lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Warga Kota Tasikmalaya diminta memeriksa pohon-pohon yang berisiko tumbang di sekitar rumah menyusul hujan deras disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah pada Jumat (6/11/2026). Imbauan ini disampaikan setelah cuaca ekstrem menyebabkan pohon tumbang dan merusak sejumlah bangunan.
Kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem Tasikmalaya perlu ditingkatkan karena dampaknya tidak hanya berupa kerusakan rumah, tetapi juga berpotensi mengganggu keselamatan warga dan aktivitas di lingkungan permukiman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya meminta masyarakat melakukan langkah pencegahan secara mandiri.
Pohon Rawan Tumbang Perlu Diperiksa
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, mengimbau masyarakat memangkas pohon yang berpotensi membahayakan rumah maupun lingkungan sekitarnya.
Langkah tersebut menjadi salah satu upaya mengurangi risiko pohon tumbang ketika hujan deras disertai angin kencang. Pohon yang berada dekat bangunan dan berpotensi mengenai rumah perlu mendapat perhatian.
Imbauan ini disampaikan setelah sejumlah pohon tumbang dilaporkan di wilayah Kota Tasikmalaya pada Jumat sore.
Salah satu lokasi penanganan berada di Jalan Cinehel, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes. Pohon tumbang juga dilaporkan di lingkungan SMK Bina Lestari PUI, Jalan Cigeureung.
BPBD mengerahkan petugas untuk menangani kejadian tersebut sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap bangunan yang mengalami kerusakan.
Budi juga mengingatkan warga agar tidak beraktivitas di lapangan terbuka ketika hujan turun. Kondisi tersebut dinilai berisiko ketika hujan disertai angin kencang.
Aktivitas di Bantaran Sungai Juga Perlu Dibatasi
Selain ancaman pohon tumbang, masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan.
BPBD mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan permukaan air sungai. Karena itu, warga diminta mengurangi aktivitas di kawasan bantaran kali ketika hujan berlangsung.
Kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem Tasikmalaya juga perlu mencakup potensi bencana hidrometeorologi lainnya, seperti banjir dan tanah longsor.
Dalam kejadian Jumat (6/11/2026), BPBD mencatat laporan kerusakan rumah dan fasilitas akibat angin kencang di sejumlah wilayah. Pendataan serta pemeriksaan lapangan dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan.
Masyarakat diharapkan tidak menunggu terjadinya bencana untuk memeriksa kondisi lingkungan. Pohon yang berisiko tumbang, kondisi bangunan, serta aktivitas di sekitar aliran sungai perlu menjadi perhatian ketika hujan dan angin kencang terjadi. (NS/AS)
