Urusan Infrastruktur Publik di Mata Khalifah Umar

[wpcode id=”15879″]

[wpcode id=”16478″]

lintaspriangan.com, KULTUR. Nama Umar bin Khattab r.a. selalu hadir dalam sejarah Islam, bukan sekadar sebagai penguasa besar, tetapi sebagai manusia yang memikul kekuasaan dengan rasa takut. Takut yang bukan lahir dari kelemahan, melainkan dari kesadaran yang jernih, bahwa jabatan adalah amanah, dan amanah kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Suatu ketika, Umar mengucapkan kalimat yang hingga hari ini sering dikutip, direnungkan, dan—sayangnya—kadang hanya dijadikan slogan:

“Seandainya ada seekor keledai terperosok di Irak, sungguh aku takut Allah akan bertanya kepadaku:
‘Wahai Umar, mengapa engkau tidak meratakan jalan untuknya?’”

Ucapan ini bukan hadis Nabi ﷺ. Ia adalah atsar, ucapan seorang sahabat besar. Redaksinya diriwayatkan dalam ragam variasi, namun maknanya dicatat dan diakui oleh para ulama sejarah. Di antaranya dalam Manaqib ‘Umar bin al-Khattab karya Ibn al-Jauzi, Tarikh Dimasyq karya Ibn ‘Asakir, Hilyatul Awliya’ karya Abu Nu‘aim, serta Al-Bidayah wan Nihayah karya Ibn Katsir. Para ulama menyebutnya sebagai atsar masyhur yang shahih secara makna, karena sejalan dengan begitu banyak riwayat tentang keadilan dan rasa takut Umar kepada Allah.

Namun menariknya, Umar tidak sedang berbicara tentang keledai.

Ia sedang berbicara tentang tanggung jawab kekuasaan.

Irak pada masa Umar adalah wilayah yang jauh dari Madinah. Wilayah baru. Kompleks. Tidak semua bisa diawasi setiap hari. Justru karena itu Umar menyebutnya. Ia ingin menegaskan: jarak geografis tidak pernah mengurangi tanggung jawab moral.

Dan infrastruktur jalan, yang ia sebut secara spesifik, bukan sekadar jalan. Ia adalah simbol infrastruktur publik. Sarana dasar yang menopang kehidupan rakyat. Jalan yang rusak bukan sekadar persoalan teknis, melainkan potensi bahaya, ketidakadilan, bahkan kezaliman yang lahir dari kelalaian.

Bagi Umar bin Khattab, kegagalan sistem bukan kesalahan rakyat. Itu adalah kesalahan penguasa.

Cara pandang ini lahir dari keyakinan yang sangat dalam pada firman Allah:

وَقِفُوهُمْ إِنَّهُم مَّسْئُولُونَ
“Tahanlah mereka, sungguh mereka akan dimintai pertanggungjawaban.”
(QS. Ash-Shaffat: 24)

Ayat ini, menurut banyak riwayat, sering membuat Umar gelisah. Ia tidak menunggu laporan masuk. Ia tidak menunggu protes. Ia turun sendiri ke lapangan. Berkeliling malam hari. Mengamati kehidupan rakyat tanpa protokoler. Tanpa kamera. Tanpa pencitraan.

Di titik inilah kepemimpinan Umar menjadi pelajaran lintas zaman.

Ia tidak menilai keberhasilannya dari seberapa sepi kritik. Tetapi dari seberapa besar rasa takutnya kepada Allah atas kelalaian yang mungkin belum disadari siapa pun.

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan jauh hari:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Umar menerjemahkan hadis ini bukan dalam pidato, melainkan dalam sikap hidup. Ia memandang jabatan bukan sebagai kehormatan, tetapi sebagai beban hisab. Semakin tinggi posisi, semakin berat pertanyaan di akhirat.

Dalam literatur fikih siyasah, para ulama kemudian merumuskan prinsip yang sejalan dengan praktik Umar:

التصرف على الرعية منوط بالمصلحة
“Kebijakan penguasa terhadap rakyat harus terikat dengan kemaslahatan.”
(al-Mawardi, Al-Ahkam as-Sulthaniyyah)

Kemaslahatan itu konkret. Jalan yang aman. Fasilitas yang layak. Sistem yang mencegah mudarat sebelum terjadi. Pelayanan publik yang tidak menunggu viral.

Baca juga berita pilihan Lintas Priangan:
Kota Tasik Hari Ini, Anak Jajan saat Hujan Harus Dianggap Bahaya
Anggaran Milyaran Dikucurkan, Banjir Tetap Jadi Langganan

Bagi para pejabat hari ini, yang memegang otoritas, anggaran, dan kewenangan, kisah Umar ini bukan kisah romantik masa lalu. Ia harus jadi cermin yang selalu memantulkan pertanyaan sederhana:
Apakah kita merasa cukup hanya karena laporan terlihat baik? Ataukah kita masih menyisakan ruang takut. Ya, takut jika ada hak publik yang terabaikan tanpa kita sadari?

Umar mengajarkan bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari tepuk tangan, melainkan dari seberapa dalam rasa tanggung jawab itu bersemayam di hati.

Jika seekor keledai saja dipikirkan nasibnya, maka manusia, rakyat, pengguna jalan, warga yang dilayani, tentu jauh lebih pantas lagi untuk diperjuangkan.

Dan di situlah, sesungguhnya, martabat pejabat diuji.

Wallahu a’lam.

–Abibaba

Berita lainnya:

Kultum Aparatur 27: “Aparatur Negara sebagai Perekat Persatuan Bangsa”

lintaspriangan.com, KULTUR. Sejak masa awal Islam, Rasulullah ﷺ menghadapi masyarakat yang memiliki latar belakang suku dan kabilah yang sangat kuat. Pada...

Kultum Aparatur 26: “Menjadi Aparatur yang Menyejukkan”

lintaspriangan.com, KULTUR. Dalam kehidupan masyarakat, konflik sering kali muncul bukan hanya karena persoalan besar, tetapi juga karena emosi yang tidak terkendali....

Kultum Aparatur 25: “Merawat Perbedaan”

lintaspriangan.com, KULTUR. Dalam sejarah Islam, masyarakat yang dibangun oleh Rasulullah ﷺ bukanlah masyarakat yang seragam. Madinah pada masa itu dihuni...

Terbaru

Tagana Muda Ciamis dan Tasikmalaya Ditempa, Siaga Hadapi Ancaman Bencana Priangan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Ancaman bencana di wilayah Priangan mendorong...

Polisi Tasikmalaya Tangkap 6 Pengedar, Sita 2.571 Pil Obat Keras

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tasikmalaya...

Polsek Sukaraja Perketat Pengamanan Bank BJB, Jamin Keamanan Nasabah

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polsek Sukaraja meningkatkan pengamanan di objek...

Polsek Cikatomas Gencarkan Patroli 24 Jam, Titik Rawan Disisir

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polsek Cikatomas meningkatkan patroli siang dan...

Jelang Libur Panjang, Polsek Bantarkalong Sisir Wisata Religi Pamijahan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Mengantisipasi lonjakan pengunjung saat libur panjang,...

Prediksi Skor Persib vs Arema: Analisis Tajam Jelang Duel Panas di GBLA

lintaspriangan.com. BERITA OLAHRAGA. Laga big match Liga 1 antara Persib Bandung...

Polisi Sisihkan Gaji untuk Santri, Aipda Arif Bagikan Kitab dan Al-Qur’an di Tanjungjaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tak hanya menjaga keamanan, Bhabinkamtibmas Polsek...

Persib vs Arema: Ribuan Aremania Menuju Bandung, Ini Misi Mereka

lintaspriangan.com. BERITA OLAHRAGA. Laga panas Persib vs Arema akan tersaji...

Wali Kota Banjar Tinjau TPA Cibeureum, Pastikan Pengelolaan Sampah Berjalan Baik

lingaspriangan.com, BERITA BANJAR. Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono,...

Tegas! Ini Pesan Wabup Asep Sopari di Musda KNPI Kabupaten Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA . Musyawarah Daerah (Musda) XVI KNPI kembali menjadi momentum...

Priangan Timur

Tagana Muda Ciamis dan Tasikmalaya Ditempa, Siaga Hadapi Ancaman Bencana Priangan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Ancaman bencana di wilayah Priangan mendorong...

Polisi Tasikmalaya Tangkap 6 Pengedar, Sita 2.571 Pil Obat Keras

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tasikmalaya...

Polsek Sukaraja Perketat Pengamanan Bank BJB, Jamin Keamanan Nasabah

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polsek Sukaraja meningkatkan pengamanan di objek...

Polsek Cikatomas Gencarkan Patroli 24 Jam, Titik Rawan Disisir

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polsek Cikatomas meningkatkan patroli siang dan...

Jelang Libur Panjang, Polsek Bantarkalong Sisir Wisata Religi Pamijahan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Mengantisipasi lonjakan pengunjung saat libur panjang,...

Polisi Sisihkan Gaji untuk Santri, Aipda Arif Bagikan Kitab dan Al-Qur’an di Tanjungjaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tak hanya menjaga keamanan, Bhabinkamtibmas Polsek...

Wali Kota Banjar Tinjau TPA Cibeureum, Pastikan Pengelolaan Sampah Berjalan Baik

lingaspriangan.com, BERITA BANJAR. Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono,...

Tegas! Ini Pesan Wabup Asep Sopari di Musda KNPI Kabupaten Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA . Musyawarah Daerah (Musda) XVI KNPI kembali menjadi momentum...

Perspektif

Popular Categories