lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Potensi hujan petir perlu menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Tasikmalaya pada Senin, 2 November 2026. Laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Tasikmalaya yang diterbitkan pukul 02.15 WIB mencatat adanya peluang hujan petir pada siang hari berdasarkan prakiraan BMKG.
Dalam laporan tersebut, kondisi cuaca diperkirakan berawan pada dini hari dan pagi, kemudian berpotensi mengalami hujan petir pada siang hari sebelum kembali berawan pada malam hari. Suhu udara diprakirakan berkisar 21–28 derajat Celsius.
Prakiraan Cuaca Kabupaten Tasikmalaya Menunjukkan Potensi Hujan Petir
Laporan Pusdalops BPBD mencatat kelembapan udara berada pada rentang 69–99 persen. Kecepatan angin diprakirakan sekitar 0,6–11,2 kilometer per jam, dengan arah angin yang bervariasi dari barat daya, barat laut, timur, tenggara hingga utara.
Data tersebut merujuk pada titik prakiraan BMKG dengan kode administrasi 32.06.24.2002. Karena itu, informasi hujan petir perlu dipahami sebagai kondisi pada titik prakiraan yang digunakan dalam laporan, bukan kepastian bahwa seluruh kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya akan mengalami hujan petir secara bersamaan.
Sebagai pembanding, tabel prakiraan BMKG untuk tingkat kabupaten menunjukkan variasi kondisi antarkecamatan. Sejumlah wilayah seperti Singaparna, Manonjaya, dan Cigalontang tercatat berpeluang mengalami hujan ringan dengan kisaran suhu yang berbeda.
Rincian tersebut dapat diperiksa melalui BMKG Kabupaten Tasikmalaya dan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Tasikmalaya.
Prakiraan Cuaca Kabupaten Tasikmalaya dan Risiko Hujan Petir
Hujan petir perlu diantisipasi karena dapat disertai sambaran petir, hujan dengan intensitas meningkat, serta perubahan kondisi angin dalam waktu relatif singkat.
Masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka sebaiknya menghindari lapangan, area terbuka tanpa perlindungan, dan lokasi dekat pohon tinggi ketika petir mulai terdengar. Pengendara juga perlu mencari tempat berhenti yang aman apabila hujan deras mengurangi jarak pandang.
Warga yang tinggal di kawasan lereng dan dekat aliran sungai dapat meningkatkan perhatian terhadap kondisi lingkungan. Hujan yang berlangsung intensif berpotensi meningkatkan limpasan air dan memicu pergerakan tanah di lokasi yang rentan.
Pemantauan cuaca sebaiknya tidak berhenti pada satu kali pembacaan prakiraan. Masyarakat perlu mengikuti pembaruan BMKG dan informasi kebencanaan BPBD, terutama apabila kondisi aktual berkembang lebih buruk daripada perkiraan awal.
(AA)







