APBD Gede, BUMD Terkaya, tapi UMP Jawa Barat Memble!

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Di Jawa Barat, angka-angka ekonomi terlihat gagah. APBD provinsi menembus Rp31,08 triliun, terbesar kedua secara nasional. Aset Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bahkan menjadi yang terkaya di Indonesia, mencapai Rp247,01 triliun atau hampir seperlima total aset BUMD nasional. Di atas kertas, Jawa Barat tampak sebagai mesin ekonomi yang mapan.

Namun di bawah permukaan, ada angka lain yang justru terasa menyesakkan. UMP Jawa Barat 2026 ditetapkan Rp2.317.601, sementara Kebutuhan Hidup Layak (KHL) mencapai Rp4.122.871. Selisihnya sekitar Rp1,8 juta setiap bulan. Jarak ini bukan sekadar statistik—ia menjelma menjadi realitas hidup jutaan warga yang harus mengencangkan ikat pinggang dari tanggal muda sampai akhir bulan.

Ketika Upah Tak Memenuhi Biaya Hidup

UMP seharusnya menjadi jaring pengaman paling dasar bagi warga. Ia bukan janji kemewahan, melainkan batas minimum agar seseorang bisa hidup layak dari kerja penuh waktu. Di Jawa Barat, fungsi ini terasa pincang. Dengan UMP yang hanya menutup sekitar setengah dari KHL, warga dipaksa mencari jalan lain: lembur berlapis, kerja sambilan, atau memangkas kebutuhan paling dasar.

Ironinya, kondisi ini terjadi di provinsi dengan biaya hidup yang relatif tinggi. Kawasan industri besar, urbanisasi masif, dan konektivitas ekonomi membuat harga sewa, transportasi, serta pangan ikut terdongkrak. Artinya, KHL tinggi di Jawa Barat bukan anomali, melainkan konsekuensi logis dari struktur ekonominya. Yang menjadi pertanyaan: mengapa UMP tidak bergerak seiring realitas itu?

APBD Memang Besar, Dampak Sosial?

Memang benar, APBD tidak digunakan langsung untuk menggaji warga di sektor swasta. Namun APBD adalah kompas kebijakan. Dari sanalah ditentukan arah subsidi, kualitas layanan publik, transportasi massal, pengendalian harga, hingga iklim ketenagakerjaan. Dengan APBD Rp31 triliun, ruang intervensi kebijakan Jawa Barat sejatinya luas.

Masalahnya, ketika upah minimum tertinggal jauh dari biaya hidup, publik wajar bertanya: seberapa jauh APBD itu diterjemahkan menjadi pengurang beban hidup warga? Jika transportasi publik belum menekan ongkos harian, hunian terjangkau masih minim, dan layanan dasar belum cukup meringankan, maka upah rendah terasa dua kali lebih menyakitkan.

BUMD Terkaya di Indonesia, Warganya Megap-Megap

Data BUMD memperkuat paradoks ini. Dengan aset Rp247,01 triliun, BUMD Jawa Barat menjadi yang paling kaya di Indonesia. Ini menandakan kapasitas ekonomi daerah yang kuat, jaringan usaha luas, dan potensi keuntungan jangka panjang. BUMD memang bukan dompet upah, tetapi ia mencerminkan daya ungkit ekonomi daerah.

Ketika daerah dengan BUMD terkaya justru menetapkan UMP jauh di bawah KHL, narasi “tidak mampu” menjadi sulit dipertahankan. Yang tersisa adalah pilihan kebijakan. Apakah pertumbuhan ekonomi lebih diprioritaskan ketimbang kesejahteraan warga? Apakah stabilitas industri selalu harus dibayar dengan menekan upah minimum?

Empat Variabel Berujung Ketimpangan

Jika disusun berurutan, logikanya menjadi terang. APBD besar menunjukkan kapasitas fiskal. BUMD terkaya menunjukkan kekuatan ekonomi daerah. KHL tinggi menunjukkan realitas biaya hidup. Namun UMP rendah menunjukkan hasil kebijakan yang tidak selaras dengan tiga variabel sebelumnya.

Inilah yang membuat Jawa Barat tampak jomplang. Bukan karena miskin sumber daya, melainkan karena hasil akhirnya tidak menyentuh kehidupan warga. Pertumbuhan ada, aset menumpuk, tetapi keseharian warga tetap dihantui kekurangan.

Bukan Masalah Kemampuan, tapi Keberpihakan

Di balik tabel dan grafik, ada cerita sederhana. Warga yang berangkat subuh dari pinggiran kota karena sewa lebih murah. Orang tua yang menunda beli seragam sekolah. Pasangan muda yang mengubur rencana punya rumah. Semua itu bukan karena malas, melainkan karena upah tak pernah mengejar hidup.

Ketika UMP terlalu jauh dari KHL, bekerja penuh waktu pun tidak menjamin hidup layak. Ini bukan soal gaya hidup, melainkan soal martabat kerja.

UMP Jawa Barat hari ini bukan cermin ketidakmampuan ekonomi, melainkan cermin pilihan kebijakan. Dengan APBD besar dan BUMD terkaya, ruang untuk memperbaiki ketimpangan itu ada. Pertanyaannya sederhana: apakah ruang itu mau digunakan untuk warga, atau terus ditunda demi alasan stabilitas?

Selama UMP Jawa Barat masih tertinggal jauh dari KHL, maka pertumbuhan ekonomi akan terasa timpang. Dan selama itu pula, wajar jika publik terus bertanya: APBD gede, BUMD terkaya—tapi kenapa upahnya masih memble? (AS)

Berita lainnya:

Camat Langensari Jenguk Lansia Sebatang Kara, Warga Terharu

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Camat Langensari Kota Banjar, Rina Purnama Sari, S.STP., M.M., menjenguk dua lansia sebatang kara di Lingkungan Margasari, RT...

Status Tersangka Wakil Wali Kota Bandung Gugur, Kejari Ungkap Alasannya

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Status tersangka Wakil Wali Kota Bandung Erwin resmi gugur setelah Kejaksaan Negeri Bandung menerbitkan Surat Perintah Penghentian...

Indonesia Open 2026 Tayang di RCTI dan iNews, Ini Jadwalnya

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Indonesia Open 2026 menjadi salah satu agenda bulu tangkis yang paling ditunggu pecinta badminton Tanah Air. Turnamen...
  • iklan display lintas priangan - akun zoom premium

Terbaru

SIARAN PERS: Lintas Priangan Tidak Pernah Dilibatkan dalam Muskorda Aliansi Jurnalis Tasikmalaya

lintaspriangan.com, RILIS.  Redaksi Lintas Priangan menyampaikan klarifikasi resmi terkait pencantuman...

Indonesia Open 2026 Pastikan Wakil Ganda Putra ke Final

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Kabar menggembirakan datang dari ajang Indonesia...

Ular Sanca di Ciamis Sepanjang 2,2 Meter Serang Kandang Ayam

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Warga Dusun Sarayuda, Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing,...

JAZIRAH x CCE 2026 Ciamis Jadi Panggung UMKM Halal Priangan Timur

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Gelaran JAZIRAH x CCE 2026 Ciamis menjadikan...

Tenggelam di Sungai Ciseel, Dua Anak Bantardawa Ciamis Meninggal

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peristiwa memilukan terjadi di Sungai Ciseel, Dusun Bantarsari,...

JMSI Lampung Siapkan Festival Keris Pusaka Nusantara di Pringsewu

lintaspriangan.com, RILIS. Jaringan Media Siber Indonesia atau JMSI Provinsi Lampung...

Prediksi Indonesia vs Oman Nanti Malam di FIFA Matchday

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Prediksi Indonesia vs Oman menjadi salah satu...

Operasi Lodaya Polres Tasikmalaya Dimulai 8 Juni, Ini Sasarannya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pengguna jalan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya mulai...

Indonesia Open 2026: Jonatan dan Tiga Ganda Putri Bertahan

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Peluang Indonesia menambah wakil di babak...

Lowongan Driver di Tasikmalaya dan Ciamis, Lulusan SMA Bisa Daftar

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kabar baik datang bagi warga yang...

Priangan Timur

SIARAN PERS: Lintas Priangan Tidak Pernah Dilibatkan dalam Muskorda Aliansi Jurnalis Tasikmalaya

lintaspriangan.com, RILIS.  Redaksi Lintas Priangan menyampaikan klarifikasi resmi terkait pencantuman...

Ular Sanca di Ciamis Sepanjang 2,2 Meter Serang Kandang Ayam

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Warga Dusun Sarayuda, Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing,...

JAZIRAH x CCE 2026 Ciamis Jadi Panggung UMKM Halal Priangan Timur

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Gelaran JAZIRAH x CCE 2026 Ciamis menjadikan...

Tenggelam di Sungai Ciseel, Dua Anak Bantardawa Ciamis Meninggal

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peristiwa memilukan terjadi di Sungai Ciseel, Dusun Bantarsari,...

Operasi Lodaya Polres Tasikmalaya Dimulai 8 Juni, Ini Sasarannya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pengguna jalan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya mulai...

Lowongan Driver di Tasikmalaya dan Ciamis, Lulusan SMA Bisa Daftar

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kabar baik datang bagi warga yang...

Promo HUT Ciamis 384 Diserbu Warga, Pasang Air Bersih Cuma Rp384 Ribu

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Promo HUT Ciamis 384 yang digelar Perumdam...

Garut Terbaik Pengendalian Inflasi Jawa-Bali, Bupati Beberkan Kuncinya

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Pemerintah Kabupaten Garut meraih penghargaan Terbaik I...

Perspektif

Popular Categories