lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tugu Koperasi Tasikmalaya akan memasuki babak baru pada Minggu, 26 Juli 2026. Kementerian Koperasi dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama revitalisasi kawasan bersejarah di Jalan Mohammad Hatta, Kota Tasikmalaya.
Bagi warga Tasikmalaya, proyek ini bukan sekadar urusan mempercantik bangunan tua. Kawasan tersebut menjadi saksi Kongres Koperasi pertama pada 1947, peristiwa yang kemudian mengukuhkan 12 Juli sebagai Hari Koperasi Indonesia.
Karena itu, revitalisasi Tugu Koperasi Tasikmalaya membawa harapan sekaligus pertanyaan besar: apakah bangunan ini akhirnya akan hidup sebagai pusat sejarah dan pendidikan, atau kembali berhenti sebagai monumen yang ramai dikunjungi setiap bulan Juli?
Peletakan Batu Pertama Dilakukan Kementerian Koperasi
Rencana peletakan batu pertama diumumkan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dalam peringatan Hari Koperasi ke-79 tingkat Kota Tasikmalaya, Senin, 13 Juli 2026.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran aparatur sipil negara serta ketua Koperasi Merah Putih dari 69 kelurahan di Kota Tasikmalaya.
“Revitalisasi Tugu Koperasi yang berada di Jalan Mohammad Hatta akan segera dimulai, dengan peletakan batu pertama dijadwalkan pada 26 Juli 2026 dan akan dilakukan langsung oleh Kementerian Koperasi,” demikian penjelasan dalam rilis resmi Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Viman menegaskan Tasikmalaya merupakan bagian penting dari sejarah gerakan koperasi nasional. Pemerintah, menurut dia, harus hadir untuk menjaga sejarah tersebut.
Setelah direvitalisasi, kawasan Tugu Koperasi diharapkan tidak hanya menjadi penanda sejarah. Pemerintah ingin menjadikannya sebagai ikon wisata edukasi yang dapat memperkenalkan nilai gotong royong, kebersamaan, dan ekonomi kerakyatan kepada generasi muda.
Bukan Rencana Revitalisasi Pertama
Revitalisasi kawasan ini sebenarnya bukan gagasan yang muncul kemarin sore.
Pada Juni 2019, pernah ditandatangani nota kesepahaman antara Pusat Koperasi Kabupaten/Kota Tasikmalaya dan Forum Komunikasi Koperasi Besar Indonesia. Rencana saat itu jauh lebih besar dan bernuansa komersial.
Kawasan seluas sekitar 9.432 meter persegi tersebut sempat dirancang memuat hotel berbintang empat, pusat perbelanjaan, museum koperasi, kantor, ruang pertemuan, gerai UMKM, kuliner, serta pusat oleh-oleh.
Rencana itu bahkan pernah disebut sebagai perpaduan antara idealisme gerakan koperasi dan kebutuhan komersial agar kawasan dapat membiayai keberlangsungannya. Namun, bentuk besar yang diperkenalkan pada 2019 tersebut belum terwujud sebagaimana gambaran awalnya.
Tujuh tahun kemudian, pemerintah kembali memulai revitalisasi dengan arah yang lebih menonjolkan fungsi museum, pelestarian sejarah, dan wisata edukasi.
Babak baru inilah yang perlu dijelaskan secara utuh kepada masyarakat. Apakah proyek 2026 merupakan kelanjutan rencana lama, perubahan total konsep, atau pembangunan baru dengan sumber pembiayaan berbeda?
Warga Tasikmalaya Perlu Mengetahui Rencana Besarnya
Dalam keterangan resmi yang telah dipublikasikan hingga Sabtu, 25 Juli 2026, belum dicantumkan nilai proyek, sumber anggaran, desain akhir, pelaksana pembangunan, luas kawasan yang ditangani, maupun target penyelesaian revitalisasi.
Informasi tersebut penting karena Tugu Koperasi Tasikmalaya bukan bangunan biasa. Kawasan itu menyimpan identitas sejarah yang ikut membentuk posisi Tasikmalaya dalam perjalanan ekonomi Indonesia.
Revitalisasi juga harus mampu menjawab persoalan yang lebih mendasar: bagaimana sejarah besar tersebut dapat menghidupkan kembali gerakan koperasi di kotanya sendiri?
Data Badan Pusat Statistik Kota Tasikmalaya mencatat terdapat 302 koperasi aktif pada 2024. Jumlah itu tersebar di sepuluh kecamatan, tetapi belum seluruhnya berkembang menjadi lembaga ekonomi produktif yang benar-benar dirasakan anggotanya.
Artinya, keberhasilan revitalisasi tidak cukup diukur dari megahnya bangunan atau ramainya acara peresmian. Tugu tersebut harus terhubung dengan pendidikan koperasi, pendampingan pengurus, pusat data sejarah, promosi produk anggota, serta ruang tumbuh bagi koperasi generasi baru.
Menunggu Wajah Baru Tugu Koperasi Tasikmalaya
Peletakan batu pertama pada Minggu, 26 Juli 2026, menjadi momentum penting bagi Kota Tasikmalaya. Setelah bertahun-tahun menjadi saksi bisu, Tugu Koperasi berpeluang kembali memperoleh tempat terhormat dalam kehidupan kota.
Namun, batu pertama selalu lebih mudah diletakkan daripada memastikan batu terakhir benar-benar terpasang.
Warga Tasikmalaya kini menunggu penjelasan lebih terperinci mengenai konsep, anggaran, tahapan pembangunan, dan manfaat nyata revitalisasi tersebut.
Jika dikerjakan secara terbuka dan serius, Tugu Koperasi Tasikmalaya tidak hanya akan menjadi tempat mengenang keputusan besar pada 1947. Kawasan itu dapat menjadi pintu untuk mengembalikan Tasikmalaya ke dalam percakapan nasional tentang masa depan ekonomi kerakyatan. (NS/AS)


