lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, dan Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 6 November 2026. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diterbitkan Sabtu, 7 November 2026, total lahan yang terbakar di dua wilayah tersebut mencapai sekitar 22 hektare.
Di Morowali Utara, kebakaran menghanguskan sekitar 12 hektare lahan yang tersebar di Desa Korowou, Kecamatan Lembo, dan Desa Sampalowo, Kecamatan Petasia Barat. Sementara di Palopo, api membakar sekitar 10 hektare lahan perkebunan warga di kawasan Perbukitan Kambo, Kecamatan Mungkajang. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kedua kejadian tersebut.
Pemadaman di Morowali Utara Masih Berlangsung
BNPB mencatat kebakaran di Morowali Utara mulai terjadi pada Jumat, 6 November, pukul 14.14 WITA. Api membakar lahan di dua desa, yakni Korowou dan Sampalowo.
Hingga laporan BNPB diterbitkan pada Sabtu pagi, pemadaman masih berlangsung di Desa Sampalowo. Petugas gabungan yang terlibat terdiri dari personel pemadam kebakaran, BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat setempat. Sementara itu, api di Desa Korowou telah berhasil dipadamkan pada hari kejadian.
Penyebab kebakaran di Morowali Utara masih dalam penyelidikan. Karena itu, belum ada kesimpulan mengenai sumber awal munculnya api maupun faktor yang memicu kebakaran di dua desa tersebut.
Pemerintah daerah setempat juga telah menetapkan Status Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan. Status tersebut berlaku hingga 21 Januari 2027.
Api di Perbukitan Kambo Palopo Berhasil Dipadamkan
Kejadian karhutla juga melanda kawasan perkebunan warga di Perbukitan Kambo, Kelurahan Kambo, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, pada Jumat, 6 November 2026, sekitar pukul 13.00 WITA.
Menurut laporan BNPB, api merambat cepat karena kondisi lahan yang kering. Kebakaran tersebut menghanguskan kurang lebih 10 hektare lahan.
Tim gabungan dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Polisi Kehutanan, dan masyarakat setempat melakukan pemadaman serta pendinginan. Seluruh proses penanganan dinyatakan selesai pada pukul 17.44 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
BNPB mengimbau pemerintah daerah meningkatkan patroli dan pemantauan di kawasan rawan kebakaran. Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah secara terbuka, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Apabila menemukan titik api, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas berwenang agar penanganan dapat dilakukan secepatnya.
Dua kejadian Karhutla Morowali dan Palopo ini menunjukkan pentingnya pengawasan kawasan lahan kering, terutama ketika kondisi lingkungan mendukung penyebaran api. Penanganan cepat dan pelaporan dini diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas ke area lain. (NS/AS)
