lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Dua gerbang Gedung DPRD Kota Tasikmalaya menjadi titik konsentrasi massa dalam Demo BEM se-Tasikmalaya, Rabu (28/10/2026). Ratusan mahasiswa mula-mula bergerak di gerbang sisi timur dan barat secara bersamaan. Setelah upaya menggoyang kedua gerbang belum membuahkan hasil, massa kemudian memusatkan kekuatan di gerbang barat. Sekitar pukul 14.10 WIB, setelah aksi berlangsung kurang lebih satu setengah jam, gerbang tersebut akhirnya jebol setelah mahasiswa menariknya menggunakan tali tambang dan spanduk yang dilipat.
Mahasiswa berharap Wali Kota Tasikmalaya dan pimpinan DPRD Kota Tasikmalaya hadir menemui mereka untuk mendengarkan aspirasi yang disampaikan. Namun, karena pihak yang diminta hadir tidak menemui massa, upaya membuka gerbang terus berlanjut. Jumlah peserta yang semula diperkirakan sekitar 200 orang disebut terus bertambah seiring berjalannya aksi. Puluhan personel kepolisian berjaga di sekitar lokasi demonstrasi.
Demo BEM se-Tasikmalaya Awalnya Menggoyang Dua Gerbang DPRD
Pada tahap awal, mahasiswa membagi konsentrasi massa ke dua titik, yakni gerbang timur dan gerbang barat Gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Dari kedua sisi itu, massa berupaya menggoyang gerbang berulang kali. Namun, setelah upaya tersebut berlangsung cukup lama, kedua gerbang belum berhasil dibuka.
Mahasiswa kemudian mengubah pola pergerakan setelah komando dari mobil komando meminta massa kembali berkumpul di satu titik. Gerbang barat dipilih sebagai pusat konsentrasi berikutnya. Massa yang sebelumnya terbagi di dua lokasi kini memusatkan upaya di satu gerbang.
Di balik perubahan tersebut, tuntutan agar pimpinan daerah menemui mahasiswa belum terpenuhi. Wali Kota Tasikmalaya dan pimpinan DPRD diharapkan datang langsung untuk mendengarkan aspirasi mereka. Ketika keduanya tidak menemui massa, mahasiswa melanjutkan upaya menggoyang gerbang.
Demo BEM se-Tasikmalaya Berujung Gerbang Barat Jebol
Setelah massa terkonsentrasi di gerbang barat, mahasiswa kembali berupaya menarik dan menggoyang gerbang dengan berbagai cara. Tali tambang digunakan untuk menarik bagian gerbang. Spanduk yang dilipat juga dimanfaatkan sebagai alat bantu tarikan. Setelah rangkaian upaya tersebut, gerbang barat akhirnya jebol sekitar pukul 14.10 WIB.
Peristiwa itu menjadi puncak dari rangkaian aksi di depan gedung legislatif tersebut. Upaya awal di dua gerbang tidak berhasil membuka akses, hingga massa memusatkan kekuatan di satu titik dan akhirnya berhasil menjebol gerbang barat.
Demo ini juga membawa sejumlah tuntutan terkait persoalan nasional dan daerah. Dalam materi tuntutan yang beredar, isu Kota Tasikmalaya mencakup keamanan dari geng motor, penataan kawasan Dadaha, persoalan parkir, program UMKM, jalan rusak, dan sampah. Rincian tuntutan yang benar-benar disampaikan dalam orasi serta tanggapan resmi pemerintah kota dan DPRD masih perlu dikonfirmasi untuk melengkapi laporan.
(AA)







