Sumpah Pemuda dan Asap Hitam-Putih di Gerbang DPRD Kota Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Asap hitam mengepul tepat di depan gerbang besi DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu (28/10/2026). Dari balik pagar berjeruji, aparat menyemprotkan alat pemadam api ringan (APAR). Asap putih pun menyusul, berbaur dengan kepulan hitam dari ban yang dibakar mahasiswa. Pemandangan itu berulang dua hingga tiga kali, mengiringi pagar yang terus diguncang dan musik penyemangat dari mobil komando.

Hari itu bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Sekitar 200 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Tasikmalaya turun ke jalan, membawa tuntutan tentang persoalan nasional hingga masalah yang mereka hadapi di kota sendiri. Di tengah seruan massa dan lagu Darah Juang, mereka berharap wali kota dan pimpinan DPRD hadir untuk mendengarkan aspirasi secara langsung.

DPRD Kota Tasikmalaya di Tengah Asap dan Ketegangan

Aksi dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Jaket almamater peserta memperlihatkan keterlibatan mahasiswa dari berbagai kampus, di antaranya Universitas Islam Cipasung, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Perjuangan, dan Universitas Mayasari Bakti. Jumlah massa bertambah seiring berjalannya waktu, sementara puluhan personel kepolisian berjaga di sekitar gedung.

- Advertisement -

Mahasiswa meminta wali kota dan pimpinan DPRD menemui mereka. Namun, selama rangkaian aksi tersebut, para pimpinan yang diminta hadir belum menemui massa.

Perhatian kemudian tertuju pada dua gerbang gedung, di sisi timur dan barat. Mahasiswa terbagi ke kedua titik dan mengguncang pagar besi berulang kali. Dari sisi dalam, polisi berusaha menahan pagar agar tidak roboh. Beberapa kali, perwakilan mahasiswa berkomunikasi dengan komandan lapangan kepolisian dari sisi gerbang yang berseberangan.

Hampir satu jam, upaya mengguncang kedua gerbang berlangsung tanpa berhasil membuka akses. Di depan pagar, mahasiswa membakar ban hingga asap hitam membubung. Dari balik jeruji, aparat menyemprotkan APAR dan memunculkan asap putih. Dua warna itu bergantian terlihat di tengah ketegangan, menjadi pemandangan mencolok dalam aksi siang tersebut.

Musik dari mobil komando terus mengiringi gerakan massa. Sesekali, mahasiswa menyanyikan Darah Juang, lagu yang lekat dengan aksi-aksi mahasiswa. Suara nyanyian, seruan massa, dan bunyi pagar yang diguncang berkelindan di depan gedung wakil rakyat.

DPRD Kota Tasikmalaya dan Gerbang Barat yang Akhirnya Jebol

Setelah upaya di gerbang timur dan barat belum membuahkan hasil, instruksi dari mobil komando meminta massa kembali memusatkan aksi di gerbang barat. Mahasiswa kemudian menggunakan tali dan spanduk yang dilipat untuk menarik pagar. Tarikan dilakukan berulang kali, sementara polisi di sisi dalam berusaha menahannya.

Sekitar pukul 14.10 WIB, gerbang barat akhirnya jebol. Peristiwa itu terjadi setelah sekitar satu setengah jam aksi berlangsung sejak pukul 13.00 WIB. Gerbang yang sebelumnya terus diguncang akhirnya terbuka setelah mahasiswa berupaya menariknya bersama-sama.

Di balik ketegangan itu, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan. Pada tingkat nasional, mereka menyoroti evaluasi penggunaan uang rakyat, penyelesaian konflik agraria, penanganan biaya hidup, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta perlindungan hak masyarakat.

Untuk Kota Tasikmalaya, tuntutan mereka mencakup keamanan dari geng motor, penataan kawasan Dadaha, persoalan parkir, program usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), jalan rusak, serta sampah. Isu-isu tersebut memperlihatkan perhatian mahasiswa terhadap kebijakan publik sekaligus persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.

Mahasiswa masih berharap wali kota dan pimpinan DPRD menemui mereka untuk mendengarkan aspirasi. Harapan itu belum terpenuhi hingga gerbang barat jebol, berdasarkan informasi yang tersedia dari rangkaian kejadian tersebut.

Tanggal 28 Oktober memberi aksi ini konteks tersendiri. Pada 1928, para pemuda dari berbagai latar belakang mengikrarkan persatuan sebagai fondasi kebangsaan. Kini, hampir seabad kemudian, mahasiswa dari sejumlah kampus berkumpul untuk menyuarakan persoalan yang mereka anggap menyangkut kepentingan masyarakat.

Kedua zaman itu memiliki tantangan berbeda. Pemuda pada masa pergerakan nasional menghadapi keadaan yang tidak sama dengan mahasiswa yang berunjuk rasa di depan gedung pemerintahan hari ini. Namun, ada benang merah yang dapat ditarik: kepedulian generasi muda terhadap kehidupan bersama dan keberanian mereka menyampaikan aspirasi.

Di depan DPRD Kota Tasikmalaya, semangat itu terlihat melalui jaket almamater yang berkumpul, nyanyian Darah Juang, komunikasi di antara dua sisi gerbang, serta asap hitam-putih yang berulang kali mengepul. Gerbang barat akhirnya jebol, tetapi tuntutan mahasiswa masih menunggu tanggapan dari pihak yang ingin mereka temui.

Pada Hari Sumpah Pemuda, peristiwa itu menyisakan pertanyaan yang melampaui robohnya pagar: sejauh mana suara generasi muda mendapat ruang untuk didengar, dibahas, dan dijawab?

(AA)

Abiba Guard
Produk Digital

Abiba Guard

Abiba Guard adalah plugin keamanan WordPress yang menggabungkan pembatasan percobaan login, kendali mode darurat Cloudflare, perlindungan konten premium,…

Rp198.999Beli Sekarang
Abiba Booster
Produk Digital

Abiba Booster

Abiba Booster adalah plugin optimasi WordPress yang membantu mengelola cache halaman, mengonversi gambar JPG dan PNG ke WebP,…

Rp199.000Beli Sekarang
WAStore
Produk Digital

WAStore

WASTore – Bikin Toko Online Profesional, Terima Pesanan Langsung via WhatsApp! Punya produk tapi belum punya toko online…

Rp240.000Beli Sekarang

PRIANGAN TIMUR

AMPEL Desak Kepastian Hukum Pengecer BBM dan Pemerataan Pembangunan Langkaplancar

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Aliansi Masyarakat Peduli Langkaplancar (AMPEL) mendesak...

Kepala SMPN 6 Rajadesa Klarifikasi Isu Perundungan, Sebut Belum Ada Fakta Kejadian

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kepala SMPN 6 Rajadesa, Kartiningsih, S.Pd.,...

AWP Kota Tasikmalaya Menginjak Usia 7 Tahun: Independensi dan Kode Etik Jadi Harga Mati

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. TASIKMALAYA – Tujuh tahun berkiprah di...

Demo BEM se-Tasikmalaya Tuntut Penanganan Karhutla Hingga Masalah Geng Motor

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Demo BEM se-Tasikmalaya di Gedung DPRD...

Demo BEM se-Tasikmalaya, Dua Gerbang DPRD Digoyang Ratusan Mahasiswa hingga Akhirnya Jebol

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Dua gerbang Gedung DPRD Kota Tasikmalaya...

JAWA BARAT

Tari Merak Massal Jadi Agenda Pelestarian Budaya Pemuda Jawa Barat pada Hari Sumpah Pemuda

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Tari Merak Massal menjadi salah satu...

Pengendalian Inflasi Kota Sukabumi, TPID Sepakati Empat Langkah

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Pengendalian inflasi Kota Sukabumi menjadi fokus...

Festival Literasi Kota Cirebon Digelar hingga 29 Oktober, Ini Agenda dan Tujuannya

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Festival Literasi Kota Cirebon 2026 resmi...

Job Fair Kabupaten Bekasi 2026, Tawarkan 1.313 Lowongan Kerja

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Job Fair Kabupaten Bekasi 2026 menawarkan...

Lomba Toilet Bersih Sekolah Kota Bandung, Ini 8 Kriteria Penilaiannya

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Lomba toilet bersih sekolah Kota Bandung...

Pilkades Digital Sumedang Digelar Hari Ini, Keamanan Suara Jadi Sorotan

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Pemilihan kepala desa (Pilkades) digital Sumedang...

Kota Bekasi VS Kabupaten Bogor di PORPROV Jabar 2026, Misi Emas Langsung Diuji!

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Futsal Kota Bekasi VS Kabupaten Bogor...

Futsal Purwakarta VS Bekasi di PORPROV Jabar 2026, Ambisi Emas Bertemu Tantangan Grup C

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Tim Futsal Purwakarta VS Bekasi menjadi...

Olahraga

Kategori Populer