lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan gelombang tinggi di 10 wilayah perairan Papua yang berlaku mulai 3 November 2026 pukul 09.00 WIT hingga 6 November 2026 pukul 09.00 WIT. Tinggi gelombang diprakirakan mencapai 1,25–2,5 meter atau masuk kategori sedang.
Peringatan gelombang tinggi Papua ini perlu menjadi perhatian masyarakat pesisir, nelayan, dan operator transportasi laut. BMKG juga mencatat keberadaan Siklon Tropis In-Fa di Samudra Pasifik utara Papua sebagai salah satu kondisi atmosfer yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
Sepuluh Wilayah Perairan Masuk Peringatan BMKG
Peringatan BMKG mencakup 10 wilayah perairan di sekitar Papua. Wilayah tersebut meliputi Perairan Jayapura, Perairan Utara Biak, Perairan Utara Serui, serta kawasan Samudra Pasifik utara Papua.
Tinggi gelombang dalam kisaran 1,25–2,5 meter dikategorikan sebagai gelombang sedang. Kondisi tersebut berbeda dari kategori gelombang tinggi atau sangat tinggi sehingga penyampaian informasi perlu tetap mengikuti klasifikasi yang digunakan BMKG.
Dalam informasi prakiraan tersebut, pola angin di wilayah utara Papua umumnya bergerak dari utara hingga timur dengan kecepatan berkisar 6–25 knot. BMKG juga mencatat kecepatan angin tertinggi di Perairan Selatan Serui.
Kombinasi kondisi angin dan gelombang menjadi informasi penting bagi aktivitas pelayaran. Masyarakat yang beraktivitas di laut perlu memperhatikan perkembangan peringatan cuaca maritim serta memperbarui informasi sebelum melakukan perjalanan.
Siklon Tropis In-Fa Menjadi Salah Satu Faktor Atmosfer
BMKG turut mencantumkan keberadaan Siklon Tropis In-Fa di Samudra Pasifik utara Papua sebagai kondisi sinoptik yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.
Namun, posisi dan pergerakan siklon perlu dipahami secara tepat. Berdasarkan pemantauan BMKG, In-Fa berada di kawasan Laut Filipina dan bergerak ke arah barat laut menjauhi Indonesia. Dengan demikian, informasi tersebut tidak dapat ditafsirkan sebagai kepastian bahwa siklon akan melintasi atau menerjang wilayah Papua.
Peringatan gelombang tinggi Papua juga tidak otomatis berarti seluruh aktivitas pelayaran telah terganggu. Belum tersedia konfirmasi mengenai pembatalan jadwal kapal, penghentian aktivitas nelayan, atau dampak langsung terhadap transportasi laut di wilayah-wilayah tersebut.
Karena itu, informasi BMKG menjadi dasar kewaspadaan, sedangkan kondisi operasional pelayaran tetap perlu dikonfirmasi kepada otoritas pelabuhan dan operator kapal setempat.
Masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut di wilayah perairan yang masuk dalam peringatan diimbau mengikuti pembaruan informasi resmi BMKG selama periode peringatan berlangsung. (NS/AS)
