lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Pagi itu di Ciamis terasa berbeda. Aula Dinas Pendidikan dipenuhi wajah-wajah yang datang dengan satu tujuan: merawat ingatan. Haul Nike Ardilla ke-31, Minggu (12/4/2026), bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang pertemuan antara rindu, doa, dan kenangan yang tak pernah usai.
Nama Nike Ardilla kembali menggema, bukan hanya lewat pengeras suara, tetapi dari hati para penggemarnya yang datang dari berbagai daerah. Mereka berkumpul dalam satu frekuensi: cinta yang tak lekang oleh waktu.
Mengusung tema “Bersatu dalam Doa, Abadi dalam Nada: Melodi Rindu Sang Bintang Kehidupan”, haul Nike Ardilla ke-31 ini dirangkaikan dengan halal bihalal Nike Ardilla Fans Club (NAFC). Suasana khidmat berpadu dengan hangatnya silaturahmi. Ada yang datang membawa bunga, ada yang membawa kenangan, dan sebagian lagi cukup membawa ingatan tentang lagu-lagu yang pernah menemani masa muda mereka.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Heryan Rusyandi, menyebut haul Nike Ardilla ke-31 sebagai bentuk penghormatan yang langka dalam sejarah musik Indonesia. Menurutnya, tidak banyak musisi yang terus dikenang secara konsisten setiap tahun, bahkan puluhan tahun setelah kepergiannya.
“Dalam sejarah musik Indonesia, bisa dikatakan hanya Nike Ardilla yang mendapat penghormatan rutin setiap tahun, baik pada hari kelahiran maupun wafatnya,” ujarnya, sebagaimana dilansir Lintas Pasundan.
Di luar ruangan, langkah-langkah kecil menuju Imbanagara kembali dihidupkan. Ziarah ke makam menjadi bagian tak terpisahkan dari haul Nike Ardilla ke-31. Di sana, doa-doa dipanjatkan, seolah menjadi jembatan antara yang telah pergi dan yang masih setia mengenang.
Namun, yang membuat haul ini terus bertahan bukan hanya nostalgia. Nike Ardilla hidup dalam karya. Lagu-lagunya tetap diputar, dinyanyikan ulang, bahkan ditemukan kembali oleh generasi yang tak pernah hidup di zamannya. Dari kaset hingga playlist digital, suaranya tetap menemukan jalannya.
Pemerintah Kabupaten Ciamis melihat haul Nike Ardilla ke-31 sebagai lebih dari sekadar peristiwa budaya. Ada potensi besar yang tumbuh di dalamnya—pariwisata, ekonomi kreatif, hingga identitas daerah yang semakin kuat. Ketika ribuan orang datang untuk mengenang, sesungguhnya mereka juga menghidupkan kota ini.
“Ke depan, kegiatan ini sangat potensial menjadi agenda unggulan dalam kalender event daerah dan mampu meningkatkan daya tarik wisata Ciamis,” tambah Heryan.
Dan pada akhirnya, haul Nike Ardilla ke-31 bukan hanya tentang masa lalu. Ia adalah cerita yang terus ditulis ulang setiap tahun. Sebagaimana lagu ikoniknya, Bintang Kehidupan, cahaya itu tidak pernah padam.
Legenda itu mungkin telah berpulang, tetapi sinarnya tetap benderang—di setiap nada, di setiap kenangan, dan di hati mereka yang tak pernah benar-benar melepas. Selama haul Nike Ardilla ke-31 terus digelar, selama itu pula sang bintang akan tetap hidup, menjadi inspirasi bagi banyak orang. (AS)

