lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan keberhasilan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sangat bergantung pada peran aktif masyarakat sebagai penggerak utama di lapangan.
Sebagai langkah memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi publik, komitmen tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Ciamis Nomor 600.4.15/294-DPRKPLH.03/2026 yang ditetapkan pada 26 Maret 2026 oleh Bupati, Dr. H Herdiat Sunarya.
Dalam surat edaran ini, seluruh elemen mulai dari Forkopimda, OPD, hingga pemerintah desa dan masyarakat diajak terlibat langsung dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah.
Masyarakat Jadi Penggerak Utama
Kepala DPRKPLH Ciamis, Dr. Giyatno, mengatakan, dalam gerakan tersebut, pemerintah bukan aktor utama, melainkan hanya sebagai pemicu gerakan.
“Gerakan masyarakat yang ASRI itu aman, sehat, resik, dan indah. Ini menjadi upaya meningkatkan kualitas lingkungan dengan kekuatan gotong royong masyarakat,” katanya, Sabtu (11/04/2026).
Menurutnya, selama ini berbagai program pengelolaan sampah sudah berjalan, namun pendekatan terbaru lebih menekankan kesadaran kolektif warga.
“Pemerintah hanya mendorong. Kapan dilaksanakan itu fleksibel, yang penting ada gerakan bersama dari masyarakat,” ungkapnya.
Fleksibel, Berbasis Kesepakatan Warga
Dalam implementasinya, Pemkab Ciamis tetap mendorong rutinitas seperti “Selasa Bersih” di perkantoran dan “Jum’at Bersih” di ruang publik. Namun, di tingkat masyarakat, pelaksanaan kegiatan dibuat lebih fleksibel.
Warga diberi kebebasan menentukan waktu kegiatan kebersihan, selama dilakukan secara gotong royong dan berkelanjutan.
“Bisa seminggu sekali, hari apa saja. Yang penting ada kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan,” jelasnya.
BACA JUGA: Haul Nike Ardila Ke-31, Legenda Bintang Kehidupan Makin Bersinar
Target Jadi Gerakan Massal
Gerakan Indonesia ASRI mencakup empat aspek utama, yakni keamanan lingkungan, kesehatan dan sanitasi, kebersihan pengelolaan sampah, serta keindahan kawasan.
Pemkab Ciamis berharap gerakan ini tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi berkembang menjadi budaya masyarakat.
“Harapannya ini menjadi contoh. Ketika satu wilayah berhasil, wilayah lain akan ikut tergerak,” pungkasnya. (FSL)

