Beranda blog Halaman 287

Aksi PMII di Banjar, Desak Pemkot dan DPRD Jauhi Korupsi

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Wali Kota dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjar, Jawa Barat. Senin, (09/12/2024).

Aksi ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) dan bertujuan mengingatkan pemerintah serta DPRD untuk menjaga integritas, mengedepankan transparansi, dan menjauhi praktik korupsi.

Koordinator aksi, Roufurohim, menyampaikan bahwa PMII membawa sejumlah tuntutan dalam demonstrasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pejabat pemerintah dan anggota DPRD harus menolak segala bentuk gratifikasi, suap, maupun intervensi yang dapat mengancam independensi mereka.

“Kami ingin seluruh pemangku kebijakan di Kota Banjar bekerja secara bersih dan profesional, tanpa ada pengaruh dari pihak mana pun,” tegasnya.

Selain menyoroti gratifikasi, mahasiswa juga meminta agar pengelolaan anggaran daerah dilakukan secara transparan. Dalam orasinya, Roufurohim menekankan pentingnya keterbukaan, terutama terkait proyek pembangunan infrastruktur. Ia menyebut bahwa selama ini pengelolaan anggaran proyek cenderung tertutup, sehingga menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat.

“Kami meminta Pemerintah Kota Banjar untuk lebih terbuka, khususnya dalam pengelolaan proyek-proyek infrastruktur maupun non-infrastruktur. Masyarakat berhak tahu ke mana anggaran tersebut digunakan,” katanya.

Mahasiswa juga menyoroti pengelolaan anggaran DPRD, termasuk dana reses dan operasional dewan. Mereka menilai transparansi dalam hal ini sangat penting untuk menghindari potensi penyalahgunaan anggaran.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menuntut aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus-kasus korupsi di Kota Banjar. Mereka meminta proses hukum berjalan transparan dan bebas dari intervensi.

Roufurohim menyampaikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap lembaga hukum akan terjaga jika proses penanganan kasus dilakukan secara adil dan terbuka.

“Kami mendesak aparat hukum untuk menyelesaikan semua kasus korupsi yang belum terselesaikan. Masyarakat ingin melihat adanya keadilan,” ujarnya dengan nada tegas.

Salah satu isu yang disorot adalah dugaan penyelewengan anggaran tunjangan rumah dinas dan transportasi di Sekretariat DPRD Banjar. Roufurohim mengungkapkan bahwa PMII sebelumnya telah berdialog dengan Kejaksaan terkait kasus tersebut. Meski begitu, ia menilai perkembangan penyelidikan masih lambat, sehingga pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut.

“Kami tidak akan tinggal diam. PMII akan terus memantau perkembangan dugaan penyelewengan ini sampai tuntas,” tegas Roufurohim.

Setelah menyampaikan aspirasi di depan gedung DPRD, mahasiswa melanjutkan aksinya ke kantor Wali Kota Banjar. Mereka berharap tuntutan yang disampaikan mampu mendorong pemerintah daerah untuk lebih responsif terhadap isu-isu korupsi dan transparansi.

Aksi ini, menurut Roufurohim, merupakan langkah awal untuk menguji sejauh mana pemerintah dan DPRD Kota Banjar merespons kritik serta aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan mahasiswa.

“Kami ingin melihat apakah ada tindak lanjut nyata dari pihak terkait. Jika tidak, kami akan kembali turun ke jalan dengan aksi yang lebih besar,” ujarnya.

PMII menilai bahwa korupsi di Kota Banjar tidak hanya merusak integritas pejabat, tetapi juga menghambat pembangunan daerah. Transparansi dalam pengelolaan anggaran dinilai sangat penting untuk memastikan kesejahteraan masyarakat dan menghindari penyalahgunaan uang negara.

BACA JUGA: HMI Ciamis Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi di Ciamis

Menurut mahasiswa, aksi turun ke jalan dilakukan karena mereka tidak ingin Kota Banjar terus dibayangi oleh persoalan korupsi yang dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Kami bergerak karena kami peduli dengan masa depan Kota Banjar. Korupsi harus dilawan, dan ini adalah langkah kami untuk menjaga daerah ini tetap bersih,” tutup Roufurohim.

Dengan semangat Hari Antikorupsi Sedunia, aksi ini menjadi pengingat pentingnya integritas dan akuntabilitas di semua level pemerintahan. Bagi mahasiswa, perjuangan melawan korupsi adalah tanggung jawab moral untuk menciptakan pemerintahan yang lebih baik. (Johan/lintaspriangan.com)

HMI Ciamis Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi di Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Dalam momentum Hari Anti Korupsi Dunia (Hakordia) pada 9 Desember 2024, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciamis menegaskan komitmennya untuk mendukung pemberantasan korupsi di Kabupaten Ciamis. Ketua Umum HMI Ciamis, Adytya Maulana Aziz, menyampaikan bahwa korupsi adalah masalah serius yang merusak kepercayaan masyarakat dan menjadi penghambat utama pembangunan daerah.

“Korupsi itu ibarat penyakit yang terus menggerogoti masa depan bangsa,” ujar Adytya dalam orasinya di depan para anggota HMI dan masyarakat Ciamis.

Ia menambahkan bahwa pemberantasan korupsi memerlukan peran aktif dari semua pihak, termasuk penegak hukum dan masyarakat.

Dalam pernyataannya, HMI menyoroti pentingnya pelaksanaan undang-undang terkait antikorupsi, seperti Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Undang-undang tersebut, menurut mereka, harus menjadi landasan utama bagi setiap pejabat negara untuk bertindak transparan, jujur, dan bertanggung jawab.

“Masyarakat berhak tahu bagaimana pemerintah bekerja dan bagaimana kasus korupsi ditangani,” kata salah satu anggota HMI, merujuk pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Ia juga menekankan bahwa keterbukaan informasi menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah terjadinya korupsi.

Selain itu, HMI juga mendorong implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mereka percaya bahwa penegakan hukum yang tegas dan adil adalah kunci untuk memberantas korupsi hingga ke akarnya.

Dalam orasi tersebut, HMI menyampaikan empat poin utama yang menjadi fokus mereka dalam pemberantasan korupsi.

Pertama, mereka meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Ciamis segera menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang belum tuntas.

“Kami ingin melihat tindakan nyata dari Kejari, bukan hanya janji-janji belaka,” ujar Adytya.

Kedua, HMI mendesak Kejari untuk lebih terbuka dalam menangani kasus korupsi. Transparansi dianggap sebagai cara untuk memastikan masyarakat dapat ikut mengawasi proses hukum yang berjalan.

Ketiga, HMI mengecam segala bentuk tindak pidana korupsi yang terjadi di Kabupaten Ciamis. Mereka menyebut korupsi sebagai pengkhianatan terhadap amanah rakyat.

Terakhir, HMI menyatakan dukungan mereka kepada Kejari dalam menyelesaikan kasus-kasus besar.

“Kami percaya sinergi antara masyarakat dan penegak hukum adalah kunci untuk menciptakan pemerintahan yang bersih,” ungkap salah satu pengurus HMI.

Menanggapi aksi dan pernyataan HMI, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Ciamis, Herris Priyadi, mengapresiasi dukungan yang diberikan. Herris menyebut aksi ini menjadi dorongan bagi Kejari untuk bekerja lebih optimal dalam menuntaskan kasus-kasus korupsi.

“Kami sampaikan apresiasi kepada teman-teman HMI Ciamis. Aksi ini merupakan bentuk dukungan kepada kami agar bisa tegak lurus dalam menangani perkara tindak pidana korupsi,” tegas Herris.

Herris menambahkan bahwa dukungan masyarakat sangat membantu dalam berbagai kasus yang ditangani oleh Kejari. Ia mengungkapkan bahwa salah satu kasus besar yang baru saja diselesaikan adalah dugaan korupsi penyimpangan dana fasilitas bergulir dari BLU P3H KLHK terhadap PT Rona Niaga Raya, dengan kerugian negara mencapai Rp 56 miliar.

“Alhamdulillah, di pembuktian pertama tingkat pertama, kami berhasil memenangkan kasus ini,” kata Herris.

Selain itu, Herris menyebutkan bahwa Kejari Ciamis saat ini tengah fokus pada dua kasus besar lainnya, yaitu pembangunan SMK 1 Cijeungjing dan revitalisasi Situ Lengkong Panjalu. Ia menjelaskan bahwa proses pengumpulan alat bukti dan pemeriksaan saksi sedang berlangsung.

“Dukungan dari HMI menjadi motivasi bagi kami untuk menyelesaikan perkara ini,” tambahnya.

BACA JUGA: LSM GMBI dan Komitmen Menjaga Stabilitas Daerah

Melalui momentum Hakordia ini, HMI Cabang Ciamis berharap pemberantasan korupsi dapat menjadi gerakan bersama yang konsisten. Mereka percaya bahwa dengan kerja sama antara masyarakat dan penegak hukum, Kabupaten Ciamis dapat menjadi contoh daerah yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi.

“Korupsi bukan hanya masalah uang, tetapi masalah moral dan masa depan kita,” tutup Adytya, mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan berintegritas. (Eddy lintaspriangan.com)


LSM GMBI dan Komitmen Menjaga Stabilitas Daerah

0

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Dalam sebuah pertemuan baru-baru ini, Ketua LSM GMBI Distrik Kabupaten Ciamis, Yanto, memberikan pandangannya mengenai berbagai isu yang tengah berkembang di masyarakat. Menurutnya, menjaga stabilitas daerah di tengah situasi politik yang belum sepenuhnya selesai, seperti pelaksanaan Pilkada, adalah hal yang sangat penting.

“Kami mengingatkan seluruh anggota untuk tetap menjaga kondusifitas, khususnya di Kabupaten Ciamis. Alhamdulillah, selama ini daerah kita terkenal dinamis dan aman,” ujar Ketua Distrik tersebut.

Yanto menyampaikan bahwa Kabupaten Ciamis telah lama dikenal sebagai wilayah yang damai, dan hal itu harus terus dipertahankan oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk anggota LSM GMBI.

Dalam pertemuan itu, Ketua GMBI menegaskan bahwa organisasi ini sepenuhnya mendukung program pemerintah pusat, terutama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Ia menjelaskan bahwa LSM GMBI, sebagai bagian dari masyarakat bawah, berkomitmen untuk menegakkan supremasi hukum sebagai wujud bela negara.

“Kami mendukung sepenuhnya program pemerintah pusat. Selain itu, kami juga menuntut aparat penegak hukum agar konsisten dalam menjalankan tugasnya,” tegas Yanto.

Ia juga menambahkan bahwa LSM GMBI bukan hanya sebuah organisasi lokal, tetapi memiliki jaringan nasional yang kuat. Seluruh anggotanya memiliki misi yang sama, yaitu membantu pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.

Yanto mengingatkan anggotanya bahwa peran aktif organisasi ini dalam menjaga stabilitas telah mendapatkan pengakuan. Ia menyebutkan bahwa saat pelantikan Presiden beberapa waktu lalu, anggota GMBI dari berbagai kabupaten turut hadir untuk membantu mengawal proses tersebut.

“Kami bersyukur, kegiatan itu berlangsung kondusif. Bahkan, kami mendapatkan apresiasi dari pemerintah berupa piagam penghargaan,” ungkapnya. Hal ini, menurut Yanto, menunjukkan bahwa kerja keras LSM GMBI tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga oleh pemerintah pusat.

Namun, di tengah apresiasi tersebut, Ketua Distrik tetap mengingatkan pentingnya menjaga netralitas dan kehati-hatian dalam situasi politik yang bisa memecah belah masyarakat. Ia menyoroti bahwa Pilkada yang masih berlangsung bisa menjadi salah satu pemicu konflik jika tidak dikelola dengan baik.

“Saat ini, kita perlu berhati-hati terhadap efek yang mungkin timbul, terutama dengan Pilkada yang masih berlangsung. Jangan sampai ada tindakan yang memperkeruh suasana,” katanya.

Yanto menegaskan bahwa seluruh anggota GMBI harus mampu menjadi penyejuk di masyarakat dan tidak terlibat dalam konflik yang dapat merusak stabilitas daerah.

Sebagai organisasi yang memiliki peran sosial kontrol, LSM GMBI berkomitmen untuk membantu masyarakat bawah menyampaikan keluhannya kepada pihak terkait. Ketua Distrik menekankan bahwa setiap laporan atau temuan dari masyarakat akan diproses dengan serius.

“Kami akan mengkaji setiap laporan yang masuk. Jika memang ada masalah, kami akan menyampaikan hal tersebut kepada pihak terkait untuk penyelesaian,” ujarnya.

Menurutnya, tanggung jawab sosial kontrol ini adalah salah satu inti dari keberadaan LSM GMBI. Oleh karena itu, ia berharap agar organisasi ini dapat terus bersinergi dengan aparat penegak hukum, pihak swasta, dan pemerintah daerah.

“Kami berharap dapat bekerja sama lebih erat dengan semua pihak, terutama dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan masyarakat kecil,” katanya. Kerja sama ini diharapkan dapat mempermudah organisasi dalam menjalankan tugasnya, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Distrik juga memberikan arahan khusus kepada seluruh anggota LSM GMBI di Kabupaten Ciamis. Ia meminta agar semua anggota lebih aktif dalam menjalankan roda organisasi sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Saya meminta semua anggota untuk memahami tugas dan fungsi organisasi ini. Kita bekerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa GMBI adalah organisasi yang dekat dengan masyarakat bawah. Oleh karena itu, setiap anggota harus mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah.

“Ketika ada keluhan atau permasalahan dari masyarakat, kita harus hadir sebagai solusi. Jangan sampai masyarakat merasa tidak mendapat perhatian,” katanya.

Menutup pernyataannya, Ketua Distrik kembali mengungkapkan harapan besar terhadap keberlanjutan peran LSM GMBI di Kabupaten Ciamis. Ia berharap agar kondisi yang sudah kondusif ini dapat terus dipertahankan.

BACA JUGA: Dorong Percepatan Digitalisasi Pembayaran Pajak, Sekda Ciamis Undi Program Galuh Go Digital

“Mudah-mudahan Kabupaten Ciamis tetap aman, damai, dan jauh dari hal-hal yang tidak diharapkan,” tuturnya.

Dengan berbagai langkah yang diambil, LSM GMBI menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam menjaga stabilitas daerah. Melalui sinergi yang baik dengan berbagai pihak, organisasi ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput.

Dorong Percepatan Digitalisasi Pembayaran Pajak, Sekda Ciamis Undi Program Galuh Go Digital

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Program Galuh Go Digital (PGGD) merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis untuk mendorong percepatan digitalisasi pembayaran pajak di Kabupaten Ciamis.

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Dr. Andang Firman Triyadi didampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dr. Aef Saefuloh dalam acara pengundian Program Galuh Go Digital tahun 2024 di Aula Kantor Bapenda Kabupaten Ciamis, Senin (09/12/2024).

Mereka para wajib pajak yang akan diundi dan mendapat reward terbagi kedalam beberapa kategori diantaranya PBB – P2, Pajak Barang Jasa Tertentu (PBJT), Pajak Reklame, Pajak Air Tanah dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Dikatakannya, pemberian reward Ini merupakan bentuk apresiasi Pemkab Ciamis kepada para wajib pajak yang berpartisipasi dalam program Galuh Go Digital.

Apresiasi diberikan dalam bentuk reward berupa beragam hadiah menarik yang diserahkan melalui pengundian ini. Pemberian reward ini bertujuan untuk memberi apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam pembayaran pajak digital.

“Ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan kepada masyarakat yang telah aktif melakukan pembayaran pajak daerah secara digital,” katanya.

Dijelaskan Andang, Program Galuh Go Digital juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk terus mendorong transformasi digital, tidak hanya pada sektor pajak, tetapi juga di seluruh lini pelayanan publik.

“Melalui kerjasama dengan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya, Bank BJB Ciamis, Bank Galuh, dan Perumdam Tirta Galuh, kami memberikan berbagai hadiah menarik seperti Smartphone, Kulkas, Televisi, Tab, Mesin Cuci dan hadiah menarik lainnya kepada wajib pajak yang sudah berpartisipasi dalam program ini,” jelasnya.

Andang juga menjelaskan, adanya berbagai channel pembayaran digital seperti QRIS, Virtual Account, BJB Digi, dan lainnya, dapat lebih memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran online.

“Masyarakat juga nantinya terbiasa dan nyaman dalam melakukan transaksi pajak secara non tunai,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kadisbudpora Berangkatkan Kontingen NPCI Ciamis Untuk Ajang Piala Pj Gubernur Jabar

Andang pun menyampaikan, pentingnya penerapan digitalisasi dalam transaksi sehari-hari, khususnya di kalangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) juga harus ikut serta dalam revolusi digital ini.

Melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Kabupaten Ciamis berhasil meraih posisi terbaik kedua untuk wilayah Jawa dan Bali dalam hal digitalisasi daerah. Atas hal tersebut Ia merasa bangga dengan prestasi yang diraih Pemkab Ciamis tahun 2024 ini.

Atas capai itu, lanjut Andang ini menunjukkan bahwa komitmen Pemkab Ciamis dalam mempercepat digitalisasi daerah tidak hanya sekadar wacana, tetapi juga telah membuahkan hasil.

“Pemkab Ciamis terus mendorong masyarakat dan instansi terkait untuk semakin melek teknologi dan memanfaatkan kemudahan transaksi digital demi kemajuan daerah dan kenyamanan bersama. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci suksesnya transformasi digital ini,” pungkasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Kadisbudpora Berangkatkan Kontingen NPCI Ciamis Untuk Ajang Piala Pj Gubernur Jabar

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Kadisbudpora) Kabupaten Ciamis, Dadang Darmawan memberangkatkan 8 orang Atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Ciamis yang akan bertanding di ajang Piala Pj Gubernur Jawa Barat 2024 untuk penyandang disabilitas.

Pemberangkatan dilaksanakan di halaman Kantor Disbudpora Kabupaten Ciamis, Senin (09/12/2024). Piala Pj Gubernur Jawa Barat ini akan dilaksanakan mulai tanggal 09 sampai 12 Desember 2024 di sarana olahraga Jalak Harupat Kabupaten Bandung.

Kontingen NPCI Kabupaten Ciamis terdiri dari 8 atlet dan 6 orang pelatih dan official. Ada tiga cabang olahraga (cabor) yang diikuti kontingen NPCI Ciamis dalam event ini, diantaranya Atletik, Renang, dan Tenis Meja.

“Jadilah duta olahraga yang inspiratif dan tunjukan dedikasi terbaik saudara, kami yakin dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah NPCI Kabupaten Ciamis akan meraih hasil yang gemilang,” katanya.

Dadang berpesan kepada para atlet agar menjadi duta olahraga yang inspiratif, berdedikasi baik, jaga nama baik Kabupaten Ciamis, menjaga kesehatan dan bertanding sportif.

“Selamat berjuang dan pulang membawa nama harum Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.

Ketua NPCI Kabupaten Ciamis, Oman Heryadi mengatakan, piala Pj Gubernur Jawa Barat ini merupakan yang pertama kalinya digelar. NPCI Kabupaten Ciamis memberangkatkan 8 orang atlet yang akan mengikuti 3 cabor.

Menurutnya, ada 5 cabor yang dipertandingkan dalam Piala Pj Gubernur tersebut, namun NPCI Kabupaten Ciamis hanya mengikuti 3 cabor yaitu renang, atletik dan tenis meja.

“Karena baru kali ini ada agenda piala Pj Gubernur Jawa Barat, biasanya kita mengikuti Pekan Paralimpik Daerah (Peparda). Kita hanya mengirimkan 3 cabor, yaitu renang, atletik dan tenis meja,” jelasnya.

Menurutnya, persiapan para atlet untuk mengikuti Piala Pj Gubernur Tingkat Jawa Barat 2024 telah rampung dan siap berlaga di ajang bergengsi tersebut.

Mereka yang mengikuti event ini sudah melalui bimbingan para pelatih, Insya Allah sudah siap tanding. Oman berharap kontingen NPCI Kabupaten Ciamis bisa mempertahankan prestasi.

Oma juga menjelaskan, dalam ajang Peparda Garut 2023 lalu NPCI Kabupaten Ciamis berhasil menyumbangkan satu medali emas, perak dan perunggu dalam cabang olahraga atletik, andalan kita di atletik karena kalau cabor atletik itu banyak nomor yang dipertandingkan.

Oman juga menjelaskan, sistem klasifikasi yang berlaku dalam olahraga disabilitas, sehingga tidak semua atlet dapat mengikuti semua nomor pertandingan. Yang mereka hadapi disini adalah klasifikasi disabilitas, contohnya teman-teman dengan kategori mini people itu hanya bisa mengikuti satu nomor atletik.

“Teman-teman dari berbagai klasifikasi disabilitas, seperti tuna grahita, tuna rungu, itu sudah ada nomor pertandingannya, jadi tidak bisa ikut di semua cabang olahraga,” ujarnya.

BACA JUGA: Anggota DPRD Pangandaran Peduli Bocah SD Korban Motor

Dikatakannya, upaya NPCI Ciamis dalam mencari atlet potensial dengan menggandeng seluruh SLB (Sekolah Luar Biasa), ada 24 SLB di Kabupaten Ciamis dilibatkan.

Ia juga mengajak para orang tua yang mempunyai anak disabilitas dapat bergabung dengan NPCI Ciamis, bahkan dinas terkait pun turut memberikan dukungan yang luar biasa.

“Sekarang ada undang-undang yang memanusiakan disabilitas. Ayo kita bergabung dan berprestasi melalui olahraga disabilitas yang sekarang sudah ada wadahnya. Jadi jangan malu punya anak disabilitas,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Oman mengucapkan terima kasih kepada Kadisbudpora Kabupaten Ciamis dan semua pihak terkait yang telah memberikan bantuan, support dan dukungan kepada NPCI Kabupaten Ciamis selama ini. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

BPBD Pastikan Informasi Longsor di Emplak Pangandaran Hoaks

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Informasi mengenai longsor di Blok Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, ramai diperbincangkan pada Minggu, 8 Desember 2024. Berita tersebut bermula dari sebuah video yang tersebar di berbagai grup WhatsApp sejak pukul 12.00 WIB. Dalam video tersebut, terlihat jalan nasional menuju Pangandaran seolah-olah amblas akibat longsor.

Kabar itu segera menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat dan wisatawan yang berencana berkunjung ke Pangandaran. Namun, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Untung Saeful Rokhman, dengan cepat memberikan klarifikasi untuk meredam kekhawatiran. Ia menyatakan bahwa video tersebut merupakan informasi palsu atau hoaks.

“Dalam video itu disebutkan longsor terjadi di Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Namun, hal itu tidak benar,” jelas Untung.

Untung mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan perjalanan melalui jalur tersebut setelah kembali dari Jawa Tengah menuju Pangandaran. Ia memastikan bahwa jalan nasional di Desa Emplak dalam kondisi aman dan tidak ada tanda-tanda longsor atau jalan yang amblas. “Kondisi jalan normal tanpa gangguan apapun,” tambahnya.

Dalam keterangannya, Untung juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Penyebaran berita palsu seperti ini, menurutnya, dapat menimbulkan keresahan yang tidak perlu di tengah masyarakat.

“Sebelum menyebarkan, pastikan sumber informasi tersebut benar dan dapat dipercaya,” kata Untung.

Untung menyarankan agar warga menghubungi pihak berwenang, seperti BPBD atau aparat setempat, untuk memastikan kebenaran suatu kejadian.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat untuk bersikap lebih kritis terhadap informasi yang diterima, terutama yang disebarkan melalui media sosial atau aplikasi perpesanan. Langkah ini penting untuk mencegah kepanikan akibat berita palsu.

Penyebaran informasi palsu mengenai longsor di Pangandaran tidak hanya berdampak pada warga setempat, tetapi juga berpotensi memengaruhi sektor pariwisata. Sebagai salah satu destinasi wisata utama di Jawa Barat, Pangandaran menjadi tujuan favorit bagi wisatawan domestik dan mancanegara, terutama saat musim liburan.

Kabar mengenai bencana alam dapat membuat calon wisatawan ragu untuk berkunjung. Hal ini tentu saja dapat merugikan ekonomi lokal yang bergantung pada sektor pariwisata. Oleh karena itu, Untung mengimbau wisatawan untuk tetap tenang dan melanjutkan aktivitas seperti biasa.

“Tidak ada bencana longsor di Pangandaran. Wilayah Emplak aman, dan masyarakat maupun wisatawan dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa,” ujar Untung.

Salah satu warga di Kecamatan Kalipucang, Siti, mengaku sempat panik setelah melihat video tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya khawatir jika jalan menuju Pangandaran benar-benar mengalami longsor.

“Awalnya saya khawatir kalau jalan benar-benar longsor. Tapi setelah mendengar klarifikasi dari BPBD, saya merasa lega,” ungkap Siti.

Menurutnya, penyebaran informasi palsu seperti ini sangat merugikan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar wilayah yang disebutkan dalam video. Ia berharap masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi.

Klarifikasi cepat dari BPBD Pangandaran berhasil menenangkan masyarakat dan wisatawan. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya peran pihak berwenang dalam menangkal hoaks yang berpotensi memicu kepanikan.

Untung Saeful Rokhman menegaskan bahwa masyarakat harus selalu waspada terhadap informasi yang belum terbukti kebenarannya. Dengan demikian, penyebaran berita palsu dapat diminimalkan, dan masyarakat dapat merasa lebih tenang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA: Anggota DPRD Pangandaran Peduli Bocah SD Korban Motor

Melalui peristiwa ini, masyarakat diingatkan untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Langkah ini tidak hanya membantu menjaga ketenangan, tetapi juga melindungi sektor-sektor penting, seperti pariwisata, dari dampak negatif hoaks.

BACA JUGA: Pohon Tumbang di Kalipucang Sebabkan Kemacetan Panjang

Dengan sikap bijak dalam menyikapi berita, masyarakat diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang kondusif dan aman bagi semua pihak. Wisatawan juga diimbau untuk tetap percaya pada informasi resmi dari pemerintah atau pihak terkait.

“Kami berharap kejadian serupa tidak terulang, sehingga masyarakat dapat merasa aman dan sektor pariwisata tetap berjalan lancar,” tutup Untung. (Iwan Mulyadi/lintaspriangan.com)

Anggota DPRD Pangandaran Peduli Bocah SD Korban Motor

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Kisah menyentuh datang dari Pangandaran, di mana seorang Anggota DPRD, Ai Nanan Handayani, menunjukkan empatinya kepada bocah SD yang mengalami musibah. Anak tersebut, yang tinggal bersama ibunya dalam kondisi serba kekurangan, mengalami retak tulang kaki akibat kecelakaan motor pada 20 November 2024.

“Kondisinya sangat memprihatinkan,” ungkap Ai Nanan, Sabtu, (07/12/2024).

Ai merasa tergerak setelah mengetahui bocah tersebut hanya tinggal bersama ibunya di sebuah kos-kosan kecil di Desa Cibenda, Kecamatan Parigi. Kehidupan sederhana mereka semakin berat setelah anak itu tak bisa berjalan normal akibat kecelakaan.

Sebagai bentuk kepedulian, Ai Nanan memberikan bantuan berupa jangka sebagai alat bantu berjalan, serta sembako dan kebutuhan pokok lainnya. Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga tersebut.

“Saya ingin anak ini cepat sembuh dan kembali sekolah, mengaji, serta bermain seperti biasa,” katanya.

Sementara itu, Siti Halimah, ibu dari bocah tersebut, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Kami sangat bersyukur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang kesulitan,” ujar Siti dengan mata berkaca-kaca.

BACA JUGA: Janda Muda di Pangandaran Berjuang Demi Kesembuhan Anaknya

Itu juga menjelaskan bahwa anaknya masih sulit bergerak dan membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya.

Menurut Ai Nanan, seorang wakil rakyat tidak hanya bertugas membuat kebijakan, tetapi juga turun langsung membantu masyarakat yang membutuhkan. Ia berharap kehadirannya bisa memberi semangat baru bagi keluarga ini.

“Kita harus terus menjaga rasa kemanusiaan di tengah masyarakat,” tambahnya.

BACA JUGA: Pohon Tumbang di Kalipucang Sebabkan Kemacetan Panjang

Tindakan ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak, menunjukkan bahwa sentuhan kecil bisa memberikan dampak besar.

“Semoga anak ini segera sembuh dan kehidupannya kembali normal,” pungkas Ai Nanan. (KMP/infopriangan.com)

Pohon Tumbang di Kalipucang Sebabkan Kemacetan Panjang

lintaspriangan com, BERITA PANGANDARAN.  Sebuah pohon besar tumbang di Jl. Raya Kalipucang No. 396, tepat di perbatasan Desa Kalipucang dengan Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, pada Sabtu (8/12) sekitar pukul 13.00 WIB. Kejadian tersebut menyebabkan kemacetan panjang, terutama karena bertepatan dengan libur panjang sekolah. Banyak kendaraan, termasuk rombongan pengendara motor besar (Moge), terjebak antrean di lokasi.

Kapolsek Kalipucang melalui Bripka Barly, Bhabinkamtibmas Desa Ciparakan, menjelaskan bahwa tumbangnya pohon diduga akibat faktor alam. Ia menegaskan bahwa tidak ada hujan atau angin kencang saat peristiwa terjadi.

“Pohon ini tiba-tiba tumbang tanpa tanda-tanda sebelumnya,” ujar Bripka Barly.

Meski terlihat mengkhawatirkan, peristiwa ini tidak menyebabkan korban jiwa. Namun, dua orang mengalami luka ringan. Korban pertama, Syifa Siti Syafaah, seorang pengendara motor asal Desa Awirarangan, Kecamatan Kuningan, mengalami luka ringan akibat tertimpa ranting pohon. Sementara itu, Ivan Ari Wibowo, pengemudi mini bus Toyota Calya berpelat B 1927 VIF asal Bekasi, mengalami kerugian material karena kendaraannya tertimpa tiang kabel Telkom.

“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa, hanya luka ringan dan kerusakan kendaraan,” kata Bripka Barly.

Ia juga menyebutkan bahwa kedua korban saat itu sedang menuju Pantai Pangandaran untuk menikmati libur bersama keluarga.

Laporan tentang pohon tumbang langsung ditanggapi oleh aparat setempat. Personel dari Polsek Kalipucang, Koramil 2505 Kalipucang, Satlantas Polres Pangandaran, serta tim Tagana dan Dinas PLN segera tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi. Kepala Desa Kalipucang, Teguh, turut memberikan fasilitas dan menghubungi BPBD untuk mempercepat penanganan.

“Warga sangat cepat memberikan laporan kepada petugas piket kami. Berkat kerja sama ini, kami bisa langsung bergerak,” ujar Bripka Barly.

Tokoh masyarakat setempat, Warpin, menggerakkan warga sekitar untuk membantu. Beberapa warga membawa alat seperti gergaji mesin, gergaji manual, dan golok. Bahkan ibu-ibu yang berada di sekitar lokasi turut berpartisipasi dengan membersihkan sisa ranting dan bubuk kayu menggunakan sapu lidi.

“Kami semua saling bekerja sama. Masyarakat yang lewat pun tidak segan membantu agar jalan segera terbuka,” kata Kepala Desa Kalipucang, Teguh.

Tiang kabel Telkom yang sempat menimpa mini bus dipindahkan dengan hati-hati ke pinggir jalan. Proses pemotongan pohon dilakukan secara bertahap, memastikan keselamatan semua pihak yang terlibat.

Kemacetan Berangsur Terurai
Setelah kurang lebih dua jam, pohon berhasil dievakuasi dan arus lalu lintas kembali normal. Kendaraan yang sebelumnya terjebak kemacetan dapat melanjutkan perjalanan tanpa hambatan.

“Kerja keras semua pihak sangat kami apresiasi. Evakuasi berjalan lancar karena gotong royong dan komunikasi yang baik,” ujar Bripka Barly.

Pihak Polsek Kalipucang dan Koramil setempat berkomitmen untuk memantau kondisi jalan raya agar kejadian serupa dapat dicegah. Mereka juga berencana melakukan koordinasi dengan pemerintah desa untuk mengidentifikasi pohon-pohon yang berpotensi tumbang.

BACA JUGA: Wisata Petik Buah Melon di Ciamis, Pilihan Liburan Edukatif dan Mengasyikkan

“Kami akan terus memastikan keamanan jalur ini, apalagi jalan ini sering digunakan wisatawan menuju Pantai Pangandaran,” kata Bripka Barly.

Peristiwa ini menjadi bukti nyata pentingnya solidaritas dalam menghadapi situasi darurat. Tidak hanya aparat, warga pun menunjukkan kepedulian tinggi untuk bersama-sama menyelesaikan masalah. Semangat gotong royong inilah yang membuat evakuasi dapat berjalan dengan cepat dan aman.

Selain itu, kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan terhadap risiko yang ditimbulkan oleh faktor alam. Kolaborasi antara masyarakat dan aparat perlu terus dijaga demi keselamatan bersama. (KMP/lintaspriangan.ccm)


Wisata Petik Buah Melon di Ciamis, Pilihan Liburan Edukatif dan Mengasyikkan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Di Desa Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terdapat destinasi wisata unik yang menawarkan pengalaman berbeda, yaitu Wisata Petik Buah Melon. Tempat ini tidak hanya menyediakan hiburan, tetapi juga edukasi tentang budidaya melon, sehingga cocok untuk liburan keluarga atau teman.

Hendriana Sakidin, pengelola wisata ini, menceritakan bahwa ide awalnya muncul setelah mengunjungi seorang teman di Ciamis Kota yang sukses membudidayakan melon. “Saya merasa ini bisa menjadi peluang besar jika dikembangkan di desa kami,” ungkapnya.

Dengan lahan seluas 480 meter persegi, tempat ini dirancang sebagai greenhouse modern berukuran 12 x 40 meter. Di dalamnya, terdapat empat jenis melon unggulan, yaitu Sweet Emerald, Inthanon, Sweet Net, dan Kimoji Jepang. Setiap jenis memiliki rasa khas, namun melon jenis Inthanon menjadi favorit.

“Banyak pengunjung memilih Inthanon karena rasanya lebih manis dan teksturnya lembut,” jelas Hendriana.

Karena itu, pengelola lebih fokus membudidayakan jenis ini dibandingkan yang lain. Para pengunjung juga diberi kebebasan untuk memilih dan memetik melon langsung dari pohonnya, menjadikan pengalaman ini lebih seru dan berkesan.

Wisata ini tidak hanya menarik karena konsepnya, tetapi juga karena harga melon yang terjangkau. Pengunjung hanya perlu membayar Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram untuk melon segar yang mereka petik sendiri.

“Harga ini sepadan dengan kualitas buah yang langsung dari pohon,” ujar Hendriana.

Selain itu, pengelola juga memberikan edukasi kepada para pengunjung. Hendriana sering berbagi pengetahuan tentang cara menanam dan merawat melon dengan sistem modern. Beberapa pengunjung bahkan terinspirasi untuk mencoba budidaya melon di rumah setelah mendapatkan informasi tersebut.

“Kami ingin mereka tidak hanya menikmati buahnya, tetapi juga belajar cara membudidayakannya,” katanya.

Melon di tempat ini ditanam menggunakan sistem fertigasi, teknologi yang memungkinkan pemberian nutrisi melalui irigasi secara otomatis. Sistem ini membuat perawatan tanaman lebih efisien dan hasilnya lebih maksimal.

“Dengan fertigasi, tanaman mendapatkan nutrisi yang optimal, dan kami juga bisa melindunginya dari hama serta cuaca ekstrem di dalam greenhouse,” jelas Hendriana.

Ia menambahkan bahwa hasil panen dari sistem ini sangat memuaskan dan membuktikan bahwa inovasi dalam pertanian memiliki potensi besar.

Kesuksesan wisata ini mendapat apresiasi dari Kepala Desa Banjaranyar, Trisno, yang mengatakan bahwa wisata ini tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga mendongkrak nama desa.

“Wisata petik melon ini membawa manfaat besar bagi masyarakat, baik secara ekonomi maupun edukasi,” tuturnya.

Namun, Hendriana berharap dukungan lebih dari pemerintah desa, terutama dalam hal permodalan. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya berencana untuk mengembangkan wisata ini agar lebih besar lagi, termasuk meningkatkan fasilitas bagi pengunjung.

“Kami ingin menjalin kerja sama dengan BUMDes agar potensi agrowisata ini semakin berkembang,” katanya optimis.

BACA JUGA: Janda Muda di Pangandaran Berjuang Demi Kesembuhan Anaknya

Wisata Petik Buah Melon di Desa Banjaranyar membuktikan bahwa sektor pertanian dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang menjanjikan. Konsep agrowisata ini tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga membuka peluang ekonomi dan edukasi.

“Kami berharap wisata ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, bahwa inovasi dalam pertanian bisa mendatangkan manfaat yang luar biasa,” tutup Hendriana dengan harapan besar.

Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah, destinasi ini diharapkan menjadi ikon agrowisata di Kabupaten Ciamis, membawa manfaat yang lebih luas bagi desa dan sekitarnya. (Rizki, Revan/infopriangan.com)

Janda Muda di Pangandaran Berjuang Demi Kesembuhan Anaknya

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Siti Halimah, seorang ibu muda berusia 26 tahun yang tinggal di Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran tengah menghadapi ujian berat. Anak satu-satunya, seorang siswa kelas 1 SD, mengalami retak tulang di kaki setelah kecelakaan tertabrak motor. Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 20 November 2024, saat sang anak sedang menyeberang jalan sepulang sekolah.

Siti menceritakan bahwa ia pertama kali mengetahui kecelakaan itu dari telepon seorang guru. Guru tersebut meminta Siti segera datang ke sekolah. Namun, sebelum ia tiba, anaknya sudah dibawa ke klinik terdekat.

“Waktu itu saya sedang di rumah. Guru menelepon, tapi anak saya sudah dibawa ke klinik,” ujar Siti. Sabtu, (07/12/ 2024).

Setelah kecelakaan tersebut, anak Siti mengalami luka di kepala dan retak tulang di kaki. Awalnya, ia tidak menyadari kondisi tulang anaknya yang retak. Hal ini karena anaknya hanya diperiksa oleh tukang pijat.

“Kami tidak tahu kalau kakinya retak, karena awalnya hanya dibawa ke tukang pijat,” katanya.

Namun, setelah dibawa ke RSUD Pandega Pangandaran, dokter memastikan bahwa kakinya mengalami retak tulang.

Siti mengungkapkan rasa sedihnya karena hingga sekarang anaknya belum bisa berjalan dengan normal.

“Setiap melihat anak saya seperti ini, saya merasa sangat sedih,” tuturnya.

Sebagai seorang ibu, ia hanya tinggal berdua dengan anaknya di sebuah kontrakan kecil. Tidak ada orang lain yang bisa membantunya merawat anak tersebut.

Menurut Siti, pihak pengendara motor yang menabrak anaknya baru datang sekitar dua minggu setelah kejadian untuk melihat kondisi korban.

“Pengendara itu baru datang sekitar dua minggu setelah kecelakaan. Itu pun hanya untuk melihat keadaan anak saya,” jelasnya.

Siti, yang bekerja sebagai penyalur pekerjaan untuk orang lain atau sering disebut calo, merasa pekerjaannya terganggu karena harus mengurus anaknya yang sakit.

“Kerja saya dilakukan lewat ponsel, tapi sekarang sulit karena harus fokus mengurus anak,” katanya.

Pekerjaannya yang fleksibel menjadi sedikit terbantu, tetapi tetap menantang karena membutuhkan waktu dan konsentrasi penuh.

Dokter menyarankan agar anaknya tidak terlalu banyak bergerak selama satu hingga satu setengah bulan untuk memulihkan kondisi kakinya.

“Kata dokter, anak saya harus istirahat total supaya cepat sembuh,” tutur Siti.

Siti berharap anaknya segera pulih sehingga bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari, seperti mengaji dan sekolah.

“Harapan saya, anak saya bisa sembuh dan hidup normal seperti anak-anak lainnya,” imbuhnya.

Kisah yang dialami Siti Halimah menjadi potret perjuangan seorang ibu dalam menghadapi kesulitan hidup. Ia harus menghadapi cobaan ini sendirian, tanpa dukungan langsung dari orang lain.

Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian pengguna jalan, terutama di dekat kawasan sekolah, agar tragedi serupa tidak terulang.

Tetangga yang mengenal Siti mengaku prihatin dengan kondisinya. Salah satu tetangga mengatakan bahwa Siti adalah sosok ibu yang tangguh.

BACA JUGA: Kapolres Ciamis, Melepas Ribuan Peserta Trail Adventure Fun Run RSOP 2024

“Dia selalu berusaha tegar, meskipun kami tahu situasinya berat. Semoga ada bantuan untuk meringankan beban hidupnya,” kata tetangga tersebut.

Bantuan dari masyarakat atau pihak lain, baik berupa dukungan moral maupun materi, akan sangat berarti bagi Siti dan anaknya. Semoga harapan Siti agar anaknya segera sembuh bisa terwujud, sehingga keduanya dapat menjalani kehidupan yang lebih baik. (KMP/lintaspriangan.com)