Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, S.T., M.Si., melalui rekapitulasi penanganan kekeringan tahun 2026 menyebutkan, hingga data terakhir tercatat 2 kecamatan, 5 desa, dan 10 dusun terdampak kekeringan. Kondisi tersebut berdampak kepada 1.062 kepala keluarga (KK) atau 2.707 jiwa, dengan kebutuhan air bersih yang telah mencapai sekitar 50.000 liter.
Berdasarkan rekapitulasi data penanganan kekeringan tahun 2026, kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Hingga data terakhir, kebutuhan air bersih yang telah disalurkan mencapai sekitar 50.000 liter guna membantu warga di wilayah terdampak.
Dua Kecamatan Terdampak Kekeringan
Data BPBD menunjukkan, kekeringan saat ini telah berdampak pada 5 desa yang berada di 2 kecamatan, dengan total 10 dusun mengalami krisis air bersih.
Sebanyak 1.062 KK atau 2.707 jiwa menjadi penerima manfaat program distribusi air bersih yang dilakukan BPBD bersama pihak terkait.
Distribusi dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi di lapangan dan tingkat kebutuhan masing-masing wilayah.
BPBD Intensif Salurkan Air Bersih
Untuk mengurangi dampak kekeringan, BPBD Kabupaten Ciamis terus melakukan dropping air bersih ke daerah-daerah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Penyaluran dilakukan berdasarkan hasil asesmen lapangan agar distribusi bantuan tepat sasaran dan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Selain memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari, distribusi air bersih juga ditujukan untuk membantu aktivitas rumah tangga warga yang terdampak musim kemarau.
Warga Diminta Hemat Air
BPBD mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau berlangsung.
Warga juga diminta segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun BPBD apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan potensi meluasnya wilayah terdampak kekeringan seiring berlangsungnya musim kemarau tahun 2026.
Berdasarkan data sementara, hingga saat ini terdapat 2 kecamatan, 5 desa, 10 dusun, 1.062 kepala keluarga atau 2.707 jiwa yang terdampak kekeringan di wilayah Kabupaten Ciamis, dengan kebutuhan air bersih yang telah mencapai sekitar 50 ribu liter. (HS)



