lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemeriksaan TBC Tasikmalaya direncanakan menggunakan metode yang menyerupai usap tenggorokan mulai 2027. Rencana itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus saat mengunjungi Kelurahan Siaga TB di Cilembang, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Selasa, 22 September 2026.
Pemerintah Kota Tasikmalaya menyebut metode tersebut diharapkan membuat hasil pemeriksaan tuberkulosis dapat diketahui pada hari yang sama. Kunjungan Wamenkes berlangsung bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus serta jajaran Pemerintah Kota Tasikmalaya. Pada kesempatan yang sama, sekitar 100 warga mengikuti kegiatan Cek Kesehatan Gratis.
Metode Usap Jadi Alternatif Pengambilan Sampel
Rencana pemeriksaan TBC Tasikmalaya dengan metode usap berkaitan dengan pengembangan cara diagnosis yang tidak bergantung sepenuhnya pada sampel dahak. Selama ini, diagnosis utama TBC di Indonesia menggunakan Tes Cepat Molekuler atau TCM, termasuk pemeriksaan berbasis PCR.
Kementerian Kesehatan sebelumnya menjelaskan bahwa pengambilan dahak menjadi salah satu kendala dalam diagnosis karena tidak semua pasien mampu mengeluarkannya. Pemerintah kemudian melakukan studi validasi klinis pemeriksaan PCR menggunakan spesimen usap lidah atau tongue swab.
Dalam publikasi Kementerian Kesehatan mengenai inovasi penanganan TBC, teknologi PCR dengan sampel usap tenggorokan juga disebut sedang diuji di Jawa Barat. Sampel tersebut diperiksa menggunakan PCR dengan pendekatan yang secara teknis menyerupai pemeriksaan molekuler yang digunakan pada masa pandemi COVID-19.
Karena teknologi tersebut masih melalui proses pengembangan dan validasi dalam publikasi Kementerian Kesehatan, rencana penerapannya pada 2027 perlu dibedakan dari metode diagnosis yang saat ini sudah menjadi standar. Pedoman Kementerian Kesehatan masih menempatkan TCM sebagai alat utama diagnosis TBC.
Cilembang Jadi Lokasi Kunjungan Program TBC
Kunjungan Wamenkes ke Kota Tasikmalaya pada 22 September juga mencakup peninjauan kegiatan di Kelurahan Siaga TB Cilembang. Pemerintah kota menyebut kader PKK dan dasawisma melakukan pendataan keluarga serta skrining kesehatan untuk membantu pemantauan warga yang memerlukan tindak lanjut pelayanan kesehatan.
Data tersebut dimasukkan ke Aplikasi Sikawan PKK dan digunakan untuk membantu puskesmas dalam pelacakan warga yang membutuhkan penanganan. Pemeriksaan TBC Tasikmalaya dengan metode yang lebih sederhana nantinya berpotensi menambah pilihan pengambilan spesimen apabila rencana penerapan teknologi tersebut terealisasi pada 2027.
Secara nasional, TBC merupakan penyakit menular akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis yang paling sering menyerang paru-paru, meski dapat mengenai organ lain. Penularannya terutama terjadi melalui udara ketika orang dengan TBC mengeluarkan percikan dari saluran pernapasan. (NS/AS)







