lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Program KDMP Tasikmalaya mulai terlihat nyata di lapangan. Sebanyak 50 unit kendaraan niaga jenis pick up impor India tiba dan terparkir rapi di halaman Makodim 0612 Tasikmalaya.
Deretan kendaraan putih itu langsung menarik perhatian. Bukan hanya karena jumlahnya mencapai puluhan unit, tetapi juga karena armada tersebut disiapkan untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Tasikmalaya.
Kedatangan 50 pick up KDMP ini menjadi bagian dari upaya memperkuat gerak ekonomi desa. Kendaraan tersebut nantinya diharapkan dapat membantu koperasi desa dalam mengangkut hasil pertanian, perkebunan, peternakan, hingga produk UMKM masyarakat.
Dengan adanya kendaraan operasional koperasi desa, distribusi barang diharapkan menjadi lebih cepat. Biaya angkut juga bisa ditekan, terutama bagi petani dan pelaku usaha kecil yang selama ini masih bergantung pada kendaraan sewaan.
Kodim 0612 Tasikmalaya Ikut Kawal Pendataan
Kasdim 0612 Tasikmalaya, Mayor Czi Wawan M Nurodin, menyampaikan bahwa kedatangan kendaraan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Desa Merah Putih.
Menurutnya, Kodim 0612 Tasikmalaya berperan membantu proses pendataan, koordinasi penyaluran, hingga memastikan kendaraan sampai kepada koperasi desa yang sudah terverifikasi.
“Kami mendukung penuh program KDMP. Harapannya, kendaraan ini langsung dirasakan manfaatnya oleh petani, peternak, dan pelaku usaha desa. Kodim akan mengawal agar pemanfaatannya tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Mayor Czi Wawan M Nurodin.
Ia menegaskan, kendaraan tersebut bukan sekadar aset yang tercatat di atas kertas. Armada itu harus benar-benar digunakan untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Karena itu, proses penyaluran perlu dilakukan secara tertib. Setiap unit kendaraan dicatat, diperiksa kelengkapannya, dan disiapkan untuk kebutuhan administrasi koperasi penerima.
Kodim juga mengingatkan pentingnya perawatan rutin. Hal ini diperlukan agar pick up impor India tersebut tetap awet dan tidak mengganggu operasional koperasi setelah digunakan.
Diharapkan Tekan Biaya Logistik Desa
Perwakilan koperasi desa yang hadir menyambut baik kedatangan armada baru tersebut. Mereka menilai kendaraan operasional koperasi desa bisa menjadi daya ungkit bagi kegiatan usaha di tingkat desa.
Selama ini, salah satu kendala yang kerap dihadapi pelaku ekonomi desa adalah biaya distribusi. Hasil panen harus segera sampai ke pasar. Produk UMKM perlu dikirim ke pembeli. Pupuk dan kebutuhan anggota koperasi juga harus disalurkan tepat waktu.
Tanpa armada sendiri, koperasi sering kali harus menyewa kendaraan. Biaya sewa itu akhirnya ikut memengaruhi harga jual, keuntungan petani, dan kelancaran distribusi barang.
Karena itu, 50 pick up KDMP yang tiba di Tasikmalaya diharapkan dapat menjawab sebagian persoalan tersebut. Dengan armada sendiri, koperasi desa memiliki ruang lebih besar untuk mengatur jadwal angkut, menekan biaya logistik, dan memperluas jangkauan layanan kepada anggota.
Kendaraan ini juga dinilai cocok untuk wilayah desa yang memiliki karakter jalan beragam. Dalam praktiknya, kebutuhan angkutan desa tidak selalu berhadapan dengan jalan besar yang mulus. Ada jalur kampung, akses pertanian, hingga rute distribusi kecil yang membutuhkan kendaraan lincah dan kuat.
Program KDMP Tasikmalaya pun kini memasuki tahap yang lebih konkret. Setelah kendaraan tiba, tantangan berikutnya adalah memastikan pemanfaatannya berjalan produktif, transparan, dan tepat sasaran.
Koperasi penerima diharapkan tidak hanya menggunakan kendaraan untuk kepentingan terbatas. Lebih jauh, armada tersebut perlu dikelola sebagai alat penggerak ekonomi bersama.
Jika dikelola dengan baik, kehadiran 50 pick up impor India ini dapat mempercepat perputaran barang dari desa ke pasar. Petani bisa lebih mudah mengirim hasil panen. Pelaku UMKM dapat memperluas distribusi. Koperasi juga berpeluang memperoleh pendapatan dari layanan angkutan yang tertata.
Kedatangan kendaraan tersebut menjadi tengara bahwa penguatan ekonomi desa tidak cukup berhenti pada wacana. Di Tasikmalaya, program itu mulai tampak dalam bentuk armada yang siap bergerak.
Kini publik tinggal menunggu bagaimana kendaraan itu benar-benar bekerja di lapangan. Sebab, ukuran keberhasilan KDMP Tasikmalaya bukan hanya pada banyaknya unit yang datang, melainkan pada seberapa besar manfaatnya dirasakan oleh petani, pelaku UMKM, koperasi, dan warga desa. (DH/AS)





















