lintaspriangan.com, BERITA KOTA BANJAR. Turnamen sepak bola Dandim Cup 2026 di Kota Banjar berakhir pada Minggu, 1 November 2026, setelah Bhayangkara FC Polres Banjar keluar sebagai juara. Kompetisi yang berlangsung selama satu bulan tersebut diikuti 32 tim dan menjadi salah satu ajang pertandingan sepak bola antarklub di wilayah Kota Banjar.
Berakhirnya kompetisi tersebut menyisakan agenda penting bagi perkembangan sepak bola daerah, yakni keberlanjutan pembinaan pemain. Potensi pemain yang tampil selama turnamen perlu mendapat perhatian agar kegiatan olahraga tidak berhenti setelah perebutan gelar juara selesai.
Bhayangkara FC memastikan gelar juara setelah mengalahkan Artistik FC dengan skor 2-1 pada pertandingan final yang berlangsung di Lapangan Manunggal, Kecamatan Purwaharja, Minggu.
32 TIM IKUTI KOMPETISI SELAMA SATU BULAN
Dandim Cup 2026 berlangsung sejak 1 Oktober hingga 1 November 2026. Sebanyak 32 tim mengikuti kompetisi tersebut untuk memperebutkan gelar juara.
Penyelenggaraan turnamen melibatkan unsur TNI, Polri, dan komunitas sepak bola. Pertandingan final menjadi penutup rangkaian kompetisi yang berlangsung selama satu bulan.
Hasil pertandingan menempatkan Bhayangkara FC Polres Banjar sebagai juara setelah mengatasi perlawanan Artistik FC dengan skor 2-1.
Kemenangan tersebut menjadi hasil akhir kompetisi, tetapi penyelenggaraan turnamen juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan sepak bola lokal, termasuk kualitas pertandingan dan kemampuan pemain dari masing-masing tim.
Dengan melibatkan 32 tim, Dandim Cup 2026 menghadirkan ruang kompetisi bagi para pemain. Namun, jumlah peserta turnamen belum otomatis menunjukkan bahwa pembinaan atlet telah berjalan secara berkelanjutan.
KEBERLANJUTAN PEMBINAAN MENJADI PEKERJAAN BERIKUTNYA
Salah satu hal yang perlu diperjelas setelah Dandim Cup 2026 Kota Banjar adalah mekanisme pembinaan pemain yang dinilai memiliki potensi.
Koordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Banjar dan Pemerintah Kota Banjar sebelumnya disebut sebagai bagian dari rencana tindak lanjut penyelenggaraan turnamen.
Namun, belum tersedia keterangan terperinci mengenai mekanisme seleksi pemain, jadwal pembinaan, maupun program latihan lanjutan setelah kompetisi berakhir.
Kepastian mengenai hal tersebut penting untuk membedakan penyelenggaraan turnamen sebagai kegiatan kompetisi dengan pembinaan olahraga yang memiliki program dan target jangka panjang.
Jika ada pemain potensial yang akan diproyeksikan mengikuti kompetisi berikutnya, proses penjaringan perlu disertai mekanisme seleksi dan pendampingan yang jelas.
Selain itu, keterlibatan klub peserta juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan latihan dan kompetisi sepak bola di tingkat lokal.
Dengan berakhirnya Dandim Cup 2026 Kota Banjar, perhatian berikutnya tidak hanya tertuju pada tim yang berhasil menjadi juara. Kejelasan tindak lanjut pembinaan pemain juga perlu menjadi bagian dari evaluasi penyelenggaraan turnamen tersebut. (NS/AS)







