lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Penanganan keluarga Dadan Heryaman, warga Dusun Cibeureum, Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, menjadi perhatian setelah bagian dapur rumahnya ambruk pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Selain pendataan kerusakan, kepastian bantuan kebutuhan dasar dan tindak lanjut perbaikan rumah menjadi hal penting dalam penanganan pascakejadian.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu. Namun, kerusakan bangunan membuat keluarga Dadan harus menghadapi dampak kerusakan pada bagian rumah yang ambruk.
TAGANA LAKUKAN ASESMEN KERUSAKAN
Informasi yang dihimpun menyebutkan, unsur Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama aparat kewilayahan telah melakukan penanganan awal terhadap kejadian tersebut.
Anggota Forum Komunikasi Tagana Ciamis, Uju Suparman, termasuk pihak yang memberikan keterangan mengenai kondisi rumah dan kebutuhan penanganan keluarga terdampak.
Rumah Dadan dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian dapur. Kondisi bangunan yang telah lapuk disebut menjadi salah satu faktor penyebab ambruknya bagian tersebut. Hujan juga disebut memperburuk kondisi bangunan.
Kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp30 juta. Angka tersebut merupakan taksiran yang diberitakan, bukan hasil penetapan nilai kerugian melalui pemeriksaan resmi.
Dalam penanganan bencana rumah rusak, pendataan kondisi bangunan dan kebutuhan penghuni menjadi bagian penting untuk menentukan bentuk bantuan yang diperlukan.
KEPASTIAN BANTUAN DAN PERBAIKAN RUMAH
Setelah penanganan awal, perkembangan bantuan untuk keluarga Dadan perlu dipastikan, terutama terkait kebutuhan logistik, kondisi tempat tinggal, serta kemungkinan dukungan perbaikan bangunan.
Informasi mengenai kebutuhan logistik keluarga telah disampaikan dalam laporan awal Tagana. Namun, belum tersedia konfirmasi memadai mengenai jenis bantuan yang sudah diterima maupun kebutuhan yang masih belum terpenuhi.
Pemerintah Desa Cibadak dan instansi terkait perlu memberikan penjelasan mengenai hasil pendataan, tindak lanjut penanganan, serta kemungkinan bantuan rehabilitasi rumah.
Kepastian tersebut penting agar penanganan tidak berhenti pada pendataan kerusakan dan gotong royong setelah kejadian, tetapi juga memperhatikan kondisi keluarga yang terdampak.
Hingga informasi yang tersedia, belum ada data terverifikasi mengenai progres perbaikan rumah, besaran bantuan yang telah disalurkan, maupun jadwal rehabilitasi bangunan.
Karena itu, perkembangan penanganan keluarga Dadan masih membutuhkan konfirmasi langsung dari keluarga, pemerintah desa, Tagana, dan BPBD Kabupaten Ciamis. (NS/AS)







