lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Sejarah perjuangan tidak semestinya mengendap sebagai arsip yang sunyi atau sekadar dikenang setiap Agustus. Kisahnya perlu terus dihadirkan agar keberanian para pendahulu tetap bersemayam dalam ingatan generasi hari ini.
Semangat tersebut melandasi Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) mengajak Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kabupaten dan kota se-Jawa Barat berkolaborasi dalam Publikasi 27 Jejak Heroik Jawa Barat.
Berawal dari Lintas Priangan, Menjadi Program SWAKKA
Publikasi tersebut akan menghadirkan 27 artikel sejarah secara beruntun pada 1–27 Agustus 2026 untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Setiap artikel akan menyigi peristiwa, tokoh, pengorbanan, dan jejak perjuangan dari berbagai daerah di Jawa Barat. Rangkaian kisah itu diharapkan membentuk mozaik sejarah yang utuh sekaligus memperlihatkan besarnya andil masyarakat Jawa Barat dalam perjalanan Indonesia.
Gagasan awal Publikasi 27 Jejak Heroik Jawa Barat lahir dari Lintas Priangan. Setelah dibahas bersama, gagasan tersebut disepakati menjadi program SWAKKA agar dikerjakan dan disebarluaskan melalui jejaring media yang lebih luas.
SWAKKA merupakan singkatan dari Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif. Forum kolaborasi ini beranggotakan lebih dari 20 media online yang tersebar di sejumlah daerah di Jawa Barat serta melibatkan wartawan dan konten kreator.
Pemimpin Redaksi Lintas Priangan sekaligus Sekretaris SWAKKA, Hasan Soleh, mengatakan khazanah perjuangan Jawa Barat terlalu luas apabila hanya disuarakan oleh satu media.
“Gagasan awalnya lahir di Lintas Priangan. Setelah didiskusikan, kami sepakat menjadikannya program SWAKKA agar semakin banyak media, konten kreator, dan lembaga yang terlibat. Sejarah Jawa Barat merupakan warisan bersama, sehingga sudah selayaknya dirawat melalui ikhtiar bersama,” kata Hasan Soleh.
Menurut Hasan, setiap artikel akan ditulis dengan bahasa yang dekat dengan pembaca, tetapi tetap berpijak pada fakta dan rujukan yang dapat ditelusuri. Sejarah tidak cukup disajikan sebagai deretan nama, tempat, dan tanggal. Di dalamnya terdapat nilai yang masih bertalian erat dengan kehidupan masyarakat sekarang.
“Generasi hari ini memang tidak mengalami langsung masa perjuangan. Namun, mereka perlu mengenal keberanian, pengorbanan, dan semangat kebangsaan yang diwariskan para pendahulu. Di situlah sejarah menemukan kembali maknanya,” ujarnya.
Surat Terkirim, Sambutan Positif Berdatangan
Hingga hari ini, Senin (27/7/2026), surat penawaran kolaborasi telah dikirimkan kepada sekitar 90 persen Kesbangpol kabupaten dan kota di Jawa Barat. Sejumlah daerah mulai memberikan sambutan positif.
Kesbangpol Tasikmalaya, misalnya, diyakini akan menyambut baik program tersebut. Komunikasi antarlembaga telah lama terjalin sehingga kolaborasi kali ini tidak dimulai dari ruang kosong, melainkan bertumpu pada kemitraan yang telah terawat.
Komunikasi langsung juga telah dilakukan dengan Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Ciamis. Respons yang diberikan dinilai baik dan membuka jalan menuju pematangan kerja sama.
Kepastian datang dari Kesbangpol Kota Cirebon. Lembaga tersebut telah menyatakan kesediaannya bergabung dalam Publikasi 27 Jejak Heroik Jawa Barat.
Sementara itu, Kesbangpol Provinsi Jawa Barat telah dihubungi melalui salah seorang kepala bidang. Komunikasi awal memperoleh sambutan positif dan akan dilanjutkan melalui koordinasi berikutnya.
Hasan mengatakan, perkembangan komunikasi dengan setiap lembaga perlu disampaikan sesuai tahapannya. Kota Cirebon telah memastikan bergabung, sedangkan pembicaraan dengan Tasikmalaya, Ciamis, dan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat tengah diarahkan menuju finalisasi.
“Ada yang sudah memastikan bergabung, ada pula yang masih berkoordinasi secara internal. Kami menghargai setiap prosesnya. Yang menggembirakan, gagasan besar program ini mendapat sambutan baik,” katanya.
Menghidupkan Sejarah di Ruang Publik
Ketua SWAKKA, Ahmad Muhlis, menegaskan bahwa Publikasi 27 Jejak Heroik Jawa Barat bukan sekadar rangkaian artikel untuk menyemarakkan bulan kemerdekaan.
Program tersebut membawa misi untuk merawat ingatan sejarah, memperkukuh wawasan kebangsaan, serta memperkenalkan kembali nilai keberanian, persatuan, dan pengorbanan kepada masyarakat.
“Kemerdekaan tidak lahir dari keadaan yang serba mudah. Di belakangnya ada keberanian, pengorbanan, persatuan, dan keteguhan. Nilai-nilai itulah yang ingin kami hadirkan kembali melalui Publikasi 27 Jejak Heroik Jawa Barat,” kata Ahmad Muhlis.
Menurut Ahmad, keterlibatan Kesbangpol memiliki kelindan yang kuat dengan tujuan publikasi tersebut, terutama dalam penguatan wawasan kebangsaan, pemeliharaan persatuan, dan penyemaian nilai perjuangan kepada generasi muda.
Jawa Barat menyimpan bentang sejarah yang luas. Jejaknya tersebar dalam pertempuran, perlawanan rakyat, perjuangan diplomasi, keteguhan para tokoh, hingga keberanian warga biasa yang namanya belum banyak memperoleh tempat dalam ingatan publik.
“Kami mengajak Kesbangpol se-Jawa Barat menjadikan publikasi ini sebagai ruang kolaborasi. Kita tidak hanya menengok masa lalu, tetapi juga memetik sari pati perjuangannya untuk menghadapi tantangan hari ini,” ujarnya.
Menjelang penayangan perdana pada 1 Agustus 2026, SWAKKA tengah mematangkan materi artikel, menelisik rujukan sejarah, menyusun pola distribusi konten, serta menyiapkan ruang identitas bagi setiap mitra kolaborasi.
Melalui jejaring lebih dari 20 media online, 27 kisah tersebut diharapkan menjangkau pembaca di berbagai daerah. Sejarah pun tidak berhenti sebagai catatan masa silam, tetapi kembali hadir sebagai ingatan yang dekat, nilai yang hidup, dan suluh untuk menatap masa depan—dari Jawa Barat untuk Indonesia. (AS)
