lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-394 membawa tiga catatan yang menumbuhkan harapan. Ekonomi bertumbuh, kualitas pembangunan manusia meningkat, dan persentase penduduk miskin berangsur menurun.
Pertumbuhan ekonomi menjadi capaian paling menonjol dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya, Minggu, 26 Juli 2026. Ekonomi daerah tumbuh 5,31 persen pada 2025, meningkat dari 4,64 persen pada tahun sebelumnya.
Capaian tersebut disampaikan Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin saat memimpin upacara hari jadi. Dalam pidatonya, Cecep juga memaparkan kenaikan Indeks Pembangunan Manusia serta penurunan angka kemiskinan.
Di ruang upacara, angka-angka itu dibacakan sebagai capaian. Di tengah masyarakat, angka tersebut menunggu wujudnya: jalan yang semakin layak, sekolah yang semakin baik, layanan kesehatan yang semakin dekat, dan penghidupan yang kian lapang.
“Roda perekonomian kita terus berputar, didorong oleh sektor pertanian, perdagangan, jasa, serta berbagai usaha produktif masyarakat,” kata Cecep.
Pertumbuhan Ekonomi Mulai Menemukan Makna
Kenaikan pertumbuhan ekonomi dari 4,64 persen menjadi 5,31 persen menunjukkan kegiatan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya bergerak lebih kuat sepanjang 2025.
Pertumbuhan itu ditopang oleh sektor-sektor yang dekat dengan kehidupan warga. Pertanian menghidupi kawasan perdesaan, perdagangan menggerakkan pasar, sektor jasa membuka ruang penghidupan, sedangkan usaha produktif masyarakat menjaga perekonomian tetap bernapas dari tingkat paling dasar.
Namun, ekonomi yang tumbuh belum selesai hanya dengan angka yang meninggi. Pertumbuhan memperoleh makna ketika hasilnya meresap sampai ke rumah-rumah warga, memperbesar pendapatan, membuka lapangan kerja, dan memberi keluarga kesempatan menyusun masa depan dengan lebih tenang.
Perkembangan positif juga terlihat pada Indeks Pembangunan Manusia atau IPM. Pada 2025, IPM Kabupaten Tasikmalaya mencapai 70,76 poin, naik dari 69,98 poin pada 2024.
Peningkatan tersebut menggambarkan kemajuan dalam tiga unsur mendasar yang menentukan mutu kehidupan, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.
Pada saat yang sama, persentase penduduk miskin turun dari 10,23 persen menjadi 10,15 persen.
Penurunannya memang belum lebar. Namun, pembangunan tidak selalu bergerak melalui lompatan besar. Ia kerap bertumbuh dari kemajuan-kemajuan kecil yang dipelihara agar tidak kembali surut.
Pertumbuhan ekonomi, kenaikan IPM, dan penurunan kemiskinan merupakan tiga perkembangan yang saling bertaut. Ekonomi menyediakan tenaga untuk bergerak, pendidikan dan kesehatan menyiapkan manusianya, sementara pengurangan kemiskinan menunjukkan seberapa jauh kemajuan menjangkau mereka yang paling membutuhkan.
Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya Menyimpan Pesan Sejarah
Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ditetapkan pada 26 Juli 1632. Tanggal tersebut merujuk pada pengangkatan Ngabehi Wirawangsa sebagai Menteri Agung Bupati Sukapura berdasarkan piagam Sultan Mataram.
Landasan penetapannya kemudian ditegaskan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Tasikmalaya Nomor 1 Tahun 2015 tentang Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya.
Dalam pidatonya, Cecep mengingatkan bahwa peringatan hari jadi tidak semestinya berhenti sebagai seremoni tahunan.
“Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan peristiwa penting bagi kita warga Kabupaten Tasikmalaya untuk merenungkan kembali perjalanan yang telah dilalui bersama,” ujarnya.
Hampir empat abad telah berlalu sejak tonggak sejarah tersebut ditancapkan. Zaman berganti, pusat pemerintahan berpindah, dan kepemimpinan silih berganti. Kabupaten Tasikmalaya terus tumbuh di atas warisan yang dirawat dari satu generasi kepada generasi berikutnya.
Sejarah memberi sebuah daerah akar untuk berdiri. Pembangunan menentukan ke mana cabang-cabang masa depannya diarahkan.
Peringatan hari jadi pun memuat dua tanggung jawab sekaligus: menghormati mereka yang telah meletakkan dasar serta menyiapkan kehidupan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang.
Perayaan tahun ini berlangsung ketika Cecep Nurul Yakin dan Asep Sopari Al-Ayubi memasuki tahun kedua sebagai bupati dan wakil bupati periode 2025–2030.
Cecep menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin dan mengabdikan diri bagi kemajuan Kabupaten Tasikmalaya.
Ia juga mengakui bahwa tantangan pembangunan masih besar. Capaian yang telah diraih patut disyukuri, tetapi tidak semestinya menjadi tempat untuk berhenti.
Jalan yang Menyambungkan Harapan
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyiapkan 13 Program Prioritas Gerak Cepat atau Gercep untuk mempercepat pembangunan dan memperluas pelayanan publik.
Pada bidang infrastruktur, Program Jalan Kasep dalam Dua Tahun mencakup penanganan ruas Cibalong–Derah sepanjang 3,75 kilometer, Papayan–Cikalong sepanjang 16,4 kilometer, dan Cayur/Neglasari–Tawang sepanjang 0,4 kilometer.
Pemerintah daerah juga melaksanakan rekonstruksi terhadap 32 ruas jalan dengan panjang keseluruhan mencapai 70,87 kilometer.
Bagi masyarakat, jalan tidak semata-mata bentangan aspal yang menghubungkan dua tempat. Jalan memendekkan jarak antara petani dan pasar, antara anak dan sekolah, juga antara orang sakit dan pertolongan.
Ketika jalan membaik, waktu tempuh berkurang dan hasil produksi lebih mudah dipasarkan. Wilayah yang sebelumnya terasa jauh pun memperoleh kesempatan untuk bertumbuh.
Pendidikan Membuka Cakrawala
Pada bidang pendidikan, Program Satu Desa Satu Sarjana atau Sadessa dilaksanakan melalui revitalisasi 152 sekolah, pemberian beasiswa, serta penyaluran insentif kepada 927 guru bersertifikat pendidik dan 5.789 guru PAUD/TK.
Program tersebut juga mencakup pelatihan bagi 395 kepala sekolah dan 165 guru. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya turut mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Nasional Terintegrasi.
Sadessa membawa sebuah gagasan penting: tempat kelahiran tidak boleh menjadi batas bagi seseorang untuk menempuh pendidikan tinggi.
Bagi anak dari keluarga sederhana, beasiswa tidak hanya berarti bantuan biaya. Ia dapat menjadi jembatan yang menghubungkan sebuah rumah kecil di desa dengan ruang kuliah, pengetahuan baru, dan kemungkinan hidup yang sebelumnya terasa jauh.
Pendidikan semacam itulah yang kelak mengubah desa, bukan dengan mencabut generasi mudanya dari akar, melainkan dengan mengembalikan mereka sebagai manusia berpengetahuan dan berdaya.
Mendekatkan Jarak antara Sakit dan Pertolongan
Pada sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mempersiapkan pembangunan rumah sakit baru di Cipatujah melalui kerja sama dengan Universitas Padjadjaran.
Rumah sakit juga dipersiapkan di wilayah Ciawi melalui kerja sama dengan Pimpinan Pusat Persatuan Islam.
Kehadiran rumah sakit baru di kedua wilayah tersebut diarahkan untuk memperluas dan memeratakan pelayanan kesehatan.
Bagi warga yang tinggal jauh dari pusat pelayanan, rumah sakit tidak hanya berarti bangunan baru. Kehadirannya dapat memangkas jarak yang kerap menentukan antara sakit dan pertolongan, serta antara kecemasan keluarga dan harapan untuk sembuh.
Pemerataan pelayanan kesehatan menjadi penting bagi Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki wilayah luas. Kualitas pelayanan tidak cukup hanya bertumpu di pusat pemerintahan; ia perlu hadir sedekat mungkin dengan warga yang membutuhkan.
Modal yang Hadir sebagai Kesempatan
Penguatan ekonomi masyarakat dijalankan melalui Program Usaha Anti Rentenir. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyediakan Kredit Usaha Rakyat Daerah atau Kurda dengan bunga nol persen bagi pelaku usaha, petani, dan nelayan.
Program tersebut dilengkapi dengan pelatihan kewirausahaan dan digitalisasi pemasaran.
Akses pembiayaan yang terjangkau memberi masyarakat kesempatan mengembangkan usaha tanpa terjerat pinjaman berbunga tinggi. Modal tidak lagi datang sebagai beban yang menakutkan, tetapi sebagai kesempatan untuk bertumbuh.
Program Gercep lainnya mencakup Pemerintahan Berbasis Digital, Santri Maju Santri Mampu, Tasik Iman Tasik Aman, Tasik Hejo, Desa Naik Kelas, DKM Cerdas, pengembangan wisata berbasis alam, religi dan budaya, Tasik Creative Center, serta Tasik Sport Center.
Keseluruhan program tersebut menjangkau berbagai sisi kehidupan daerah, dari tata kelola pemerintahan, pendidikan keagamaan dan lingkungan hingga desa, pariwisata, ekonomi kreatif, serta olahraga.
Cecep meyakini 13 Program Gercep merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat dan merata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menulis Halaman Baru Berujudul: Tasik Raharja
Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-394 mengusung tema “Nyorang Mangsa Tasik Raharja.”
Tema tersebut merepresentasikan semangat pertumbuhan, kemajuan, dan keselarasan dalam membangun Kabupaten Tasikmalaya menuju masa depan yang lebih baik.
Cecep mengajak seluruh elemen masyarakat mempererat persaudaraan, memperkukuh semangat gotong royong, dan merawat kebersamaan.
Pembangunan tidak hanya memerlukan anggaran dan perencanaan. Ia membutuhkan aparatur yang bekerja dengan kesungguhan, masyarakat yang turut mengawasi, serta kepercayaan yang dirawat melalui hasil nyata.
Pada usia ke-394, Kabupaten Tasikmalaya tidak memulai perjalanannya dari halaman kosong. Daerah ini melanjutkan riwayat panjang yang ditulis oleh pengabdian para pendahulu dan kerja masyarakat dari masa ke masa.
Kini, generasi yang hidup hari ini memegang pena berikutnya.
Ekonomi yang tumbuh 5,31 persen, IPM yang meningkat, dan kemiskinan yang berangsur menurun menjadi catatan awal yang menjanjikan. Namun, halaman terbaik pembangunan selalu ditulis ketika kemajuan tidak hanya terbaca dalam laporan, tetapi juga terasa dalam kehidupan warga.
Di sanalah Tasik Raharja menemukan arti yang sesungguhnya: ketika kemajuan memiliki arah, pembangunan memiliki jiwa, dan kesejahteraan tidak meninggalkan siapa pun. (AS)
