Beranda blog Halaman 49

5 Masalah Krusial dalam 1 Tahun Kepemimpinan Viman

lintaspriangan.com, TAJUK LINTAS. Satu tahun kepemimpinan adalah fase penting. Belum cukup untuk menuntut hasil sempurna, tetapi lebih dari cukup untuk membaca arah, watak, dan keseriusan sebuah pemerintahan. Pada titik inilah evaluasi menjadi relevan. Bukan untuk menghakimi, melainkan untuk mengingatkan.

Dalam satu tahun kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya, sejumlah persoalan krusial justru terlihat stagnan, bahkan menurun kualitasnya. Berikut lima di antaranya.

Pertama: Pelayanan Publik Tanpa Terobosan dan Gema

Pelayanan publik berjalan, tetapi tidak melampaui rutinitas. Tidak ada inovasi yang benar-benar mengejutkan publik, tidak ada program mercusuar yang menjadi rujukan atau kebanggaan kota.

Ironisnya, di bidang teknologi informasi—yang disebut sebagai latar belakang pendidikan wali kota—justru tak terdengar gema berarti. Digitalisasi layanan belum melahirkan lompatan, bahkan sekadar perubahan kosmetik pun tak terasa. Warga dilayani, tapi tak ada perubahan signifikan.

Pelayanan publik seolah berhenti pada kata “cukup”, tanpa keberanian menuju “unggul”.

Kedua: Tata Kelola Pemerintahan Minim Respons

Dalam tata kelola pemerintahan, masalahnya lebih serius. Pengaduan ke inspektorat kerap tak berbalas, sementara kritik publik sering dihadapi dengan sikap menghindar, bukan klarifikasi atau perbaikan.

Baca berita terkait: Inspektorat Kota Tasikmalaya, Kok Tidak Merespon Laporan Pengaduan?

Di saat yang sama, beredar isu tentang campur tangan orang-orang dekat wali kota dalam urusan pemerintahan, yang menimbulkan pertanyaan soal batas kewenangan dan profesionalisme.

Baca berita terkait: Fenomena Trio EGI dan Banjir di Kota Tasikmalaya

Belanja barang dan jasa pun masih menyisakan banyak tanda tanya: pola pembelanjaan ATK yang manipulatif, indikasi persekongkolan, hingga perencanaan anggaran yang layak diuji secara terbuka. Ini bukan tuduhan, tetapi alarm tata kelola yang seharusnya dijawab, bukan didiamkan.

Ketiga: Komunikasi Publik Buruk

Komunikasi publik Pemerintah Kota Tasikmalaya bisa dibilang parah. Bahkan di level wakil wali kota, sempat muncul ekspresi kekecewaan yang kemudian jadi perbincangan publik. Beberapa ASN di level bawah pun beberapa kali “kepergok” ngedumel di ruang privat yang bocor.

Baca berita terkait: Status WA Diky Candra Menuai Sorotan Publik

Sejumlah pejabat eselon II mengakui belum sepenuhnya klik dengan wali kota, terutama karena minimnya pendekatan emosional dan komunikasi personal dari pucuk pimpinan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, dalam 1 tahun kepemimpinan Viman, penanganan media nyaris tak terlihat serius. Tidak jelas siapa yang ditugasi, bagaimana alurnya, dan apa strategi komunikasinya. Pemerintahan berjalan, tetapi komunikasinya tercecer.

Keempat: SDM dan Birokrasi Banyak Drama

Pengelolaan SDM dan birokrasi menunjukkan wajah yang tak kalah kusut. Pengisian jabatan berlangsung lama dan terlunta-lunta, menciptakan kekosongan kendali di sejumlah sektor.

Di balik itu, beredar banyak cerita soal drama penempatan jabatan: nilai asesmen yang tidak dijadikan patokan utama, penugasan yang tidak linier dengan kompetensi, isu APDN dan non-APDN, hingga dugaan kuat kedekatan personal sebagai faktor penentu.

Baca berita terkait: Didesak DPRD, Ini Kata BKPSDM tentang Pengisian Jabatan Kosong di Pemkot Tasikmalaya

Jika birokrasi adalah mesin, maka mesin ini bukan kekurangan bahan bakar, tetapi salah setel.

Kelima: Kepercayaan Publik Siapa yang Urus?

Yang paling mengkhawatirkan adalah kepercayaan publik. Bukan karena ia runtuh secara dramatis, tetapi karena seolah tidak dikelola. Tidak jelas siapa yang bertanggung jawab merawat kepercayaan warga, dan apakah isu ini dianggap penting dalam desain kepemimpinan Viman.

Ketika kritik dibiarkan, pengaduan tak direspons, dan komunikasi tersendat, publik tidak selalu marah. Banyak yang memilih diam. Dan diamnya publik adalah bentuk ketidakpercayaan paling berbahaya.


Satu tahun memang belum cukup untuk menyelesaikan seluruh persoalan Kota Tasikmalaya. Namun satu tahun cukup untuk menunjukkan keberpihakan, keberanian, dan arah kepemimpinan. Hingga kini, lima persoalan krusial tersebut belum menunjukkan tanda ditangani secara serius. Tentu, masih ada waktu empat tahun ke depan—jika mau mendengar, membenahi, dan berubah.

Ketika Seni Merasa Diabaikan dalam 1 Tahun Kepemimpinan Viman

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Satu tahun adalah waktu yang cukup untuk membaca arah. Bukan untuk menghakimi secara serampangan, melainkan untuk menilai apakah sebuah kepemimpinan berjalan dengan kepekaan, atau justru melaju kencang tanpa menoleh kiri-kanan. Di Kota Tasikmalaya, evaluasi 1 tahun kepemimpinan Viman mulai disuarakan, dan seni—yang kerap berada di pinggir panggung kebijakan—kembali menuntut untuk didengar.

Dalam wawancara khusus Jumat kemarin (31/01/2026), Cepi Sultoni, Direktur Lembaga Seni Mahasiswa Islam Tasikmalaya, menyampaikan kritik yang tenang namun tajam. Ia tidak mempersoalkan selera pribadi. “Negara tidak pernah mewajibkan pejabat publik menyukai seni,” ujarnya. Namun, ketika seseorang memegang amanah sebagai Wali Kota Tasikmalaya, selera personal semestinya berhenti menjadi alasan.

Bagi Cepi Sultoni, seni bukan sekadar aktivitas rekreatif segelintir orang. Seni adalah wajah peradaban—ruang tempat jeritan sosial yang tak terdengar di birokrasi menemukan bahasa, tempat ingatan kolektif dirawat agar tak mudah terhapus oleh kepentingan sesaat. Ketika seni diabaikan, yang tergerus bukan hanya panggung dan galeri, melainkan kepekaan kebijakan itu sendiri.

Tasikmalaya memiliki sejarah dan tradisi seni yang hidup di tengah masyarakat. Namun dalam evaluasi satu tahun kepemimpinan Viman, Cepi Sultoni melihat keberpihakan itu belum hadir secara nyata. Ia menyoroti bagaimana seni kerap diperlakukan sebagai properti acara: dipanggil saat dibutuhkan, lalu dilupakan setelahnya. Anggaran kebudayaan dipinggirkan, ruang ekspresi menyempit, sementara seniman bertahan hidup dari panggung-panggung kecil yang nyaris tak terdengar gaungnya.

“Seorang wali kota tidak harus paham estetika,” kata Cepi Sultoni, “tetapi ia wajib paham tanggung jawab.” Jabatan publik, lanjutnya, bukan ruang untuk mengekspresikan preferensi pribadi, melainkan amanah untuk melayani seluruh warga, termasuk mereka yang hidup dari karya, dari kata, dari nada, dari lukisan yang sering tidak menghasilkan apa-apa selain kebahagiaan dan kejujuran.

Di sinilah seni menjadi indikator arah kepemimpinan. Pembangunan yang abai pada seni, menurut Cepi Sultoni, adalah pembangunan tanpa nurani. Kota mungkin tampak maju di atas kertas: jalan diperlebar, gedung ditinggikan. Namun manusia di dalamnya kehilangan ruang untuk berpikir, merasakan, dan mengkritik. Padahal, seni berfungsi sebagai salah satu alat kontrol sosial, penjaga agar kekuasaan tidak berjalan sewenang-wenang.

Apakah Tasikmalaya ingin dibangun sebagai kota yang beradab dan berbudaya, atau sekadar kota administratif yang kering imajinasi? Bagi Cepi Sultoni, ketidakpedulian terhadap seni bukan perkara kecil. Ini soal arah.

Sejarah, katanya, selalu jujur mencatat. Ia tidak hanya mengingat berapa banyak proyek yang dibangun, tetapi juga apa yang dihancurkan secara diam-diam. Pemimpin yang membiarkan seni mati di kotanya, pada akhirnya akan dikenang bukan karena keberhasilannya, melainkan karena kehilangannya.

Dalam rentang satu tahun kepemimpinan Viman, kritik semacam ini semestinya dibaca sebagai pengingat. Bahwa di balik angka-angka capaian pembangunan, ada denyut kebudayaan yang perlu dirawat. Karena kota yang besar bukan hanya yang tumbuh secara fisik, melainkan yang memberi ruang bagi warganya untuk tetap menjadi manusia yang berpikir, berkarya dan bersuara. (HS)

Pemkab Ciamis Perkuat Pencegahan dan Penanganan Stunting

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting secara terpadu menuju Zero New Stunting.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan delapan aksi konvergensi stunting, intervensi spesifik dan sensitif, audit kasus stunting, serta kolaborasi lintas sektor.

Kolaborasi melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi Universitas Galuh (Unigal) dan STIKes, Baznas, media, Bank BJB, masyarakat, hingga Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Ciamis.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Eni Rochaeni (Dokter Cinta) mengatakan, keterbukaan informasi publik menjadi kunci penting dalam menekan angka stunting.

“Penyebaran informasi tentang gizi seimbang, pola asuh, dan pola makan yang mudah diakses akan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat,” katanya, Jumat (30/01/2026).

Selain itu, transparansi anggaran dan program, khususnya dalam pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dinilai membuat intervensi menjadi lebih tepat sasaran. Dengan keterbukaan informasi, kolaborasi lintas sektor juga dapat berjalan lebih optimal sehingga kualitas layanan kesehatan terus meningkat.

Dijelaskan dr. Eni, data stunting bersumber dari Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), aplikasi resmi Kementerian Kesehatan berbasis web dan Android.

Aplikasi ini digunakan kader posyandu dan petugas puskesmas untuk memantau tumbuh kembang balita serta melakukan deteksi dini stunting secara cepat dan akurat. Melalui E-PPGBM, data individu bayi dan balita dicatat secara detail, mulai dari identitas hingga hasil pengukuran berat dan tinggi badan setiap bulan.

BACA JUGA: Kolaborasi Baznas, UPZ dan LPM Serahkan Bantuan Rutilahu bagi Warga

“Sistem ini juga dilengkapi fitur peringatan dini (alert system) untuk balita dengan gizi kurang atau gizi buruk agar segera mendapatkan intervensi, sekaligus memantau penyaluran PMT,” ujarnya.

Saat ini, data E-PPGBM tengah dimigrasikan dan diintegrasikan ke dalam aplikasi ASIK, sehingga seluruh data historis dapat diakses dalam satu platform. Integrasi ini memudahkan tenaga kesehatan dalam pengelolaan data, validasi berdasarkan NIK, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang akurat.

dr. Eni juga menjelaskan, seluruh wilayah di Kabupaten Ciamis kini telah memiliki program Bapak/Bunda Asuh, yang dibina oleh 27 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Program tersebut rutin dimonitor dan dievaluasi oleh Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) bersama Tim Penggerak Posyandu.

Intervensi tidak hanya menyasar balita, tetapi juga ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK) dan ibu hamil Anemia, yang menjadi faktor risiko utama lahirnya anak stunting. Menurutnya, penyebab stunting masih didominasi oleh kurangnya asupan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), terutama kekurangan protein hewani.

“Selain itu, kondisi ibu hamil KEK dan anemia, pola asuh yang kurang tepat, minimnya variasi makanan, serta sanitasi yang belum optimal turut berkontribusi,” ungkapnya.

Dinkes Kabupaten Ciamis mencatat tren penurunan prevalensi stunting secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir, hal ini merupakan hasil dari kerja bersama lintas sektor.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Ciamis pada 2023 tercatat 25,45 persen, turun menjadi 20,3 persen pada 2024. Sementara pada 2025, pengukuran melalui Bulan Penimbangan Balita (BPB) menunjukkan prevalensi stunting sebesar 4,39 persen.

“Alhamdulillah, kasus stunting, wasting, dan overweight di Ciamis terus menurun. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak,” ucapnya.

Dalam percepatan penurunan stunting, Dinkes Ciamis menjalankan program prioritas dengan mengawal dan menangani seluruh sasaran secara berkelanjutan, mulai dari remaja, calon pengantin (Catin), ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.

Untuk sasaran remaja, Dinkes mengembangkan SiKeren Halo Cinta, sistem informasi kesehatan remaja sebagai upaya deteksi dini pemahaman remaja terkait PHBS, Germas, dan Aksi Bergizi. Program Siratu Manis (Setiap Rabu Bantu Cegah Anemia Remaja Puteri di Ciamis) juga rutin dijalankan, dengan monitoring dan evaluasi melalui Konser Cinta Remaja.

“Bagi calon pengantin, pendataan dilakukan melalui aplikasi ElSimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil) disertai pemeriksaan kesehatan serta konseling pencegahan stunting dan gizi seimbang,” jelasnya.

Sementara, untuk ibu hamil, bayi, dan balita, Dinkes menjalankan Gerakan Miliaran Cinta menuju ibu hamil, bayi, dan balita yang sehat, bahagia, dan penuh cinta. Di tingkat desa, TP3S Desa bekerja sama dengan puskesmas mengawal ibu hamil KEK, anemia, serta bayi dan balita dengan kondisi stunting, wasting, underweight, hingga overweight yang ditemukan di posyandu.

Kader posyandu yang telah terlatih juga berperan aktif dalam pembuatan PMT serta melakukan upaya promotif dan preventif secara terpadu dan berkelanjutan. Selain itu, Dinkes membentuk Duta Kesehatan Remaja yang berperan memberikan edukasi langsung di kalangan remaja.

Penguatan lintas program turut dilakukan melalui peran nutrisionis, promkes, bidan, dan dokter yang memberikan edukasi dengan pendekatan kreatif, termasuk pembuatan konten menarik. Penyebarluasan edukasi juga dilakukan melalui kerja sama dengan Diskominfo, Unigal, dan STIKes Muhammadiyah dalam kegiatan KKN.

Bersama Unigal Ciamis, Dinkes juga melakukan kajian, penelitian, dan pengembangan inovasi kesehatan yang digagas akademisi, seperti partograf digital dan kalkulating, serta pemanfaatan aplikasi SGizi, ASIK, dan SiKeren Halo Cinta yang terintegrasi dalam aplikasi Helo Ciamis.

“Perubahan perilaku keluarga berisiko stunting membutuhkan perhatian ekstra dan waktu. Untuk itu, monitoring terpadu terus dilakukan oleh TP3S bersama TP Posyandu dan TP PKK yang turun langsung memantau sasaran ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita di setiap posyandu,” terangnya.

Dokter Eni juga mengajak agar masyarakat ikut berperan aktif dalam pencegahan stunting dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Ibu hamil diimbau melakukan pemeriksaan kehamilan minimal delapan kali (ANC) sesuai standar, orang tua rutin membawa anak ke posyandu, serta remaja menjaga kesehatan melalui CKG, Germas, dan program Siratu Manis,” pungkasnya. (NID)

Samsat Kota Tasikmalaya Buka Layanan Malam Sabtu dan Minggu, Gas!

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Samsat Kota Tasikmalaya kembali menghadirkan terobosan pelayanan publik yang memudahkan masyarakat. Mulai akhir Januari 2026, Samsat Kota Tasikmalaya resmi membuka layanan pembayaran pajak kendaraan pada malam hari, khususnya malam Sabtu dan malam Minggu, melalui program bertajuk Samsat Wengi.

Informasi tersebut diumumkan langsung melalui akun resmi Samsat Kota Tasikmalaya pada Jumat, 30 Januari 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Program ini ditujukan bagi warga yang selama ini kesulitan membayar pajak kendaraan karena keterbatasan waktu di pagi atau siang hari.

Dalam pengumuman resminya, Samsat Tasikmalaya menyampaikan bahwa layanan Samsat Wengi akan beroperasi menggunakan Samsat Keliling Hi-Ace dan dipusatkan di Taman Kota Tasikmalaya. Lokasi ini dipilih karena mudah dijangkau dan menjadi salah satu pusat aktivitas warga pada sore hingga malam hari.

Jam pelayanan Samsat Wengi ditetapkan mulai pukul 16.00 hingga 19.00 WIB. Dengan rentang waktu tersebut, masyarakat diharapkan memiliki alternatif yang lebih fleksibel untuk memenuhi kewajiban pajak kendaraan tanpa harus mengganggu jam kerja atau aktivitas utama di siang hari.

Program ini sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan yang memiliki mobilitas tinggi. Banyak warga Tasikmalaya yang bekerja di sektor formal maupun informal mengaku sulit meninggalkan pekerjaan pada jam kantor. Kehadiran layanan malam dari Samsat Kota Tasikmalaya dinilai menjadi solusi yang realistis dan relevan.

Secara layanan, Samsat Wengi tetap fokus pada pembayaran pajak kendaraan bermotor, sebagaimana layanan Samsat Keliling pada umumnya. Meski digelar di malam hari, mekanisme pelayanan tetap mengacu pada standar yang berlaku, dengan pendekatan jemput bola kepada wajib pajak.

Menariknya, konsep pelayanan di ruang publik seperti Taman Kota Tasikmalaya juga memberi nuansa berbeda. Warga dapat mengurus pajak kendaraan sembari menikmati suasana kota di sore dan malam hari. Pendekatan ini dinilai lebih ramah dan tidak kaku, sekaligus mendekatkan institusi pelayanan dengan masyarakat.

Dalam pesan yang disampaikan Samsat Tasikmalaya, masyarakat diajak untuk memanfaatkan layanan ini sebaik mungkin. Pajak kendaraan disebut bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Pesan “Pajakmu untuk Jawa Baratmu” kembali ditekankan sebagai bagian dari edukasi publik.

Samsat Kota Tasikmalaya juga mencantumkan berbagai kanal komunikasi resmi, mulai dari media sosial hingga Samsat Information Center, guna memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan dapat ditelusuri. Langkah ini sekaligus memperkuat transparansi dan kepercayaan publik terhadap layanan yang diberikan.

Kehadiran layanan malam ini menegaskan komitmen Samsat Kota Tasikmalaya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Bukan hanya soal menambah jam operasional, tetapi juga soal memahami ritme hidup warga.

Bagi masyarakat Tasikmalaya yang selama ini menunda pembayaran pajak karena waktu yang tak bersahabat, kini tak ada lagi alasan. Samsat Kota Tasikmalaya buka malam Sabtu dan Minggu—gas, manfaatkan! (HS)

Prediksi Persita vs Persija Jakarta | Jumat, 30 Januari 2026

lintaspriangan.com, SPORT. Laga bertajuk Persita vs Persija Jakarta bakal menjadi salah satu pertandingan paling panas di pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026. Duel dua tetangga ini akan digelar di Indomilk Arena, Tangerang, Jumat (30/1/2026) sore WIB, dengan tensi tinggi dan kepentingan besar dari kedua tim.

Persija Jakarta datang sebagai tim papan atas, sementara Persita Tangerang berambisi mempertahankan tren positif di kandang sendiri. Selain faktor rivalitas, pertandingan ini juga sarat narasi menarik, mulai dari potensi debut Shayne Pattynama bersama Persija hingga tekad Persita untuk membalas kekalahan telak pada pertemuan pertama musim ini.

Dari sisi klasemen, Persija Jakarta kini menempati peringkat ketiga dengan koleksi 38 poin, sedangkan Persita berada di posisi kelima dengan 32 poin. Selisih enam angka membuat laga ini bernilai strategis. Kemenangan bagi Persita akan memangkas jarak dan membuka peluang menembus zona empat besar, sementara Persija ingin menjaga konsistensi di jalur papan atas.

Dengan performa kedua tim yang relatif stabil dalam beberapa laga terakhir, duel Persita vs Persija Jakarta diprediksi berlangsung ketat, keras, dan penuh duel fisik. Singkatnya: ini bukan sekadar pertandingan, tapi ujian mental dan strategi.

Persita Tangerang: Percaya Diri di Kandang, Siap Hadapi Semua Ancaman

Persita Tangerang menyambut laga ini dengan kepercayaan diri yang cukup tinggi. Dalam beberapa pekan terakhir, Pendekar Cisadane menunjukkan performa solid, termasuk catatan empat kemenangan beruntun sebelum ditahan imbang Bhayangkara FC pada laga terakhir.

Kapten Persita, Muhammad Toha, menegaskan bahwa timnya berada dalam kondisi yang baik dan siap mengamankan tiga poin di hadapan pendukung sendiri. Soal potensi duel dengan Shayne Pattynama, Toha mengakui kualitas sang pemain Timnas Indonesia, namun menolak untuk terpaku pada satu nama saja.

Menurut Toha, seluruh pemain Persija Jakarta memiliki kualitas yang bisa menjadi ancaman. Karena itu, fokus dan disiplin permainan menjadi kunci utama Persita dalam laga ini. Secara taktikal, Persita diprediksi mengandalkan kekompakan lini tengah serta organisasi pertahanan yang rapat.

Peran pemain seperti Bae Sin Yeong dan Javlon Guseynov akan sangat krusial dalam menjaga keseimbangan tim, baik saat bertahan maupun ketika transisi menyerang. Bermain di kandang sendiri juga menjadi modal penting bagi Persita untuk tampil lebih berani dan agresif sejak awal laga.

Motivasi tambahan tentu datang dari memori pahit kekalahan 0-4 dari Persija pada pekan pembuka musim ini. Kali ini, Persita punya kesempatan membalik cerita—dengan catatan, mereka tak lengah sedikit pun.

Persija Jakarta: Misi Jaga Papan Atas di Tengah Keterbatasan

Di kubu seberang, Persija Jakarta datang ke Tangerang dengan ambisi besar meski tidak dalam kondisi skuad ideal. Tim asuhan Mauricio Souza membawa modal kemenangan atas Madura United pada laga sebelumnya, hasil yang menjaga momentum positif Macan Kemayoran.

Persija kini diperkuat sejumlah wajah baru setelah jeda paruh musim. Nama Shayne Pattynama, Fajar Fathurrahman, Alaeddine Ajaraie, dan Paulo Ricardo berpotensi langsung mendapat kesempatan tampil. Kehadiran pemain anyar ini memberi dimensi berbeda dalam permainan Persija, khususnya dari sisi intensitas dan fleksibilitas taktik.

Namun, Persija juga harus menghadapi sejumlah kendala. Hanif Sjahbandi dipastikan absen karena masih dalam masa pemulihan cedera. Selain itu, beberapa pemain tidak bisa diturunkan akibat sanksi Komite Disiplin PSSI, termasuk Van Basty Sousa, Bruno Tubarao, dan Ryo Matsumura. Bek asing Alan Cardoso juga telah resmi dilepas klub.

Meski demikian, kedalaman skuad Persija tetap membuat mereka layak diunggulkan. Rekor pertemuan juga masih memihak Macan Kemayoran, termasuk kemenangan telak 4-0 atas Persita pada pertemuan pertama musim ini. Namun, Persija tetap harus waspada, mengingat laga tandang di Indomilk Arena kerap menyimpan kejutan.

Dengan kondisi tersebut, Persita vs Persija Jakarta diprediksi berjalan sengit hingga menit akhir. Siapa yang lengah, siap-siap pulang tanpa poin. Dan ya bro, di laga derby begini, statistik sering kalah sama emosi

Sebagai penutup, laga Persita vs Persija Jakarta saya prediksi akan berjalan ketat dengan tempo tinggi dan minim ruang untuk kesalahan. Persita punya keuntungan kandang dan mental yang cukup stabil, sementara Persija unggul pengalaman serta kualitas individu meski pincang komposisi pemain. Dengan kondisi tersebut, skor paling realistis menurut saya adalah Persita Tangerang 1–1 Persija Jakarta—hasil yang mencerminkan duel seimbang, penuh tensi, dan sama-sama hati-hati.

BSI Tasikmalaya: Gedungnya Mewah, Transparansi Lemah

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Gedung baru Bank Syariah Indonesia (BSI) Tasikmalaya berdiri mencolok di Jalan Otto Iskandar Dinata, salah satu jalan paling strategis di pusat kota. Empat lantai, berdiri di atas lahan 1.795 meter persegi, berkonsep green building, lengkap dengan layanan prioritas, safe deposit box, kantor gadai, musala, serta fasilitas ramah difabel. Gedung ini baru diresmikan 5 Desember 2025, dengan narasi besar tentang inklusivitas, modernitas, dan keberpihakan pada UMKM.

Dalam peresmian itu, manajemen BSI menegaskan komitmen untuk mendorong ekonomi syariah, UMKM, dan ekosistem halal di Tasikmalaya. Pesannya jelas: BSI hadir sebagai mitra masyarakat kecil. Gedungnya tinggi, pesannya indah.
Sayangnya, tidak semua cerita di balik gedung itu setegak dindingnya.

KUR BSI Salah Sasaran

Di balik kemegahan BSI Tasikmalaya, terungkap fakta Kredit Usaha Rakyat (KUR) salah sasaran di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya (termasuk Singaparna hingga Kabupaten Ciamis). Ini bukan satu-dua kasus, melainkan pola. Jika ditotal, nilainya mencapai sekitar miliaran rupiah, tersalur ke pihak yang secara aturan tidak berhak.

Pola pertama adalah penerima KUR berstatus ASN/TNI/Polri. Padahal Permenko Perekonomian secara tegas menyatakan bahwa penerima KUR adalah usaha mikro, kecil, dan menengah bukan untuk aparatur negara. Aturan ini tidak multitafsir. Namun faktanya, terdapat akad KUR pada 2024 kepada aparatur negara dengan nilai hingga Rp100 juta. Secara kebijakan, status penerima itu saja seharusnya cukup untuk menghentikan proses sejak awal.

Pola kedua adalah penerima yang sebelumnya telah memperoleh kredit usaha komersial, tetapi kembali menerima KUR. Permenko Perekonomian yang sama juga menegaskan, bahwa calon penerima KUR mikro belum pernah menerima kredit investasi atau modal kerja komersial. Namun di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya, ditemukan KUR mengalir ke penerima yang sudah bankable, dengan nilai ratusan juta rupiah, bahkan mencapai Rp500 juta, dengan akad pada 2023–2024.

Pertanyaannya sederhana: bagaimana verifikasi bisa meloloskan penerima yang secara regulasi jelas-jelas dilarang?

Banyak Usaha Rakyat Sekarat

Ironinya, KUR dirancang untuk mereka yang belum punya akses modal. Namun di lapangan, banyak pelaku usaha mikro di Tasikmalaya masih terseok mengakses pembiayaan. Berkas bolak-balik, usaha bertahun-tahun jalan, tapi tetap dianggap belum layak, hingga akhirnya sekarat.

Sementara itu, KUR justru mengalir ke mereka yang secara ekonomi sudah lebih mapan. Setiap Rp100 juta KUR yang salah alamat berarti ada beberapa UMKM yang seharusnya bisa tertahan. Dari Rp500 juta yang mengalir ke usaha bankable ini bearti ada antrean semakin panjang bagi yang benar-benar membutuhkan. Jika KUR adalah tangga, maka di sini tangga itu justru ditarik oleh mereka yang sudah berada di atas, bukan menjadi pijakan bagi usaha rakyat untuk naik kelas.

Bungkam saat Dimintai Klarifikasi

Masalah pengawasan menjadi lebih serius ketika disandingkan dengan persoalan transparansi. Permohonan klarifikasi terkait KUR salah sasaran telah diajukan oleh Lintas Priangan. Namun hingga tenggat berlalu, Kamis (29/01/2026), BSI Tasikmalaya lebih memilih bungkam.

Sikap bungkam ini jelas-jelas kontras dengan gegap gempita peresmian gedungnya. Saat narasi inklusivitas dan keberpihakan pada UMKM disampaikan lantang, upaya klarifikasi justru disambut sunyi. Dalam isu yang menyangkut uang publik, diam seharusnya tidak menjadi pilihan. Karena ketika diam, pesannya jelas: transparansi belum menjadi prioritas.

KUR Itu Uang Rakyat, Bukan Warisan Nenek Moyang

Dalam penyaluran KUR, BSI tidak bisa diposisikan semata sebagai entitas bisnis privat. KUR bersumber dari APBN, uang rakyat yang dikelola negara untuk kepentingan publik. Karena itu, dalam konteks ini, BSI menjalankan fungsi publik.

Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP). Pasal 1 angka 3 UU KIP menyebutkan bahwa badan publik adalah lembaga atau badan lain yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari APBN/APBD. Dalam konteks KUR, posisi BSI jelas: badan yang mengelola dana publik wajib transparan kepada publik.

BSI bukan perusahaan warisan nenek moyang. Ia berdiri dan menjalankan program negara dari keringat rakyat, dari pajak yang dibayar masyarakat, dan karena itu keterbukaan bukan kemurahan hati, melainkan kewajiban.

Gedung Tinggi, Transparansi Jangan Tertinggal

Gedung megah di Otto Iskandar Dinata mungkin cukup berhasil jadi simbol kemajuan fisik. Namun simbol hanya bermakna jika diikuti substansi. Dalam kasus BSI Tasikmalaya, substansi itu bernama pengawasan yang ketat dan transparansi yang jujur. Ketika KUR salah sasaran dibungkus rapi, substansi yang diharapkan justru hancur.

Terlebih, BSI membawa nama syariah. Ketika kata itu dipakai, publik wajar berharap nilai amanah, keadilan, dan keterbukaan benar-benar menjadi ruh dalam kebijakan dan praktik, bukan sekadar label dan slogan.

Gedungnya memang empat lantai, tapi semangat transparansinya masih tertahan di lantai dasar, atau jangan-jangan masih jauh di luar pagar.

Pesawat Anggota DPR Jatuh, Semua Penumpang Tewas

lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. Tragedi penerbangan terjadi di Kolombia setelah sebuah pesawat kecil yang membawa seorang anggota DPR setempat dilaporkan jatuh di kawasan pegunungan dekat perbatasan Venezuela. Seluruh penumpang dan awak pesawat dinyatakan tewas. Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh otoritas Kolombia dan maskapai negara yang mengoperasikan penerbangan tersebut.

Pesawat jenis Beechcraft 1900 yang dioperasikan maskapai milik negara, Satena, lepas landas dari Bandara Camilo Daza, Kota Cúcuta, pada Rabu, 28 Januari 2026, dengan tujuan Kota Ocaña. Penerbangan ini sejatinya merupakan rute domestik singkat dengan waktu tempuh sekitar 20 hingga 25 menit.

Namun, beberapa menit setelah mengudara, pesawat tersebut kehilangan kontak dengan pengawas lalu lintas udara. Upaya komunikasi tidak membuahkan hasil hingga akhirnya pesawat dinyatakan hilang. Otoritas penerbangan Kolombia bersama militer dan tim pencarian dan pertolongan (SAR) langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian di wilayah yang diketahui memiliki kontur pegunungan terjal dan vegetasi hutan lebat.

Beberapa jam kemudian, warga setempat melaporkan temuan bangkai pesawat di wilayah Curasica, vereda Playa de Belén, Provinsi Norte de Santander. Tim SAR yang mencapai lokasi memastikan pesawat ditemukan dalam kondisi hancur dan tidak ada satu pun korban yang selamat. Total terdapat 15 orang di dalam pesawat, terdiri dari 13 penumpang dan dua awak, seluruhnya meninggal dunia.

Di antara korban tewas terdapat Diógenes Quintero, anggota DPR Kolombia (House of Representatives) yang mewakili wilayah Catatumbo. Selain itu, korban lainnya termasuk Carlos Salcedo, tokoh masyarakat sekaligus calon legislatif yang saat itu tengah melakukan perjalanan politik di wilayah tersebut. Kehadiran figur publik di dalam pesawat membuat insiden ini mendapat perhatian luas, baik di tingkat nasional Kolombia maupun internasional.

Maskapai Satena dalam pernyataan resminya menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan memastikan seluruh prosedur darurat telah dijalankan. Satena juga menyatakan siap bekerja sama penuh dengan otoritas investigasi kecelakaan penerbangan Kolombia untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat.

Hingga kini, penyebab kecelakaan belum diumumkan secara resmi. Otoritas hanya memastikan bahwa pesawat hilang kontak tidak lama setelah lepas landas. Faktor cuaca, kondisi teknis pesawat, maupun kemungkinan kesalahan operasional masih menjadi bagian dari penyelidikan dan belum dapat disimpulkan. Medan lokasi jatuh yang sulit dijangkau disebut turut menyulitkan proses evakuasi dan pengumpulan bukti awal.

Pemerintah Kolombia telah membuka penyelidikan resmi melalui unit investigasi kecelakaan penerbangan. Tim penyelidik akan menelusuri rekam jejak perawatan pesawat, data radar, komunikasi terakhir dengan menara pengawas, serta mencari kemungkinan keberadaan perekam data penerbangan. Proses identifikasi jenazah juga dilakukan secara bertahap sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing korban.

Presiden Kolombia, pejabat negara, serta berbagai partai politik menyampaikan belasungkawa atas tragedi ini. Wafatnya seorang anggota DPR dalam kecelakaan tersebut menambah duka mendalam, sekaligus menyoroti kembali tantangan keselamatan penerbangan di wilayah dengan kondisi geografis ekstrem seperti timur laut Kolombia.

Sebagai catatan penting, meskipun judul menyebut Pesawat Anggota DPR Jatuh, yang dimaksud adalah pesawat yang ditumpangi seorang anggota DPR, bukan pesawat khusus lembaga legislatif, dan bukan pula seluruh anggota DPR menjadi korban. Semua penumpang dalam penerbangan itu meninggal dunia, namun jumlahnya terbatas pada satu penerbangan tersebut.

Perkembangan terbaru terkait hasil investigasi dan rilis resmi otoritas akan terus dinantikan, seiring proses penyelidikan yang masih berlangsung. (HS)

“KH Miftah Fauzi dan Ribuan Pedagang Cikurubuk Tunggu Sikap Pemkot Tasik”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tokoh ulama dan masyarakat Tasikmalaya, KH Miftah Fauzi, menyatakan dirinya bersama ribuan pedagang Pasar Cikurubuk saat ini masih menunggu sikap konkret Pemerintah Kota Tasikmalaya terkait persoalan pasar tradisional yang kian tertekan. Penantian itu muncul setelah komunikasi langsung dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya yang disebut telah memberikan respons positif, namun belum terlihat realisasi kebijakan di lapangan.

Informasi tersebut disampaikan KH Miftah Fauzi saat ditemui Lintas Priangan di kediamannya, Kamis (29/1/2026). Beliau menegaskan, komunikasi dengan pimpinan daerah sudah terbuka, tetapi pedagang masih menunggu kepastian langkah nyata.

“Saya sudah berkomunikasi langsung dengan wali kota dan wakil wali kota. Responsnya baik dan positif. Tapi sampai hari ini, kami masih menunggu bagaimana sikap dan langkah konkret pemerintah di lapangan,” ujar KH Miftah Fauzi.

Menurutnya, penantian itu bukan hanya datang dari dirinya sebagai tokoh masyarakat, melainkan dari ribuan pedagang Pasar Cikurubuk yang berharap negara benar-benar hadir menyelesaikan persoalan pasar rakyat.


Sikap KH Miftah Fauzi sebelumnya juga mencuat lewat status di akun Facebook pribadinya, yang menyinggung praktik usaha ritel Toko Sen Sen. Unggahan tersebut menyedot perhatian publik karena dinilai merepresentasikan keresahan pedagang kecil yang semakin hari semakin terdesak oleh persaingan usaha yang tidak seimbang.

Sejumlah media lokal kemudian mengangkat pernyataan KH Miftah Fauzi, terutama terkait desakan agar pemerintah segera turun tangan menyelamatkan Pasar Cikurubuk. Dalam berbagai pemberitaan, ia menyoroti maraknya kios kosong, ketimpangan tata ruang, serta lemahnya kepastian pengelolaan pasar tradisional.

“Saya sudah menerima informasi dari para pedagang. Bukan hanya Sen Sen, ada beberapa grosir dan distributor yang justru main eceran. Kasihan pedagang kecil, dan ini jelas-jelas melanggar regulasi,” tegasnya.

Karena itu, KH Miftah Fauzi menilai, persoalan itu tidak bisa dipandang sebagai urusan bisnis semata, melainkan menyangkut keadilan sosial dan keberpihakan negara kepada masyarakat kecil.


Dalam wawancara terbarunya, KH Miftah Fauzi menyebut sikapnya kini adalah menunggu, dan tidak akan mundur. Ia berharap Pemkot Tasikmalaya segera menunjukkan langkah terukur yang menyentuh akar masalah.

“Saya bersama ribuan pedagang Pasar Cikurubuk saat ini menunggu. Menunggu bagaimana Pemkot Tasikmalaya bersikap dan hadir menyelesaikan persoalan pasar ini,” katanya.

Ia mengingatkan, keterlambatan negara berisiko memperpanjang krisis pasar tradisional dan memicu gesekan sosial antar pedagang.


Dari sisi regulasi, praktik grosir yang menjual secara eceran sejatinya bertentangan dengan semangat pengaturan perdagangan nasional. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan menegaskan peran negara dalam menciptakan iklim usaha yang adil serta melindungi pelaku usaha kecil. Prinsip ini kemudian dipertegas dalam Peraturan Menteri Perdagangan tentang perizinan dan penataan usaha, yang membedakan fungsi distributor/grosir dengan pengecer.

Dalam kerangka kebijakan tersebut, grosir didesain sebagai simpul distribusi, bukan pemain langsung di pasar eceran. Ketika grosir turun menjual eceran, terjadi distorsi pasar: harga menjadi tidak sehat, persaingan tidak seimbang, dan pedagang kecil kehilangan ruang hidup. Karena itu, pemerintah daerah memiliki kewenangan melakukan pengaturan zonasi, penertiban perizinan, serta pengawasan fungsi usaha demi menjaga ekosistem pasar rakyat.

Inilah konteks yang menguatkan sikap KH Miftah Fauzi. Ia tidak sedang menolak usaha besar, melainkan menuntut keadilan struktur pasar agar pedagang kecil tidak dilindas oleh kekuatan modal dan distribusi.


KH Miftah Fauzi menegaskan, dirinya akan terus berdiri bersama pedagang Pasar Cikurubuk sembari mengawal janji dan komunikasi yang telah terbangun dengan pimpinan daerah. Ia berharap Pemkot Tasikmalaya segera menunjukkan sikap yang jelas, humanis, dan berpihak pada pasar rakyat.

“Kalau negara benar-benar hadir, persoalan pasar ini bisa diselesaikan. Sekarang tinggal bagaimana keseriusan dan keberanian pemerintah,” ujarnya.

Untuk saat ini, ulama dan ribuan pedagang Pasar Cikurubuk masih menunggu sikap negara, yang diharapkan segera menjelma menjadi kebijakan nyata, bukan sekadar respons di layar smartphone. (AS)

Real Madrid & PSG Terlempar dari Kualifikasi Langsung Liga Champions

lintaspriangan.com, SPORT. Real Madrid dan Paris Saint-Germain (PSG) sama-sama gagal mengamankan tiket langsung ke babak 16 besar UEFA Champions League 2025/26 setelah fase liga fase selesai pada matchday terakhir, Rabu (28/1/2026). Dalam malam penuh drama kompetisi kasta tertinggi klub Eropa itu, kedua raksasa sepak bola itu terpaksa harus berlaga di play-off (kualifikasi ulang) untuk bisa melanjutkan perjalanan mereka di turnamen.

Di Estadio da Luz, Real Madrid terpukul 4-2 oleh Benfica setelah gol spektakuler dari kiper Anatoliy Trubin di menit ke-98 yang memaksa Madrid turun ke posisi kesembilan klasemen, di luar delapan besar yang menjadi batas lolos otomatis. Sementara itu PSG di Parc des Princes hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Newcastle United, sehingga mereka juga tidak mampu meraih tiket langsung ke fase gugur.

Kedua tim besar itu sekarang akan menghadapi play-off dua leg, di mana tekanan kompetisi semakin tinggi dan peluang untuk melaju ke babak 16 besar kembali tergantung pada performa terbaik masing-masing klub. Peristiwa ini mencetak salah satu momen paling tak terduga di musim Liga Champions 2025/26 — terutama di tengah format liga baru 36 tim yang membuat persaingan ketat sampai detik terakhir.

Nasib Real Madrid di Liga Champions

Real Madrid, klub tersukses dalam sejarah kompetisi Eropa dengan 15 gelar juara, menjalani malam penuh kejutan saat mereka takluk dari Benfica di Lisbon dengan skor 4-2 pada fase liga terakhir. Kekalahan itu disegel oleh gol dramatis dari kiper Benfica, Anatoliy Trubin, di injury time yang memastikan kemenangan tuan rumah dan menghantarkan mereka ke play-off, sekaligus menjatuhkan Madrid ke posisi ke-9 klasemen.

Meski di atas kertas Real Madrid memimpin lebih dulu lewat gol dari Kylian Mbappé — yang musim ini menjadi top skor fase liga dengan jumlah gol terbanyak — performa kolektif tim tidak cukup untuk menjaga posisi di delapan besar. Gol Trubin menjadi momen tak terduga yang mengubah nasib Los Blancos sekaligus memicu berbagai reaksi dari pendukung dan analis sepak bola Eropa.

Kegagalan mengamankan tiket langsung ini terjadi di tengah format baru Liga Champions 2025/26 yang menerapkan fase liga tunggal dengan 36 tim; hanya delapan teratas yang lolos otomatis ke 16 besar sementara tim peringkat 9-24 harus melewati playoff dua leg. Dalam konteks itu, hasil minor ini membawa Real Madrid harus bersiap menghadapi rival baru dan meningkatkan tekanan kompetisi mereka untuk tetap melaju.

Langkah Madrid berikutnya akan ditentukan melalui undian playoff, di mana mereka harus menunjukkan kapasitasnya sebagai tim besar Eropa untuk bisa kembali ke jalur utama Liga Champions musim ini.

PSG Bernasib Sama

Paris Saint-Germain (PSG), juara bertahan Liga Champions musim lalu, juga menutup fase liga dengan hasil yang mengecewakan setelah hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 melawan Newcastle United di Parc des Princes. Hasil itu membuat Les Parisiens finis di luar delapan besar, sehingga mereka tidak mendapat tiket otomatis ke babak 16 besar dan harus bermain di play-off.

PSG memimpin lebih dahulu melalui gol awal dari Vitinha, namun Newcastle berhasil menyamakan kedudukan lewat Joe Willock sebelum turun minum. Keadaan makin rumit ketika PSG gagal memaksimalkan sejumlah peluang dan bahkan melewatkan kesempatan penalti dalam laga tersebut — sebuah momen krusial yang mengubah nasib mereka di klasemen akhir.

Hasil ini mencerminkan dinamika kompetisi yang ketat di liga fase musim ini, terutama setelah penerapan format liga 36 tim yang hanya memberikan delapan tiket langsung ke 16 besar. Buat PSG, klub yang punya reputasi besar di Eropa, posisi ini menjadi teguran keras sekaligus ujian mental sebelum babak playoff.

Dalam fase playoff, PSG diprediksi akan menghadapi salah satu tim dari slot peringkat 9-24, kemungkinan lawan yang tak boleh dipandang sebelah mata. Bukan hanya sekadar mempertahankan gelar mereka, tapi juga menjaga konsistensi performa di kompetisi yang semakin kompetitif. (HS)

Aslina! Postingan Disdukcapil Ciamis di Medsos Bikin Ngakak

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Postingan akun resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis baru-baru ini menyedot perhatian warganet. Bukan karena layanan baru atau pengumuman administratif yang kaku, melainkan karena kemasan visual dan narasinya yang ringan, pop, dan tak biasa. Singkatnya: bikin ngakak!

Dalam unggahan tersebut, Disdukcapil Ciamis mengingatkan warga agar kolom pekerjaan di KTP diisi sesuai ketentuan. Pesan itu dikemas dengan ilustrasi bernuansa budaya pop yang menyentil, menyebut contoh pekerjaan fiktif atau hiperbolik yang kerap muncul sebagai peran dalam film-film drama China. Padahal, sesuai regulasi, kolom pekerjaan KTP hanya boleh diisi berdasarkan daftar resmi yang jumlahnya mencapai 99 jenis pekerjaan.

Unggahan ini pun ramai dibicarakan. Ada yang memuji kreativitasnya, ada pula yang menyoroti aspek teknis komunikasi publiknya. Namun satu hal pasti: pesannya sampai dan dibaca.

Edukatif, tapi Bisa Lebih Lengkap

Secara substansi, pesan yang disampaikan Disdukcapil Ciamis dinilai tepat. Pengisian data pekerjaan dalam dokumen kependudukan bukan hal sepele karena berkaitan dengan validitas basis data nasional, yang berdampak pada banyak sektor layanan publik.

Namun, menurut Abu Ayyub, pemegang sertifikat resmi Digital Marketing dari Google, akan jauh lebih kuat jika unggahan tersebut turut menyertakan daftar 99 jenis pekerjaan resmi. Dengan begitu, imbauan tidak berhenti pada larangan, melainkan disertai solusi konkret. Warga tidak hanya diingatkan apa yang tidak boleh, tetapi juga diberi panduan jelas tentang pilihan yang diperbolehkan.

Manurut Abu Ayyub yang saat ini menajdi SEO Master di Lintas Priangan, pendekatan semacam ini dinilai mampu meningkatkan fungsi edukatif akun pemerintah daerah, dari sekadar penyampai imbauan menjadi sumber literasi administrasi kependudukan yang utuh.

Desain Kreatif, Tapi Belum Maksimal

Dari sisi visual, unggahan tersebut dinilai kreatif dan berani keluar dari pakem komunikasi pemerintah yang umumnya kaku dan formal. Namun, secara teknis desain, masih ada catatan.

“Ide besar dari unggahan Disdukcapil Ciamis sudah tepat sasaran, namun eksekusinya masih bisa ditingkatka,” ujar Abu Ayyub.

Menurutnya, secara visual terlihat adanya penumpukan elemen tanpa hierarki yang kuat. Dimensi desain juga belum sepenuhnya optimal dengan ruang tampilan Facebook, sehingga menyisakan area kosong yang mengurangi daya tarik visual. Dengan penataan grid yang lebih rapi, fokus visual yang jelas, serta penyesuaian rasio untuk platform media sosial, konten serupa berpotensi menjadi jauh lebih “clickable” dan kuat secara distribusi.

Kreatif dan Perlu Ditiru Pemerintah Daerah

Meski demikian, pendekatan Disdukcapil Ciamis ini justru dinilai sebagai angin segar. Abu Ayyub melihat unggahan tersebut sebagai contoh bahwa informasi pemerintah tidak harus selalu disampaikan dengan bahasa kaku dan formal.

Di tengah banjir konten media sosial, pesan pemerintah yang disampaikan secara ringan dan relevan dengan budaya digital justru memiliki peluang lebih besar untuk dibaca dan dipahami. Selama substansinya benar dan tidak menyesatkan, kreativitas dinilai sebagai nilai tambah, bukan masalah.

Pendekatan seperti ini bahkan dianggap layak diperbanyak oleh pemerintah daerah lain, mengingat masih banyak akun resmi yang menyampaikan informasi penting dengan cara yang terlalu birokratis dan minim konteks.

Visual Pop, Caption Perlu Senada

Catatan lain yang mengemuka adalah soal keselarasan antara visual dan teks. Visual unggahan Disdukcapil Ciamis dinilai sudah mengarah ke humor-edukatif, namun caption yang menyertainya masih terasa administratif dan normatif.

Ketidaksinkronan ini membuat pesan terasa sedikit jomplang. Dalam komunikasi publik digital, visual dan teks idealnya berjalan dalam satu nada agar pesan mengalir utuh. Jika visual sudah santai dan pop, maka narasi teks pun sebaiknya mengikuti irama yang sama, tanpa kehilangan ketepatan informasi.

Menarik Perhatian Generasi Muda

Dari sudut pandang audiens muda, pendekatan seperti ini justru dinilai efektif. Muhammad Rafli, siswa SMA asal Kecamatan Sindangkasih, Ciamis, mengaku lebih tertarik pada konten informasi pemerintah yang dikemas ringan dan visualnya pop.

Menurutnya, konten dengan gaya seperti itu lebih mudah dipahami dan tidak membosankan, terutama bagi pelajar yang sehari-hari akrab dengan media sosial. Informasi serius, kata Rafli, justru lebih mudah masuk ketika disampaikan dengan cara yang santai.

“Aslina, pas pertama lihat bener-bener bikin ngakak!” tegas Rafli.

Bukan Sempurna, Tapi Layak Diapresiasi

Secara keseluruhan, unggahan Disdukcapil Ciamis ini dinilai tidak melanggar aturan maupun etika pelayanan publik. Pesan hukumnya jelas, niat edukasinya kuat, dan keberaniannya bereksperimen patut diapresiasi.

Meski masih menyisakan ruang perbaikan—terutama pada aspek desain, kelengkapan informasi, dan keselarasan tone—konten ini menunjukkan bahwa komunikasi pemerintah daerah bisa relevan dengan zamannya.

Di tengah citra informasi pemerintah yang kerap dianggap kaku, langkah Disdukcapil Ciamis ini setidaknya membuktikan satu hal: aturan bisa disampaikan dengan senyum, tanpa kehilangan makna. (HS)