lintaspriangan.com, BERITA JABAR.  Angin kencang mengintai Ciayumajakuning pada Selasa, 28 Juli 2026. Masyarakat diminta mewaspadai perubahan cuaca, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan, berkendara, maupun berada di sekitar pohon besar dan bangunan semi permanen.
Peringatan dini tiga harian BMKG menyebut potensi angin kencang mencakup Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, serta Kabupaten Kuningan. Kabupaten Sumedang yang berbatasan dengan kawasan tersebut juga masuk wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
Angin Kencang Mengintai Ciayumajakuning
Meski sebagian besar wilayah diprakirakan cerah hingga berawan, kondisi tersebut bukan berarti risiko cuaca berbahaya sepenuhnya menghilang. Embusan angin dapat meningkat dalam waktu singkat akibat dinamika atmosfer lokal.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Jawa Barat, Kabupaten Indramayu pada Selasa diprediksi cerah dengan suhu sekitar 22–32 derajat Celsius. Kota Cirebon diprakirakan cerah berawan dengan suhu berkisar 23–30 derajat Celsius.
Majalengka juga diperkirakan cerah berawan dengan suhu 21–31 derajat Celsius. Kondisi berawan diprakirakan terjadi di Sumedang dengan suhu lebih sejuk, yakni sekitar 18–28 derajat Celsius.
Namun, langit cerah tidak selalu identik dengan angin yang tenang. Karena itu, peringatan potensi angin kencang tetap perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat di daerah terbuka, wilayah pertanian, jalan raya tanpa penghalang, dan kawasan yang memiliki banyak pepohonan.
Pengendara sepeda motor perlu lebih berhati-hati ketika melintasi jalan terbuka. Hembusan angin dari samping dapat mengganggu keseimbangan kendaraan, khususnya bagi pengendara yang membawa barang berukuran besar.
Waspadai Pohon, Baliho, dan Bangunan Rapuh
Masyarakat disarankan tidak memarkir kendaraan terlalu lama di bawah pohon tua, papan reklame, tiang yang terlihat miring, maupun konstruksi sementara. Benda-benda tersebut berisiko roboh atau terlepas ketika diterpa angin kuat.
Pedagang kaki lima dan pemilik warung semi permanen juga perlu memeriksa kekuatan tenda, terpal, serta rangka penyangga. Langkah sederhana seperti memperkuat ikatan dapat mengurangi risiko kerusakan maupun kecelakaan.
Nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir Cirebon serta Indramayu sebaiknya memeriksa pembaruan cuaca maritim sebelum melaut. Kecepatan angin di daratan tidak selalu sama dengan kondisi di perairan sehingga informasi prakiraan perlu dipantau secara berkala.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan informasi cuaca yang belum terverifikasi. Perubahan kondisi atmosfer dapat berlangsung cepat, sehingga pembaruan dari kanal resmi menjadi rujukan utama.
Angin kencang mengintai Ciayumajakuning hari ini sebagai potensi, bukan kepastian akan terjadi merata di seluruh wilayah. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan. Sebab, cuaca kadang datang tanpa mengetuk pintu—yang terbang lebih dahulu justru genting rumah tetangga. (AS)
