Bara Pengacara Tom Lembong, Ari Yusuf Amir, untuk Keadilan di Indonesia

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Ketika kabar itu resmi diumumkan, Indonesia seakan menarik napas lega. Presiden Prabowo Subianto menandatangani keputusan abolisi bagi Tom Lembong, langkah yang kemudian mendapat persetujuan penuh dari DPR RI. Sebuah keputusan yang bukan hanya membebaskan seseorang dari jerat hukum, tapi juga menghidupkan kembali harapan,  bahwa keadilan di negeri ini masih mungkin ditegakkan.

Publik pun menaruh hormat. Presiden Prabowo dinilai berani mengambil langkah yang tak populer demi prinsip keadilan substantif, dan DPR RI pun membaca dengan jernih pentingnya keputusan ini. Seolah lilin kecil yang lama meredup, kembali menyala di tengah rasa pesimis masyarakat terhadap hukum.

Namun, ada sebuah cerita lain di balik keputusan besar ini. Sebuah cerita tentang tim advokasi yang berjuang di medan terjal, nyaris tanpa jeda. Tim ini seperti bara yang terus berusaha untuk tetap menyala, meski tanpa angin, tanpa ranting dan kayu bakar. Cerita ini berasal dari pengamatan apik seorang pengacara nasional asal Tasikmalaya, H. Yanto Oce, S.H., M.H., CRA, CLI. Yanto meyakini, perjuangan tim advokasi Tom Lembong, ibarat mendaki tebing licin di malam gelap.

“Setiap langkah yang mereka tempuh pasti penuh risiko. Bukan mustahil, kadang mereka merasa nyaris mustahil. Tapi mereka terus maju. Mungkin karena mereka tahu, jika berhenti, kebenaran bisa hilang ditelan gelap,” ucapnya tegas, dalam sambungan telepon kepada Lintas Priangan, Sabtu (01/08/2025).

Di antara sosok yang berjuang dalam tim advokasi Tom Lembong, ada satu nama yang disorot Yanto sebagai figur sentral. Dia adalah Dr.  Ari Yusuf Amir, S.H., M.H. Dalam pengamatan Yanto, Ari ibarat pemimpin yang mampu menjaga bara semangat tim ketika kelelahan nyaris menggerus segalanya.

“Saya sempat beberapa kali bertemu Bang Ari. Pernah dalam satu momentum diskusi hukum, Bang Ari berpesan, jangan pernah mengalah saat berbuat baik. Kebaikan yang kita tabur hari ini bisa menjadi alasan kita bertemu dengan keindahan di masa depan. Sepertinya pesan yang pernah ia ucapkan, kemarin benar-benar ia pertaruhkan,” tambah Yanto Oce.

Bagi Yanto, Ari bukan hanya pengacara ulung. Ia adalah simbol keteguhan. “Banyak klip video di media sosial tentang perjalanan sidang Tom Lembong yang sudah pasti berat. Yang menarik, perhatikan raut wajah Bang Ari. Meski sidang begitu menguras segalanya, ia selalu tampak sabar, tenang tapi saat beraksi, seperti harimau yang meraung demi keadilan.”

Yanto meyakini bahwa kedisiplinan dan karakter perjuangan Ari ditempa oleh keyakinan kuat akan keadilan. “Ia berdiri teguh ketika banyak orang mulai goyah. Bang Ari memiliki jiwa yang sudah ditempa keras oleh pengalaman, tapi tetap lembut dalam memperlakukan orang,” ujarnya.

Masih menurut Yanto, nama Ari Yusuf Amir mengingatkan dirinya pada dua legenda dunia hukum Indonesia: Artidjo Alkostar dan Adnan Buyung Nasution.

“Keduanya sudah tidak ada, kini Indonesia punya Bang Ari. Ketiganya punya benang merah yang sama. Mereka tak pernah berhenti berjuang, bahkan ketika keadilan tampak semakin pudar. Mereka bukan sekadar membela klien, tapi menegakkan martabat hukum.”

Artidjo Alkostar adalah mantan Hakim Agung yang dikenal dengan putusan-putusan tegas terhadap koruptor dan dissenting opinion yang konsisten. Selama 18 tahun di Mahkamah Agung, ia menjadi simbol integritas peradilan Indonesia. Sedangkan Adnan Buyung Nasution adalah pendiri LBH Jakarta, sosok yang berani membela rakyat kecil di era penuh tekanan Orde Baru. Keduanya dikenang sebagai mercusuar moral yang menyalakan cahaya keadilan di tengah gelapnya sistem hukum.

Kini, Ari Yusuf Amir berada di jalur yang sama. Sebagai advokat senior, mantan Ketua ISMAHI (Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia) dan Ketua Umum IKA UII Yogyakarta menggantikan Prof. Dr. H. Muhamad Syarifuddin (mantan Ketua Mahkamah Agung), serta pendiri lembaga hukum yang berfokus pada advokasi publik, rekam jejaknya menunjukkan komitmen yang tak tergoyahkan pada keadilan.

Bagi Yanto Oce, kebebasan Tom Lembong bukan sekadar akhir dari sebuah perkara hukum. Ini adalah pengingat bahwa keadilan hanya bisa hidup jika ada orang-orang yang rela berkorban untuknya.

“Bang Ari memberi kita pelajaran, bahwa hukum tak boleh menyerah kepada ketidakadilan. Bahwa kelelahan adalah manusiawi, tapi kita tak boleh berhenti. Saya sangat percaya, selama ada yang berani mempertahankan bara itu, api keadilan tak akan padam!” pungkas Yanto Oce.

Berita ini bukan sekadar tentang seorang yang bebas, tapi tentang harapan baru bagi bangsa. Tentang sosok yang terus menjaga bara keadilan untuk tetap menyala di negeri ini, seperti yang dilakukan Ari Yusuf Amir. (Lintas Priangan/AA)

Berita lainnya:

Film Pesta Babi Viral Usai Banyak Ditolak, Cek 11 Fakta Menarik di Baliknya

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL  Film Pesta Babi mendadak menyita perhatian publik nasional. Dokumenter garapan Dandhy Laksono dan Cypri Dale itu ramai...

Rupiah Tembus Rp17.500, Ekonom Ramal Bisa Ambruk ke Rp25.000

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL Rupiah tembus Rp17.500 per dolar Amerika Serikat dalam perdagangan intraday, Selasa, 12 Mei 2026. Pelemahan ini menjadi sinyal...

Hari Ini Rupiah Tembus Rp17.500, Harga Pangan Terancam Menggila!

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL Rupiah tembus Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan Selasa pagi, 12 Mei 2026. Pelemahan mata uang Garuda ini...
  • iklan display lintas priangan - akun zoom premium

Terbaru

Arsenal vs Burnley: Laga Beda Nasib di Ujung Musim

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Arsenal vs Burnley menjadi salah satu laga paling...

2 Penyakit Ini Mengintai Kesehatan Pegawai BPBD Kabupaten Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya menggelar pemeriksaan kesehatan...

OJK Tasikmalaya Peringatkan Tentara

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA.  OJK Tasikmalaya menyampaikan peringatan khusus kepada ratusan...

Asdes Garut: Ketika RW Masuk Panggung Digital

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Asdes Garut mulai mengemuka sebagai salah satu ikhtiar...

Kesehatan ASN Tasikmalaya Dicek, Dinkes Kabupaten Turun Langsung ke Kantor

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kesehatan ASN Tasikmalaya kini menjadi perhatian Dinas...

Rumah Ambruk di Ciamis, Dapur Lansia 64 Tahun Rata Diguyur Hujan Deras

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS.  Peristiwa rumah ambruk di Ciamis kembali terjadi...

Rukyatul Hilal di Banjar: Hilal Tak Terlihat, Zulhijah Resmi Dimulai

lintaspriangan.com, BERITA KOTA BANJAR. Rukyatul hilal di Banjar untuk menentukan...

Babak Baru Peredaran Miras di Ciamis: Dugaan Beking Menyeruak

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peredaran miras di Ciamis memasuki babak baru. Para...

Peluang Juara Persib 80%, Borneo Hanya 20%, Begini Hitungannya!

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Peluang Persib juara Super League 2025/2026 makin terbuka...

Malam Pertama Gagal! Pengantin Baru di Garut Ditangkap Tepat Selepas Akad

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Alih-alih menikmati malam pertama, seorang pengantin baru...

Priangan Timur

2 Penyakit Ini Mengintai Kesehatan Pegawai BPBD Kabupaten Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya menggelar pemeriksaan kesehatan...

Asdes Garut: Ketika RW Masuk Panggung Digital

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Asdes Garut mulai mengemuka sebagai salah satu ikhtiar...

Kesehatan ASN Tasikmalaya Dicek, Dinkes Kabupaten Turun Langsung ke Kantor

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kesehatan ASN Tasikmalaya kini menjadi perhatian Dinas...

Rumah Ambruk di Ciamis, Dapur Lansia 64 Tahun Rata Diguyur Hujan Deras

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS.  Peristiwa rumah ambruk di Ciamis kembali terjadi...

Rukyatul Hilal di Banjar: Hilal Tak Terlihat, Zulhijah Resmi Dimulai

lintaspriangan.com, BERITA KOTA BANJAR. Rukyatul hilal di Banjar untuk menentukan...

Malam Pertama Gagal! Pengantin Baru di Garut Ditangkap Tepat Selepas Akad

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Alih-alih menikmati malam pertama, seorang pengantin baru...

PGRI Ciamis, Mengantar Guru dari Ruang Kelas ke Panggung Juara Jawa Barat

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS.  Ada hari ketika ruang kelas tidak hanya...

Pertanian Garut Dibidik Kementan RI, Irigasi dan Hibah Disiapkan

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Pertanian Garut kembali mendapat perhatian dari pemerintah...

Perspektif

Popular Categories