lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan di wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Cianjur, Senin (2/11/2026).
Dalam pembaruan peringatan dini curah hujan harian BMKG, Kecamatan Pasirkuda tercatat sebagai salah satu wilayah di Kabupaten Cianjur yang masuk kategori waspada.
Informasi ini perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama warga yang tinggal di kawasan rawan bencana hidrometeorologi. Hujan dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko genangan, tanah longsor, hingga gangguan aktivitas masyarakat.
Pasirkuda Masuk Peringatan Dini BMKG
Masuknya Kecamatan Pasirkuda dalam kategori waspada menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperhatikan perkembangan kondisi cuaca di wilayahnya.
Warga yang tinggal di sekitar lereng, tebing, dan daerah aliran sungai perlu lebih berhati-hati apabila hujan turun dalam durasi panjang atau dengan intensitas tinggi.
Kewaspadaan juga diperlukan bagi pengguna jalan, khususnya di jalur yang memiliki kondisi geografis berbukit dan berpotensi mengalami gangguan akibat hujan.
Sebelumnya, 14 Kecamatan Cianjur Masuk Peringatan BMKG
Sehari sebelumnya, Minggu (1/11/2026), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan lebat disertai petir yang mencakup 14 kecamatan di Kabupaten Cianjur.
Wilayah tersebut meliputi Cianjur, Cibinong, Cikadu, Cilaku, Cipanas, Cugenang, Gekbrong, Karangtengah, Leles, Mande, Pacet, Sindangbarang, Sukaresmi, dan Warungkondang.
Peringatan tersebut berlaku mulai pukul 19.35 hingga 22.00 WIB. Artinya, informasi itu merujuk pada periode Minggu malam dan bukan penanda bahwa seluruh wilayah tersebut masih berada dalam periode peringatan aktif pada Senin.
Perbedaan waktu dan cakupan wilayah dalam pembaruan informasi cuaca penting diperhatikan agar masyarakat tidak keliru membaca status peringatan.
Warga Diminta Waspadai Dampak Hujan Lebat
Masyarakat di wilayah yang berpotensi diguyur hujan diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Saat terjadi hujan disertai petir, warga sebaiknya menghindari berteduh di bawah pohon besar, tiang listrik, maupun papan reklame. Pengendara juga perlu mengurangi kecepatan karena permukaan jalan yang basah dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar tebing dan lereng, perubahan kondisi tanah perlu diperhatikan. Retakan tanah, guguran material, atau aliran air yang berubah dapat menjadi tanda yang perlu diwaspadai.
BMKG menyediakan pembaruan peringatan dini dan informasi cuaca melalui kanal resminya. Masyarakat disarankan memeriksa informasi terbaru secara berkala karena kondisi atmosfer dan potensi hujan dapat berubah sewaktu-waktu.
Kewaspadaan sejak dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana dan menjaga keselamatan masyarakat di tengah perubahan cuaca. (HS)







