lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pergelaran Seni Budaya Milangka dijadwalkan berlangsung di kawasan Situ Cibeureum, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Minggu, 8 November 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Tradisi, Menghidupkan Budaya” tersebut direncanakan menghadirkan sejumlah pertunjukan kesenian tradisional Sunda.
Berdasarkan informasi agenda yang dipublikasikan pada 31 Oktober 2026, acara dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai dan terbuka untuk umum. Rangkaian pertunjukan yang diumumkan meliputi ronggeng bubuka, pencak silat, jaipongan, kawih Sunda, lais, debus, hingga ronggeng penutup.
Tujuh Pertunjukan Seni Tradisional Masuk Agenda
Pergelaran Seni Budaya Milangka menawarkan beragam bentuk kesenian tradisional dalam satu rangkaian acara. Jenis pertunjukan yang tercantum dalam pengumuman memperlihatkan variasi seni tari, musik tradisional, seni bela diri, dan atraksi budaya.
Pencak silat menjadi salah satu kesenian yang masuk dalam daftar pertunjukan. Selain dikenal sebagai seni bela diri tradisional, pencak silat juga memiliki unsur gerak dan nilai budaya yang diwariskan antargenerasi.
Jaipongan dan kawih Sunda turut dijadwalkan tampil. Keduanya merupakan bagian dari kekayaan seni Sunda dengan karakter berbeda. Jaipongan menampilkan gerak tari yang dinamis, sedangkan kawih Sunda mengangkat tradisi seni vokal masyarakat Sunda.
Agenda juga mencantumkan pertunjukan lais dan debus. Kedua jenis atraksi tersebut menambah variasi sajian yang direncanakan dalam pergelaran. Sementara itu, ronggeng bubuka dan ronggeng penutup ditempatkan sebagai bagian pembuka serta penutup rangkaian pertunjukan.
Seluruh jenis kesenian tersebut masih berstatus sebagai agenda yang diumumkan penyelenggara melalui informasi publikasi acara. Belum tersedia konfirmasi langsung mengenai susunan akhir penampil maupun kemungkinan perubahan jadwal.
Situ Cibeureum Menjadi Lokasi Kegiatan
Kawasan Situ Cibeureum di Kecamatan Tamansari dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan. Informasi publikasi menyebutkan masyarakat Kota Tasikmalaya dan sekitarnya diundang untuk menyaksikan kegiatan tersebut.
Tema “Merawat Tradisi, Menghidupkan Budaya” menjadi pesan utama yang dibawa dalam agenda Milangka. Tema tersebut menempatkan kesenian tradisional sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat. (NS/AS)
