lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya menyatakan telah menangani kondisi Nana Kustaman (74), warga Kampung Sindanghayu, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, sebelum kisah tempat tinggalnya menjadi perhatian publik. Penanganan tersebut disebut mulai dilakukan setelah pihak kelurahan mendatangi lokasi pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Perkembangan berikutnya adalah rencana pembangunan rumah bagi Nana dan cucunya. Pemerintah Kota Tasikmalaya menjadwalkan pekerjaan pembangunan dimulai pada Senin, 2 November 2026. Namun, pelaksanaan fisik pembangunan pada tanggal tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan langsung di lokasi.
KELURAHAN KLAIM SUDAH MELAKUKAN PENANGANAN SEBELUM RAMAI DIBERITAKAN
Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Kahuripan, Ruswan Fladimer Sialana, menyampaikan bahwa pihak kelurahan telah mengunjungi tempat tinggal Nana pada 28 Oktober 2026.
Setelah melihat kondisi keluarga tersebut, kelurahan berkoordinasi dengan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan sejumlah perangkat daerah untuk menyampaikan kondisi serta kebutuhan bantuan.
Menurut Ruswan, perhatian terhadap Nana sebelumnya juga telah melibatkan unsur pemerintah daerah dan Puskesmas.
Rencana pembangunan rumah sempat menghadapi kendala terkait status lahan. Ruswan menyebut koordinasi dengan pihak terkait akhirnya menghasilkan solusi dan izin sehingga pembangunan di lokasi tersebut dapat dilaksanakan.
Keterangan mengenai proses perizinan ini menjadi bagian penting yang perlu diperjelas, terutama terkait dasar penggunaan lahan dan pihak yang memberikan persetujuan pembangunan.
KONTRAKAN SEMENTARA DISIAPKAN SAMBIL MENUNGGU RUMAH SELESAI
Selama pembangunan berlangsung, Pemkot Tasikmalaya menyediakan rumah kontrakan sementara bagi Nana dan keluarganya.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar berupa kasur, sembako, dan perlengkapan mandi. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama menunggu rumah baru selesai dibangun.
Perhatian terhadap keluarga Nana meningkat setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi lokasi pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Dalam kunjungan itu, gubernur menyampaikan bahwa pembangunan rumah dijadwalkan dimulai pada 2 November.
Sebelumnya, dukungan material bangunan juga datang dari pihak swasta. Bantuan yang dilaporkan meliputi pasir, tujuh kubik bata ringan, dan 20 sak semen.
Meski sejumlah bentuk bantuan telah diumumkan, perkembangan penanganan keluarga Nana masih perlu dipantau hingga pembangunan benar-benar selesai.
Hal yang perlu dipastikan berikutnya meliputi realisasi pekerjaan fisik, sumber dan penggunaan bantuan pembangunan, target penyelesaian, serta kepastian keluarga Nana dapat menempati rumah tersebut.
Dengan demikian, ukuran keberhasilan penanganan bukan hanya dimulainya pembangunan, melainkan tersedianya tempat tinggal yang aman dan layak bagi Nana dan cucunya. (NS/AS)







