lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Masyarakat Kota Tasikmalaya perlu menyiapkan perlengkapan hujan saat beraktivitas pada Senin, 2 November 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan berpeluang terjadi di sejumlah kecamatan, dengan suhu udara berkisar 22–27 derajat Celsius dan kelembapan yang dapat mencapai 99 persen.
Prakiraan tersebut mencakup wilayah perkotaan seperti Cihideung, Cipedes, dan Tawang. Kondisi ini menjadi perhatian bagi warga yang beraktivitas di jalan raya, bekerja di luar ruangan, maupun memiliki agenda perjalanan sepanjang hari.
Prakiraan Cuaca Kota Tasikmalaya di Cihideung, Cipedes, dan Tawang
Data BMKG menunjukkan Cihideung dan Cipedes diprakirakan mengalami hujan ringan dengan suhu 22–26 derajat Celsius. Sementara itu, wilayah Tawang memiliki kisaran suhu 22–27 derajat Celsius.
Kelembapan udara di Cihideung dan Cipedes berada pada rentang 78–99 persen. Di Tawang, angkanya diprakirakan berkisar 77–99 persen.
Rentang kelembapan tersebut memperlihatkan kondisi udara yang relatif lembap. Meski demikian, angka kelembapan tidak dapat digunakan sebagai ukuran langsung untuk menentukan seberapa deras hujan yang akan turun.
Perbedaan suhu antarkecamatan juga menunjukkan bahwa kondisi cuaca perkotaan tidak selalu seragam. Warga yang melakukan perjalanan melintasi beberapa kecamatan perlu memperhatikan perubahan cuaca selama perjalanan.
Informasi tersebut dapat diperiksa melalui halaman resmi BMKG untuk Kota Tasikmalaya.
Prakiraan Cuaca Kota Tasikmalaya dan Kewaspadaan Menghadapi Hujan
Selain prakiraan harian, Kota Tasikmalaya juga masuk dalam daftar wilayah Jawa Barat yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat secara lokal pada Senin, 2 November 2026. Informasi tersebut merujuk pada prospek cuaca BMKG yang dipublikasikan pada awal pekan.
Perlu dipahami bahwa potensi hujan sedang hingga lebat tidak berarti seluruh wilayah kota akan mengalami kondisi tersebut. Prakiraan kecamatan yang menunjukkan hujan ringan tetap perlu dibaca sesuai cakupan dan waktu pembaruannya.
Bagi pengendara, hujan dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan licin. Pengguna kendaraan roda dua sebaiknya menjaga jarak aman serta mengurangi kecepatan ketika hujan turun.
Masyarakat juga perlu memperhatikan saluran drainase di lingkungan tempat tinggal. Genangan dapat muncul ketika kapasitas saluran tidak mampu menampung limpasan air dalam waktu singkat.
Perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini tetap perlu dipantau melalui kanal resmi BMKG agar masyarakat memperoleh gambaran kondisi terbaru.
(AA)







