Banjir di Sukadana Ciamis, Sekolah dan 21 Rumah Terendam

lintaspriangan.comBERITA CIAMIS.  Banjir di Sukadana Ciamis merendam permukiman warga dan fasilitas pendidikan setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Senin malam (11/5/2026).

Bencana tersebut terjadi di Desa Bunter. Sedikitnya 21 rumah warga terdampak genangan air, sementara SD Negeri 2 Bunter ikut terendam lumpur. Selain banjir, longsor juga terjadi di beberapa titik ruas jalan sehingga aktivitas warga sempat terganggu.

Peristiwa banjir Sukadana itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Air meluap setelah debit Sungai Cirende dan Sungai Ciledug meningkat akibat hujan deras yang turun cukup lama.

Luapan air kemudian masuk ke permukiman warga, terutama kawasan Blok Sasak, Desa Bunter. Rumah-rumah warga yang berada di sekitar bantaran sungai menjadi lokasi paling terdampak.

Camat Sukadana, drh. Yanti Herayani, MM, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama banjir Ciamis tersebut. Menurutnya, air sungai meluap dan langsung merendam permukiman warga.

“Banjir terjadi akibat luapan Sungai Cirende dan Ciledug setelah hujan deras mengguyur cukup lama. Ada sekitar 21 rumah warga yang terdampak genangan, kemudian longsor juga terjadi di beberapa titik jalan di Desa Bunter,” ujar Yanti saat memberikan laporan kejadian bencana.

Menurut Yanti, warga langsung melakukan evakuasi mandiri ketika air mulai masuk ke rumah. Aparat desa, unsur kecamatan, Satlinmas, dan masyarakat sekitar ikut membantu proses penanganan di lapangan.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Warga sigap melakukan penyelamatan dan evakuasi mandiri dibantu pengurus lingkungan serta unsur terkait,” katanya.

Data sementara mencatat sekitar 50 jiwa terdampak akibat Banjir di Sukadana Ciamis tersebut. Meski air mulai surut pada Selasa pagi, lumpur masih mengotori rumah warga, jalan lingkungan, serta area sekolah.

Kondisi SD Negeri 2 Bunter menjadi salah satu perhatian karena ruang sekolah terdampak air dan lumpur. Warga bersama aparat kemudian bergotong royong membersihkan area sekolah agar aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan.

Selain membersihkan rumah, warga juga menyingkirkan material lumpur dari halaman dan jalan lingkungan. Di beberapa titik, material longsor menutup sebagian badan jalan PUK Desa Bunter.

Longsor di Sukadana itu membuat akses warga sempat terhambat. Petugas bersama masyarakat kemudian melakukan pembersihan agar jalur tersebut kembali dapat dilalui.

Pemerintah Kecamatan Sukadana bersama pemerintah desa dan unsur terkait kini fokus melakukan penanganan pascabencana. Upaya itu meliputi pembersihan rumah warga, jalan, fasilitas umum, dan area sekolah.

“Untuk hari ini dilakukan pembersihan rumah warga, pembersihan jalan dari lumpur dan material longsor, termasuk penebangan pohon apabila diperlukan agar akses kembali normal,” ungkap Yanti.

Pihak kecamatan juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis dan BPBD Ciamis. Pelaporan dilakukan agar penanganan banjir dan longsor dapat dipercepat.

Dalam laporan sementara, kerugian akibat banjir dan longsor tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta. Angka itu masih bersifat sementara karena pendataan dampak bencana masih terus dilakukan.

Kebutuhan mendesak warga saat ini berupa alat pembersih dan mesin pompa air. Peralatan itu dibutuhkan untuk mempercepat pembersihan lumpur yang masuk ke rumah warga dan fasilitas umum.

“Kami berharap ada dukungan peralatan, terutama mesin pompa air dan alat pembersihan agar penanganan bisa lebih cepat dilakukan,” kata Yanti.

Hingga Selasa (12/5/2026), warga bersama aparat masih berjibaku membersihkan sisa lumpur. Mereka juga memastikan akses jalan yang sempat tertutup material longsor kembali aman dilalui.

Peristiwa Banjir di Sukadana Ciamis ini menjadi peringatan penting bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai. Saat hujan deras turun cukup lama, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena luapan sungai bisa datang dengan cepat. (NID/AS)

PRIANGAN TIMUR

Wow! Rektor Universitas Termewah di Indonesia Cari Putra Daerah Tasikmalaya untuk Diberi Beasiswa

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peluang besar segera menghampiri putra daerah Tasikmalaya....

Warga Purbaratu Kelola Air Bersih Secara Swadaya, 150 KK Tetap Nikmati Pasokan Saat Musim Kemarau

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Saat sejumlah wilayah mulai menghadapi ancaman...

Wakil Wali Kota Banjar Bantu Korban Kebakaran, Lansia di Neglasari Terima Bantuan Pascamusibah

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Dua hari setelah rumahnya hangus dilalap...

Ini Alasan Kenapa Langit Papandayan Cocok untuk Festival Layang-Layang Dunia

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Langit Papandayan akan memasuki babak yang tidak...

Cuaca Priangan: Kemarau tapi Hujan, Apa yang Terjadi?

lintas priangan.com, BERITA PRIANGAN. Cuaca Priangan memasuki akhir Juli...

JAWA BARAT

32 Angkot Listrik Bandara Husein Masih Tunggu Lampu Hijau

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sebanyak 32 angkot listrik Bandara Husein disiapkan...

Job Fair Bandung Barat: Ada Lowongan Kerja Dalam dan Luar Negeri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG.  Job Fair Bandung Barat digelar di Aula...

Sekolah Nasional Terintegrasi, Apa Bedanya dari Sekolah Biasa?

Kabupaten Cianjur menjadi salah satu daerah yang mulai menjalankan...

Nyuhun Buhun Tiba di Ujung Genteng Sukabumi Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Semangat pelestarian tradisi Sunda bertajuk nyuhun buhun...

Ribuan Buruh Bekasi Konvoi ke Kemendagri Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Ribuan buruh Bekasi dijadwalkan menggelar konvoi sepeda...

Mengenal Jagawana: Penjaga Sunyi di Tepi Hutan Jabar

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Setiap 31 Juli, dunia memperingati Hari Jagawana Sedunia...

Hari Persahabatan: Masih Relevankah Silih Asah, Asih, Asuh?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Hari Persahabatan Internasional akan diperingati pada Kamis, 30...

Dago Tea House: Jejak Panjang Panggung Seni Jawa Barat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Nama Dago Tea House kembali bergema sepanjang...

Olahraga

Popular Categories