AdvertorialBerita Tasikmalaya

Raksa Budaya Santun di Cipedes, Ribuan Warga Rayakan HUT ke-24 Kota Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sejak matahari terbit, Lapangan Plang di Kelurahan Sukamanah sudah dipadati ribuan warga yang datang untuk mengikuti Raksa Budaya Santun di Cipedes. Acara ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-24 Kota Tasikmalaya dan sukses menarik perhatian masyarakat dari berbagai kelurahan.

Warga datang bersama keluarga sambil mengenakan pakaian tradisional Sunda. Musik gamelan, aroma kuliner lokal, dan semangat warga yang tumpah ruah menjadikan suasana begitu hidup. Banyak anak-anak yang ikut menari, sementara para pedagang sibuk melayani pembeli di area bazar UMKM.


Wali Kota: Raksa Budaya Santun Perkuat Kebersamaan

Wali Kota Tasikmalaya hadir langsung dan menyampaikan apresiasi atas semangat warga Cipedes. Menurutnya, Raksa Budaya Santun di Cipedes bukan sekadar pesta rakyat, tetapi wadah untuk memperkuat kebersamaan dan mempertegas karakter masyarakat yang santun dan cinta budaya.

“Acara seperti ini mempertemukan semua unsur masyarakat. Kita bisa melihat bahwa budaya bukan hanya warisan, tapi juga jembatan yang mempererat hubungan antarwarga,” ujarnya di tengah antusiasme peserta.

Ia menegaskan bahwa kegiatan Raksa Budaya Santun di setiap kecamatan berfungsi memperdekat pemerintah dengan masyarakat. Pemerintah ingin mendengar langsung aspirasi warga, mempromosikan produk lokal, dan memperkuat partisipasi publik dalam pembangunan. “Semangat gotong royong harus terus hidup. Tasikmalaya akan maju jika warganya kompak dan saling mendukung,” tambahnya.


Ragam Acara dan Antusiasme Warga

Kegiatan Raksa Budaya Santun di Cipedes menyuguhkan banyak kegiatan menarik. Ada senam massal, pameran produk lokal, hingga pertunjukan seni tradisional seperti wayang golek dan tari jaipong. Para pelajar menampilkan drama bertema “Tasik Santun”, yang mengajak masyarakat untuk menjaga nilai sopan santun di kehidupan sehari-hari.

Camat Cipedes, Cecep Rahmat, mengungkapkan rasa bangganya melihat antusiasme warga. Ia mengatakan, acara ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Cipedes masih menjunjung tinggi nilai-nilai budaya. “Kami ingin Raksa Budaya Santun menjadi tradisi tahunan yang melibatkan semua kalangan, dari anak muda sampai tokoh masyarakat,” ujarnya.

Selain hiburan, kegiatan ini juga menghadirkan bazar murah yang menjual kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. UMKM lokal seperti pengrajin batik, pembuat anyaman bambu, dan produsen makanan tradisional ikut membuka stan. Banyak warga memanfaatkan kesempatan ini untuk berbelanja sambil memperkenalkan produk mereka ke pengunjung dari luar daerah.


Warga Rasakan Manfaat dan Kebersamaan

Yosep, warga Kelurahan Panglayungan, merasa senang dengan kegiatan Raksa Budaya Santun di Cipedes. Ia menilai acara ini mempererat hubungan sosial antarwarga. “Kami bisa saling bertemu, bercengkerama, dan menikmati hiburan budaya. Rasanya seperti pesta kampung yang menyatukan semua orang,” katanya dengan wajah sumringah.

Menurut Yosep, kegiatan seperti ini perlu terus digelar agar masyarakat tak melupakan akar budayanya sendiri. Ia berharap tahun depan acara serupa bisa lebih besar dan melibatkan lebih banyak seniman lokal.


Budaya Santun Sebagai Ciri Kota Tasikmalaya

Bagi masyarakat, Raksa Budaya Santun di Cipedes bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga simbol kebanggaan terhadap jati diri Kota Tasikmalaya. Nilai santun, religius, dan gotong royong terus dijaga agar tidak luntur oleh perkembangan zaman.

Kemeriahan acara ini menandai semangat baru untuk menjaga budaya lokal di tengah arus modernitas. Di usia ke-24, Kota Tasikmalaya menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal karakter dan budaya warganya. (AC)

Related Articles

Back to top button