lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. TASIKMALAYA – Tantangan generasi muda hari ini bukan semata-mata bagaimana mendapatkan pekerjaan, melainkan bagaimana menyiapkan diri menghadapi perubahan zaman yang berlangsung semakin cepat. Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), anak muda dituntut tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan, kreativitas, dan kemampuan membaca peluang.
Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Aslim, memandang peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026, sebagai momentum untuk memperkuat peran generasi muda dalam membangun masa depan daerah. Semangat persatuan yang diwariskan pada 1928, menurut pesan yang dapat diangkat dalam peringatan tahun ini, perlu diwujudkan melalui keberanian berkarya, kemandirian ekonomi, dan keterlibatan anak muda dalam menjawab persoalan di lingkungannya.
Tantangan Kerja Berubah, Anak Muda Harus Adaptif
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat pengangguran terbuka Kota Tasikmalaya pada 2025 mencapai 6,43 persen, turun dari 6,49 persen pada 2024. Perkembangan ini menjadi catatan positif, sekaligus pengingat bahwa perluasan kesempatan kerja dan peningkatan keterampilan tenaga kerja masih penting bagi pembangunan daerah.
Bagi Aslim, tantangan tersebut perlu dijawab dengan mendorong generasi muda agar tidak terpaku pada satu jalur karier. Selain mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, anak muda dapat mengembangkan usaha, memanfaatkan teknologi digital, serta mengolah potensi lokal menjadi produk dan jasa yang bernilai ekonomi. “Anak muda harus berani melihat peluang, bukan hanya menunggu peluang datang. Kemampuan terus belajar, beradaptasi dengan teknologi, dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat akan menjadi bekal penting menghadapi persaingan,” demikian rumusan pesan yang dapat diajukan kepada Ketua DPRD Kota Tasikmalaya.
Namun, semangat mandiri tidak berarti seluruh beban masa depan harus ditanggung anak muda sendiri. Pendidikan yang relevan, pelatihan keterampilan, akses permodalan, dan iklim usaha yang mendukung tetap diperlukan agar potensi mereka dapat berkembang menjadi kegiatan produktif.
Sumpah Pemuda Harus Terasa dalam Kehidupan Sehari-hari
Aslim juga dapat menekankan bahwa semangat persatuan tidak cukup berhenti pada seremoni tahunan. Di tengah perbedaan latar belakang, pilihan, dan cara berpikir, generasi muda perlu memiliki ruang untuk berkolaborasi, menyampaikan gagasan, serta terlibat dalam pembangunan Kota Tasikmalaya.
Kehadiran Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 10 Tahun 2025 tentang Kepemudaan menjadi salah satu landasan untuk memperkuat perhatian terhadap pengembangan potensi generasi muda. Implementasinya perlu diarahkan agar dukungan terhadap pendidikan, kreativitas, kewirausahaan, dan partisipasi pemuda semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Pemuda bukan hanya penerus pembangunan, tetapi juga bagian dari kekuatan yang menentukan arah kemajuan daerah. Karena itu, gagasan mereka perlu didengar dan potensinya perlu diberi ruang. Kita ingin anak muda Tasikmalaya tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berkarakter, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungannya,” menjadi pesan yang dapat diajukan untuk memperoleh persetujuan Aslim.
Peringatan Sumpah Pemuda pada akhirnya mengingatkan bahwa kemajuan tidak lahir hanya dari besarnya cita-cita, tetapi juga dari kesempatan untuk mewujudkannya. Anak muda perlu terus meningkatkan kemampuan dan keberanian berkarya, sementara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu membuka ruang agar potensi tersebut berkembang.
Bagi Kota Tasikmalaya, investasi pada generasi muda bukan sekadar agenda peringatan, melainkan bagian dari upaya menyiapkan kota yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.
(AA)







