Organisasi Keagamaan Terkaya di Dunia Ada di Indonesia, Hartanya Rp460 T

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Indonesia kembali mencatatkan namanya di panggung global. Kali ini bukan soal sumber daya alam atau bonus demografi, melainkan peran organisasi keagamaan. Di tengah daftar organisasi keagamaan terkaya di dunia, satu nama dari Indonesia muncul menonjol: Muhammadiyah. Total kekayaan yang dikelola organisasi ini disebut mencapai Rp460 triliun, menempatkannya sebagai organisasi keagamaan terkaya keempat di dunia dan yang terkaya dari kalangan ormas Islam.

Angka tersebut tentu terdengar fantastis. Namun di balik triliunan rupiah itu, tersimpan kisah panjang tentang amal usaha, pendidikan, kesehatan, dan kerja sosial yang selama puluhan tahun tumbuh secara konsisten. Kekayaan yang dimaksud bukan sekadar saldo mengendap, melainkan aset produktif yang hidup dan bekerja untuk masyarakat.

Indonesia Masuk Peta Organisasi Keagamaan Terkaya Dunia

Dalam peta global Organisasi Keagamaan Terkaya, beberapa lembaga keagamaan tercatat mengelola aset bernilai sangat besar. Berdasarkan kompilasi data yang banyak dirujuk, berikut lima besar organisasi keagamaan terkaya di dunia:

- Advertisement -

The Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints (Amerika Serikat)
Diperkirakan memiliki total kekayaan sekitar Rp4.364 triliun, dengan portofolio luas di bidang properti, pertanian, media, dan investasi keuangan.

Catholic Church in Germany (Jerman)
Mengelola aset sekitar Rp778 triliun hingga Rp4.374 triliun, sebagian besar berasal dari pajak gereja (church tax) serta kepemilikan properti historis.

Tirumala Tirupati Devasthanams (India)
Lembaga pengelola kuil Hindu Tirupati ini memiliki kekayaan sekitar Rp512 triliun, bersumber dari donasi jamaah dan pengelolaan aset kuil.

Muhammadiyah (Indonesia)
Dengan total kekayaan sekitar Rp460 triliun, Muhammadiyah tercatat sebagai organisasi keagamaan terkaya dari dunia Islam dan satu-satunya dari Indonesia yang menembus papan atas dunia.

Catholic Church in Australia (Australia)
Mengelola aset sekitar Rp382,9 triliun, tersebar dalam properti, lembaga pendidikan, dan layanan sosial.

Masuknya Muhammadiyah dalam daftar ini menjadi sorotan tersendiri. Bukan hanya karena berasal dari Indonesia, tetapi juga karena karakter kekayaannya yang berbeda. Jika banyak organisasi keagamaan global mengandalkan properti elit dan investasi finansial, Muhammadiyah dikenal dengan model amal usaha yang menyebar dan membumi.

Dari Sekolah hingga Rumah Sakit, Aset yang Hidup

Hingga kini, Muhammadiyah mengelola 172 perguruan tinggi, ribuan sekolah dan madrasah, serta ratusan rumah sakit dan klinik kesehatan. Jaringan ini tidak hanya hadir di kota besar, tetapi juga menjangkau wilayah terpencil, termasuk daerah-daerah yang selama ini minim layanan publik.

Di sektor pendidikan, sekolah dan kampus Muhammadiyah menjadi ruang mobilitas sosial bagi jutaan keluarga. Banyak siswa dan mahasiswa berasal dari latar belakang sederhana, lalu memperoleh akses pendidikan yang relatif terjangkau. Di sektor kesehatan, rumah sakit dan klinik Muhammadiyah kerap menjadi tulang punggung layanan medis di daerah.

Jika ditotal, Muhammadiyah juga mengelola puluhan ribu aset wakaf serta ratusan juta meter persegi tanah. Seluruhnya berkontribusi pada perhitungan total kekayaan Rp460 triliun yang kini menempatkannya dalam jajaran Organisasi Keagamaan Terkaya dunia.

Menariknya, dalam narasi internal Muhammadiyah, istilah “kaya” jarang dikedepankan. Yang lebih sering muncul justru kata “bermanfaat”, “melayani”, dan “berkemajuan”.

Kekayaan yang Dikelola, Bukan Dimiliki

Di sinilah sisi humanis dari cerita ini terlihat jelas. Kekayaan Muhammadiyah bukan milik individu dan tidak diwariskan ke keluarga tertentu. Ia dikelola secara kelembagaan, berbasis sistem, dan ditujukan untuk kepentingan publik.

Bagi sebagian orang, angka Rp460 triliun mungkin terasa abstrak. Namun dampaknya nyata: anak-anak bisa bersekolah, pasien bisa berobat, dan masyarakat kecil tetap memiliki akses pada layanan dasar. Di banyak wilayah, amal usaha Muhammadiyah bahkan hadir sebagai penopang utama ketika negara belum sepenuhnya menjangkau.

Fenomena ini juga memberi refleksi menarik. Di tengah anggapan bahwa agama hanya berkutat pada ritual, Muhammadiyah menunjukkan wajah lain: agama sebagai kekuatan sosial, manajerial, dan ekonomi. Sebuah organisasi keagamaan bisa besar bukan karena simbol, tetapi karena kepercayaan publik yang dibangun secara konsisten selama puluhan tahun.

Ketika dunia berbicara tentang Organisasi Keagamaan Terkaya, Indonesia kini tak lagi sekadar penonton. Ada nama dari negeri ini yang berdiri di jajaran atas—tenang, sistematis, dan bekerja tanpa banyak gembar-gembor.

Kalau kata pepatah lama: harta boleh besar, tapi manfaat harus lebih besar. Dan di titik itu, Muhammadiyah tampaknya tahu betul ke mana arah kekayaannya berjalan. (AS)

PRIANGAN TIMUR

Aksi Solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya, Ketua MUI Ajak Kota Santri Bergerak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ajakan aksi solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya...

Tiang WiFi Roboh Timpa Kabel Listrik di Ciamis, Tiga Pekerja Tersengat

LintasPriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemasangan tiang jaringan internet di...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis Berubah, Kick-off Jam Berapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

JAWA BARAT

Nasib Pedagang Bundaran Cibiru Usai 48 Bangunan Ditertibkan, Boleh Jualan tetapi Tanpa Relokasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penertiban 48 bangunan di kawasan Bundaran...

Banjir dan Longsor Jawa Barat: 197 Kejadian Tercatat hingga November 2026

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Ancaman banjir dan longsor Jawa Barat...

Hujan Es di Kuningan Terjang Luragung, Angin Kencang Rusak Sejumlah Bangunan

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Hujan es di Kuningan disertai angin...

Video Viral Puskesmas Bantarujeg, Bupati Majalengka Datangi Pasien dan Siapkan Evaluasi

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Video viral Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka,...

Berulangnya Insiden Gas Pindo Deli Karawang, Sejauh Mana Pengawasan Keselamatan Industri?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Insiden paparan bahan kimia di PT...

BMKG Perbarui Peringatan Cuaca Cianjur, Pasirkuda Masuk Wilayah Waspada Hujan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Pemulihan Pascabencana Kuningan, Delapan Rumah Rusak Berat dan Dua Keluarga Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pemulihan pascabencana Kuningan menjadi perhatian setelah...

Tanggul Sungai Cikalintu Jebol, BPBD Soroti Belum Adanya Saluran Pengalihan Air di Hulu

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Tanggul Sungai Cikalintu di Kelurahan Cipaganti,...

Olahraga

Kategori Populer