Gara-Gara TPA Ciangir, HMI Kutuk Keras Pemkot & Ancam Gelar Aksi Besar

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Persoalan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir, Kota Tasikmalaya, kembali memanas. Kali ini, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya melancarkan kritik tajam terhadap Pemerintah Kota Tasikmalaya, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), yang dinilai gagal total dalam mengelola timbunan sampah yang kian menggunung. Puncak kekecewaan HMI tersulut oleh ketidakhadiran Wali Kota dan Kepala DLH di lokasi aksi demonstrasi yang mereka gelar, padahal undangan telah dilayangkan.

Sebagai koordinator lapangan aksi, Ketua Bidang Lingkungan Hidup HMI Cabang Tasikmalaya, yang juga merupakan orator utama dalam demonstrasi di TPA Ciangir, mengungkapkan seluruh kajian dan tuntutan mereka telah disampaikan secara gamblang. Namun, ia menyayangkan tidak adanya perubahan signifikan di TPA Ciangir hingga saat ini.

“Kami meragukan aksi gerakan Viman [Wali Kota Tasikmalaya] yang katanya ingin serius menangani sampah,” tegasnya, tanpa ragu meragukan komitmen pemerintah daerah. “Kami sangat kecewa sekali Wali Kota dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup tidak datang ke titik lokasi aksi. Padahal kami aksi di sana supaya Wali Kota dan Dinas Lingkungan Hidup melihat langsung.”

- Advertisement -

Janji Nol, Sampah Membludak: Sorotan Tajam atas Kinerja DLH

HMI menyoroti fakta bahwa lahan seluas 13 hektar yang dipenuhi sampah di TPA Ciangir seolah tanpa solusi konkret. Mereka menuding bahwa selama ini hanya ada perencanaan tanpa realisasi. “Sudah jelas bahwasanya 13 hektar sampah ini mau diapakan, tanpa ada solusi dari dulu hanya perencanaan dan perencanaan tapi tidak ada hasil apapun,” cetusnya dengan nada geram.

Kekecewaan HMI memuncak pada kondisi TPA Ciangir yang sudah bertahun-tahun tanpa solusi, bahkan tumpukan sampah semakin meluas dan menggunung. Mereka menganggap penambahan armada truk sampah, yang dianggarkan dari dana mobil dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota, bukanlah solusi efektif. HMI memandang langkah tersebut sebagai “alih isu yang ditutup”, karena realitanya, penambahan armada hanya mempercepat penarikan sampah tanpa disertai pengelolaan atau pemusnahan yang memadai di TPA.

“Hemat kami, mobil truk yang dianggarkan dari anggaran mobil dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota bukanlah solutif dan dipandang alih isu yang ditutup, karena realitas lapangan nyatanya penambahan armada truk hanya menjawab percepatan penarikan sampah namun di TPA sampah nyatanya hanya langkah buang bukan malah dikelola dan pentingnya pemusnahan untuk mengurangi volume di TPA sampah,” papar sang koordinator lapangan, menegaskan bahwa tanpa pengelolaan yang tepat, sampah akan terus menumpuk, memperluas wilayah TPA, dan memicu dampak-dampak lingkungan lainnya.

Tuntutan Tegas: Reformasi Birokrasi dan Ancaman Aksi Lanjutan

Dalam aksi tersebut, HMI membawa delapan tuntutan yang merupakan hasil kajian mendalam. Tuntutan ini meliputi reformasi birokrasi di tubuh DLH Kota Tasikmalaya, yang dinilai memiliki “dosa terlalu besar” karena kegagalan dalam tugas dan fungsinya. Selain itu, HMI juga menyoroti masalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum tuntas, kompensasi bagi masyarakat terdampak yang jauh dari aturan, serta ketidakprioritasan fasilitas bangunan sekolah di wilayah sekitar TPA, seperti SD Ciangir.

“Kami mengutuk keras Wali Kota supaya secepatnya mereformasi birokrasi terkhusus di Dinas Lingkungan Hidup, karena dosanya terlalu besar karena kegagalan dalam tugas dan fungsinya,” tandasnya.

HMI menyatakan akan terus mengawal delapan tuntutan tersebut, bahkan hingga ke ranah hukum. Mereka memberikan tenggat waktu dua minggu kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk menunjukkan keseriusan dalam menangani persoalan sampah, termasuk dalam mereformasi birokrasi di DLH.

“Kami akan tunggu dan mengawal terus-menerus dalam jangka waktu 2 minggu ini! Bagaimana keseriusan Pemerintah Kota Tasikmalaya, termasuk dalam mereformasi birokrasi Dinas Lingkungan Hidup,” ancamnya. Jika tuntutan mereka tidak diindahkan, HMI berjanji akan mengerahkan massa yang lebih banyak untuk mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Pemerintah Kota Tasikmalaya.


Kondisi TPA Ciangir yang semakin memprihatinkan ini menjadi cerminan tantangan besar bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Akankah kritik tajam dan ancaman aksi lanjutan dari HMI ini mampu mendorong Pemkot untuk bertindak lebih cepat dan konkret, ataukah permasalahan sampah di Ciangir akan terus menjadi ‘PR’ abadi yang tak kunjung terselesaikan? (Lintas Priangan/DH)

Abiba Guard
Produk Digital

Abiba Guard

Abiba Guard adalah plugin keamanan WordPress yang menggabungkan pembatasan percobaan login, kendali mode darurat Cloudflare, perlindungan konten premium,…

Rp198.999Beli Sekarang
Abiba Booster
Produk Digital

Abiba Booster

Abiba Booster adalah plugin optimasi WordPress yang membantu mengelola cache halaman, mengonversi gambar JPG dan PNG ke WebP,…

Rp199.000Beli Sekarang
WAStore
Produk Digital

WAStore

WASTore – Bikin Toko Online Profesional, Terima Pesanan Langsung via WhatsApp! Punya produk tapi belum punya toko online…

Rp240.000Beli Sekarang

PRIANGAN TIMUR

Pemkot Tasikmalaya Sebut Tangani Kakek Nana Sejak 28 Oktober, Pembangunan Rumah Dijadwalkan Dimulai

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya menyatakan telah menangani...

Bawa Nama Internasional, Job Fair Tasikmalaya Justru Dikeluhkan Molor, Wali Kota Disorot

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Job Fair Tasikmalaya 2026 membawa embel-embel...

Urusan Sampah Warga Urug Sampai ke KDM, Di Mana Peran Camat dan Wali Kota Tasikmalaya?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Persoalan sampah yang dikeluhkan warga Kelurahan...

Hujan Hambat Pembukaan Jalan 2,6 Km Penghubung Dua Desa di Pangandaran

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pekerjaan pembukaan jalan penghubung Desa Bangunjaya...

Kerusakan Jalan di Kadongdong Garut Perlu Penanganan, Pengguna Jalur Banjarwangi–Singajaya Diminta Waspada

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Kerusakan badan jalan di Kampung Batas,...

JAWA BARAT

Pemulihan Pascabencana Kuningan, Delapan Rumah Rusak Berat dan Dua Keluarga Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pemulihan pascabencana Kuningan menjadi perhatian setelah...

Tanggul Sungai Cikalintu Jebol, BPBD Soroti Belum Adanya Saluran Pengalihan Air di Hulu

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Tanggul Sungai Cikalintu di Kelurahan Cipaganti,...

Pohon Tumbang di Bandung Timpa Kendaraan di Jalan Mohammad Toha

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. BANDUNG – Pohon tumbang di Bandung...

Penghargaan Digital Sumedang Jadi Momentum Uji Keamanan e-Voting Pilkades di 92 Desa

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Kabupaten Sumedang menerima penghargaan transformasi digital...

Monyet Liar Masuk Permukiman Desa Bunder Purwakarta, Warga Khawatirkan Keselamatan Anak

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Kawanan monyet liar dilaporkan masuk ke...

Central Medical Unit Ujungberung Ditargetkan Beroperasi pada 2028, Ini Fasilitas yang Direncanakan

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung bersama Kementerian Kesehatan...

KITA SEHAT, Kemitraan Indonesia–Australia untuk Perkuat Sistem Kesehatan Jawa Barat

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong Program...

Futsal Porprov Jabar: Kota Bandung Hajar Kabupaten Tasikmalaya 7–3

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Kota Bandung mengalahkan Kabupaten Tasikmalaya dengan...

Olahraga

Kategori Populer