lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis menangani kerusakan sejumlah fasilitas masyarakat akibat hujan deras disertai angin kencang di Desa Giriharja, Kecamatan Rancah, Jumat (6/11/2026). Bangunan madrasah, penggilingan padi, dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) termasuk fasilitas yang terdampak.
Petugas gabungan bersama masyarakat melakukan penanganan pohon tumbang dan membersihkan material bangunan yang rusak. Penanganan juga dilakukan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan pada bagian atap akibat terpaan angin.
Fasilitas Pendidikan dan Usaha Ikut Terdampak
Salah satu fasilitas pendidikan yang dilaporkan mengalami kerusakan adalah Madrasah Manarul Barokah. Selain itu, bangunan penggilingan padi atau pabrik huler serta fasilitas Koperasi Desa Merah Putih di wilayah tersebut turut terdampak.
Kerusakan pada fasilitas tersebut menambah dampak kejadian angin kencang di Desa Giriharja. Sebab, peristiwa tidak hanya mengenai rumah penduduk, tetapi juga bangunan yang digunakan untuk menunjang aktivitas masyarakat.
Berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Ciamis, sebanyak 40 rumah warga mengalami kerusakan ringan. Pohon tumbang juga dilaporkan menimpa sejumlah bangunan setelah hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menyampaikan bahwa petugas masih melakukan penanganan di lokasi terdampak.
Petugas Gabungan Bersihkan Material Bangunan
Penanganan dampak bencana Rancah Ciamis melibatkan sejumlah unsur, antara lain BPBD, petugas pemadam kebakaran, Taruna Siaga Bencana (Tagana), relawan, dan masyarakat setempat.
Petugas melakukan pembersihan pohon tumbang yang menimpa rumah serta material bangunan yang rusak. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko lanjutan dan membantu warga membersihkan lingkungan.
Pemerintah desa bersama masyarakat juga menyiapkan penggantian material atap rumah warga yang mengalami kerusakan menggunakan asbes.
BPBD menyebut tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.
Ani Supiani mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan karena wilayah Kabupaten Ciamis telah memasuki musim hujan. Potensi bencana hidrometeorologi, termasuk angin kencang, pohon tumbang, dan banjir, perlu diantisipasi.
Penanganan bencana Rancah Ciamis masih menjadi perhatian petugas, terutama untuk memastikan fasilitas masyarakat yang terdampak dapat ditangani dan lingkungan kembali aman digunakan. (NS/AS)
