lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Hanafi SH MH resmi mengemban amanah baru sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya. Ia dilantik langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya H Viman Alfarizi Ramadhan di Aula Bale Kota Tasikmalaya, Kamis, 4 Juni 2026.
Pelantikan Hanafi sebagai Pj Sekda Tasikmalaya menjadi perhatian karena masa tugasnya relatif singkat, yakni sekitar 22 hari. Namun, waktu yang pendek itu justru diisi dengan sejumlah agenda penting. Viman langsung memberi empat tugas krusial yang harus dikawal agar roda pemerintahan, pelayanan publik, dan program prioritas Pemkot Tasikmalaya tetap bergerak tanpa jeda.
Hanafi Diminta Kawal Fiskal dan Arah Kebijakan 2027
Sebelum dilantik sebagai Penjabat Sekda Kota Tasikmalaya, Hanafi diketahui lebih dulu menjalankan tugas sebagai Pelaksana Harian atau Plh Sekda. Dengan pelantikan ini, posisi strategis di tubuh birokrasi Pemkot Tasikmalaya tetap terisi sambil menunggu proses berikutnya terkait jabatan Sekda definitif.
Viman menegaskan, meski hanya menjabat dalam waktu singkat, Pj Sekda Tasikmalaya tetap memegang peran penting. Sebab, Sekda merupakan simpul koordinasi birokrasi, pengendali administrasi pemerintahan, sekaligus motor dalam memastikan keputusan strategis dapat dijalankan lintas perangkat daerah.
Salah satu tugas utama yang langsung ditekankan Viman adalah tata kelola fiskal. Menurutnya, dinamika anggaran harus dipantau dengan cermat. Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang berada di bawah koordinasi Sekda harus mampu menghasilkan keputusan cepat, tepat, dan tetap berpijak pada kebutuhan pembangunan.
Viman menyebut bulan Juli 2026 sebagai fase penting dalam menentukan arah kebijakan tahun 2027. Karena itu, realisasi program tahun berjalan harus dikawal agar menjadi dasar yang akurat untuk menyusun perencanaan berikutnya. Dalam konteks ini, Hanafi Pj Sekda Tasikmalaya diminta memastikan koordinasi anggaran tidak berjalan lambat.
Tugas tersebut bukan pekerjaan administratif biasa. Di tengah kebutuhan pelayanan publik yang terus bergerak, kebijakan fiskal yang lamban bisa membuat program tersendat. Sebaliknya, koordinasi yang presisi dapat membantu Pemkot Tasikmalaya menjaga ritme pembangunan hingga akhir tahun.
MBG, Sekolah Rakyat, dan Sampah Jadi Atensi Viman
Selain fiskal, Viman juga menyoroti program strategis nasional yang harus ikut dikawal Pemkot Tasikmalaya. Salah satunya program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Program ini menjadi perhatian karena menyangkut pelayanan langsung kepada masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok sasaran penerima manfaat.
Viman meminta Satgas MBG di Tasikmalaya bekerja lebih baik. Ia bahkan berharap pelaksanaan program tersebut bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Terlebih, Badan Gizi Nasional saat ini sedang berada dalam proses revitalisasi dan restrukturisasi. Karena itu, koordinasi daerah dinilai harus semakin rapi.
Dalam arahan kepada Hanafi, Viman juga memasukkan isu pendidikan sebagai bagian dari tugas penting. Pj Sekda Tasikmalaya diminta ikut memastikan penentuan lahan dan arah kebijakan Sekolah Rakyat. Targetnya, lahan untuk program tersebut sudah bisa disiapkan pada akhir tahun.
Sekolah Rakyat dipandang sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan. Di level daerah, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada gagasan besar, tetapi juga kesiapan teknis, pemetaan kebutuhan, lahan, dan koordinasi lintas perangkat daerah.
Tugas krusial berikutnya adalah penanganan sampah. Viman menegaskan persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan di hilir. Pemerintah perlu membangun kesadaran sejak hulu, mulai dari warga, lingkungan, hingga aparatur pemerintah.
Pemkot Tasikmalaya akan melibatkan ASN dalam aksi bersih sampah. Selain itu, kolaborasi dengan kampus swasta juga disiapkan agar gerakan penanganan sampah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Dengan begitu, isu sampah tidak hanya menjadi pekerjaan teknis, tetapi juga gerakan perubahan perilaku.
“Posisi Sekda itu sangat strategis dengan kewenangannya,” kata Viman.
Ia berharap pengalaman Hanafi dapat mempercepat kerja pemerintahan, terutama dalam menyelesaikan program prioritas Pemkot Tasikmalaya. Pelantikan ini juga memastikan tidak ada kekosongan kepemimpinan birokrasi yang berpotensi menghambat pelayanan publik di Kota Tasikmalaya.
Dengan masa tugas sekitar 22 hari, Hanafi kini berada dalam ruang kerja yang sempit tetapi padat. Fiskal, MBG, Sekolah Rakyat, dan sampah menjadi empat agenda yang harus segera dikawal. Pendek kata, kursinya mungkin sementara, tetapi bebannya tidak main-main. Birokrasi kadang memang begitu: jabatannya singkat, disposisinya bisa panjang umur. (IS/AS)
























