Kemarau Kuasai 72,8 Persen Indonesia, El Niño Menguat

lintaspriangan.comBERITA NASIONAL. Kemarau telah menjangkau 72,8 persen wilayah Indonesia atau 509 Zona Musim pada Dasarian II Juli 2026. Pada saat yang sama, indikator menunjukkan El Niño menguat dan diprakirakan berkembang hingga mencapai kategori kuat pada tahun ini.

Perkembangan itu bukan sekadar perubahan warna pada peta cuaca. Krisis air bersih telah menjangkau puluhan ribu keluarga, kebakaran hutan dan lahan bermunculan, sementara ribuan hektare sawah mulai menghadapi kekeringan.

Kemarau Meluas Cepat dalam Satu Dasarian

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat, 72,8 persen wilayah Indonesia atau 509 Zona Musim telah memasuki musim kemarau pada Dasarian II Juli 2026.

Cakupan tersebut meningkat tajam dibandingkan Dasarian I Juli. Dalam laporan BMKG sebelumnya, musim kemarau baru berlangsung di 423 Zona Musim atau sekitar 60,5 persen wilayah Indonesia.

Artinya, hanya dalam satu dasarian, wilayah yang memasuki kemarau bertambah 86 Zona Musim. Persentasenya melompat 12,3 poin.

Perubahan lain terlihat dari bertambahnya lokasi yang mengalami hari tanpa hujan. BMKG mencatat 1.366 titik pengamatan tidak diguyur hujan selama 21–30 hari. Sebanyak 943 titik mengalami hari tanpa hujan selama 31–60 hari.

Kondisi lebih ekstrem ditemukan pada 70 titik pengamatan di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang tidak menerima hujan lebih dari 60 hari. Durasi terpanjang mencapai 80 hari dan tercatat di Pos Hujan RPH Katerban, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

El Niño Menguat, Curah Hujan Tertekan

Indeks Niño 3.4 dasarian tercatat mencapai +2,26, lebih tinggi dibandingkan Dasarian I Juli yang berada pada +1,88. Sementara itu, nilai Southern Oscillation Index atau SOI mencapai -30,2.

Kedua indikator tersebut memperlihatkan El Niño menguat dan berpotensi menekan pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

BMKG memprakirakan kondisi relatif kering masih mendominasi sepanjang Dasarian III Juli. Curah hujan kategori rendah diperkirakan mencakup 77,48 persen wilayah Indonesia, sedangkan curah hujan menengah sekitar 22,51 persen. Curah hujan tinggi hampir tidak terdeteksi.

Kondisi kering diperkirakan berlangsung di sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta sebagian Papua.

Namun, prediksi itu tidak berarti seluruh daerah akan sepenuhnya bebas hujan. Aktivitas Madden–Julian Oscillation, Gelombang Ekuatorial Rossby, dan Bibit Siklon Tropis 92W masih dapat memicu pertumbuhan awan dan hujan lokal.

Karena itu, selama 27–31 Juli 2026, hujan sedang masih berpotensi turun di Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.

Sedikitnya 101 Ribu Jiwa Menghadapi Kekeringan

Dampak musim kemarau sudah menjalar dari grafik klimatologi menuju kehidupan masyarakat.

Dalam laporan 22 Juli 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana merinci kekeringan di delapan kabupaten yang sedikitnya memengaruhi 37.473 kepala keluarga.

Dari daerah yang mencantumkan jumlah penduduk terdampak, sedikitnya 101.029 jiwa telah menghadapi kesulitan air. Kabupaten Bogor mencatat dampak terbesar dengan 16.291 keluarga atau 52.602 jiwa.

Kekeringan juga memengaruhi 27.605 jiwa di Cilacap, 10.908 jiwa di Klaten, 9.002 jiwa di Banyumas, 736 jiwa di Sragen, dan 176 jiwa di Kulon Progo. Sementara laporan dari Grobogan dan Pemalang mencantumkan jumlah keluarga, tetapi tidak merinci jumlah jiwa.

Di Klaten, pemerintah telah mendistribusikan 1,605 juta liter air bersih sejak 15 Juni hingga 21 Juli 2026. Cilacap menerima 315.000 liter, sedangkan Pemalang telah memperoleh 81.000 liter air bersih.

Angka tersebut belum menggambarkan jumlah korban kekeringan secara nasional. Data itu hanya berasal dari delapan kabupaten yang diperinci BNPB dalam satu periode pelaporan.

Hampir Seluruh Pulau Jawa Sangat Mudah Terbakar

Kondisi kering juga memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan.

BNPB mencatat, hingga 20–21 Juli 2026, sedikitnya 2.355,87 hektare lahan terbakar di Aceh, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Kalimantan Tengah mencatat lahan terbakar seluas 889,92 hektare, disusul Aceh 761,68 hektare dan Sumatera Selatan 664,87 hektare. Di Sumatera Selatan saja tercatat 479 kejadian karhutla yang tersebar di 12 kabupaten.

Perkembangan berikutnya memperlihatkan kebakaran muncul di Probolinggo, Ponorogo, Pacitan, Situbondo, Sorong, Blora, dan Klaten.

Dalam laporan terbaru BNPB, lapisan atas permukaan tanah di sebagian Sumatera, Kalimantan, Papua, dan hampir seluruh Pulau Jawa berada dalam kategori sangat mudah terbakar pada Senin, 27 Juli 2026.

Kekeringan Mulai Menyentuh Lahan Pertanian

Ancaman lain bergerak menuju lahan produksi pangan. Kementerian Pertanian menyebut luas puso akibat El Niño hingga Juli 2026 mencapai sekitar 12.000 hektare.

Pemerintah menilai angka tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan 2015 yang mencapai sekitar 217.000 hektare. Mitigasi dilakukan melalui pompanisasi, rehabilitasi jaringan irigasi, penyediaan benih tahan kekeringan, dan penguatan sistem peringatan dini.

Di Jawa Barat, Kementerian Pertanian mencatat 1.053 hektare sawah di Kabupaten Subang telah terdampak kekeringan. Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Compreng, Pusakajaya, dan Pusakanagara.

Pemerintah kemudian menerapkan pengaturan gilir air, patroli untuk mencegah pengambilan air ilegal, penataan kembali jadwal tanam, optimalisasi pasokan air dari hulu, serta percepatan bantuan pompa.

BMKG mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan, krisis air, dan kemunculan titik panas. Pembakaran lahan maupun sampah perlu dihindari karena api dapat merambat dengan cepat di tengah vegetasi yang telah mengering.

Musim kemarau kini bukan lagi peristiwa yang menunggu di ujung kalender. Ia sudah tiba, meluas cepat, dan mulai mengetuk pintu rumah, sawah, serta hutan secara bersamaan. (NS/AS)

PRIANGAN TIMUR

Kebakaran Pamarican Ciamis Picu Kepanikan Warga, Api Nyaris Merembet ke Permukiman

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kepanikan menyelimuti warga Dusun Kertajaga, Desa...

Listrik Garut Selatan Padam Hari Ini, Wilayah Mana Terdampak?

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Sejumlah wilayah dijadwalkan terdampak pemadaman sementara listrik Garut...

Gunung Guntur Terbakar, Api Muncul di Perbatasan Dua Desa

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Gunung Guntur terbakar pada Minggu, 26 Juli...

Siswa SMPN 1 Cineam Meninggal Tenggelam di Sungai Wilayah Leuwikeris

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Seorang siswa SMPN 1 Cineam dilaporkan meninggal...

PANDAWA TASIK: Sebuah Ikhtiar Menjaga Pelajar

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Anak tidak serta-merta terjerumus ke dalam persoalan...

JAWA BARAT

SWAKKA Ajak Kesbang se-Jabar Kolaborasi 27 Jejak Heroik Jawa Barat

lintaspriangan.com, BERITA JABAR.  Sejarah perjuangan tidak semestinya mengendap sebagai arsip...

Bupati Sukabumi Tinjau Kebakaran Ciptamulya, Ini Langkah Cepat yang Disiapkan Pemerintah Daerah.

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Asap memang mulai menghilang dari Kampung...

Tergiur Sayembara KDM, Ojol di Bandung Salah Tangkap Begal

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. berhadiah hingga Rp50 juta diduga memicu sejumlah...

Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi, 70 Rumah Rata dengan Tanah

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya terjadi di Desa Sirnaresmi, Kecamatan...

Videotron Maut Majalengka Sudah Goyang 32 Jam, Penanganan Lambat?

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Tragedi Videotron Maut Majalengka di Bundaran Cigasong...

Berani Lumpuhkan Begal? Dedi Mulyadi Siapkan Sayembara Begal Jabar Hadiah hingga Rp50 Juta

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan...

Klinik Berobat Unik di Cianjur, Pasien Tetap Dilayani Meski Tak Punya Uang

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Di tengah biaya pelayanan kesehatan yang...

Come See Mie Fest 2026 Bandung Hadirkan Barasuara hingga J-Rocks

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Come See Mie Fest 2026 memasuki hari...
spot_img

Olahraga

Popular Categories

spot_imgspot_img