lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Dua hari setelah rumahnya hangus dilalap api, E. Kartini (75) akhirnya menerima bantuan dari Pemerintah Kota Banjar. Wakil Wali Kota Banjar Bantu Korban Kebakaran perempuan lansia yang tinggal seorang diri di Dusun Cilengkong, Desa Neglasari, itu didatangi langsung Wakil Wali Kota Banjar bersama jajaran pemerintah sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah yang menghanguskan seluruh tempat tinggalnya.
Kehadiran pemerintah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan korban memperoleh dukungan selama proses pemulihan, sekaligus menunjukkan respons cepat pemerintah daerah terhadap warga yang tertimpa musibah.
Lantas, seperti apa bentuk bantuan yang diberikan dan bagaimana kronologi kebakaran yang menimpa rumah E. Kartini?
Wakil Wali Kota Banjar Serahkan Bantuan Langsung kepada Korban
Wakil Wali Kota Banjar Dr. H. Supriana, M.Pd. menyerahkan bantuan secara langsung kepada E. Kartini pada Senin (27/7/2026).
Dalam penyerahan bantuan itu, ia didampingi Kepala Dinas Sosial, Kepala BPBD Kota Banjar, Camat Banjar, serta Kepala Desa Neglasari.
Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Banjar tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons cepat terhadap warga yang menjadi korban kebakaran rumah.
Dalam kesempatan itu, Supriana menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami korban.
“Kami hadir untuk memastikan korban mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan membantu proses pemulihan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak, mulai dari BPBD, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa yang bergerak cepat menangani dampak kebakaran.
Rumah Korban Hangus Diduga Akibat Obat Nyamuk Bakar
Peristiwa kebakaran terjadi pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Rumah berukuran sekitar 6 x 10 meter milik E. Kartini di RT 09 RW 05, Dusun Cilengkong, Desa Neglasari, hangus terbakar saat dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang berada di luar rumah.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Maman Suryaman yang melihat kepulan asap tebal keluar dari dalam rumah.
“Awalnya dari kasur, sudah keluar asap,” ujar Maman saat memberikan keterangan.
Berdasarkan dugaan awal, api berasal dari obat nyamuk bakar yang membakar kasur di dalam kamar sebelum akhirnya merambat dan menghanguskan hampir seluruh bangunan.
Pemerintah Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Selain menyerahkan bantuan, Wakil Wali Kota Banjar juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah tangga.
Menurutnya, perhatian terhadap penggunaan api maupun peralatan yang berpotensi memicu kebakaran perlu terus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan gotong royong. Pemerintah Kota Banjar berkomitmen hadir dan tidak akan meninggalkan warga yang tertimpa musibah,” katanya.
Pemerintah Kota Banjar memastikan akan terus mendampingi korban selama proses pemulihan berlangsung. Melalui langkah cepat tersebut, Wakil Wali Kota Banjar Bantu Korban Kebakaran tidak hanya menjadi bentuk penyaluran bantuan, tetapi juga wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan dan dukungan kepada masyarakat yang terdampak musibah. (HS)
