Beranda blog Halaman 59

Ahmadiyah di Tasikmalaya “Barebas”, Ke Mana Fungsi Legislasi DPRD?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Isu Ahmadiyah di Tasikmalaya kembali menguat setelah ratusan ulama dan tokoh agama yang tergabung dalam Forum Umat Islam Peduli Aqidah (FUIPA) Kabupaten dan Kota Tasikmalaya menggelar audiensi dengan pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Pertemuan yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Kamis, 15 Januari 2026, itu menjadi titik temu antara kegelisahan masyarakat dan sikap negara yang dinilai belum memberikan kepastian.

Di tengah keberadaan berbagai regulasi yang melarang aktivitas Jemaat Ahmadiyah, audiensi tersebut justru memunculkan satu pertanyaan besar: mengapa aktivitas Ahmadiyah di Tasikmalaya masih dinilai berjalan bebas di sejumlah wilayah.

Ulama Datangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya

Ratusan ulama, kyai, ustadz, dan tokoh agama yang tergabung dalam Forum Umat Islam Peduli Aqidah (FUIPA) Kabupaten dan Kota Tasikmalaya mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya pada Kamis, 15 Januari 2026. Audiensi yang digelar di aula rapat paripurna DPRD itu berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan Satpol PP. Sejak pagi, situasi di sekitar gedung DPRD terpantau dijaga ketat, mencerminkan tingginya sensitivitas isu Ahmadiyah di Tasikmalaya yang dibawa para ulama.

Audiensi tersebut dihadiri langsung Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Drs. Budi Ahdiat bersama para wakil ketua. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya diwakili oleh Asisten Daerah III Yayat yang hadir mewakili Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin. Selain itu, forum juga dihadiri perwakilan dari Kejaksaan Negeri Tasikmalaya, Polres Tasikmalaya, serta Kodim 0612/Tasikmalaya. Kehadiran lintas institusi ini menunjukkan bahwa persoalan yang dibahas tidak berdiri sendiri, melainkan menyangkut fungsi pemerintahan daerah secara menyeluruh.

Berita menarik lainnya, baca juga: Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Jago Konstruksi dan Pengalaman Mendunia

Dalam audiensi tersebut, FUIPA menyampaikan aspirasi dan tuntutan secara terbuka. Ketua FUIPA, Ustadz Yayan Hanafi, menegaskan bahwa audiensi ini digelar sebagai bentuk keprihatinan atas aktivitas Jemaat Ahmadiyah yang dinilai kembali marak di wilayah Tasikmalaya. Para ulama berharap DPRD tidak hanya menjadi ruang penampung aspirasi, tetapi juga mengambil peran nyata dalam mendorong kepastian sikap dan kebijakan pemerintah daerah.

Meski berlangsung dalam forum resmi, suasana audiensi sempat memanas ketika perwakilan pemerintah daerah dan kejaksaan menyampaikan bahwa persoalan Ahmadiyah masih dalam tahap kajian. Jawaban tersebut memicu reaksi dari peserta audiensi yang menilai regulasi terkait Ahmadiyah sudah lama ada dan seharusnya bisa dijadikan dasar tindakan.

Dari ruang audiensi itulah muncul istilah yang terus diulang oleh para ulama untuk menggambarkan kondisi di lapangan—bahwa aktivitas Ahmadiyah di Tasikmalaya dinilai berlangsung “barebas”, atau bebas tanpa hambatan berarti.

Halaman selanjutnya: Aktivitas Ahmadiyah yang Dinilai “Barebas”


Jangan Khawatir saat Tertunda Karier

lintaspriangan.com, KULTUR.

Pembaca Lintas Priangan yang kami hormati,

Ada kalanya seseorang bekerja dengan sungguh-sungguh, belajar tanpa henti, dan menjaga integritas, tetapi kariernya terasa berjalan di tempat. Bukan karena tidak mampu, bukan karena kurang prestasi, melainkan karena keputusan-keputusan penting sering kali dipengaruhi oleh hal-hal di luar kerja keras dan kompetensi.

Rasa kecewa dalam kondisi seperti itu adalah manusiawi. Ia bukan tanda lemahnya iman, dan bukan pula bukti kurang bersyukur. Justru sering kali, kekecewaan lahir dari idealisme—dari keinginan untuk dinilai secara adil dan bekerja dengan benar.

Dalam situasi seperti ini, Islam tidak meminta kita menutup mata dari kenyataan. Tetapi Islam mengajak kita melihat kenyataan dengan sudut pandang yang lebih luas. Allah mengingatkan:

وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu.”
(QS. Al-Baqarah: 216)

Ayat ini bukan sekadar ajakan untuk bersabar, tetapi pengingat bahwa penilaian kita sering kali terbatas pada apa yang tampak hari ini. Sementara Allah melihat dampak jangka panjang yang belum kita pahami.

Kita hidup di dalam sistem yang dikelola manusia. Dan manusia, sebaik apa pun niatnya, tetap memiliki keterbatasan dan bias. Karena itu, tidak semua nilai dan prestasi selalu tercermin secara jujur dalam keputusan struktural. Namun Allah menegaskan bahwa kerja baik tidak pernah sia-sia.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ
“Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. At-Taubah: 120)

Artinya, meskipun tidak semua kerja kita dihargai oleh sistem, tidak satu pun yang luput dari catatan Allah.

Dalam banyak keadaan, Allah bahkan sengaja menahan dunia dari hamba-Nya yang beriman. Bukan karena murka, tetapi karena perlindungan. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَيَحْمِي عَبْدَهُ الْمُؤْمِنَ مِنَ الدُّنْيَا
“Sesungguhnya Allah benar-benar melindungi hamba-Nya yang beriman dari (kenikmatan) dunia.”
(HR. Ahmad, shahih)

Jabatan, kewenangan, dan pengaruh adalah bagian dari dunia. Bagi sebagian orang, ia menjadi jalan maslahat. Namun bagi sebagian yang lain, ia bisa menjadi ujian yang terlalu berat jika datang terlalu cepat. Maka penundaan kadang bukan hukuman, melainkan bentuk penjagaan yang halus.

Kita dapat belajar dari kisah Nabi Yusuf ‘alaihis salam. Sejak muda, beliau memiliki kecerdasan, akhlak, dan kemampuan. Namun jalannya penuh penantian. Difitnah, dipenjara, dan dilupakan. Bertahun-tahun berada di posisi yang jauh dari kapasitasnya.

Al-Qur’an mengabadikan akhir dari perjalanan itu dengan satu kalimat yang menenangkan:

إِنَّهُۥ مَن يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ
“Sesungguhnya siapa yang bertakwa dan bersabar, maka Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Yusuf: 90)

Nabi Yusuf tidak diangkat ketika beliau sekadar layak menurut manusia, tetapi ketika beliau siap menurut Allah. Penundaan itu bukan kegagalan, melainkan proses pematangan karakter.

Karena itu, tidak semua yang naik cepat berarti lebih selamat. Al-Qur’an bahkan mengingatkan bahwa kelapangan yang berlebihan bisa menjerumuskan:

وَلَوْ بَسَطَ ٱللَّهُ ٱلرِّزْقَ لِعِبَادِهِۦ لَبَغَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ
“Jika Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya, niscaya mereka akan melampaui batas di bumi.”
(QS. Asy-Syura: 27)

Rezeki tidak hanya berupa harta, tetapi juga jabatan, kekuasaan, dan pengaruh. Maka tidak semua orang aman jika diberi semuanya sekaligus.

Di titik ini, kita perlu kembali meluruskan niat bekerja. Rasulullah ﷺ mengingatkan:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Kita tetap bekerja dengan sungguh-sungguh bukan karena sistem selalu adil, tetapi karena amanah tetap harus ditunaikan. Karena ada masyarakat yang bergantung pada pelayanan kita. Dan karena Allah Maha Melihat, meskipun manusia sering luput menilai.

Jika hari ini karier terasa tertunda, jangan tergesa menyimpulkan bahwa usaha kita sia-sia. Bisa jadi bukan jabatan yang ditahan, tetapi diri kita yang sedang dijaga. Bukan kesempatan yang dihilangkan, melainkan karakter yang sedang diselamatkan.

Negara mungkin belum memberi posisi. Sistem mungkin belum memberi pengakuan. Namun Allah tidak pernah lupa satu jam kerja yang jujur, satu keputusan yang bersih, dan satu kesabaran yang kita tahan dalam diam.

Semoga kita diberi kekuatan untuk tetap bekerja dengan hati yang besar, pikiran yang jernih, dan niat yang lurus. Tetap melayani, tetap berintegritas, dan tetap percaya bahwa kebaikan tidak pernah benar-benar tertunda.

Wallāhu a‘lam.


Baca artikel kultur lainnya:

Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Jago Konstruksi dan Pengalaman Mendunia

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pergantian kepemimpinan di tubuh TNI Angkatan Darat kembali bergulir di wilayah Priangan Timur. Kodim 0612/Tasikmalaya kini resmi dipimpin oleh sosok baru, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., perwira menengah yang tidak hanya berpengalaman di bidang teritorial, tetapi juga dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia zeni konstruksi dan penugasan internasional.

Kehadiran komandan baru ini menjadi bagian dari dinamika organisasi TNI AD yang rutin dilakukan untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan efektivitas tugas di daerah. Bagi Tasikmalaya, pergantian ini bukan sekadar seremoni pisah sambut, melainkan awal dari babak baru kepemimpinan Kodim 0612 yang memegang peran strategis dalam pembinaan teritorial, sinergi lintas sektor, serta kedekatan TNI dengan masyarakat.


Wajah Baru di Kodim 0612/Tasikmalaya

Letkol Czi M. Imvan Ibrahim resmi mengemban amanah sebagai Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya menggantikan pejabat sebelumnya melalui prosesi pisah sambut yang berlangsung khidmat. Momentum ini menjadi penanda berakhirnya satu masa pengabdian dan dimulainya tanggung jawab baru di wilayah yang dikenal memiliki karakter sosial dan geografis yang beragam.

Sebagai satuan komando teritorial, Kodim 0612/Tasikmalaya memiliki cakupan tugas yang luas, mulai dari pembinaan wilayah, penguatan ketahanan masyarakat, hingga menjalin sinergi dengan pemerintah daerah dan unsur Forkopimda. Karena itu, sosok komandan Kodim tidak hanya dituntut piawai dalam aspek militer, tetapi juga mampu membaca dinamika sosial, budaya, dan kebutuhan masyarakat setempat.

Berita menarik lainnya di Lintas Priangan: Ono Surono Diperiksa KPK, Terkait Kasus Korupsi Bupati Bekasi

Masuknya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim membawa warna tersendiri bagi Kodim 0612. Latar belakangnya sebagai perwira korps zeni memberi kesan bahwa kepemimpinan yang akan dijalankan tidak hanya bertumpu pada pendekatan komando, tetapi juga pada perencanaan, ketelitian, dan kemampuan teknis yang selama ini menjadi ciri khas satuan zeni di lingkungan TNI AD. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas teritorial yang menuntut kerja nyata dan kehadiran langsung di lapangan.

Di tengah tantangan wilayah yang terus berkembang, pergantian pimpinan ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan program serta memperkuat peran Kodim sebagai mitra strategis berbagai elemen di Tasikmalaya. Namun, yang menarik, sosok komandan baru ini tidak hanya dikenal dari jabatan teritorialnya semata. Rekam jejak panjangnya di satuan zeni justru menjadi sisi lain yang patut disimak lebih jauh.

Halaman selanjutnya: Perwira Zeni dengan Keahlian Konstruksi


Ono Surono Diperiksa KPK, Terkait Kasus Korupsi Bupati Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melangkah lebih jauh dalam pengusutan kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif. Kamis, 15 Januari 2026, Ono Surono menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Pemeriksaan ini langsung menyedot perhatian publik karena menyentuh irisan antara kekuasaan daerah, partai politik, dan proyek pemerintahan.

Pemanggilan Ono bukan tanpa alasan. Selain menjabat Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, ia juga merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat periode 2025–2030. Dalam perkara yang menyeret Ade Kuswara Kunang, KPK kini mulai menelusuri dugaan aliran dana yang diduga tidak hanya berhenti pada kepala daerah, tetapi juga merembet ke lingkar politik yang lebih luas.


Awal 2026, Pelayanan Publik Ciamis Lebih Responsif hingga Desa

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Memasuki awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Ciamis mempertegas komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik hingga tingkat desa. Penegasan itu disampaikan langsung Herdiat Sunarya saat memimpin Rapat Koordinasi internal di Gedung KH Irfan Hielmi, Kamis (15/01/2026).

Rapat koordinasi tersebut diikuti jajaran pejabat daerah, kepala OPD, camat, hingga kepala desa dan lurah. Forum ini menjadi ajang evaluasi kinerja sekaligus penguatan peran aparatur sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat. Pesannya jelas: keberhasilan pemerintah daerah tidak cukup diukur dari banyaknya program, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan warga.

Dalam arahannya, Bupati Herdiat menegaskan bahwa pelayanan publik harus diberikan secara adil dan profesional, tanpa membedakan latar belakang masyarakat. Etos kerja, integritas, serta tanggung jawab aparatur menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik.

“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan. Semua warga berhak mendapatkan pelayanan terbaik,” tegas Herdiat.

Selain soal pelayanan, Bupati Ciamis juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana. Ia menilai peran camat dan kepala desa sangat strategis, terutama dalam menyampaikan edukasi, informasi, dan peringatan dini kepada warga.

“Pemerintah desa dan kecamatan adalah ujung tombak. Kewaspadaan dan komunikasi dengan masyarakat harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati menegaskan dukungan penuh Pemkab Ciamis terhadap program prioritas nasional tahun 2026. Sejumlah program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), KDMP, dan Cek Kesehatan Gratis dinilai sejalan dengan agenda daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Herdiat mengungkapkan bahwa ratusan SPPG telah aktif dan terus berkembang. Namun demikian, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar pelaksanaan program berjalan optimal dan tepat sasaran, terutama menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Sementara untuk program Cek Kesehatan Gratis, Bupati meminta jajaran pemerintah daerah agar lebih proaktif mengajak masyarakat. Rendahnya tingkat partisipasi dinilai perlu disikapi dengan pendekatan yang persuasif dan edukatif, bukan sekadar administratif.

Menutup rapat koordinasi, Bupati kembali menegaskan bahwa pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama daerah. Dengan ratusan sekolah yang dikelola, termasuk puluhan bangunan sekolah dalam kondisi rusak berat, dibutuhkan komitmen bersama agar pelayanan dasar tetap berjalan maksimal.

“Pengabdian kita adalah untuk masyarakat. Jalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, karena kepercayaan publik adalah amanah,” pungkasnya. (FSL)

Aneh Sendiri, DPRD Kota Tasikmalaya Lenyap di Halaman SIRUP

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Keberadaan DPRD Kota Tasikmalaya mendadak menjadi sorotan setelah nama lembaga tersebut tidak ditemukan sama sekali dalam kolom satuan kerja pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP. Kondisi ini dinilai janggal, sebab hampir seluruh perangkat daerah lain—bahkan hingga tingkat kelurahan—tercatat lengkap sebagai satuan kerja.

Berdasarkan penelusuran pada halaman rekap SIRUP, jumlah satuan kerja yang tercantum mencapai 146 entri. Daftar tersebut memuat organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, hingga kelurahan yang tampil lengkap satu per satu. Namun, di antara ratusan entri itu, tidak ditemukan satuan kerja bernama DPRD maupun Sekretariat DPRD Kota Tasikmalaya.

Baca berita lainnya: Wacana Pilkada melalui DPRD di Tasikmalaya Menguat, Benarkah?

Kondisi ini berbeda dengan situasi “paket atau pagu masih kosong”. Dalam praktik pengadaan, tidak adanya paket atau pagu bukan persoalan, karena masa pengisian SIRUP memang masih dapat berlangsung hingga sekitar Maret tahun anggaran berjalan. Yang menjadi persoalan dalam kasus ini adalah nama lembaga DPRD itu sendiri tidak muncul sebagai satuan kerja.


Warga Empangsari Tasikmalaya Bisa Belanja Pangan Murah Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Warga Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, dijadwalkan dapat memanfaatkan layanan belanja pangan murah melalui program Mobil Wangsit (Warung Stabilisasi Inflasi Kota Tasikmalaya) pada Kamis, 15 Januari 2026. Program ini disiapkan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah fluktuasi harga pangan.

Kegiatan tersebut akan diselenggarakan oleh Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Tasikmalaya dalam koordinasi TPID Kota Tasikmalaya. Sejumlah mitra strategis turut mendukung pelaksanaan program, antara lain Bank Indonesia, Bulog, Pertamina Patra Niaga, serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan.

Layanan Mobil Wangsit dijadwalkan berlangsung di Kantor Kelurahan Empangsari, Jalan Tanuwijaya No. 19, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Melalui konsep jemput bola, masyarakat diharapkan dapat mengakses bahan pangan pokok tanpa harus berbelanja jauh dari lingkungan tempat tinggalnya.

Sejumlah komoditas pokok telah disiapkan untuk dijual kepada masyarakat, di antaranya beras SPHP, minyak goreng, gula pasir, telur, tepung terigu, daging ayam ras, serta aneka sayuran seperti tomat, cabai, dan bawang. Seluruh harga mengacu pada daftar resmi yang disediakan di lokasi kegiatan, dengan ketentuan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan stabilisasi.

Program Mobil Wangsit bertujuan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus menekan dampak inflasi pangan di tingkat masyarakat. Dengan harga yang lebih terjangkau, kegiatan ini diharapkan dapat membantu menjaga daya beli warga, khususnya di wilayah kelurahan. Secara sederhana, upaya ini dimaksudkan agar kebutuhan dapur harian tetap terpenuhi meski harga pasar kerap berfluktuasi.

Kolaborasi lintas lembaga menjadi bagian penting dari pelaksanaan program ini. Koordinasi TPID memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, sementara dukungan mitra strategis memperkuat rantai pasok pangan. Model layanan keliling seperti Mobil Wangsit juga dirancang agar dapat menjangkau masyarakat secara langsung dan tepat sasaran.

Masyarakat Kota Tasikmalaya khususnya di sekitaran Empangsari yang berminat diimbau datang sesuai jadwal dan mengikuti ketentuan yang berlaku di lokasi. Kehadiran warga diharapkan dapat berlangsung tertib agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas. Ke depan, layanan serupa direncanakan menyasar wilayah lain secara bertahap sesuai kebutuhan dan hasil evaluasi. (AS)

Doa Nabi untuk Pegawai Negeri

lintaspriangan.com, KULTUR. Para pembaca Lintas Priangan yang dirahmati Alloh, dalam Islam, mengurus urusan masyarakat bukan pekerjaan biasa.
Ia bukan sekadar rutinitas, tapi amanah besar yang bisa menjadi jalan surga atau justru sebab celaka, tergantung bagaimana ia dijalani.

Rasulullah ﷺ bahkan tidak diam soal ini.
Beliau berdoa khusus untuk orang-orang yang mengurus urusan umat.


Doa Nabi ﷺ: Dua Arah, Dua Konsekuensi

Rasulullah ﷺ bersabda:

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا
فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ،
وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا
فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ

Artinya:

“Ya Allah, siapa pun yang mengurus suatu urusan umatku lalu ia bersikap lembut kepada mereka, maka berlaku lembutlah Engkau kepadanya.
Dan siapa pun yang mengurus urusan umatku lalu ia menyusahkan mereka, maka susahkanlah Engkau urusannya.”

Hadis ini shahih, diriwayatkan dalam Shahih Muslim.


Catat Waktu dan Tempatnya: Layanan Sertifikat Halal Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sertifikat Halal Tasikmalaya kembali jadi topik penting bagi pelaku usaha kecil. Bukan tanpa alasan, karena sertifikat halal kini bukan sekadar label keagamaan, tapi sudah menjadi tiket masuk ke pasar yang lebih luas—dari konsumen lokal sampai peluang kerja sama yang lebih serius. Kabar baiknya, warga Kabupaten Tasikmalaya kini bisa mengurus sertifikat halal secara gratis, mudah, dan tanpa ribet antre panjang.

Program ini hadir lewat inisiatif Pelayanan On The Spot (POTS) dari Provinsi Jawa Barat, yang menyasar langsung pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Tim pelayanan turun ke lapangan, mendatangi pelaku usaha di wilayah kecamatan. Jadi, bukan pelaku UMK yang dipusingkan harus bolak-balik kantor, tapi justru petugas yang “samperin”. Singkatnya: izin dan halal, dilayani di tempat. Gratis pula. Kalau masih ragu, itu wajar—soalnya program seenak ini jarang-jarang muncul.


Rekor Baru Kadis Termuda di Promosi Mutasi Pemkot Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dalam rangka Promosi Mutasi Pemkot Tasikmalaya pada Rabu (14/1/2026) siang. Bertempat di Aula Bale Kota Tasikmalaya, agenda yang dimulai pukul 14.00 WIB itu menjadi penanda dimulainya rotasi sejumlah pejabat strategis di lingkungan pemerintahan kota.

Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari surat undangan resmi Sekretariat Daerah Kota Tasikmalaya yang sebelumnya ditujukan kepada seluruh kepala perangkat daerah. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa pelantikan mencakup Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama serta jabatan kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, dengan sifat surat dinyatakan penting dan dilaksanakan secara formal sesuai ketentuan kepegawaian Undangan Kepala Perangkat Daerah.

Berita menarik lainnya: Wacana Pilkada melalui DPRD di Kota Tasikmalaya Menguat, Benarkah?

Sejak sebelum acara dimulai, suasana Bale Kota tampak berbeda dari hari-hari biasa. Para pejabat berdatangan dengan ekspresi yang beragam—ada yang tampak tenang, ada pula yang terlihat menyimpan harap. Bagi sebagian aparatur sipil negara, promosi dan mutasi bukan sekadar perpindahan kursi, melainkan babak baru tanggung jawab yang akan menentukan arah karier sekaligus kontribusi mereka bagi pelayanan publik.

Pelantikan berlangsung khidmat. Prosesi pengambilan sumpah menjadi pengingat bahwa jabatan bukan hadiah, melainkan amanah. Dalam konteks Promosi Mutasi Pemkot Tasikmalaya, rotasi ini dipahami sebagai upaya penyegaran organisasi dan penyesuaian kebutuhan birokrasi dengan tantangan aktual pemerintahan daerah—mulai dari penguatan pengawasan internal, pengelolaan keuangan, hingga tuntutan transformasi digital.