lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Upaya mengaktifkan kembali layanan penerbangan penumpang di Bandara Wiriadinata, Kota Tasikmalaya, memasuki tahap penjajakan operasional. Uji coba menggunakan pesawat ATR 72 milik Rimbun Air pada Sabtu (31/10/2026) menjadi salah satu langkah dalam proses tersebut.
Meski demikian, kehadiran pesawat di bandara tersebut belum berarti penerbangan reguler Tasikmalaya–Jakarta siap dibuka untuk masyarakat.
Masih terdapat sejumlah tahapan yang perlu diselesaikan, mulai dari perizinan penerbangan, pembahasan operasional bersama maskapai, hingga penentuan jadwal dan tarif tiket.
Pemerintah Kota Tasikmalaya menyatakan terus mengawal proses reaktivasi melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan pihak Rimbun Air.
Uji Coba Pesawat Belum Menandai Dimulainya Penerbangan Reguler
Dalam uji coba tersebut, pesawat ATR 72 milik Rimbun Air melakukan perjalanan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandara Wiriadinata.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penjajakan untuk mengembangkan kembali konektivitas udara Kota Tasikmalaya dengan Jakarta.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyampaikan bahwa proses reaktivasi masih membutuhkan pengawalan, khususnya terkait perizinan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara serta koordinasi dengan pihak maskapai.
Pembahasan mengenai skema penerbangan dengan harga tiket terjangkau juga menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.
Dengan demikian, masyarakat masih perlu menunggu kepastian sebelum dapat menggunakan layanan penerbangan reguler dari Tasikmalaya menuju Jakarta.
Keberlanjutan Rute Perlu Menjadi Perhatian
Selain kesiapan bandara dan pesawat, keberlanjutan penerbangan komersial menjadi aspek penting dalam rencana pengoperasian kembali rute tersebut.
Pengalaman operasional sebelumnya perlu menjadi bahan evaluasi, termasuk tingkat keterisian kursi, kebutuhan perjalanan masyarakat, serta kesesuaian tarif dengan kemampuan calon penumpang.
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Wahid juga mengingatkan perlunya kajian menyeluruh sebelum penerbangan reguler dijalankan.
Menurutnya, antusiasme masyarakat pada penerbangan awal belum tentu menggambarkan tingkat permintaan yang akan bertahan dalam jangka panjang.
Karena itu, perencanaan operasional perlu memperhitungkan potensi penumpang secara realistis agar layanan yang dibuka dapat berlangsung berkelanjutan.
Harga Tiket dan Jadwal Masih Dinantikan
Bagi masyarakat Tasikmalaya dan wilayah Priangan Timur, aktifnya kembali Bandara Wiriadinata berpotensi memberikan alternatif perjalanan menuju Jakarta.
Namun, manfaat tersebut akan sangat bergantung pada sejumlah faktor, termasuk harga tiket, frekuensi penerbangan, waktu keberangkatan, dan kemudahan akses menuju bandara.
Pemerintah daerah juga perlu memastikan bahwa rencana penerbangan memiliki dasar kebutuhan pasar yang memadai.
Hingga 1 November 2026, belum terdapat kepastian resmi mengenai tanggal dimulainya penerbangan reguler, frekuensi layanan, maupun tarif tiket Tasikmalaya–Jakarta.
Masyarakat pun masih harus menunggu perkembangan proses perizinan dan kesepakatan operasional sebelum layanan tersebut benar-benar tersedia.
Reaktivasi Bandara Wiriadinata pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan mendatangkan pesawat, tetapi juga kemampuan menghadirkan layanan penerbangan yang terjangkau, dibutuhkan masyarakat, dan dapat beroperasi secara berkelanjutan. (NS/AS)







