lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Hujan es di Kuningan disertai angin kencang menerjang Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Senin (2 November 2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Fenomena cuaca ekstrem yang berlangsung pada sore hari itu berdampak pada sejumlah bangunan warga, pepohonan, dan akses jalan di Desa Luragung Tonggoh serta Luragung Landeuh.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena hujan tidak hanya turun dengan intensitas deras, tetapi juga membawa butiran es dan disertai angin kencang. Sejumlah atap bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, sementara pohon tumbang sempat mengganggu akses jalan utama penghubung wilayah Luragung dengan Kuningan.
Hujan Es di Kuningan Disertai Angin Kencang, Dua Desa Terdampak
Kejadian hujan es di Kuningan berlangsung sekitar setengah jam. Selain Desa Luragung Tonggoh dan Luragung Landeuh, laporan penanganan bencana juga mencatat dampak angin kencang di Kecamatan Cidahu.
Di wilayah Luragung Tonggoh, sebuah pohon kenari berukuran sekitar 10 meter tumbang di Jalan Raya Luragung-Kuningan. Pohon tersebut sempat menutup sebagian akses jalan utama.
Terjangan angin juga merusak bagian atap bangunan dan kanopi yang menggunakan material ringan seperti baja ringan dan spandek. Beberapa fasilitas usaha warga turut terdampak.
Petugas penanggulangan bencana melakukan pembersihan material pohon tumbang agar akses lalu lintas kembali normal. Sementara itu, pendataan kerusakan bangunan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut sehingga jumlah kerugian belum dapat dipastikan.
Mengapa Hujan Es di Kuningan Bisa Terjadi?
Secara meteorologis, hujan es merupakan fenomena atmosfer yang berkaitan dengan pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb). Awan ini dapat berkembang sangat tinggi dan menghasilkan hujan lebat, petir, serta angin kencang.
Penjelasan dalam publikasi BMKG mengenai proses terjadinya hujan es menyebutkan bahwa butiran es terbentuk melalui proses di dalam awan.
Tetesan air yang berada pada suhu di bawah titik beku dapat membentuk inti es. Partikel tersebut kemudian terbawa arus udara naik yang kuat dan terus bertambah lapisan es selama berada di dalam awan.
Ketika ukurannya semakin besar dan tidak lagi mampu ditahan oleh arus udara naik, butiran es akhirnya jatuh ke permukaan bumi.
Fenomena ini dapat terjadi di Indonesia yang beriklim tropis. Karena itu, hujan es tidak selalu menandakan suatu wilayah sedang mengalami suhu dingin di permukaan.
Masyarakat dapat memantau perkembangan cuaca melalui prakiraan cuaca BMKG untuk Kecamatan Luragung. Informasi prakiraan tersebut diperbarui secara berkala dan perlu diperiksa kembali sesuai waktu pembacaan.
Ketika hujan lebat disertai petir dan angin kencang terjadi, masyarakat disarankan berlindung di dalam bangunan yang kokoh. Hindari berteduh di bawah pohon, baliho, atau bangunan yang berpotensi roboh.
Peristiwa di Luragung menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, terutama ketika hujan deras disertai petir dan angin kencang datang dalam waktu bersamaan.
(AA)
