lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Sebanyak 196 pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dari tujuh kecamatan mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu Sukabumi yang dibuka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi pada Rabu, 4 November 2026. Kegiatan yang dipusatkan di SDN Surya Kencana CBM tersebut berlangsung selama dua hari sebagai upaya memperkuat pelestarian bahasa Sunda di kalangan generasi muda.
Kepala Disdikbud Kota Sukabumi, Novian Restiadi, membuka langsung kegiatan tersebut. Festival mengangkat tema “Nanjeur Basana, Nanjung Budayana, Motekar Sirung Bangsana” dan diikuti peserta yang merupakan perwakilan dari tujuh kecamatan di Kota Sukabumi.
Berdasarkan laporan Ketua Panitia Pelaksana, Irman Afrisa Nugraha, perlombaan dibagi menjadi dua hari. Hari pertama diperuntukkan bagi pelajar SD, sedangkan hari kedua diikuti peserta tingkat SMP. Portal Resmi Kota Sukabumi
Bahasa Sunda Diperkuat Melalui Kompetisi Pelajar
Penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu Sukabumi menjadi salah satu ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan kecintaan terhadap bahasa daerah.
Dalam sambutannya, Novian Restiadi menyampaikan bahwa kemampuan berpikir global perlu berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan budaya lokal. Menurutnya, pelajar perlu mengutamakan Bahasa Indonesia, melestarikan Bahasa Sunda, sekaligus menguasai bahasa asing.
Ia menilai festival tersebut dapat menjadi ruang aktualisasi dan apresiasi bagi peserta didik. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya mengenal bahasa ibu sebagai materi pembelajaran, tetapi juga semakin terdorong menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pelestarian bahasa daerah menjadi penting karena bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi. Bahasa juga membawa nilai budaya yang diwariskan antargenerasi. Dalam konteks pendidikan, pengenalan bahasa ibu dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter dan pemahaman terhadap identitas daerah.
Tantangan Pelestarian Bahasa Ibu di Kalangan Generasi Muda
Disdikbud Kota Sukabumi berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kecintaan pelajar terhadap bahasa Sunda sekaligus memperluas penggunaannya di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Novian juga berharap generasi penerus tidak hanya memiliki kecerdasan akademis, tetapi tumbuh dengan karakter, adab, dan budaya yang kuat. Karena itu, kegiatan pelestarian bahasa ibu perlu mendapat dukungan berkelanjutan dari sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan masyarakat.
Dengan melibatkan peserta dari tujuh kecamatan, festival ini mempertemukan pelajar dari berbagai wilayah untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dan mengapresiasi budaya daerah.
Jumlah 196 peserta yang dilaporkan panitia menjadi gambaran keterlibatan pelajar dalam kegiatan tersebut. Namun, penyelenggaraan festival selama dua hari perlu diikuti pembiasaan penggunaan bahasa Sunda di luar arena perlombaan agar upaya pelestarian tidak berhenti pada kegiatan seremonial. (NS/AS)
