lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebuah video yang memperlihatkan kericuhan di Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, sempat memicu kekhawatiran warga karena diduga berkaitan dengan aksi begal. Namun setelah penyelidikan awal, polisi memastikan peristiwa tersebut bukan tindak kejahatan, melainkan kecelakaan tunggal yang diikuti perilaku agresif pengemudi akibat dugaan mengonsumsi obat batuk secara berlebihan. Fakta inilah yang kemudian meluruskan berbagai spekulasi yang telanjur beredar di media sosial mengenai video begal Bojonggambir ini.
Kericuhan bermula setelah sebuah mobil pick up mengalami kecelakaan tunggal dan terperosok ke perkebunan teh. Alih-alih meminta pertolongan dengan tenang, pengemudi justru menunjukkan tindakan yang membuat warga panik hingga memunculkan dugaan telah terjadi aksi begal.
Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi kejadian yang viral tersebut?
Video Viral Picu Dugaan Begal Bojonggambir
Dalam rekaman video yang beredar luas, pengemudi pick up terlihat berusaha menghentikan pengendara lain yang melintas. Sejumlah warga mengaku sempat hendak memberikan pertolongan, namun justru disambut lemparan batu.
“Tah ieu mobilna, rek ditulungan kalah maledog. Tah ieu batuna (Ini mobilnya, mau ditolong malah melempar. Ini batunya),” ujar seorang pria dalam video yang beredar.
Pada video lainnya, seorang pengemudi minibus mengaku sempat dihentikan oleh pengemudi pick up tersebut. Menurut pengakuannya, korban tidak sekadar meminta bantuan, tetapi diduga berusaha mengambil alih kendaraan yang dikemudikannya.
“Nyegat di dinya tadi ieu mobil cilaka, untung seueur jalmi di dieu (Mencegat di sana, ini mobil dia yang celakanya. Untung banyak orang di sini),” ujar pengemudi minibus kepada warga.
Perilaku tersebut membuat warga semakin curiga hingga muncul anggapan telah terjadi aksi begal di wilayah Bojonggambir.
Polisi Tegaskan Tidak Ada Aksi Begal
Kapolsek Bojonggambir Iptu Agus Sukmana memastikan informasi yang beredar mengenai dugaan pembegalan tidak benar.
Menurutnya, setelah anggota kepolisian turun langsung ke lokasi dan melakukan pemeriksaan, dipastikan tidak ditemukan unsur tindak pidana pencurian dengan kekerasan.
“Bukan begal, tidak ada peristiwa pembegalan. Sudah dipastikan karena anggota langsung turun tangan,” tegas Agus.
Polisi mengungkapkan bahwa pengemudi mobil pick up bernama Cucu Yusuf, seorang wiraswasta asal Kampung Sindangkasih, Desa Singasari, Kecamatan Taraju.
Sebelum kecelakaan terjadi, mobil yang dikendarainya melaju dari arah Bojonggambir menuju Culamega Kabupaten Tasikmalaya, hingga akhirnya kehilangan kendali dan terperosok ke perkebunan teh dengan kedalaman sekitar lima meter dari bahu jalan.
Diduga Konsumsi Obat Batuk Berlebihan
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga pengemudi mengonsumsi obat batuk dalam jumlah berlebihan sebelum berkendara.
Kondisi tersebut diduga memengaruhi kesadaran dan kemampuan mengendalikan kendaraan maupun perilakunya setelah kecelakaan.
“Diduga karena meminum obat batuk dalam jumlah banyak, mobil yang dikendarai saudara Cucu terperosok ke kebun teh milik warga sekitar lima meter dari bahu jalan,” jelas Agus.
Saksi mata bernama Ujang juga mengaku melihat perilaku pengemudi tidak seperti orang pada umumnya.
Menurutnya, pengemudi sempat mengamuk hingga membuat warga ketakutan.
“Jadi memang dia ini kayaknya mabuk. Udah mah mobilnya celaka, malah ngamuk. Sempat buat warga juga ketakutan karena kayak kesurupan,” katanya.
Polisi Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi
Kericuhan akhirnya berhasil diredam setelah aparat kepolisian bersama pemerintah desa tiba di lokasi.
Tiga personel kepolisian, yakni Aipda Ahmad, Aipda Angga Somantri, dan Bripka Rega Ramdani, mengamankan situasi sekaligus menenangkan warga yang sempat tersulut emosi.
Menurut polisi, kesalahpahaman tersebut dapat diselesaikan setelah masyarakat mendapatkan penjelasan mengenai kronologi sebenarnya.
“Setelah pihak desa dan petugas kepolisian datang, kesalahpahaman bisa diselesaikan. Tidak ada unsur pembegalan seperti yang sempat dikhawatirkan warga,” ujar Agus.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terlebih ketika sebuah video viral beredar luas di media sosial.
Klarifikasi resmi diperlukan agar informasi yang berkembang tidak menimbulkan keresahan baru. Dalam kasus Begal Bojonggambir ini, kepolisian memastikan peristiwa yang terjadi merupakan kecelakaan tunggal dan bukan aksi pembegalan sebagaimana sempat diduga warga. (HS)
