Beranda blog Halaman 283

Bersihkan Eceng Gondok BBWS Citanduy Turunkan Dua Excavator

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS.  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy terlibat dalam pembersihan ratusan ribu eceng gondok di aliran anak Sungai Cilisung yang melintasi Kecamatan Lakbok dan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Upaya ini dilakukan untuk mengurangi dampak buruk penyumbatan sungai yang berpotensi menyebabkan banjir.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Operasi dan Pemeliharaan (OP) 3 BBWS Citanduy, Ijang Nurul Fuad, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan satu alat berat jenis excavator untuk mempercepat proses pembersihan.

“Kami berencana menambah satu excavator jenis amfibi agar pengerjaan lebih cepat. Alat tersebut saat ini masih berada di Panumbangan, Ciamis, dan segera dikirim ke lokasi,” ujarnya. Senin, (16/12/ 2024).

Menurut Ijang, keterlibatan BBWS Citanduy adalah bentuk partisipasi dalam mendukung pemerintah Kabupaten Ciamis, BPBD, dan para relawan. Ia menekankan bahwa permasalahan eceng gondok adalah tanggung jawab bersama.

“Kami peduli agar masalah ini cepat selesai dan tidak memicu banjir,” terangnya.

Ijang juga mengungkapkan bahwa secara administratif, alur Sungai Cilisung berada di bawah pengawasan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat. Namun, wilayah kerja sungai tersebut berada dalam pengelolaan BBWS Citanduy.

“Rencananya, mulai tahun depan, baik administrasi maupun pengelolaan wilayah Sungai Cilisung akan diambil alih sepenuhnya oleh BBWS Citanduy,” jelasnya.

Selain itu, Ijang menanggapi permintaan normalisasi sungai di Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran. Ia menyatakan bahwa BBWS Citanduy siap melakukannya selama ada usulan resmi dari warga dan pemerintah desa, disertai kesepakatan terkait penggunaan lahan.

“Kami tidak memfasilitasi pembebasan lahan, jadi harus ada kesepakatan dengan warga,” katanya.

Di sisi lain, apresiasi tinggi disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Fraksi Partai Nasdem, Endang Cahyadi.

Endang memuji langkah sigap BBWS Citanduy yang membantu membersihkan tanaman eceng gondok di Sungai Cilisung.

“Keterlibatan BBWS Citanduy sangat vital. Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih atas peran mereka mengatasi masalah ini,” ungkapnya.

BACA JUGA: Hari Ibu ke-96, Budi Waluya Dorong Peran Perempuan

Endang menambahkan, pengadaan alat berat oleh BBWS Citanduy diprediksi akan mempercepat pembersihan yang sebelumnya menyebabkan aliran sungai tersendat dan mengakibatkan banjir. Ia juga menilai langkah ini sejalan dengan visi presiden dalam mewujudkan ketahanan pangan dan mendukung kesejahteraan petani.

“Ini bukti nyata komitmen dalam menjaga aktivitas warga dan petani tetap lancar,” pungkasnya.

Dengan upaya ini, BBWS Citanduy tidak hanya berkontribusi pada pencegahan banjir, tetapi juga mendukung peningkatan produktivitas warga, terutama di sektor pertanian. (Revan, Rizky/lintaspriangan.com)



Banjir Paseh Tasikmalaya, Kalau Dibiarkan Bisa Jadi Petaka

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Senin (16/12), hujan lebat yang mengguyur Kota Tasikmalaya sepanjang hari seperti biasa mengakibatkan beberapa ruas jalan tertutup genangan air. Misalnya yang terjadi di Lingkungan Paseh, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Ketinggian air mencapai sekitar 50 cm.

“Tinggi air ada yang setinggi betis orang dewasa, sekitar 50 cm, lokasi tepatnya di RT 07, RW 01, Kelurahan Tuguraja,” terang Dicky Rizki (26), warga sekitar yang ditemui Lintas Priangan di lokasi kejadian.

Menurut Dicky, banjir yang kerap terjadi di lingkungannya disebabkan drainase yang tidak bisa menampung dan menyalurkan air saat hujan. Karena tidak tertampung, akhirnya meluap dan menutupi ruas jalan.

“Ini karena drainase tidak berfungsi dengan baik. Para pengendara motor juga harus ekstra hati-hati, karena air yang meluap ke jalan itu membawa sampah,” tambah Dicky.

Masih menurut Dicky, banjir ini bisa dikatakan peristiwa rutin. Setiap musim hujan di wilayah ini pasti terjadi seperti hari ini. Dicky mengaku heran, kenapa dari pihak pemerintah seperti tidak ada perhatian. Padahal peristiwa serupa sudah terjadi berulang dalam rentang empat tahun. Terlebih, lokasi terjadinya banjir terbilang dekat dengan Kantor Kelurahan Tuguraja.

“Sebagai warga tentu saya berharap bisa tinggal di lingkungan yang nyaman. Ini sudah sering terjadi. Seingat saya, empat tahun terakhir ini selalu begini. Mohon pemerintah bisa memberi solusi. Saya khawatir, jika dibiarkan skalanya bisa membesar. Sekarang memang relatif tidak bahaya, masih dijadikan mainan anak-anak. Tapi kalau terus dibiarkan, bukan mustahil jadi petaka,” ujar Dicky.

Sementara itu, menyikapi begitu banyak lokasi rentan banjir di Kota Tasikmalaya, salah seorang aktivis lingkungan dari Sangga Buana Garda (SABUGA), Helmi Razu Novriansyah menyatakan, hal tersebut jadi PR untuk pemerintah baru di Kota Tasikmalaya. Helmi menambahkan, Pemkot Tasikmalaya butuh ide-ide baru yang fresh dan solutif.

“Kalau perilaku masyarakat itu sebetulnya bisa di-direct, bisa disetir oleh pemerintah. Tapi, pemerintahnya harus cerdas. Buat regulasi yang tepat guna. Contoh di beberapa daerah di Indonesia sudah ada Perda Jentik dan Perda Biopori. Efektif itu. Warga mengikuti, mereka menjaga kebersihan rumahnya. Karena kalau ada kasus, yang akan diberi sanksi adalah rumah yang di lingkungannya ada jentik nyamuk. Nggak susah lah, asal bener mau beres, Tasik bisa bebas sampah dan banjir!” pungkas Helmi. (Rep: Deni Heryanto)

Hari Ibu ke-96, Budi Waluya Dorong Peran Perempuan

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS.  Pj Bupati Ciamis, Budi Waluya, menghadiri peringatan Hari Ibu ke-96 Tahun 2024 yang dirangkaikan dengan kegiatan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Ciamis.

Acara diselenggarakan di Gedung Puspita dengan mengusung tema “Rembug Perempuan”.

Dalam sambutannya, Budi menekankan pentingnya peran perempuan dalam memajukan bangsa melalui kontribusi nyata di berbagai bidang.

Budi menyampaikan bahwa selama 79 tahun Indonesia merdeka, perempuan terus menunjukkan perannya dalam mendukung pembangunan negara.

Menurutnya, Hari Ibu adalah momen untuk mengenang perjuangan para perempuan Indonesia yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemerdekaan dan kehidupan bangsa. Ia menegaskan,

“Hari Ibu menjadi titik penting perjuangan perempuan Indonesia. Mereka tidak hanya menegaskan eksistensinya, tetapi juga kekuatannya dalam mengisi ruang-ruang pembangunan,” kata Budi.

Dalam pidatonya, Budi juga menyoroti peran perempuan dalam sejarah perjuangan Indonesia. Ia mengatakan bahwa sejak Kongres Perempuan Indonesia pertama, perempuan telah mengambil peran penting dalam berbagai sektor. Kongres tersebut menjadi simbol kuat bahwa perempuan Indonesia tidak hanya berjuang untuk haknya, tetapi juga untuk kesejahteraan dan kemajuan bangsa.

Budi mengapresiasi dedikasi perempuan dalam berbagai peran, baik sebagai ibu rumah tangga, pendidik, profesional, maupun pemimpin masyarakat.

Budi juga menyebutkan bahwa Hari Ibu adalah bentuk penghargaan terhadap seluruh perempuan Indonesia atas kontribusi mereka bagi keluarga, masyarakat, dan negara.

“Perempuan Indonesia telah menunjukkan bahwa mereka adalah pilar penting dalam keluarga dan masyarakat, serta mampu membawa perubahan nyata bagi bangsa ini,” katanya.

Selain itu, Budi menekankan perlunya meningkatkan kapasitas dan kompetensi perempuan. Ia berharap, melalui peringatan Hari Ibu ke-96, perempuan Indonesia dapat lebih berani bersuara dan mengambil peran dalam menentukan arah kebijakan serta tujuan bernegara.

Budi juga  mengajak para perempuan untuk tidak ragu dalam menunjukkan potensi mereka.

“Sekarang adalah waktunya bagi perempuan untuk memberi warna tersendiri dalam pembangunan bangsa ini melalui peran dan karya nyata mereka,” tuturnya.

Budi juga mengingatkan pentingnya perempuan untuk saling mendukung dan menginspirasi satu sama lain. Menurutnya, semangat kebersamaan antara perempuan akan menjadi kekuatan besar dalam menciptakan perubahan positif.

“Perempuan harus saling membantu dan saling menginspirasi. Dengan begitu, mereka bisa berkontribusi lebih besar untuk kemajuan bangsa,” kata Budi.

Di sela-sela acara, GOW Kabupaten CiamisBudi juga memaparkan program-program yang berfokus pada pemberdayaan perempuan di berbagai sektor. Program tersebut mencakup pelatihan keterampilan, edukasi kesehatan, dan pengembangan ekonomi kreatif.

Ketua GOW Ciamis menyatakan bahwa tema “Rembug Perempuan” dipilih untuk mendorong dialog terbuka tentang tantangan yang dihadapi perempuan saat ini, sekaligus merumuskan solusi bersama.

Pada akhir acara, Budi menekankan alasan mengapa peran perempuan harus terus diperkuat. Perempuan adalah kunci dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Sebagai ibu dan pendidik generasi bangsa, perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan masa depan bangsa.

“Perempuan adalah pondasi utama dalam membangun keluarga yang kuat, yang pada akhirnya akan menciptakan masyarakat yang maju. Kita harus terus mendukung mereka,” jelasnya.

BACA JUGA: Pelajar SMP Tewas Terserempet Kereta Serayu di Banjar

Lebih lanjut, Budi menyebutkan bahwa salah satu alasan penting memperingati Hari Ibu adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran perempuan. Ia berharap momen ini tidak hanya menjadi selebrasi, tetapi juga menjadi pemicu perubahan positif.

“Melalui Hari Ibu, kita ingin mendorong semua pihak, termasuk pemangku kepentingan, untuk lebih memperhatikan dan mengakui kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa,” pungkasnya.

Peringatan Hari Ibu ke-96 ini tidak hanya menjadi ajang refleksi atas perjuangan perempuan di masa lalu, tetapi juga menjadi motivasi bagi perempuan Indonesia untuk terus berkarya, menginspirasi, dan berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita bangsa yang lebih baik. (Sari/lintaspriangan com)


Pelajar SMP Tewas Terserempet Kereta Serayu di Banjar

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Seorang pelajar berusia 14 tahun, Irfan, warga Lingkungan Pintu Singa, Kota Banjar, meninggal dunia setelah tertabrak kereta api Serayu jurusan Purwokerto-Kroya-Jakarta. Senin, (16/12/2024).

Kejadian tragis tersebut berlangsung sekitar pukul 09.15 WIB di perlintasan rel kereta di kawasan Jalan Pintu Singa, Banjar, Jawa Barat.

Menurut keterangan Supriyanti, guru SMPN 5 Banjar, Irfan diizinkan pulang lebih awal setelah mengikuti upacara bendera pagi itu.

“Irfan tidak mengikuti ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) susulan hari ini, jadi dia kami izinkan pulang lebih cepat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Irfan dikenal sebagai anak yang baik dan sopan di sekolah. “Kami sangat kehilangan. Mohon doakan yang terbaik untuk Irfan,” ujarnya dengan nada penuh duka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Irfan pulang dari sekolah bersama teman-temannya seperti biasa. Saat berjalan di dekat rel kereta, teman-teman Irfan melihat kereta api datang dari arah timur. Mereka langsung meneriaki Irfan agar menjauh dari jalur kereta. Namun, Irfan tampaknya tidak menyadari keberadaan kereta yang semakin mendekat.

Dalam hitungan detik, kereta api Serayu melintas dan menyerempet Irfan. Akibat insiden tersebut, Irfan mengalami luka parah di bagian kepala dan meninggal di tempat kejadian. Seorang saksi mata mengatakan,

“Kami sudah teriak, tapi dia tidak sempat menghindar. Keretanya terlalu cepat.”

Jenazah korban segera dievakuasi oleh petugas menggunakan ambulans BPBD Kota Banjar dan dibawa ke RSUD Kota Banjar untuk penanganan lebih lanjut.

Kabar meninggalnya Irfan menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga tetapi juga teman-teman dan pihak sekolah.

Kepala SMPN 5 Banjar menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kehilangan salah satu siswanya.

“Irfan adalah anak yang aktif dan ramah. Kehilangan ini sangat berat bagi kami,” ucapnya.

Sementara itu, warga setempat mengungkapkan bahwa perlintasan kereta di kawasan tersebut sering kali menjadi tempat berbahaya, terutama karena tidak adanya palang pintu.

“Kami sudah sering memperingatkan anak-anak untuk berhati-hati di sekitar rel, tapi kejadian seperti ini tetap tidak bisa dihindari,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kapolres Kota Banjar mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintas di jalur kereta api, khususnya di perlintasan tanpa palang pintu.

“Kami meminta masyarakat untuk selalu berhati-hati dan memastikan tidak ada kereta yang melintas sebelum melewati jalur kereta,” tegasnya.

Pihak kepolisian juga berencana mengkaji langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan di sekitar perlintasan kereta api di wilayah tersebut.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memasang rambu-rambu tambahan atau bahkan palang pintu,” ujar Kapolres.

BACA JUGA: Upaya KPM Brigez Banjar Ubah Citra Negatif Anak Motor

Kejadian ini diduga terjadi karena kurangnya kewaspadaan korban saat berjalan di dekat rel kereta. Meski teman-temannya sudah berusaha memperingatkan, Irfan tidak menyadari bahaya yang mengancam. Faktor lain adalah perlintasan tanpa palang pintu di kawasan tersebut, yang kerap menjadi tempat kecelakaan.

Kepolisian mengingatkan bahwa kereta api memiliki jalur yang tetap dan tidak dapat berhenti mendadak, sehingga masyarakat harus lebih waspada di sekitar jalur rel.

“Keselamatan di perlintasan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Kapolres.

Upaya KPM Brigez Banjar Ubah Citra Negatif Anak Motor

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR.   Dalam upaya mengubah citra negatif yang kerap melekat pada kelompok anak motor, KPM Brigez Kota Banjar mengadakan kegiatan diskusi bertema Meningkatkan Kapasitas dan Manajemen Organisasi yang Baik. Acara ini berlangsung padla hari Minggu (15/12/2024) di aula salah satu destinasi wisata di Kota Banjar, Jawa Barat dan dihadiri oleh 50 anggota dan jajaran pengurus KPM Brigez.

Erwin Saleh Swandana, Ketua KPM Brigez, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah membimbing para anggota, terutama yang masih berstatus pelajar, agar lebih memahami cara berorganisasi dengan baik.

Erwin  menyadari bahwa banyak anggota muda membutuhkan arahan yang lebih intensif agar mampu berkembang dalam hal manajemen dan tanggung jawab.

“Rata-rata anggota kami masih pelajar. Jadi, mereka butuh bimbingan agar memahami bagaimana berorganisasi dengan benar,” ujar Erwin saat ditemui di sela-sela acara.

KPM sendiri merupakan singkatan dari Konfederasi Pelajar dan Mahasiswa, sebuah wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas mereka ke arah yang positif. Organisasi ini berawal di Bandung dan kini sudah merambah ke berbagai kota dan kabupaten, termasuk Banjar.

Erwin juga mengungkapkan bahwa kelompok ini kerap menghadapi stigma negatif dari masyarakat. Tidak jarang, beberapa anggota terlibat dalam permasalahan yang merugikan mereka sendiri maupun lingkungan sekitar. Hal ini menjadi tantangan besar yang mendorongnya untuk mengarahkan para anggota ke aktivitas yang lebih produktif dan bermanfaat.

“Saya merasa bertanggung jawab untuk memastikan bahwa keberadaan kami diterima masyarakat. Karena itu, kami sering mengadakan kegiatan seperti Jumat Berkah, di mana anggota belajar menanamkan jiwa sosial dan kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Lebih lanjut, Erwin menyebut bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini juga menjadi cara untuk mempererat hubungan antar anggota. Ia percaya bahwa melalui kebersamaan dan pembinaan yang intensif, mereka dapat mengubah pandangan masyarakat tentang anak motor yang selama ini sering dianggap negatif.

Salah satu anggota KPM Brigez, Andi, mengaku bahwa kegiatan ini memberinya banyak manfaat. Ia mengatakan bahwa melalui diskusi ini, ia mulai memahami pentingnya menjaga nama baik organisasi dan fokus pada hal-hal yang positif.

“Kegiatan ini membuka wawasan saya. Saya jadi sadar bahwa kita harus bisa membawa perubahan baik untuk diri sendiri dan organisasi,” ujar Andi.

Selain itu, Erwin berharap kegiatan diskusi ini dapat menjadi agenda rutin. Menurutnya, pembinaan yang berkelanjutan sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran para anggota, terutama dalam menghindari tindakan yang dapat merugikan, seperti tawuran atau penyalahgunaan narkoba.

“Kami ingin setiap anggota menjauhi barang-barang terlarang seperti narkotika dan obat-obatan. Itu poin yang selalu saya tekankan,” imbuhnya.

Citra negatif yang melekat pada kelompok anak motor menjadi alasan utama KPM Brigez mengadakan kegiatan ini. Erwin menyadari bahwa perubahan persepsi masyarakat tidak akan terjadi begitu saja tanpa upaya konkret dari pihak mereka.

Dengan melibatkan anggotanya dalam berbagai aktivitas positif, ia ingin membuktikan bahwa kelompok ini bukanlah sekadar geng motor, melainkan komunitas yang peduli terhadap pengembangan diri dan lingkungan.

BACA JUGA: Hari Juang TNI AD ke-79, Dandim Ciamis: Tentara Bagian Tak Terpisahkan Dari Rakyat

“Kegiatan seperti ini penting untuk membuktikan bahwa kami bisa membawa manfaat, bukan hanya untuk anggota, tapi juga masyarakat,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan tradisi makan bersama berupa nasi liwet, yang menurut Erwin menjadi simbol kebersamaan dan persatuan di antara anggota.

Erwin berharap, melalui pendekatan seperti ini, generasi muda yang tergabung di KPM Brigez dapat menjadi panutan di lingkungannya masing-masing. (Johan/lintaspriangan.com )


Festival Agro Jabar 2024, Apa yang Buat Bupati Kagum?

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS.  Jabar Agro & Industri Creative Festival 2024 resmi berakhir pada Minggu, 15 Desember 2024, setelah berlangsung selama empat hari. Perhelatan ini tidak hanya menjadi ajang pamer kreativitas lokal tetapi juga menarik perhatian sejumlah tokoh penting, termasuk Pj Bupati Ciamis, Budi Waluya, dan Pj Wali Kota Banjar, Soni Horison.

Kunjungan mereka menambah semarak acara sekaligus memberikan apresiasi kepada berbagai inovasi yang dipamerkan. Salah satu yang menarik perhatian Budi adalah stand SMK Miftahussalam yang menghadirkan teknologi pertanian modern dan stand ACB dengan produk pupuk organik dari limbah cacing. Menurut Budi, inovasi seperti ini sangat berpotensi mendorong kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Ciamis.

“Kami bangga dengan inovasi yang ditampilkan putra daerah. Ini langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Budi saat menyampaikan kesannya di sela kunjungannya. Ia menambahkan bahwa upaya ini perlu terus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Kolaborasi dan sinergi multi stakeholder Festival ini terasa istimewa karena diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Juang TNI AD yang diperingati setiap 15 Desember.

Dandim 0613 Ciamis, Letkol Afiid, juga hadir bersama Ketua DPRD Kota Banjar, Dadang Kalyubi, untuk menyaksikan berbagai pameran dan pertunjukan seni di arena festival.

Event Manager, Dede Nurdiana, menyampaikan bahwa acara ini menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali gairah ekonomi lokal. Meski begitu, ia mengakui masih banyak yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan festival di masa mendatang.

“Sebagai proyek rintisan, kami tentu menghadapi berbagai kekurangan. Namun, kami percaya bahwa festival ini telah memberikan kontribusi nyata, terutama dalam meningkatkan transaksi di sektor UMKM dan kuliner,” kata Dede.

Ia menjelaskan bahwa meskipun secara target bisnis belum terpenuhi, acara ini memberikan dampak positif lainnya.

“Semua pelaku usaha yang hadir di arena pameran menikmati transaksi yang cukup baik. Ini menciptakan efek berantai yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Selain menjadi ajang pameran inovasi, festival ini juga diramaikan oleh berbagai kegiatan kreatif. Pasanggiri Bentang Jaipong, Gebyar Senam, Lomba Mewarnai, dan Lomba Fashion Show berbahan sampah berhasil menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan. Bahkan, penampilan grup band lokal Shakirana menutup festival dengan meriah.

Dede mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi, mulai dari peserta hingga pemerintah daerah yang memberikan dukungan penuh.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Indramayu yang terus mendorong kami untuk berkarya lebih baik,” ujarnya.

Jabar Agro & Industri Creative Festival 2024 diadakan untuk menjawab tantangan pengembangan ekonomi lokal pasca pandemi.

Menurut panitia, salah satu alasan utama festival ini adalah menciptakan ruang kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat.

BACA JUGA: DPRD Ciamis Desak BBWS Segera Atasi Masalah Sungai

“Festival ini bukan hanya soal pameran produk, tetapi juga tentang menyatukan potensi daerah. Kami ingin menunjukkan bahwa Ciamis dan sekitarnya memiliki inovasi dan kreativitas yang mampu bersaing,” tutur Dede.

Dengan keberhasilan acara ini, meski masih jauh dari sempurna, panitia berharap dapat terus mengadakan kegiatan serupa di tahun-tahun mendatang.

“Kami optimis festival ini akan tumbuh menjadi ajang tahunan yang lebih besar, melibatkan lebih banyak peserta, dan memberikan dampak yang lebih luas,” tutup Dede. (Eddy/lintas Priangan.con)


DPRD Ciamis Desak BBWS Segera Atasi Masalah Sungai

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Endang Cahyadi, mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy segera menangani masalah aliran Sungai Cilisung. Menurut Endang, permasalahan ini tidak hanya mencakup penumpukan ratusan ribu kubik eceng gondok, tetapi juga sedimentasi dan penyempitan aliran sungai yang semakin parah.

Endang, yang berasal dari Fraksi NasDem dan duduk di Komisi C DPRD Ciamis, menyebut kondisi tersebut sangat berbahaya, terutama pada musim hujan. Endang menjelaskan bahwa pemerintah daerah melalui BPBD telah melakukan upaya pembersihan secara manual, namun langkah itu dinilai kurang efektif untuk menangani kompleksitas masalah ini.

“Jika pembersihan hanya dilakukan secara manual, butuh waktu lama untuk mengangkat semua eceng gondok yang menumpuk. Ini jelas tidak cukup cepat untuk mencegah banjir,” kata Endang. Minggu, (15/12/2024).

Banjir Ancam Pertanian Warga
Endang memperingatkan bahwa jika BBWS Citanduy tidak segera bertindak, air dari Sungai Cilisung berpotensi meluap ke wilayah Lakbok dan Purwadadi. Hal ini dapat mengakibatkan sawah milik petani tergenang banjir, sehingga mengganggu aktivitas pertanian.

“Banjir tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari warga, tetapi juga berpotensi membuat petani kesulitan menanam padi. Kondisi ini tentu akan berdampak pada perekonomian masyarakat setempat,” ungkapnya.

Endang juga menyoroti kondisi hilir Sungai Cilisung yang mengalami sedimentasi dan penyempitan, khususnya di Kecamatan Mangunjaya dan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Ia menjelaskan bahwa alur sungai seharusnya lebih lebar dan dalam di bagian hilir untuk memastikan aliran air dari hulu dapat berjalan lancar.

“Namun kenyataannya, pendangkalan di hilir justru menyebabkan air kembali ke Ciamis saat hujan deras. Ini memperburuk banjir di wilayah Lakbok dan Purwadadi,” terangnya.

Sebagai tindak lanjut, DPRD melalui Komisi C berencana mengadakan diskusi dengan BBWS Citanduy. Endang mengatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan beberapa poin penting dalam diskusi tersebut, termasuk perlunya normalisasi sungai, pembersihan eceng gondok, dan pengelolaan alur sungai untuk mencegah banjir.

“Kami ingin BBWS segera melakukan langkah nyata untuk menjaga kelancaran aliran Sungai Cilisung. Ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut kehidupan ribuan warga yang bergantung pada kondisi sungai ini,” tegasnya.

Sementara, Camat Lakbok, Mujiono, turut mendesak BBWS untuk segera mengambil tindakan strategis jangka panjang. Ia menilai bahwa dampak dari pendangkalan sungai sudah dirasakan masyarakat, terutama melalui banjir yang semakin sering terjadi.

“Kami berharap BBWS Citanduy memiliki solusi konkret. Jika masalah ini terus dibiarkan, sebagian besar wilayah Lakbok dan Purwadadi akan terus menjadi langganan banjir setiap tahun,” ujarnya.

Kepala Desa Kertajaya, Mujiono, menjelaskan bahwa penumpukan eceng gondok menjadi penyebab utama penyumbatan aliran air di Sungai Cilisung. Akibatnya, air meluap ke permukiman warga, merusak fasilitas, dan mengancam keselamatan penduduk.

“Kami memohon kepada pihak berwenang untuk segera turun tangan menangani masalah ini. Warga sudah terlalu sering menghadapi dampaknya,” pintanya.

BACA JUGA: Hari Juang TNI AD ke-79, Dandim Ciamis: Tentara Bagian Tak Terpisahkan Dari Rakyat

Endang mengungkapkan bahwa masalah ini bukan semata-mata disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga akibat kurangnya perawatan sungai secara berkala. Sedimentasi, penyempitan aliran, dan penumpukan tanaman liar menjadi penyebab utama banjir yang terjadi di wilayah tersebut.

“Jika tidak ada langkah serius untuk membersihkan sungai dan melakukan normalisasi, masyarakat Lakbok dan Purwadadi akan terus mengalami kerugian setiap musim hujan. Para petani khususnya akan kehilangan sumber penghasilan mereka,” ujarnya menutup pembicaraan.

Dengan ancaman banjir yang semakin nyata, DPRD Ciamis bersama BBWS Citanduy diharapkan segera bersinergi untuk menyelesaikan masalah ini. Langkah cepat sangat dibutuhkan agar masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali beraktivitas tanpa ancaman banjir. (Rizky, Revan/lintaspriangan.com)

Hari Juang TNI AD ke-79, Dandim Ciamis: Tentara Bagian Tak Terpisahkan Dari Rakyat

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Tentara adalah bagian tak terpisahkan dari rakyat, bukan golongan di luar masyarakat, bukan kasta yang berdiri di atas masyarakat, melainkan bagian dari rakyat yang memiliki kewajiban untuk mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu dikatakan Dandim 0613/Ciamis, Letkol Inf Afiid Cahyono, S.Sos., S.H., M.Han, ketika menjadi pemimpin upacara Hari Juang TNI AD ke-79 di Halaman Pendopo Ciamis, Minggu (15/12/2024).

Hari Juang TNI AD diperingati setiap tahun sebagai momen refleksi untuk mengenang perjuangan TNI AD dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Hari Juang TNI AD ke-79 yang mengusung tema ‘TNI AD Berjuang Bersama Rakyat’ ini mencerminkan jati diri TNI AD sebagai tentara rakyat, yang lahir, berjuang, dan mengabdi untuk rakyat.

“Kekuatan TNI AD tidak hanya berasal dari kedisiplinan dan kemampuan profesional, tetapi juga dari sinergi yang kuat dengan rakyat. Bersama rakyat kita berjuang untuk rakyat kita mengabdi,” kata Letkol Afiid.

Dalam upacara itu, Letkol Afiid juga mengutip pesan legendaris Panglima Besar Jenderal Soedirman yang menekankan semangat pengabdian dan keberanian dalam menghadapi segala tantangan.

“Robek-robek lah badanku, potong-potonglah jasadku ini, karena jiwaku dilindungi benteng merah putih akan tetap hidup,” katanya, mengutip pesan Panglima Besar Jendral Soedirman.

Letkol Afiid menjelaskan, para prajurit TNI AD harus tetap menjaga semangat perjuangan para pahlawan yang telah berkorban untuk meraih kemerdekaan.

“Sebagai Panglima Besar TNI pertama, Jenderal Soedirman adalah simbol keberanian, ketulusan, dan pengabdian tanpa pamrih. Untuk itu kita harus meneladani nilai-nilai perjuangan beliau,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Panglima Besar Jenderal Soedirman mengajarkan bahwa, keberanian dan pengabdian kepada bangsa adalah inti dari jati diri prajurit TNI.

“Nilai-nilai ini harus menjadi landasan dalam setiap langkah prajurit TNI AD,” tandasnya.

Menurutnya, semangat Jenderal Soedirman relevan dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk krisis pangan, air, dan bencana alam yang semakin kompleks.

“Sebagai prajurit, kita harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” jelasnya.

Letkol Apiid juga mengungkapkan, ada banyak program TNI AD seperti Manunggal Air, ketahanan pangan, dan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil menjadi bukti konkret peran TNI AD dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Program-program ini adalah bentuk pengabdian TNI AD untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara TNI AD dan rakyat adalah kekuatan besar yang menjadi benteng utama dalam menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya.

Letkol Apiid menyampaikan, TNI AD juga memanfaatkan teknologi untuk memperkuat komunikasi dengan rakyat. Informasi yang edukatif dan partisipasi aktif masyarakat adalah kunci sinergi dalam menjaga kedaulatan negara.

“Teknologi harus menjadi alat untuk lebih mendekatkan TNI AD dengan rakyat, sehingga kita bisa memahami kebutuhan mereka dengan lebih baik dan memberikan solusi yang tepat,” jelasnya.

Letkol Afiid juga mengajak seluruh prajurit dan masyarakat agar terus bersatu dalam menjaga keutuhan NKRI. Bersama rakyat, perjuangan TNI AD tidak akan pernah berakhir.

“Jadilah patriot yang selalu berpihak kepada rakyat, karena kekuatan kita adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kodim 0613/Ciamis Gelar Upacara Hari Juang TNI AD ke-79

Dirinya berpesan kepada para prajurit untuk selalu menjadikan dasar Bendera Merah Putih tertanam di jiwa dalam dada tiap sanubari tidak boleh terkontaminasi dengan kelompok apapun selalu terjaga kebersamaannya.

Ia juga berharap melalui momentum Hari Juang TNI AD ini, prajurit TNI dan masyarakat bisa semakin bersinergi untuk menghadapi tantangan yang ada. Tantangan ke depan semakin kompleks, tetapi kita harus tetap bersatu.

“Dengan semangat merah putih di dada, TNI AD akan terus menjadi pelindung rakyat dan garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara,” harapnya.

Dalam rangka hari juang tersebut, Kodim 0613/Ciamis juga menggelar berbagai kegiatan diantaranya pembuatan akte kelahiran gratis bagi masyarakat, donor darah dan pengobatan masal, pembersihan sungai dan lainnya.

Seusai upacara Dandim bersama rombongan melakukan pengecekan stand Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Alun-alun Ciamis. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Kodim 0613/Ciamis Gelar Upacara Hari Juang TNI AD ke-79

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Komando Distrik Militer (Kodim) 0613/Ciamis menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Juang TNI-AD Ke-79 Tahun 2024. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Komandan Kodim (Dandim) 0613/Ciamis, Letkol Inf Afiid Cahyono, S.Sos., S.H., M.Han,. di Halaman Pendopo Bupati Ciamis, Minggu (15/12/2024).

Usai membacakan amanat Panglima Besar Jenderal Soedirman, dalam upacara itu Letkol Afiid membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) TNI AD, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc,

Dalam amanatnya yang dibacakan Letkol Apiid, Kasad mengucapkan Selamat Hari Juang TNI-AD Tahun 2024, kepada segenap prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI AD beserta keluarga, disertai dengan rasa terima kasih yang tulus dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdiannya selama ini.

Hari Juang TNI-AD yang diperingati setiap tahunnya ini adalah hari bersejarah yang menjadi tonggak perjalanan Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Darat (TNI-AD).

“Peringatan ini membawa kita kembali mengenang perjuangan para pahlawan bersama-sama dengan seluruh rakyat Indonesia, khususnya dalam mempertahankan kedaulatan negara dan kemerdekaan bangsa,” katanya.

Semangat perjuangan itu tercermin dalam tema Hari Juang tahun ini yaitu “TNI-AD Berjuang Bersama Rakyat”, yang menjadi cerminan dari jatidiri kita sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional.

Tema ini mengingatkan kita bahwa kekuatan TNI AD tidak hanya berasal dari kedisiplinan dan kemampuan militernya, tetapi juga dari sinergi yang kokoh dengan rakyat.

“Dari rakyat kita berasal, bersama rakyat kita berjuang, dan untuk rakyat kita mengabdikan diri. Prinsip inilah yang menjadi jiwa perjuangan kita dalam menjalankan amanah sebagai pelindung bangsa,” ungkap Kasad dalam amanatnya.

Dijelaskan Kasad dalam amanatnya, kita perlu mengingat kembali kiprah Jenderal Soedirman, sebagai Panglima Besar pertama, adalah simbol semangat perjuangan yang menjadi pondasi Hari Juang TNI AD.

Jenderal Soedirman mengajarkan kepada kita bahwa keberanian, ketulusan, dan pengabdian tanpa pamrih adalah inti dari jatidiri seorang prajurit TNI.

“Nilai-nilai ini menjadi landasan TNI AD untuk tidak hanya merayakan sejarah perjuangan, tetapi juga meneguhkan komitmen melindungi dan melayani rakyat dalam setiap langkah pengabdian,” jelasnya.

Letkol Apiid menjelaskan, hari juang intinya mengingatkan bahwa TNI AD selalu bersama rakyat, karena TNI AD besar dan lahir dari rakyat dan selalu akan kembali untuk masyarakat terutama masyarakat Ciamis.

Ia juga berpesan kepada para prajurit TNI AD mengingat bagaimana pesan dari Panglima besar Jendral Sudirman dulu masa-masa perjuangan di mana mewujudkan tujuannya adalah merdeka, tapi masa sekarang adalah membangun, namun kadang-kadang kita diseret dalam suasana yang lain.

Letkol Afiid juga mengingatkan pentingnya pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman yang tetap relevan hingga kini. Jenderal Soedirman mengingatkan kita semua, robek-robek lah dadaku, potong-potonglah jasadku, tetapi semangat merah putih dalam dadaku tidak akan pernah hilang.

“Pesan ini menjadi pengingat bagi setiap prajurit untuk tetap teguh memegang nilai-nilai perjuangan dan tidak terkontaminasi oleh kepentingan kelompok tertentu,” tegasnya.

BACA JUGA: Atlet NPCI Ciamis Raih Lima Mendali di Ajang Piala Gubernur Jabar

Ia juga menegaskan semangat yang diajarkan Jenderal Soedirman bukan hanya soal kemerdekaan, tetapi juga tentang tanggung jawab membangun bangsa di masa damai.

“Kalau dulu perjuangan TNI adalah untuk merdeka, sekarang tugas kita adalah membangun. TNI AD harus menjadi pilar yang menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan nasional, khususnya di Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.

Kodim 0613/Ciamis juga melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya, karya bakti untuk membantu masyarakat, donor darah, pengobatan massal, pembuatan akte kelahiran yang bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Ciamis juga pelaksanaan bazzar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Alun-alun Ciamis.

Upacara Hari Juang TNI AD ke-79 juga dihadiri oleh Pj Bupati Ciamis, Budi Waluya, S.E., M.M. Pj. Walikota Banjar, Dr. H. Soni Harison AP., S.Sos., M.Si,. Kapolres Banjar, AKBP Danny Yulianto, S.I.K.,M.H.. Kapolres Ciamis diwakili Wakapolres, Kompol M. Rustandi, S.IK,. Kajari Ciamis diwakili Jaksa Fungsional, H. Asep Dahwan Sumiadi, S.H,. Kajari Banjar diwakili Kasubsi IntelijenNafatoni Setya Mohammad Batistuta, S.H,. Kasdim, Mayor Inf. Nirca Zahrudin. Ketua PA Kelas IIB Ciamis, Dr. H. Arif Muksinin, S.H., M.H. juga jajaran Perwira, Bintara, Tamtama, PNS TNI AD, serta Tokoh Masyarakat Kabupaten Ciamis. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Hanafi: “Warga Kota Tasikmalaya Jangan Ragu Kalau Perlu Informasi Publik”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. “Warga Kota Tasikmalaya tidak perlu ragu jika membutuhkan informasi publik.” Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Komisi & Informasi (Kominfo) Kota Tasikmalaya, Hanafi, kepada Lintas Priangan. Menurut Hanafi, warga yang membutuhkan informasi publik bisa langsung datang ke PPID Utama yang ada di Dinas Kominfo, atau ke PPID Pelaksana yang ada di setiap perangkat daerah. PPID merupakan kependekan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi.

Dalam wawancara tertulis dengan Lintas Priangan, Hanafi juga mengemukakan beberapa hal yang berkaitan dengan informasi publik di Kota Tasikmalaya sepanjang tahun 2024. Salah satunya misal tentang jumlah permohonan informasi publik, yang ternyata mengalami kenaikan.

“Sampai tanggal 12 Desember 2024, jumlah permohonan informasi publik yang masuk melalui PPID Utama sebanyak 25 permohonan. Kalau dibandingkan tahun 2023, jumlah permohonan informasi publik mengalami kenaikan,” jelas Hanafi.

Adapun jumlah permohonan informasi publik pada tahun 2023 adalah sebanyak 21 permohonan. Artinya, ada kenaikan sekitar 16% dibanding tahun 2024.

Masih menurut Hanafi, semua permohonan informasi publik di tahun 2024 tidak ada yang sampai ke tahap mediasi, apalagi sidang ajudikasi. Mengenai informasi publik apa yang paling banyak diminta pemohon, menurut Hanafi, informasi yang berkaitan dengan UMKM adalah informasi yang paling banyak diminta. Pihak pemohon informasi tersebut umumnya mahasiswa. Mereka membutuhkan informasi tersebut sebagai bahan penelitian tugas akhir.

Sementara itu, menurut aktivis dari Albadar Institute, Diki Sam Ani, tidak adanya permohonan informasi publik yang sampai ke tahap mediasi dan ajudikasi tidak serta merta berarti urusan informasi publik di Kota Tasikmalaya baik-baik saja. Karena masih ada kemungkinan lain, selain terpenuhinya kebutuhan informasi publik. Meski demikian, Diki mengapresiasi kinerja Dinas Kominfo Kota Tasikmalaya.

“Saya kira setidaknya kalau dalam konteks kebutuhan masyarakat Kota Tasikmalaya terhadap informasi publik, kinerja Dinas Kominfo patut diapresiasi. Namun tentang tidak adanya permohonan yang sampai di tahap mediasi dan ajudikasi, belum tentu juga berarti permohonan informasi publiknya terpenuhi. Apalagi jika data tersebut hanya data yang berasal dari PPID Utama, belum digabung dengan data yang masuk dari PPID Pelaksana,” papar Diki.

Menurut Diki, alur permohonan informasi publik itu cukup panjang. Butuh waktu yang cukup lama ketika PPID-nya tidak merespon. Karena proses yang lama inilah, terkadang ada pemohon informasi publik yang malas untuk melanjutkan proses, apalagi harus masuk ke tahap mediasi atau sidang ajudikasi yang seringkali digelar di Bandung.

“Waktu yang dibutuhkan cukup lama, bisa lebih dari satu bulan. Pernah ada aktivis juga mengaku keburu malas, apalagi harus mengikuti mediasi dan sidang di Bandung. Tapi seharusnya jangan begitu, aktivisnya “jangan elehan”, mumpung Dinas Kominfo-nya siap membuka diri,” tegas Diki.