Beranda blog Halaman 284

Sempat Berhenti Sekolah dan Jualan Cilok, Ini Kata Kakeknya Nindi

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Kehidupan Nindi (11) siswi Kelas 3 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Bojongmengger Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis, memang tidak seberuntung seperti teman-temannya. Ia sempat berhenti sekolah demi membantu ekonomi keluarga kakeknya dengan berjualan cilok keliling.

Wahid (66) merupakan kakeknya Nindi mengatakan, cucunya itu sudah dua kali masuk di SDN 4 Bojongmengger ini, namun ibu tirinya membawanya ke Kota Banjar untuk dimasukan ke pesantren, sehingga Ia harus berhenti sekolah.

“Setelah beberapa bulan di Banjar, akhirnya Nindi kembali kesini dan tidak mau masuk sekolah lagi karena malu,” kata Wahid, Jumat (13/12/2024) usai cucunya menerima bantuan paket sembako di SDN 4 Bojongmengger.

Menurut pengakuan Wahid, ia selalu menyuruh cucunya itu untuk masuk sekolah lagi namun tetap tidak mau sekolah dan Ia juga tidak mengetahui kalau cucunya itu suka jualan cilok.

“Saya mendengar dari tetangga kalau Nindi suka jualan. Akhirnya ia bilang sendiri ke saya suka jualan cilok keliling kampung. Saya juga tidak pernah tahu uang hasil penjualan cilok keliling berapa,” akunya.

Wahid juga mengatakan, sekarang Nindi mau sekolah lagi, setelah dibujuk kepala sekolah, untuk itu Ia mengucapkan terimakasih kepada kepala sekolah.

“Alhamdulillah cucu saya sudah mau sekolah lagi. Ya baru seminggu ini. Terimakasih pa kepala sekolah,” ungkapnya.

Ketika ditanya adanya dugaan kalau Nindi jualan atas dasar tekanan dari pihak keluarga, Wahid mengatakan hal itu salah.

“Uang yang dia dapat habis untuk mencukupi kebutuhannya sendiri buat jajan. Saya dan istri tidak meminta,” ucapnya.

Kepala SDN 4 Bojongmengger, Rayu mengungkapkan, anak tersebut baru masuk sekolah lagi pada hari Senin (09/12/2024). Nindi memang sudah tidak bersekolah, sejak beberapa bulan lalu karena dibawa ibu tirinya ke Kota Banjar dan akan dimasukan ke pasantren

“Atas dasar itu pihak sekolah tidak bisa mempertahankan Nindi untuk tetap sekolah disini,” ujarnya.

Menurutnya, namun beberapa bulan kemudian pihak sekolah mendapatkan kabar dari masyarakat kalau Nindi tidak masuk pesantren, tapi sering dilihat sedang berjualan cilok berkeliling kampung.

BACA JUGA: Dinsos Ciamis Berikan Bantuan Untuk Nindi, Murid SD Yang Sempat Berhenti Sekolah

“Berdasarkan informasi itu, saya bersama para guru dan wali kelasnya langsung mencari kebenaran informasi tersebut. Memang benar ketika kami kelapangan Nindi sedang berjualan cilok,” ungkapnya.

Rayu juga mengaku mendapat laporan dari masyarakat kalau Nindi berjualan cilok untuk membantu menutupi kebutuhan hidup keluarga kakek dan nenek tirinya dan memberikan uang jajan untuk adiknya.

“Alhamdulillah setelah kami bujuk akhirnya Nindi mau bersekolah lagi sambil berjualan disekolah,” pungkasnya. (Engkus/Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Dinsos Ciamis Berikan Bantuan Untuk Nindi, Murid SD Yang Sempat Berhenti Sekolah

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ciamis memberikan bantuan kepada Nindi (11) murid kelas 3 SDN Bojong Mengger 4 Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis yang sempat berhenti sekolah.

Bantuan yang tersebut berupa dua paket sembako itu diserahkan langsung oleh Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinsos Ciamis, Dra. Hj Nonok Nurlina kepada Nindi didampingi Kakeknya, Kepala Sekolah, Rayu dan Ketua Gerakan Peduli Pendidikan Bangsa (GPPB) Ciamis, Taofik Budiman, Jumat (13/12/2024) di SDN Bojongmengger 4 Cijeungjing.

Seperti diketahui, Nindi terpaksa harus berhenti sekolah dikarenakan adiknya masuk sekolah. Demi menutupi kebutuhan adiknya itu, Ia lebih memilih berjualan cilok berkeliling daripada mengikuti pembelajaran di sekolah.

Mewakili Kepala Dinsos Ciamis, Eka Permana Oktaviana, Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinsos Ciamis, Dra. Hj Nonok Nurlina merasa prihatin atas apa yang terjadi pada Nindi. Ia mengetahui kondisi anak tersebut dari pemberitaan di media online.

“Sebelumnya saya tidak tahu ada anak sekolah yang memutuskan berhenti belajar dan berjualan cilok keliling. Alhamdulillah sekarang anak ini sudah sekolah kembali,” katanya.

Dikatakan Nonok, pihaknya akan mengurus Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) setelah administrasi kependudukannya selesai dibuat. Terkait kependudukan saat ini sedang diurus pihak Desa Kertabumi.

Menurutnya, untuk langkah awal pihaknya akan membenarkan dulu terkait kartu keluarga (KK) dan identitas kependudukannya, karena itu sebagai dasar untuk diajukan masuk DTKS melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) karena anak ini harus tercover Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk bantuan pendidikannya.

“Insyaallah mudah-mudahan kita coba bantu apabila identitas kependudukannya sudah ada tercetak yang baru. Anak ini bisa masuk ke KK kakeknya, apabila melihat runtut ke belakang kan KK ibu bapaknya tidak ada, tapi anak ini bisa juga menjadi keluarga lain,” ungkapnya.

BACA JUGA: Miris Siswi SDN 4 Bojongmengger Terancam Putus Sekolah

Bersama Disdukcapil Ia akan menyelesaikan terkait kependudukan, setelah selesai pihaknya akan bekerjasama dengan pihak desa agar didaftarkan DTKS melalui aplikasi SIKS-NG.

“Apabila DTKS nya sudah, untuk bisa mengcover bantuan yang lainnya, seperti bantuan untuk anak sekolah ada di Program Keluarga Harapan (PKH) tapi apakah bisa memungkinkan atau tidak,” jelasnya.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan bagian pelayanan mengakseskan dengan pendamping PKH apakah masuk atau tidak, ada dua kategori bantuan yaitu lansia dan anak sekolah.

Menurutnya, Dinas Sosial akan mencoba mengakseskan berbagai sumber untuk bantuannya, kedepannya akan mengajukan juga ke Kementrian Sosial (Kemensos) agar mendapatkan bantuan nutrisi dan perlengkapan sekolahnya.

“Untuk tahun ini kita akan coba mendaftarkan anak ini untuk menerima perlengkapan sekolah dan nutrisinya,” ujarnya.

Nonok berharap, Nindi bisa terus sekolah dan hidup mandiri, walaupun hidup dengan kakek tidak terlalu bergantung dengan kakeknya, menjadi anak yang solehah bisa menggapai cita cita yang diimpikan.

Ia pun mengucapkan terimakasih kepada kepala sekolah juga para guru yang sudah merangkul kembali anak ini sehingga bisa sekolah lagi.

Kepala SDN Bojong Mengger 4, Rayu sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Dinsos Kabupaten Ciamis yang telah memberikan bantuan kepada muridnya.

“Terima kasih, semoga bantuan ini dapat membantu pihak keluarga Nindi,” ucapnya.

Sementara itu Kakek Nindi, Wahid (66) warga Dusun Cisihung Desa Bojongmengger Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Dinas Sosial kepada cucunya.

“Terima kasih bantuan ini sangat berarti untuk kami,” ungkapnya.

Sebelumnya Kasi Kesiswaan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis, Eli Mulyaningsih juga telah datang dan memberikan bantuan berupa tabungan. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Melalui Digitalisasi, Layanan Pemerintah Lebih Cepat dan Transparan

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Melalui digitalisasi, layanan pemerintah menjadi lebih cepat, murah, dan transparan. Masyarakat juga diajak untuk percaya kalau pajak yang dibayarkan dikelola dengan baik untuk kepentingan bersama.

Hal itu dikatakan Pj Bupati Ciamis, Budi Waluya ketika menghadiri ketika menghadiri acara penyerahan hadiah bagi pemenang undian program Galuh Go Digital di Halaman Kantor Badan Pendapatan Daerah Ciamis (Bapenda), Kamis (12/12/2024)

Digelarnya kegiatan tersebut, menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis dalam mempercepat digitalisasi daerah melalui berbagai inisiatif strategis. Adapun tujuannya untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat yang mendukung transformasi digital.

Salah satu langkah nyata adalah kegiatan pemberian penghargaan kepada wajib pajak yang telah memanfaatkan transaksi elektronik dalam pembayaran pajak dan retribusi daerah. Penyerahan hadiah ini merupakan tindak lanjut dari pengundian yang telah dilaksanakan pada hari Senin (09/12/2024).

Dalam kesempatan itu Budi Waluya juga menekankan pentingnya digitalisasi untuk mendorong efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pemerintahan, sehingga program ini dapat terus memotivasi masyarakat untuk mendukung transformasi digital di Kabupaten Ciamis.

“Melalui digitalisasi, layanan pemerintah menjadi lebih cepat, murah, dan transparan. Masyarakat juga diajak untuk percaya bahwa pajak yang dibayarkan dikelola dengan baik untuk kepentingan bersama,” katanya.

Dijelaskannya, program Galuh Go Digital merupakan upaya inovatif pemerintah Kabupaten Ciamis untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembayaran pajak secara non-tunai.

“Program ini tidak hanya mendorong reformasi birokrasi, tetapi juga berkontribusi pada pencegahan korupsi dengan mengurangi penggunaan uang tunai dalam transaksi,” jelasnya.

Budi Waluya juga mengatakan, Pemkab Ciamis berhasil meraih penghargaan sebagai terbaik kedua dalam percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (TP2DD) untuk wilayah Jawa dan Bali pada tahun 2024.

“Prestasi ini menjadi bukti nyata dari kolaborasi dan sinergi seluruh unsur pemerintah dan masyarakat Tatar Galuh Ciamis,” ujarnya.

Ia berharap agar pada tahun 2025 seluruh perangkat daerah di Kabupaten Ciamis dapat sepenuhnya memanfaatkan teknologi digital dalam transaksi keuangan.

“Hal ini mencakup penerapan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) yang dinilai mampu meningkatkan keamanan dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah,” ungkapnya.

BACA JUGA: Siapkan Kafilah MTQH tingkat Jabar 2025, LPTQ Ciamis Gelar Rakor dan Pembinaan

Pembayaran pajak secara digital dapat dilakukan melalui QRIS, virtual account, dan kanal pembayaran lainnya. Pembayaran pajak digital ini telah meningkatkan efisiensi layanan pemerintah sekaligus membangun kepercayaan masyarakat. Adapun hadiah yang diberikan Pemkab Ciamis kepada para wajib pajak, diantaranya ponsel pintar dan tablet.

Salah seorang wajib pajak kategori pajak PBB-P2 Masyarakat/WP yang menerima hadiah ponsel pintar, Enoh Hasanah warga Dusun Cidewa RT.003 RW.14 Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Ciamis khususnya Bapenda Ciamis atas hadiah yang diberikan.

“Awalnya saya diberitahu oleh pemerintah setempat dengan diberikan surat undangan bahwa saya mendapatkan hadiah karena membayar pajak secara online,” ucapnya.

Ia juga mengajak kepada masyarakat Kabupaten Ciamis untuk tepat waktu dalam membayar pajak dan melakukan pembayaran secara Digital.

“Bayar pajak secara digital sangat mudah dan kita juga bisa mendapat hadiah, terima kasih Bapenda,” pungkasnya, (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Siapkan Kafilah MTQH tingkat Jabar 2025, LPTQ Ciamis Gelar Rakor dan Pembinaan

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Dalam rangka mempersiapkan kafilah untuk Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2025 mendatang, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Kabupaten Ciamis sekaligus Pembukaan Pembinaan Calon Peserta MTQH.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Gedung PKK Kabupaten Ciamis, Kamis (12/12/2024) yang dibuka Pj Bupati Ciamis, Budi Waluyo S.E., M.M., dan dihadiri oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, yang juga sebagai Ketua LPTQ Kabupaten Ciamis, Dr. H Andang Firman Triyadi dan Kepala kementrian Agama Kabupaten Ciamis, Asep Lukman Hakim.

Dalam kesempatan itu Budi Waluya mengatakan, LPTQ sebagai wadah pembinaan, peningkatan dan pengembangan Tilawatil Quran, tidak hanya berperan untuk melaksanakan festivalisasi, tetapi lebih jauh bagaimana meningkatkan minat membaca Al-Quran bagi masyarakat Kabupaten Ciamis.

Menurutnya, pembinaan senantiasa diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat dalam mempelajari dan memahami Al Quran, yang merupakan pedoman bagi umat Islam.

“Eksistensi LPTQ dalam melakukan pembinaan, peningkatan dan pengembangan Tilawatil Quran di Kabupaten Ciamis dapat kita rasakan,” katanya.

Dijelaskannya, pengabdian dan niat tulus pengurus LPTQ dalam mengembangkan, meningkatkan Tilawatil Quran di Kabupaten Ciamis harus diapresiasi. Hal ini menjadi komitmen, tanggungjawab untuk menjaga serta melestarikan ajaran Al-Quran dan Hadits.

“Untuk mendapatkan hasil maksimal dari para calon kafilah Kabupaten Ciamis menuju MTQH Provinsi Jawa Barat tahun 2025 mendatang, pembinaan harus dilakukan secara kontinuitas,” jelasnya

Budi juga menjelaskan, belajar merupakan kunci kesuksesan dalam meraih prestasi dan cita-cita. Untuk itu Ia berharap agar para peserta dapat mengikuti pembinaan ini dengan sungguh-sungguh, sabar, tekun, konsentrasi dan menjaga kesehatan.

“Hasil pembinaan ini diharapkan dapat melahirkan peserta yang berkesinambungan, melahirkan regenerasi berikutnya dan siap mengikuti musabaqoh disetiap gelaran MTQ,” ungkapnya.

Budi Waluya juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran pengurus LPTQ Kabupaten Ciamis yang telah berupaya untuk mensukseskan pengembangan Tilawatil Quran di Tatar Galuh Ciamis.

Ketua LPTQ Kabupaten Ciamis, Dr. H Andang Firman Triyadi mengatakan, digelarnya rakor ini selain ajang silaturrahim antar pengurus juga untuk memaksimalkan program. Rakor inipun menjadi bagian dari konsolidasi serta evaluasi perjalanan LPTQ Kabupaten Ciamis selama ini.

“Rakor ini juga dilaksanakan untuk merekonstruksi pembinaan dan manajemen pengelolaan LPTQ agar kedepannya menjadi lebih baik,” katanya.

Dijelaskan Andang, selain rakor pengurus LPTQ Kabupaten Ciamis bersama para Ketua LPTQ kecamatan, pihaknya juga akan melakukan pembinaan kepada calon peserta MTQH Kabupaten Ciamis yang nantinya akan mengikuti MTQH tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2025 mendatang.

BACA JUGA: Dusun Desa Bangunharja Raih Proklim Utama Nasional

Kegiatan tersebut dikuti 94 orang, terdiri dari 13 orang peserta pembinaan, 7 orang pembina dan 54 orang pengurus LPTQ Kabupaten beserta 27 orang Ketua LPTQ kecamatan se-Kabupaten Ciamis.

“Untuk kegiatan pembinaan, akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Quran Cijantung. Pembinaan calon peserta MTQH ini meliputi cabang Tartil, Tilawah, MHQ dan Hadits,” jelasnya.

Pada gelaran MTQH tahun lalu, Kabupaten Ciamis berhasil meraih prestasi. Ia berharap, di ajang MTQH tahun 2025 nanti Kabupaten Ciamis bisa berprestasi lebih baik lagi.

“Semoga pada MTQH tahun 2025 nanti Kabupaten Ciamis dapat berprestasi lebih baik. Target kita yaitu 2 mendali emas,” pungkasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Tiga ABK Selamat dari Perahu Terbalik di Laut Pangandaran

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN.  Insiden laut kembali terjadi di perairan Pangandaran, Kamis (12/12/2024). Sebuah perahu nelayan yang membawa tiga anak buah kapal (ABK) terbalik dihantam ombak besar sekitar 15 mil dari PPI Cikidang, Pantai Timur Pangandaran. Ketiganya berhasil selamat setelah dievakuasi oleh tim relawan SAR Barakuda.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 05.00 pagi, tepat setelah waktu subuh. Saat itu, ketiga ABK tengah melaut untuk mencari bawal putih.

Ketua SAR Barakuda Pangandaran, Sakio Andrianto, menjelaskan bahwa kondisi laut saat kejadian sedang dilanda badai kencang dengan gelombang tinggi.

“Saat evakuasi, kami juga menghadapi kesulitan karena badai sangat kencang. Dokumentasi pun sulit dilakukan,” ungkap Sakio kepada wartawan.

Berdasarkan laporan tim pencarian, ketiga ABK berhasil dievakuasi ke perahu SAR Barakuda meskipun dalam kondisi lemas. Sakio mengatakan bahwa mereka langsung dibawa ke daratan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Alhamdulillah, semua ABK selamat meskipun kondisinya terlihat sangat kelelahan,” tambahnya.

Evakuasi perahu yang terbalik sendiri belum selesai dilakukan. Menurut Sakio, proses tersebut memerlukan perahu besar dan koordinasi dengan pihak terkait. Tim kedua yang melibatkan Satpol Airud Polres Pangandaran sudah diberangkatkan untuk menarik perahu nelayan tersebut ke daratan.

“Untuk menarik perahu nelayan yang terbalik, diperlukan alat dan perahu besar karena lokasinya cukup jauh dan ombak masih tinggi,” jelasnya.

Keberhasilan evakuasi ini tidak terlepas dari kerja keras tim relawan SAR Barakuda yang selalu siap siaga menghadapi situasi darurat di laut.

Sakio menegaskan bahwa penyelamatan di tengah badai bukanlah tugas yang mudah. Ia mengapresiasi keberanian timnya yang tetap bekerja keras meskipun menghadapi tantangan besar.

“Kami selalu berupaya memberikan yang terbaik dalam setiap penyelamatan. Namun, kondisi cuaca ekstrem seperti ini memang menjadi hambatan besar,” ujar Sakio.

Insiden ini kembali menyoroti risiko besar yang dihadapi para nelayan saat melaut. Kondisi laut yang tidak menentu, terutama selama musim hujan, menjadi ancaman serius bagi keselamatan mereka. Meski demikian, banyak nelayan yang tetap melaut demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Seorang nelayan setempat mengungkapkan bahwa gelombang tinggi dan badai sering kali terjadi di wilayah Pantai Timur Pangandaran. Namun, sebagian besar nelayan sudah terbiasa dengan kondisi tersebut.

“Kami tahu risikonya, tapi ini adalah cara kami mencari nafkah. Yang penting kami selalu waspada dan membawa perlengkapan keselamatan,” katanya.

Ketua SAR Barakuda berharap peristiwa ini menjadi pengingat bagi para nelayan untuk lebih memperhatikan faktor keselamatan saat melaut.

Sakio menyarankan agar para nelayan selalu memantau prakiraan cuaca sebelum berangkat dan melengkapi diri dengan alat keselamatan seperti jaket pelampung.

“Kami sering mengingatkan nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca buruk. Nyawa lebih berharga daripada hasil tangkapan,” tegas Sakio.

Ia juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan lebih bagi nelayan, seperti penyediaan informasi cuaca yang lebih cepat dan akurat serta pelatihan keselamatan di laut.

BACA JUGA: Dusun Desa Bangunharja Raih Proklim Utama Nasional

Insiden perahu terbalik ini terjadi karena kombinasi faktor cuaca ekstrem dan lokasi laut yang jauh dari daratan. Badai kencang yang melanda Pantai Timur Pangandaran menjadi penyebab utama terbaliknya perahu nelayan tersebut. Selain itu, ketiga ABK kemungkinan tidak sempat menyelamatkan diri karena kejadian berlangsung begitu cepat.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan peralatan keselamatan yang memadai bagi nelayan, terutama saat melaut di tengah musim hujan. Dengan meningkatkan kesadaran akan bahaya di laut, diharapkan insiden serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.

Melalui upaya bersama antara pemerintah, relawan SAR, dan masyarakat nelayan, keselamatan di laut dapat lebih terjamin, sehingga para nelayan dapat mencari nafkah dengan lebih tenang dan aman. (KMP/lintaspriangan.com)


Dusun Desa Bangunharja Raih Proklim Utama Nasional

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS.  Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, berhasil meraih penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif masyarakat dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang berkelanjutan.

Penghargaan tersebut diserahkan pada Rabu, 12 Desember 2024, di Plaza Gedung Sate, Bandung.

Dalam acara tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menegaskan bahwa penghargaan Proklim bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim. S

Salah satu pejabat kementerian menyebutkan, peran Desa Bangunharja sangat penting dalam penyelenggaraan penyelamatan lingkungan.

“Desa Bangunharja telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam menjaga lingkungan hidup melalui berbagai inovasi dan kolaborasi yang melibatkan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, masyarakat Desa Bangunharja telah melaksanakan berbagai program adaptasi untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Langkah-langkah tersebut meliputi pengendalian kekeringan, penanaman pohon untuk memperbaiki tutupan lahan, pengendalian banjir melalui pembangunan saluran air, serta peningkatan ketahanan pangan melalui budidaya tanaman lokal yang tahan cuaca ekstrem.

“Selain itu, warga juga melakukan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan cara patroli rutin dan penyuluhan,” ungkapnya.

Di sisi lain, mereka juga fokus pada mitigasi, yaitu langkah-langkah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Kegiatan mitigasi tersebut mencakup pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), budidaya pertanian organik yang rendah emisi, pengurangan penggunaan pupuk kimia, dan penanaman vegetasi untuk memperbaiki kualitas tanah.

Kepala Desa Bangunharja, dalam sambutannya, menyampaikan rasa bangganya atas penghargaan ini. Ia mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut tidak lepas dari kerja keras masyarakat Desa Bangunharja yang selalu menjaga lingkungan dan berkolaborasi dalam berbagai program yang digagas pemerintah desa.

“Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan warga. Tanpa mereka, semua ini tidak akan tercapai,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berterima kasih kepada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis yang telah memberikan pendampingan dan dukungan selama pelaksanaan program ini.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRKPLH, sangat membantu kami dalam memahami dan mengimplementasikan langkah-langkah pengelolaan lingkungan,” tambahnya.

Penghargaan ini memberikan motivasi bagi masyarakat Desa Bangunharja untuk terus melanjutkan dan memperluas program-program yang telah berjalan.

Mereka berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi dusun dan desa lain untuk ikut terlibat dalam upaya menjaga lingkungan. Seorang tokoh masyarakat mengatakan.

“Penghargaan ini bukan akhir, melainkan awal untuk terus berbuat lebih baik lagi demi lingkungan kita,” kata Carikin.

BACA JUGA: Sekda Ciamis: Perangi Rokok Ilegal!

Carikin juga menjelaskan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan serius yang memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat. Dari cuaca ekstrem hingga ketahanan pangan, dampaknya semakin dirasakan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan upaya yang berkelanjutan, Dusun Desa berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi global dalam menghadapi masalah ini.

“Kita mungkin hanya sebuah dusun kecil, tetapi perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Semoga usaha ini dapat memberi manfaat bagi generasi mendatang,” tutupnya. (Rini/libtaspriangan.com)

Sekda Ciamis: Perangi Rokok Ilegal!

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menegaskan pentingnya memerangi peredaran rokok ilegal melalui acara sosialisasi yang digelar di Kabupaten Ciamis. Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Ciamis, Andang Firman, menyampaikan pandangan tentang dampak buruk rokok ilegal, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, maupun keberlangsungan industri tembakau nasional.

Menurut Andang, masyarakat perlu menyadari bahaya rokok ilegal yang beredar tanpa pengawasan. Ia menjelaskan bahwa rokok ilegal tidak hanya merugikan negara akibat hilangnya potensi pendapatan cukai, tetapi juga bisa mengancam kesehatan konsumen.

Rokok ilegal sering kali tidak memenuhi standar keamanan karena mengandung bahan berbahaya yang tidak tercatat dalam regulasi resmi.

“Penting untuk memastikan masyarakat tidak mengonsumsi rokok ilegal. Kalau tetap ingin merokok, pilihlah rokok legal yang lebih terjamin,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pemerintah melalui Bea Cukai memiliki peran besar dalam mengawasi dan membatasi peredaran barang ilegal, termasuk produk tembakau.

Dengan dukungan Satpol PP, pemerintah terus berupaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menggunakan produk legal.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras Bea Cukai dan Satpol PP yang selalu bergerak aktif di lapangan,” kata Andang.

Acara ini turut menghadirkan narasumber dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai.

Para narasumber memberikan penjelasan mendalam tentang peraturan cukai serta bahaya barang-barang ilegal. Selain itu, mereka mengajak peserta untuk menyebarkan informasi ini kepada masyarakat luas agar pengetahuan mengenai rokok ilegal semakin tersebar.

Andang juga menyoroti dampak ekonomi dari keberadaan rokok ilegal. Ia menjelaskan bahwa produk ilegal tidak hanya merugikan negara dalam bentuk hilangnya penerimaan cukai, tetapi juga mengancam keberlangsungan industri tembakau resmi.

“Masyarakat perlu memahami bahwa membeli produk legal bukan hanya soal mematuhi aturan, tetapi juga mendukung ekonomi nasional dan keberlanjutan industri,” tuturnya.

Menariknya, acara ini tidak hanya diisi dengan sosialisasi formal, tetapi juga menggunakan pendekatan kreatif. Media seni, seperti pertunjukan dan diskusi interaktif, digunakan untuk menyampaikan pesan kepada peserta. Andang meyakini bahwa metode ini sangat efektif, terutama untuk menjangkau masyarakat yang mungkin kurang tertarik pada sosialisasi konvensional.

“Dengan media seni, edukasi menjadi lebih menarik dan mudah diterima,” tambahnya. Kamis, (12//12/2024).

Di akhir sambutannya, Andang menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Ia juga mengajak semua pihak untuk berkomitmen memberantas rokok ilegal demi menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan ekonomi yang lebih kuat.

“Kami berharap kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua. Mari bersama-sama mendukung pemerintah menciptakan masyarakat yang lebih sehat, ekonomi yang kuat, dan industri yang berkelanjutan,” tutupnya.

Alasan pemerintah terus menggencarkan sosialisasi ini jelas: rokok ilegal memberikan dampak negatif yang signifikan. Dari sisi kesehatan, rokok ilegal tidak diawasi proses produksinya sehingga membahayakan konsumen.

BACA JUGA: Ciamis Lakukan Persiapan Matang untuk MTQH Jabar 2025

Sementara itu, dari sisi ekonomi, potensi pendapatan negara melalui cukai dapat hilang begitu saja, padahal cukai merupakan salah satu sumber utama pembiayaan berbagai program pemerintah.

Lebih jauh lagi, keberadaan rokok ilegal melemahkan industri tembakau legal yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Dengan alasan-alasan tersebut, penggunaan produk tembakau legal menjadi solusi utama untuk mengatasi berbagai permasalahan ini. (Eddy, Rini/lintaspriangan.com)


Ciamis Lakukan Persiapan Matang untuk MTQH Jabar 2025

0

lintspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kabupaten Ciamis menggelar rapat koordinasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) sekaligus pembinaan calon peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) tingkat Provinsi Jawa Barat 2025.

Acara ini berlangsung di Aula Gedung PKK Kabupaten Ciamis pada Kamis (12/12/2024). Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Pj Bupati Ciamis Budi Waluya, Sekretaris Daerah (Sekda) Andang Firma Triyadi, Ketua MUI, Ketua Baznas, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis.

Dalam sambutannya, Andang Firman Triyadi menjelaskan bahwa peserta MTQH tingkat provinsi tahun depan berjumlah 94 orang. Mereka terdiri dari 13 peserta pembinaan, 7 pembina, 54 pengurus LPTQ kabupaten, dan 27 ketua LPTQ kecamatan. Andang menyebutkan bahwa pembinaan akan dilakukan di Pondok Pesantren Cijantung.

“Peserta akan mengikuti pembinaan intensif dengan fokus pada beberapa cabang lomba, seperti Qiraat, Tilawah, MHQ, dan Hadis,” ungkapnya.

Menurut Andang, target Kabupaten Ciamis dalam ajang tersebut adalah masuk 10 besar. Bahkan, ia optimis bahwa dua medali emas bisa diraih oleh peserta asal Ciamis. “Dengan usaha dan doa yang maksimal, saya yakin harapan ini bisa tercapai,” ujar Sekda.

Sementara itu, Pj Bupati Budi Waluya mengapresiasi kerja keras jajaran LPTQ Kabupaten Ciamis yang telah menyukseskan berbagai program pengembangan Tilawatil Qur’an di wilayah Tatar Galuh. Ia menyebutkan bahwa LPTQ telah berhasil menumbuhkan semangat masyarakat, terutama generasi muda, untuk mempelajari dan memahami Al-Qur’an.

“Setiap kompetisi, termasuk MTQH, adalah langkah penting untuk memperkuat pemahaman Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam. Saya berharap Ciamis bisa memperbaiki capaian di tingkat provinsi tahun depan,” kata Budi di hadapan peserta rapat.

Lebih lanjut, Budi berpesan kepada para peserta pembinaan untuk menjaga semangat dan konsentrasi selama masa pelatihan.

“Saya ingin kalian belajar lebih tekun, tetap sabar, dan selalu menjaga kesehatan agar mampu menjalani seluruh rangkaian pembinaan dengan baik,” imbuhnya.

BACA JUGA: Banteng Jawa Kembali ke Cagar Alam Pangandaran

Salah satu peserta pembinaan, Aulia Rahman, mengaku senang bisa terpilih mewakili Kabupaten Ciamis. Ia merasa termotivasi untuk memberikan hasil terbaik dalam ajang MTQH nanti.

“Saya akan berusaha keras untuk membawa nama baik daerah kami,” katanya singkat.

MTQH tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga merupakan sarana untuk memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Dengan persiapan yang matang, diharapkan Kabupaten Ciamis mampu meningkatkan prestasinya dan membawa kebanggaan bagi seluruh warganya di tingkat provinsi. (Sari/lintaspriangan.com)

Banteng Jawa Kembali ke Cagar Alam Pangandaran

lintaspriangan.com. BERITA PANGANDARAN.  Setelah bertahun-tahun tanpa kehadiran Banteng Jawa, Cagar Alam Pangandaran kini menerima empat ekor satwa  pada akhir November 2024.

Banteng-banteng yang didatangkan ini terdiri dari dua betina bernama Uchi dan Bindi, serta dua jantan bernama Senta dan Bejo.

Pelepasan secara simbolis dilakukan pada Rabu (11/12/2024) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di kawasan Savana Banteng Cagar Alam Pangandaran.

Kepala Resort Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kabupaten Pangandaran, Kusnadi, menjelaskan bahwa keempat banteng ini tiba di hari yang berbeda.

“Uchi dan Bindi tiba lebih dulu pada 27 November, sedangkan Senta dan Bejo datang sehari sebelumnya, 26 November 2024. Keempatnya ditempatkan di kandang khusus untuk masa adaptasi,” katanya.

Kusnadi juga menyebutkan bahwa pelepasan ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan kembali Banteng Jawa ke habitat alaminya di kawasan Cagar Alam Pangandaran.

Kusnadi memberikan informasi lebih rinci mengenai asal-usul keempat banteng tersebut. Uchi, betina kelahiran 31 Agustus 2011, merupakan yang tertua di antara mereka.

Bindi, betina lain yang lahir pada 23 Juni 2018, adalah yang termuda. Sementara itu, dua jantan, Senta dan Bejo, lahir dengan selisih hanya beberapa minggu pada tahun 2017.

“Semua banteng ini dipilih dengan mempertimbangkan keseimbangan ekosistem serta peluang reproduksi mereka di alam liar,” ujar Kusnadi.

Selain Banteng Jawa, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat juga menghadirkan dua ekor landak jawa dan dua ekor elang brontok. Kusnadi menjelaskan bahwa kehadiran kedua jenis satwa ini merupakan bagian dari upaya memperkaya keanekaragaman hayati di Cagar Alam Pangandaran.

“Dua elang brontok yang dibawa dari Garut ini sudah berpasangan. Meski mirip dengan elang jawa, keduanya adalah spesies berbeda,” jelasnya.

Kusnadi menambahkan bahwa dua landak jawa yang sudah berada di Cagar Alam sejak akhir November juga merupakan pasangan.

Savana Banteng, tempat adaptasi dan pelepasan satwa-satwa ini, telah dipersiapkan secara matang untuk memenuhi kebutuhan habitat alami mereka.

Kusnadi menyebutkan bahwa adaptasi ini memerlukan waktu cukup lama karena habitat asli Banteng Jawa sebelumnya berbeda dengan kondisi di Pangandaran.

“Kami memastikan semua satwa mendapatkan pengawasan ketat selama masa adaptasi ini agar proses pelepasan berjalan lancar,” katanya.

Pelepasan simbolis Banteng Jawa, landak jawa, dan elang brontok berlangsung meriah. Sejumlah pejabat dari KLHK, Balai KSDA Jawa Barat, dan pemerintah daerah turut hadir dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, salah seorang perwakilan KLHK menyampaikan apresiasi terhadap upaya konservasi yang dilakukan di Pangandaran. Ia berharap pelepasan ini tidak hanya meningkatkan keanekaragaman hayati, tetapi juga memberikan manfaat ekologis bagi kawasan Cagar Alam.

Kusnadi juga menjelaskan bahwa selain sebagai upaya pelestarian satwa langka, program ini bertujuan memulihkan ekosistem yang terganggu di kawasan cagar alam.

Banteng Jawa memiliki peran ekologis sebagai pemakan tumbuhan yang membantu menjaga keseimbangan vegetasi.

BACA JUGA: P2KBP3A Ciamis Gelar Sosialisasi Desa Peduli Perempuan Anak

“Dengan hadirnya kembali Banteng Jawa, kita berharap ekosistem Cagar Alam Pangandaran bisa menjadi lebih sehat dan berkelanjutan,” tutup Kusnadi.

Pelepasan ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkenalkan masyarakat luas akan pentingnya konservasi satwa langka. Selain itu, kehadiran satwa-satwa ini diyakini dapat meningkatkan daya tarik wisata edukasi di kawasan Cagar Alam Pangandaran, yang selama ini menjadi salah satu destinasi unggulan di Jawa Barat. (KMP/lintas Priangan.com)

P2KBP3A Ciamis Gelar Sosialisasi Desa Peduli Perempuan Anak

0

intaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Ciamis menggelar sosialisasi bertajuk Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Kegiatan ini diadakan di Gedung Dakwah Islam Kecamatan Banjarsari, Kamis (12/12/2024).

Acara tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk kepala desa dan kader PKK se-Kewadanaan Banjarsari. Dalam kegiatan ini, peserta mendengarkan paparan materi dari sejumlah narasumber yang berkompeten di bidang perlindungan perempuan dan anak.

Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Ciamis, Dian Budiana, menjelaskan bahwa tujuan utama sosialisasi ini adalah mendorong pemerintah desa untuk berkomitmen dalam melindungi perempuan dan anak dari ancaman kekerasan serta pelecehan. Ia mengungkapkan harapannya agar setiap desa dapat melakukan upaya pencegahan yang terstruktur.

“Kami menginginkan adanya langkah nyata dari pemerintah desa untuk melindungi masyarakat, khususnya perempuan dan anak, dari tindakan yang dapat merugikan fisik maupun mental mereka,” kata Dian.

Ia menambahkan, kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak memerlukan perhatian serius. Menurutnya, kerja sama dari semua pihak sangat dibutuhkan untuk menekan angka kekerasan tersebut.

“Dengan adanya komitmen bersama, kami yakin suasana aman dan nyaman bagi perempuan dan anak dapat tercipta,” jelasnya lebih lanjut.

Salah satu program yang disoroti dalam sosialisasi ini adalah pembentukan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) Desa. Program ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah kekerasan di tingkat desa.

Dian menjelaskan bahwa SAPA Desa akan melibatkan relawan dari masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap isu perlindungan perempuan dan anak. Para relawan ini nantinya akan bekerja sama dengan perangkat desa dalam menangani kasus-kasus yang berpotensi mengancam kesejahteraan masyarakat.

“Relawan SAPA Desa akan menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya pencegahan kekerasan. Mereka juga akan membantu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak,” ungkapnya.

Dian juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan program SAPA Desa dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Menurutnya, melalui program SDGs Desa, regulasi yang mendukung pencegahan kekerasan dapat segera disusun.

“Melalui SDGs, kami berharap setiap desa memiliki indikator pencegahan yang jelas sehingga angka kekerasan dapat ditekan secara maksimal,” katanya.

Ia menambahkan bahwa beberapa program terkait perlindungan perempuan dan anak sebenarnya sudah berjalan, tetapi masih memerlukan penguatan melalui kegiatan di tingkat desa.

“Kami optimistis, dengan sinergi antara pemerintah kecamatan dan desa, masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditangani dengan lebih efektif,” tambahnya.

BACA JUGA: Warga Ciamis Antusias Hadiri Sosialisasi DBHCHT

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Dinas P2KBP3A Kabupaten Ciamis berharap kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap isu kekerasan dapat meningkat. Dian juga berharap pemerintah desa dan kecamatan terus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua pihak, khususnya perempuan dan anak.

“Semoga kegiatan ini menjadi awal dari langkah besar kita dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencegah kekerasan dan menciptakan lingkungan yang lebih baik,” pungkasnya.

Acara ini disambut baik oleh para peserta yang hadir. Mereka mengaku mendapatkan wawasan baru dan termotivasi untuk berkontribusi dalam menciptakan desa yang ramah perempuan dan peduli anak. Sosialisasi semacam ini diharapkan dapat rutin diadakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Ciamis. (Revan/lintaspriangan.com)