditempuh? Jika sudah, bisakah kami melihatnya?” tanyanya dengan nada kritis.

Prima juga mendesak aparat penegak hukum untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan tidak ada penyimpangan anggaran.

“Saya mohon aparat penegak hukum segera bertindak. Jangan sampai proyek ini menjadi celah bagi penyimpangan anggaran,” tegasnya.

Menurut Prima, jika keterlambatan ini terus berlarut-larut, dampaknya tidak hanya pada kerugian anggaran, tetapi juga mengecewakan masyarakat yang berharap memiliki fasilitas pendidikan yang layak.

Proyek SMP IT Miftahul Huda II memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Ciamis. Oleh karena itu, pengawasan dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun aparat hukum, menjadi sangat krusial.

BACA JUGA: Buka P2KB Tingkat Madya, Kang Agun: Kader SOKSI Pelopor Menjaga Nilai Kebangsaan

Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis memastikan akan terus memantau jalannya proyek dan segera mengatasi hambatan yang muncul di lapangan. Erwan kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas jika ditemukan kelalaian dari pihak pelaksana.

Semua pihak kini berharap proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai standar yang ditetapkan. Jika tidak, proyek ini berpotensi menambah daftar panjang pekerjaan mangkrak di Kabupaten Ciamis. Masyarakat pun menanti jawaban dari komitmen para pihak terkait untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan bermanfaat bagi pendidikan di daerah tersebut. (Koes/lintaspriangan.com)

Buka P2KB Tingkat Madya, Kang Agun: Kader SOKSI Pelopor Menjaga Nilai Kebangsaan

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), yang juga Anggota Komisi XI DPR RI, Dr. Agun Gunandjar Sudarsa (Kang Agun), membuka kegiatan Pendidikan Politik Kader Bangsa (P2KB) Tingkat Madya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Hotel Priangan, Ciamis, Kamis (26/12/2024) itu diikuti 102 orang peserta terdiri dari Kota/Kabupaten Tasikmalaya 20 orang, Kabupaten Ciamis 47 orang, Kota Banjar 20 orang dan Kabupaten Pangandaran 18 orang.

Dalam kesempatan itu Kang Agun menjelaskan, pandangannya terkait kurikulum pendidikan politik yang harus terus diperbarui agar relevan dengan tantangan global dan nasional.

Menurutnya, revitalisasi Ideologi Pancasila ditengah derasnya pengaruh kebebasan tanpa batas yang berdampak pada degradasi moral dan etika sangat penting.

“Kader SOKSI harus menjadi pelopor dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, sekaligus memperkuat peran ekonomi dan sosial di masyarakat,” katanya

Dijelaskannya, Pendidikan kader dengan pemahaman politik global, Ideologi Pancasila, dan kemampuan komunikasi politik yang kuat merupakan hal yang penting agar bangsa Indonesia mampu menempatkan diri dalam peta politik dunia.

“Pendidikan Politik Kader Bangsa Tingkat Madya ini sangat diperlukan untuk membangun kader bangsa yang berintegritas, sehingga dapat bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.

Kang Agun menyampaikan, selain materi politik, para peserta diberikan pelatihan pemberdayaan ekonomi dan pemuda, dengan harapan para kader dapat ikut berpartisipasi dalam membangun bangsa yang mandiri dan berdaya saing.

“Kegiatan ini menjadi bukti komitmen SOKSI dalam mencetak kader bangsa yang mampu menghadapi tantangan zaman sekaligus memperkuat eksistensi ideologi Pancasila di tengah masyarakat,” ucapnya

Dengan adanya pendidikan politik diharapkan dapat melahirkan kader yang mampu memperjuangkan gagasan politik berbasis kepentingan nasional, serta berdaya saing di tingkat internasional.

“Jawa Barat telah menunjukkan konsistensi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi. Saya yakin kader-kader SOKSI akan terus menjadi yang terbaik dan membawa manfaat besar bagi bangsa dan negara,” harapnya.

BACA JUGA: Cetak Kader Unggulan, SOKSI Jabar Gelar P2KB di Ciamis

Sementara itu Sekretaris Depidar SOKSI Jawa Barat, H Yomanius Untung, S.Pd., MM, mengatakan, pada dasarnya P2KB merupakan ikhtiar untuk menyiapkan kader SOKSI menjadi kader-kader potensial bagi bangsa.

“Melalui pendidikan ini, kita sesungguhnya sedang menyiapkan kader bangsa, bukan hanya kader SOKSI. Makanya namanya pun adalah Pendidikan Politik Kader Bangsa atau P2KB,” katanya

Menurutnya, tidak semua kader dapat mengikuti P2KB. Peserta harus memenuhi syarat, yaitu pengurus SOKSI atau kader yang sudah menyelesaikan pendidikan politik tingkat Pratama.

“Untuk menjadi kader bangsa, seorang kader SOKSI harus menjadi manusia unggul yang berdisiplin tinggi dan memiliki rasa nasionalisme tinggi,” tegasnya.

“Pelaksanaan P2KB tingkat Madya ini merupakan bagian dari sistem pembinaan kader bertingkat yang diterapkan oleh SOKSI,” pungkasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Cetak Kader Unggulan, SOKSI Jabar Gelar P2KB di Ciamis

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Dalam rangka mencetak kader unggulan, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Jawa Barat (Jabar) menggelar Pendidikan Politik Kader Bangsa (P2KB) tingkat Madya yang digelar di Hotel Priangan Ciamis, Kamis (26/12/2024).

Kegiatan itu diikuti 102 orang peserta terdiri dari Kota/Kabupaten Tasikmalaya 20 orang, Kabupaten Ciamis 47, Kota Banjar 20 dan Kabupaten Pangandaran 18 orang.

Sekretaris Depidar SOKSI Jawa Barat, H Yomanius Untung, S.Pd., MM, yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, pada dasarnya P2KB merupakan ikhtiar untuk menyiapkan kader SOKSI menjadi kader-kader potensial bagi bangsa.

“Melalui pendidikan ini, kita sesungguhnya sedang menyiapkan kader bangsa, bukan hanya kader SOKSI. Makanya namanya pun adalah Pendidikan Politik Kader Bangsa atau P2KB,” katanya

Dijelaskannya, seorang kader yang disiapkan melalui jenjang pendidikan dan pelatihan, dipastikan akan memiliki wawasan yang lebih luas. Sehingga bisa memiliki pemikiran yang benar untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi organisasinya.

“Untuk menjadi kader bangsa, seorang kader SOKSI harus menjadi manusia unggul yang berdisiplin tinggi dan memiliki rasa nasionalisme tinggi,” jelasnya.

Menurutnya, tidak semua kader dapat mengikuti P2KB. Peserta harus memenuhi syarat, yaitu pengurus SOKSI atau kader yang sudah menyelesaikan pendidikan politik tingkat Pratama.

“Pelaksanaan P2KB tingkat Madya ini merupakan bagian dari sistem pembinaan kader bertingkat yang diterapkan oleh SOKSI,” ujarnya.

Dijelaskan Untung, pendidikan dimulai dari tingkat Pratama, Madya, Utama, hingga Paripurna. Kegiatan ini bukan hanya sekadar pendidikan, tetapi strategi sistematis mencetak kader unggul yang siap menghadapi tantangan politik.

Para peserta tidak hanya dibekali dengan materi tentang doktrin karyawanisme dan sejarah SOKSI, tetapi juga diajarkan cara mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Doktrin ini sangat diperlukan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, berupa penyiapan manusia yang mampu berkarya, produktif dan bersifat mandiri, sekaligus memiliki jiwa patriotisme atau nasionalisme tinggi.

“Kami tidak fokus pada penghargaan seperti sertifikat, tetapi pada pemahaman dan kesiapan kader untuk berkarya di masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga berharap agar para peserta dapat menerapkan materi yang didapat dalam P2KB ini dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Sementara itu Ketua SOKSI Kabupaten Ciamis, Uus Jayusman menekankan pentingnya kaderisasi sebagai pembeda SOKSI dengan organisasi lain. Pihaknya lebih mengutamakan pendekatan kader dibanding pendekatan massa.

P2KB diikuti 102 orang peserta dari berbagai kota/kabupaten yang hadir di Ciamis, seperti Tasikmalaya, Banjar, Pangandaran. Kegiatan ini sekaligus menutup rangkaian pendidikan politik tingkat Madya tahun 2024.

BACA JUGA: Polres Ciamis Pastikan Perayaan Natal Berlangsung Aman

“P2KB merupakan trade mark SOKSI, yang digelar secara rutin untuk mencetak kader SOKSI, Partai Golkar dan kader bangsa pada umumnya,” jelas Uus..

Bagi organisasi, terlebih lagi partai politik, menyiapkan kader adalah sebuah keniscayaan, sesuatu yang teramat penting demi kemajuan dan keberlangsungan organisasi.

“P2KB ini dinilai strategis karena menjadi langkah persiapan menghadapi momentum politik besar dimasa depan, seperti pemilu 2029 mendatang,” tandasnya.

Uus juga mengatakan, sepanjang tahun 2024, hampir 400 kader di Jawa Barat telah mengikuti program P2KB di berbagai daerah, seperti Majalengka, Karawang, Kota Bandung, dan Kota Tasikmalaya.

“Kami berharap, kader yang sudah mengikuti pendidikan ini mampu menjadi insan unggul di lingkungannya dan menjadi bagian dari kader bangsa yang berkontribusi nyata untuk masyarakat,” pungkasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Mau Sukses? Jangan Biasakan Tepat Waktu!

0

lintaspriangan.com, INSPIRATIF. Tulisan ini akan mengupas tentang sebuah pengalaman, yang mungkin akan mengubah cara pandang kita tentang manajemen waktu. Selama ini, on time atau tepat waktu, dianggap suatu hal yang positif. Karena itu tidak salah, jika kemudian banyak yang berfikir, kalau mau sukses itu harus disiplin dalam manajemen waktu. Maksudnya, biar selalu bisa on time atau tepat waktu. Tapi ternyata, pengalaman baru yang penulis dapati beberapa waktu lalu, justru memastikan sebaliknya: “Kalau mau sukses, jangan tepat waktu!”

Lho, kok bisa? Pengalaman ini berawal ketika penulis mengikuti sebuah kegiatan lomba lari maraton yang digelar oleh salah satu pasangan calon pada pilkada di sebuah daerah. Secara umum, lari maraton bisa dikategorikan jadi dua jenis. Yang pertama maraton profesional, yaitu ketika semua pesertanya atlet. Biasanya maraton profesional digelar dalam event-event resmi seperti olimpiade. Yang kedua sering disebut maraton fun run. Ini jenis maraton yang bisa diikuti oleh masyarakat umum, dan tentu saja para atlet profesional. Jadi kalau maraton profesional itu hanya bisa diikuti oleh atlet profesional. Tapi kalau maraton fun run, boleh diikuti oleh siapapun.

Mungkin karena hadiahnya cukup menggiurkan, maraton fun run yang digelar salah satu pasangan calon kepala daerah beberapa waktu itu berhasil menghadirkan ribuan peserta. Sejak jam enam pagi, warga yang akan mengikuti lari maraton mulai berdatangan. Padahal lari yang satu ini bukan main-main, meski bukan maraton profesional, tapi pasti sangat melelahkan karena jarak tempuhnya mencapai puluhan kilometer.

Tepat jam 08.00, calon kepala daerah mengibaskan bendera start, diiringi dengan raungan sirine dari soundsystem yang ada di lokasi acara. Ini pertanda, maraton dimulai. Ribuan peserta pun mulai berlari melewati garis start.

Singkat cerita, sekitar jam 1 siang, beberapa pelari berhasil tiba di garis finish. Disusul oleh para pelari lain, hingga satu jam kemudian, barulah lokasi start yang sejak pagi tadi kosong, dipenuhi lagi oleh ribuan orang.

Ada yang menarik pada lomba tersebut. Belasan pelari yang tiba di garis finish paling awal, ternyata memiliki banyak kesamaan. Misalnya, kesamaan yang pertama adalah, ketika di garis start, mereka menyengaja untuk berada di barisan terdepan. Lalu kesamaan yang kedua, belasan peserta yang menginjak garis finish lebih awal itu, sebelum lomba dimulai, mereka terlihat melakukan pemanasan ringan. Ini jelas berbeda dengan mayoritas peserta lain, yang bahkan diantaranya ada yang asyik jajan dan santai sebelum lomba dimulai.

Kesamaan ketiga, dan ini yang cukup mencolok, belasan peserta itu ternyata mengenakan outfit yang relatif mirip. Dari mulai jenis kaos dan celana, hingga sepatu yang mereka pakai, tentu tidak sama persis, tapi jenisnya sama. Jauh berbeda dengan peserta yang ada di barisan tengah atau belakang. Banyak yang mengenakan training atau kaos biasa, sebagian diantaranya memakai jaket, sweater dan topi. Dari outpit ini bisa dipastikan, yang berada di barisan terdepan adalah para atlet yang turut memanfaatkan maraton fun run sebagai ajang latihan. Niat mereka berbeda dengan kebanyakan orang. Mereka berencana serius menyelesaikan jarak yang harus ditempuh, bahkan dengan target waktu yang sudah mereka tentukan sebelumnya.

Karena niat mereka lebih serius, jadilah mereka pemenang. Merekalah yang datang paling awal di garis finish. Belasan pelari yang sukses jadi juara ini tidak datang tepat waktu. Mereka datang sekitar 1-2 jam sebelum waktu maraton dimulai. Mereka sadar, untuk sukses mereka harus datang lebih awal. Mereka faham, mereka butuh pemanasan ringan, butuh waktu juga untuk memakai seperangkat outfit khusus pelari, mereka juga mungkin harus menyerap aura lokasi lomba terlebih dulu, dan lain sebagainya.

Kalau kita cermati, fenomena seperti ini dapat kita temui di semua ajang perlombaan atau pertandingan. Siapapun yang ingin sukses jadi juara, tidak pernah datang tepat waktu. Mereka pasti datang lebih awal. Tepat waktu itu baik, tapi tak cukup untuk membuat seseorang sukses. Karena tepat waktu sebenarnya hanya sebuah pemenuhan kewajiban. Jadi kalau mau sukses, jangan biasakan tepat waktu!

Polres Ciamis Pastikan Perayaan Natal Berlangsung Aman

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Perayaan Natal tahun 2024 di wilayah hukum Polres Ciamis berjalan aman, tertib, dan penuh khidmat pada Rabu (25/12/2024). Sejumlah gereja di Kabupaten Ciamis melaksanakan ibadat Natal dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian dan pihak terkait untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Pelaksanaan ibadat dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 09.40 WIB. Fokus pengamanan diarahkan ke dua lokasi utama, yakni Gereja Paroki St. Yohanes Ciamis dan Gereja Kristen Indonesia (GKI).

Di Gereja Paroki St. Yohanes Ciamis, ibadat Natal bertema “Perayaan Ekaristi Natal Pagi” dipimpin oleh Pastor Rd. Mikael Adi Siswanto. Sekitar 150 jemaat hadir dalam perayaan yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Sementara itu, di Gereja Kristen Indonesia (GKI), ibadat bertema “Yesus Bersama Kita” dipimpin oleh Pendeta Nike Kusumawati dan dihadiri sekitar 100 jemaat.

Polres Ciamis bekerja sama dengan Kodim 0613 Ciamis untuk memastikan ibadat berjalan aman dan lancar. Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup dengan menempatkan personel di titik-titik strategis. Pengawasan langsung dilakukan oleh Dir Tahti Polda Jabar, AKBP Hardianur, S.I.K., serta Kabag Infolog Polda Jabar, AKBP Abdul Sobur.

Kapolres Ciamis, AKBP Akmal, S.H., S.I.K., M.H., menyatakan bahwa kehadiran aparat kepolisian bertujuan untuk memastikan seluruh umat Nasrani dapat merayakan Natal dengan tenang dan nyaman. Menurutnya, pengamanan ini adalah wujud dari komitmen kepolisian dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di wilayah Ciamis.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa umat Nasrani dapat merayakan Natal dengan aman dan damai. Ini adalah tugas kami sebagai pelayan masyarakat,” ujar Kapolres.

Selain di sekitar gereja, pengamanan juga dilakukan di jalur-jalur utama menuju lokasi ibadat untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan terkendali.

Pengamanan yang ketat namun humanis dari aparat kepolisian mendapatkan apresiasi dari para jemaat. Maria Lestari, salah seorang jemaat di Gereja Paroki St. Yohanes, menyampaikan rasa terima kasihnya atas pengamanan yang diberikan.

“Kami merasa sangat aman dan nyaman selama ibadat berlangsung. Terima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah menjaga kami dengan baik,” ungkap Maria.

Ia menambahkan bahwa kehadiran aparat kepolisian di sekitar gereja memberikan rasa tenang, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak kecil.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Pendeta Nike Kusumawati. Menurutnya, pengamanan yang dilakukan berjalan dengan sangat baik dan profesional. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari pihak kepolisian dan semua pihak yang telah membantu menjaga keamanan selama ibadat berlangsung,” ujarnya.

Keberhasilan pengamanan  tempat ibadah Natal di Kabupaten Ciamis tidak lepas dari sinergi yang solid antara Polres Ciamis, Kodim 0613, dan pihak gereja. Setiap pihak memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran acara dan memastikan seluruh rangkaian ibadat berjalan sesuai rencana.

Kapolres Ciamis juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang turut mendukung terciptanya suasana yang kondusif. Menurutnya, kerjasama seperti ini menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah keberagaman.

“Keamanan ini bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga melibatkan seluruh elemen masyarakat. Kami sangat mengapresiasi dukungan dan kerja sama semua pihak,” tegas Akmal.

Perayaan Natal di Ciamis bukan sekadar ibadat keagamaan, tetapi juga menjadi simbol toleransi dan keharmonisan antarumat beragama. Pengamanan yang diberikan aparat kepolisian mencerminkan komitmen kuat dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang beragam.

Kapolres Ciamis menegaskan bahwa kepolisian akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam menjaga keamanan di setiap kegiatan keagamaan. Ia berharap semangat kebersamaan dan toleransi dapat terus tumbuh di Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA: Pemdes Neglasari Genjot Infrastruktur Jalan Desa

“Kami akan terus memastikan setiap acara keagamaan berjalan aman dan damai, sebagai bagian dari komitmen kami untuk menjaga harmoni di tengah masyarakat,” pungkas Kapolres.

Dengan pengamanan yang optimal dan sinergi yang kuat antarinstansi, perayaan Natal tahun ini berjalan lancar tanpa hambatan. Hal ini menjadi bukti bahwa keamanan dan kedamaian dapat terwujud melalui kerja sama, toleransi, dan rasa saling menghargai di tengah keberagaman masyarakat. (Eddy/infopriangan.com)

Pemdes Neglasari Genjot Infrastruktur Jalan Desa

0

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Pemerintah Desa (Pemdes) Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan desa sebagai upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung perekonomian masyarakat.

Pada tahun 2024, salah satu fokus utama pembangunan adalah pengerasan jalan DKM 7 di Dusun Warung Buah, yang kini sudah dapat digunakan oleh warga setempat.

Kepala Desa Neglasari, Setiaman, menjelaskan bahwa pembangunan jalan desa ini didanai melalui Alokasi Dana Desa (ADD) dengan tambahan dukungan dari swadaya masyarakat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan bukan sekadar membuka akses, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

“Semoga dengan jalan yang bagus, masyarakat akan lebih giat dan bersemangat dalam menjalankan berbagai aktivitasnya, sekaligus menopang lancarnya roda perekonomian warga,” ujar Setiaman, Selasa (24/12/2024).

Setiaman menambahkan bahwa perbaikan jalan desa tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga mempermudah distribusi hasil pertanian dan produk lokal ke pasar. Dengan akses yang lebih baik, para petani dan pedagang tidak lagi kesulitan mengangkut hasil panen atau barang dagangan mereka ke pusat kota.

Salah seorang warga Dusun Warung Buah, Ahmad, mengaku bersyukur dengan kondisi jalan yang kini lebih baik. Menurutnya, jalan yang mulus membuat aktivitas sehari-hari lebih lancar.

“Sekarang jalannya sudah bagus, kami tidak lagi kesulitan membawa hasil panen ke pasar. Anak-anak juga bisa pergi ke sekolah tanpa khawatir jalan licin atau berlubang,” ungkap Ahmad.

Pembangunan jalan di Desa Neglasari melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk Kepala Seksi Kesejahteraan dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa. Proses pengerjaan juga tidak lepas dari semangat gotong royong warga setempat.

Salah satu anggota TPK Desa Neglasari menyampaikan bahwa antusiasme warga sangat tinggi dalam mendukung pembangunan ini.

“Warga sangat antusias membantu pembangunan jalan ini. Ada yang membawa alat, ada yang ikut mengangkut material, bahkan ada yang menyumbangkan makanan dan minuman untuk para pekerja,” ujarnya.

Partisipasi aktif warga ini tidak hanya mempercepat proses pengerjaan, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan di antara mereka. Gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga wadah untuk membangun solidaritas sosial di desa.

Dengan adanya jalan yang baik, berbagai sektor di Desa Neglasari diharapkan turut berkembang. Akses menuju sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan menjadi lebih mudah dijangkau. Anak-anak dapat pergi ke sekolah dengan lebih aman, para pedagang bisa membawa barang dagangan lebih cepat, dan warga yang membutuhkan layanan kesehatan tidak lagi terkendala kondisi jalan yang rusak.

Setiaman menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan desa akan terus menjadi prioritas di tahun-tahun mendatang. Ia berharap pemerintah daerah dan pihak terkait terus mendukung program ini agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk tidak hanya membangun jalan, tetapi juga merawatnya agar fasilitas ini dapat bertahan lama dan dinikmati oleh generasi mendatang,” tegasnya.

Bagi masyarakat Desa Neglasari, pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol harapan untuk masa depan yang lebih baik. Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat membawa perubahan positif di berbagai lini kehidupan masyarakat desa.

BACA JUGA: Penetapan DPKG Garut 2024-2029 Molor Tanpa Kepastian

Melalui sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait, Desa Neglasari optimis bahwa pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan akan membawa kesejahteraan bagi seluruh warga.

Dengan konektivitas yang lebih baik, roda perekonomian akan berputar lebih lancar, membuka peluang usaha baru, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Desa Neglasari pun diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mewujudkan pembangunan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. (Yayat/infopriangan.com)

Penetapan DPKG Garut 2024-2029 Molor Tanpa Kepastian

0

lintaspriangan.com, BERITA GARUT.  Hingga akhir Desember 2024, anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Garut (DPKG) periode 2024-2029 belum juga ditetapkan oleh Pj. Bupati Garut. Padahal, masa bakti anggota DPKG periode sebelumnya telah berakhir pada 6 Desember 2024. Akibatnya, hingga saat ini, posisi DPKG mengalami kekosongan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proses penjaringan dan seleksi calon anggota DPKG sebenarnya telah selesai sejak 24 November 2024. Panitia Seleksi (Pansel) telah meloloskan 22 calon untuk mengikuti tahap akhir, yakni penetapan dan pelantikan oleh bupati. Nantinya, dari 22 calon tersebut akan dipilih 11 orang yang secara resmi akan ditetapkan dan dilantik.

Pansel sendiri sudah menyerahkan daftar 22 calon tersebut ke Pemerintah Kabupaten Garut untuk diproses lebih lanjut. Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi dari Pj. Bupati Garut terkait penetapan dan pelantikan anggota DPKG baru..

Keterlambatan penetapan ini mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan, termasuk aktivis, praktisi pendidikan, dan masyarakat umum. Mereka mempertanyakan alasan di balik lambatnya proses penetapan tersebut, meskipun seluruh tahapan seleksi sudah selesai.

Ketua Serikat Guru Indonesia (SEGI) Garut Selatan, Nurul Agustiana, menyampaikan pendapatnya mengenai keterlambatan ini. Menurutnya, Panitia Seleksi sudah bekerja secara transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Pansel telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan sudah sesuai dengan Peraturan Bupati Garut Nomor 736 Tahun 2013. Sekarang tinggal bagaimana Pj. Bupati menyelesaikan tugasnya,” tegas Nurul.

Lebih lanjut, Nurul menegaskan bahwa penetapan DPKG seharusnya tidak ditunda-tunda karena bisa menimbulkan spekulasi negatif di tengah masyarakat.

“Seharusnya Pj. Bupati segera menetapkan dan melantik anggota DPKG agar tidak ada kecurigaan terkait alasan di balik keterlambatan ini,” ujarnya.

Selain itu, Nurul juga mengingatkan bahwa kekosongan DPKG berpotensi menimbulkan kesan bahwa pemerintah daerah mengabaikan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Dewan Pendidikan. Menurutnya, keberadaan Dewan Pendidikan sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Kekosongan posisi DPKG dinilai dapat berdampak negatif pada pengelolaan pendidikan di Kabupaten Garut. Tanpa adanya Dewan Pendidikan, berbagai program dan pengawasan terkait dunia pendidikan bisa terhambat.

Seorang praktisi pendidikan di Garut yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa DPKG memiliki peran krusial dalam memastikan kebijakan pendidikan berjalan dengan baik.

“Dewan Pendidikan adalah jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam memastikan mutu pendidikan yang baik. Jika posisi ini kosong terlalu lama, dampaknya akan sangat dirasakan di lapangan,” ujarnya.

Di sisi lain, masyarakat juga berharap agar Pj. Bupati Garut segera mengambil langkah konkret. Salah seorang orang tua siswa, Ahmad, menyatakan kekecewaannya terhadap lambatnya proses ini.

“Kami berharap pemerintah segera menetapkan DPKG baru. Jangan sampai pendidikan di Garut terganggu hanya karena masalah administrasi yang berlarut-larut,” tuturnya.

Keterlambatan ini tentu menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Penetapan DPKG bukan hanya soal administratif, tetapi juga terkait komitmen pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan.

Aktivis pendidikan di Garut berharap Pj. Bupati segera memberikan kepastian terkait pelantikan anggota DPKG periode 2024-2029. Mereka menilai bahwa semakin lama kekosongan ini dibiarkan, semakin besar dampaknya terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Garut.

BACA JUGA: Banjir Sungai Cibalungbang Rendam Sawah Petani

Masyarakat dan para pemangku kepentingan berharap masalah ini bisa segera diselesaikan sebelum awal tahun 2025. Dengan adanya DPKG yang aktif dan berfungsi optimal, diharapkan berbagai persoalan pendidikan di Kabupaten Garut dapat ditangani dengan lebih baik dan terarah.

“Kami hanya ingin kepastian. Pendidikan adalah hal yang sangat penting, jangan sampai terabaikan,” pungkas Nurul Agustiana. (Liklik/ lintaspriangan.com)

Banjir Sungai Cibalungbang Rendam Sawah Petani

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Baregbeg sejak Selasa malam menyebabkan Sungai Cibalungbang meluap dan merendam puluhan hektare sawah di Desa Petir Hilir, Dusun Pasir Kadu, RW 7 Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis.

Banjir mulai merendam lahan pertanian sejak Rabu (25/12/2024) sekitar pukul 16.00 WIB dan hingga malam hari, air belum juga menunjukkan tanda-tanda akan surut.

Endang, Ketua RW setempat yang juga seorang petani, menyampaikan bahwa banjir kali ini cukup parah dan merata di beberapa titik sawah produktif di wilayahnya.

Endang juga menjelaskan bahwa luapan air berasal dari aliran Sungai Cibalungbang yang tidak mampu menampung tingginya debit air. Selain itu, saluran selokan dari Desa Sukamaju yang seharusnya mengalirkan air ke kolam warga juga tersumbat dan meluap ke area persawahan.

“Sawah kami mulai terendam sejak sore tadi, dan sampai sekarang air belum juga surut. Sebagian besar sawah sudah ditanami padi, bahkan ada yang usianya baru satu bulan dan hampir dua bulan,” ujar Endang saat ditemui di lokasi banjir.

Menurutnya, kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena mayoritas petani baru saja selesai menanam padi beberapa minggu lalu. Jika air tidak segera surut, bibit padi yang terendam air dalam waktu lama dipastikan akan membusuk dan gagal panen.

Endang juga menjelaskan bahwa ada dua titik saluran utama yang menyebabkan air meluap. Saluran tersebut biasanya berfungsi untuk mengalirkan air hujan dan sisa irigasi dari Desa Sukamaju ke kolam penampungan. Namun, derasnya aliran kali ini membuat selokan dan gorong-gorong tidak mampu menampung air, sehingga meluap ke sawah warga.

“Air datang begitu cepat, dan saluran pembuangan tidak mampu menampung. Ini seperti bencana tahunan yang selalu berulang, tapi kali ini lebih parah dari biasanya,” tambahnya.

Beberapa petani terlihat pasrah melihat lahan sawah mereka yang tenggelam. Mereka hanya bisa berdiri di tepi sawah sambil memantau kondisi tanaman padi yang semakin terendam.

Sejumlah petani di Dusun Pasir Kadu mengaku resah dengan kondisi ini. Salah satu petani, Asep, mengatakan bahwa dirinya baru saja menanam padi sekitar tiga minggu lalu. Jika banjir tidak segera surut, ia khawatir hasil panennya akan gagal total.

“Saya baru tiga minggu menanam padi. Kalau terendam lebih lama, bisa dipastikan bibit akan mati dan kami harus mulai dari awal lagi. Biaya tanam juga tidak sedikit,” keluh Asep.

Kerugian yang diderita petani akibat banjir ini diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Selain modal tanam, para petani juga harus memikirkan biaya tambahan untuk pemulihan lahan setelah banjir surut.

Endang berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk membantu menangani masalah ini, terutama dalam memperbaiki saluran irigasi dan gorong-gorong yang sering menjadi penyebab luapan air.

“Kami butuh solusi jangka panjang. Jika dibiarkan seperti ini, petani akan selalu merugi setiap musim hujan tiba,” ujar Endang dengan nada penuh harap.

Para petani berharap ada upaya cepat dari pemerintah daerah untuk menangani banjir ini. Selain bantuan darurat seperti logistik dan peralatan pertanian, mereka juga berharap ada perbaikan saluran air untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

BACA JUGA: Dispora Banjar Gelar Pembinaan Penggiat Wisata Desa

Hingga saat ini, warga bersama aparat desa masih terus memantau perkembangan banjir dan berusaha membuka beberapa saluran air secara manual untuk mempercepat surutnya genangan di area persawahan.

Musibah banjir ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa pengelolaan infrastruktur irigasi dan saluran air yang baik sangat penting untuk mencegah kerugian besar di sektor pertanian. Petani Desa Petir Hilir berharap agar pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius agar bencana serupa tidak terus berulang di tahun-tahun mendatang. (Edi Supriatna/lintaspriangan.com)


Dispora Banjar Gelar Pembinaan Penggiat Wisata Desa

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR.  Untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan destinasi wisata di tingkat desa dan kelurahan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banjar melalui Bidang Pariwisata menggelar kegiatan pembinaan bagi para penggiat wisata. Acara ini berlangsung di objek wisata Situ Leutik, Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Jawa Barat, pada Selasa (24/12/2024).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan destinasi pariwisata untuk tahun anggaran 2024. Acara ini melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari penggiat wisata, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga pejabat daerah setempat.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai desa dan kelurahan di Kota Banjar, di antaranya Desa Langensari dan Batulawang. Sementara itu, Desa Cibeureum dan Sukamukti masih dalam tahap proses penyusunan Surat Keputusan (SK) Wali Kota untuk penggiat wisatanya.

Rd. Maya Dewi, Kepala Bidang Pariwisata Dispora Kota Banjar, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas para penggiat wisata agar mampu mengelola potensi wisata di daerahnya masing-masing dengan lebih baik.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para penggiat wisata, sehingga mereka mampu mengelola potensi wisata di desanya dengan lebih optimal,” ujar Maya kepada awak media di sela acara.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, penggiat wisata, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan. Menurutnya, dukungan penuh dari semua pihak sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap potensi wisata di Kota Banjar dapat dikelola secara profesional.

“Kami optimistis kegiatan ini akan memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata di Kota Banjar. Semoga setiap desa dapat semakin maju dan mandiri dalam mengelola potensi wisatanya,” tambah Maya.

Acara pembinaan ini turut menghadirkan Deni Rismayadi, seorang pengelola dan pendamping desa wisata dari Kabupaten Tasikmalaya, sebagai narasumber utama. Dalam sesi pemaparannya, Deni menjelaskan berbagai aspek penting dalam pengelolaan desa wisata yang efektif dan berkelanjutan.

“Desa wisata bukan hanya soal potensi alam semata, tetapi juga bagaimana kita memahami dan memiliki konsep yang jelas untuk mengangkat kearifan lokal serta memberdayakan masyarakat setempat,” ujar Deni.

Menurutnya, pengelolaan desa wisata harus dimulai dengan perencanaan yang matang, strategi promosi yang efektif, dan fokus pada keberlanjutan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa desa wisata tidak hanya berkembang dalam jangka pendek, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial dalam jangka panjang.

Dalam sesi dialog, peserta pembinaan diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber. Banyak pertanyaan yang diajukan, mulai dari strategi pemasaran destinasi wisata hingga cara meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan wisata desa.

Seorang peserta dari Desa Langensari mengungkapkan bahwa pelatihan seperti ini sangat membantu mereka dalam memahami langkah-langkah konkret dalam mengelola destinasi wisata.

“Kami merasa lebih paham bagaimana memaksimalkan potensi wisata yang ada di desa kami,” ujarnya.

Selain itu, diskusi juga membahas berbagai tantangan yang dihadapi oleh para penggiat wisata di lapangan, seperti keterbatasan dana, kurangnya pelatihan berkelanjutan, serta minimnya promosi yang efektif.

BACA JUGA: BNN Kota Tasikmalaya Bukukan Prestasi Gemilang, 308 Program Tuntas di 2024

Melalui kegiatan ini, Dispora Kota Banjar berharap setiap desa dan kelurahan dapat lebih mandiri dalam mengelola destinasi wisata yang ada di wilayahnya masing-masing. Dengan pengelolaan yang baik, potensi wisata diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

“Kami berharap para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dari kegiatan ini di desa masing-masing. Jika dikelola dengan baik, destinasi wisata di Kota Banjar pasti akan berkembang pesat,” tutup Rd. Maya Dewi.

Acara ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan materi pembinaan kepada para peserta. Para penggiat wisata juga  tampak antusias dan optimistis dapat membawa perubahan positif bagi sektor pariwisata di Kota Banjar. (Johan/lintaspriangan com)


Pohon Rambutan Tumbang Timpa Rumah Warga

lintaspriangan com. BERITA BANJAR.  Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Banjar pada Selasa (24/12/2024) sore menyebabkan sebuah pohon rambutan berukuran besar tumbang dan menimpa rumah milik Rodi (62) di Dusun Cimanggu, RT/RW 05/02, Desa Batulawang, Kecamatan Pataruman. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 14.46 WIB, ketika cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut.

Pada saat kejadian, rumah tersebut hanya dihuni oleh Restu (25), anak Rodi. Sementara Rodi dan istrinya, Titin, sedang berada di luar kota. Restu menceritakan bahwa ketika pohon mulai tumbang, ia mendengar suara gemuruh yang sangat keras dari arah depan rumah.

“Ketika pohon tumbang, saya langsung lari ke luar rumah untuk menyelamatkan diri dan meminta tolong kepada warga sekitar,” ungkap Restu dengan wajah masih terlihat cemas.

Pohon tersebut menimpa bagian teras rumah yang menggunakan baja ringan dan menyebabkan kerusakan yang cukup parah. Genteng serta sebagian rangka baja ringan ambruk akibat beban berat dari batang pohon yang tumbang.

Melihat kondisi tersebut, warga sekitar langsung berdatangan untuk membantu evakuasi sementara sambil menunggu petugas tiba.

Tak lama setelah laporan diterima, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar bersama relawan Jabar Bergerak tiba di lokasi kejadian. Mereka langsung berkoordinasi dengan warga untuk memulai proses evakuasi dan pembersihan puing-puing pohon.

Ketua Jabar Bergerak Kota Banjar, Ari Faturohman, menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak begitu menerima laporan.

“Setelah mendapat laporan, kami bergerak cepat bersama tim BPBD untuk mengevakuasi pohon tumbang. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini meskipun kerusakan cukup parah,” ujar Ari.

Proses evakuasi tidak berjalan mudah karena ukuran pohon yang sangat besar. Batang pohon yang melintang di atas atap rumah memerlukan pemotongan secara bertahap agar bisa dipindahkan dengan aman. Tim BPBD bersama relawan Jabar Bergerak menggunakan gergaji mesin dan alat lainnya untuk mempercepat proses evakuasi.

Meski membutuhkan waktu berjam-jam, akhirnya pohon berhasil dipindahkan dari struktur bangunan yang rusak. Kolaborasi antara tim BPBD, relawan, dan warga sekitar terbukti efektif dalam menangani situasi tersebut.

Setelah proses evakuasi selesai, petugas melakukan penilaian terhadap kerusakan yang terjadi. Diperkirakan kerugian materi akibat kejadian ini mencapai jutaan rupiah. Meski demikian, keluarga Rodi bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Ari Faturohman juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan tiba. Ia mengingatkan pentingnya memangkas pohon yang sudah tua dan berpotensi tumbang.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk rutin memangkas pohon besar di sekitar rumah demi menghindari kejadian serupa. Cuaca ekstrem seperti ini bisa terjadi kapan saja, jadi kewaspadaan harus selalu ditingkatkan,” jelas Ari.

Selain itu, BPBD Kota Banjar juga mengingatkan warga untuk segera melaporkan kejadian darurat atau potensi bencana agar bisa ditangani dengan cepat dan tepat. Respons cepat seperti yang terjadi dalam insiden ini menjadi bukti pentingnya sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat.

Restu, yang masih terlihat syok dengan kejadian yang menimpa rumahnya, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada tim BPBD, relawan Jabar Bergerak, dan warga sekitar yang telah sigap membantu keluarganya.

BACA JUGA:

“Terima kasih banyak kepada semua yang sudah membantu. Saya benar-benar bersyukur tidak ada yang terluka,” ujar Restu sambil tersenyum tipis.

Musim hujan yang disertai angin kencang masih berpotensi terjadi dalam beberapa minggu ke depan. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dari semua pihak menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah risiko bencana serupa.

Dengan adanya kolaborasi antara tim BPBD, relawan Jabar Bergerak, dan masyarakat, diharapkan setiap bencana dapat ditangani dengan lebih cepat dan efektif. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan di tengah kondisi cuaca yang semakin tidak menentu. (Johan/lintaspriangan.com)